January 20, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 5 part 1

Anak nyonya itu yang bernama Xu Ya Ti (Nita Lei) sudah kembali. Dia berdiri terpaku begitu melihat Zhan Cheng. Ia langsung bertanya apa mereka saling mengenal? Zhan Cheng berkata dia belum pernah kemari lagipula dia tidak bisa melihat. Karena dia belum pernah mendengar suara Ya Ti sebelumnya jadi dia pikir mereka tidak saling kenal. Tapi Ya Ti terus memandanginya serius seakan mereka pernah mengenal.

Zhan Cheng bertanya siapa yang mengajari Ya Ti membuat biskuit2 itu. Ia mengatakan ia yang membuat biskuit bentuk hati itu sendiri , tidak ada yang mengajarinya. Sekitar setahun yang lalu, dia tertarik membuat kue. Jadi dia membeli beberapa buku dan mulai mencobanya. “Jadi kau terus mencoba dan muncul dengan bentuk dan rasa seperti biskuit ini?” tanya Yu Xi. Ia berkata bahwa untuk beberapa alasan dia selalu berpikir seseorang akan menyukai biskuitnya. Yu Xi mengatakan ini kebetulan sekali, sama persis.
Ya Ti ingin tahu alasan mereka menanyakan ini padanya. Yu Xi berkata tidak ada, ini hanya kebetulan saja. Mereka akan pulang dan ingin membeli semua biskuit2 itu tapi sayang semuanya sudah dipesan. Ya Ti mengatakan kalau mereka tidak keberatan dia bisa membuatnya sekarang. Zhan Cheng setuju.

Karena bosan menunggu, Yu Xi mengajak Zhan Cheng untuk jalan-jalan keluar. Zhan Cheng tidak mau. Yu Xi memaksanya, dia berkata dia ini pemandu tur terbaik setelah ibunya. Ibunya selalu bilang padanya bahwa dia bisa merubah sesuatu yang sangat biasa menjadi bunga yang indah dengan ucapannya. Zhan Cheng sedikit tersedak mendengar Yu Xi seperti itu. Akhirnya ia pun mau diajak jalan-jalan.

Yu Xi menggambarkan suasana di sekitar mereka, danau besar, pohon beringin yang berusia ratusan tahun, serta sawah dan kerbau2. Tapi nyatanya semua itu tidak ada. Yang ada didepan mereka hanyalah petak sawah yang kosong. Zhan Cheng merasa sedikit aneh mendengar cerita Yu Xi. “Ini datang sekawanan bangau! Wah..cantiknya. sangat memukau.” Ucap Yu Xi. Yu Xi terus mengatakan hal2 yang sebenarnya tidak ada sampai Zhan Cheng kebingungan dibuatnya. Hihihi
“Boss. Kurasa kau memang harus sering-sering keluar dan merasakan keindahan alami. Jangan terus tingal dirumah sepanjang waktu.” “Benarkah?” tanya Zhan Cheng sambil tersenyum, mungkin tahu kalau Yu Xi bohong. Yu Xi pura pura ingin menghampiri kerbaunya tapi malah keseleo dan payungnya terjatuh.“Lupakan saja payungnya. Ayo!” ucap Zhan Cheng khawatir. 
Mereka tidak bisa kembali karena hujan turun dengan sangat lebat. Hari sudah semakin sore. Yu Xi mulai takut karena tidak ada lampu jalan di sekitar mereka. Zhan Cheng melapas mantelnya dan memberikannya pada Yu Xi untuk digunakan sebagai penutup kepalanya nanti. Ia ingin menggendong Yu Xi “Naiklah. Aku akan menggendongmu kembali ke motel.” “kau mau menggendongku? Kau yakin?” “Kau tak bisa berjalan, kan?” ucap Zhan Cheng.
Yu Xi tidak mau karena seharusnya ia yang menjaga Zhan Cheng. Lagipula kan Zhan Cheng tidak bisa lihat. “Untuk itulah..kau yang harus menjadi mataku.” Ujar Zhan Cheng. Yu Xi pun terpaksa karena Zhan Cheng berkata sebentar lagi akan gelap.
Zhan Cheng menggendongnya ditengah hujan yang turun dan Yu Xi yang menujukkan arahnya. “Boss. Apa aku sangat berat?” tanya Yu Xi yang merasa Zhan Cheng kesulitan menggendongnya. “Tidak begitu.” “Saat aku masih kecil ibuku juga menggendongku dibelakang seperti ini. Sekarang..kau orang kedua yang menggendongku. Bahkan pacarku belum pernah menggendongku. Bukannya aku ingin dia menggendongku..hanya saja aku..kau tahu wanita biasanya punya fantasi romantis, bukan? Seperti dipeluk lengan seseorang. Yang kuinginkan hanya dipeluknya dan merasa dicintai.” Ucap Yu Xi.
Saat ada tiang listrik didepan mereka Yu Xi mengarahkan Zhan Cheng dan Zhan Cheng melakukannya dengan baik. Ia bertanya mereka harus kearah mana sekarang , ia menoleh kearah Yu Xi dan itu membuat wajah mereka menempel sangat dekat. Mereka berdua cadi canggung.
Setelah sampai di motel Yu Xi dipijat oleh Nyonya Xu dan Zhan Cheng merendam kakinya. Bibi Juan kagum dengan Zhan Cheng yang mampu menggendong Yu Xi padahal jaraknya lumayan jauh. Bibi Juan merasa mereka pasangan yang sangat serasi apalagi dengan kaos yang mereka pakai, kaos Zhan Cheng bertuliskan “pembantu setia” sedangkan Yu Xi “tuan”. Hahaha. Ya Ti membawakan teh jahe untuk mereka. Ia memberikannya pada Zhan Cheng dan terlihat perhatian sekali. Mereka pun terpaksa menginap karena tak memungkinkan untuk pulang.
Vanessa menanyakan ke Bo Yan siapa lagi yang tahu dengan video ini. Bo Yan mengatakan bahwa hanya mereka yang tahu. Vanessa tidak ingin ada orang lain yang mengetahuinya dan langsung menyuruh Bo Yan keluar. Bo Yan tampak tidak suka dengan keputusan Vanessa ini. Bo Yan memperhatikannya dari luar. Ia berpikir mungkinkah Vanessa tidak berencana membiarkan orang lain tahu?
Yu Xi mengajarkan Zhan Cheng mengenali letak semua barang di kamarnya dengan menggunakan langkah kaki. Zhan Cheng meminta Yu Xi mengambilkannya air panas. Yu Xi menghitungnya persi seperti yang Zhan Cheng lakukan, 2001,2002,2003,2004,2005. “Sepertinya kau benar-benar mempelajarinya dari waktu listriknya padam.” “Tentu saja.” bangga Yu Xi.
Menurutnya Zhan Cheng beruntung karena bisa mendapatkan perawat muda dan pengertian seperti dirinya. Dia berkata Zhan Cheng tak usah khawatir, dia akan menjadi bintang utara dikegelapan Zhan Cheng dan memandu jalan untuknya. Dia takkan membiarkan Zhan Cheng tersesat dalam kegelapan. Ia berpesan, karena dia tak bisa tinggal untuk menjaga Zhan Cheng maka kalau ada apa-apa Zhan Cheng hanya perlu mengetuk dindingnya dua kali dan dia akan langsung datang.
Yu Xi kembali kekamarnya. Ia mencoba mengetuk dindingnya untuk mengetes apakah Zhan Cheng mendengarnya atau tidak. Zhan Cheng mendengar Yu Xi tapi ia tak langsung membalas sampai membuat tangan Yu Xi kesakitan karena harus mengetuk berulang kali. Saat Zhan Cheng membalasnya Yu Xi senang dan mereka pun saling mengetukkan dinding. Yu Xi pun menyanyikan lagu yang biasanya ia nyanyikan untuk Zhan Cheng.

3 comments: