January 16, 2016

Sinopsis Say Again "Yes I Do" Episode 1 part 2

Xin Kui berjalan dengan sedih, ia berfikir apakah masalah mereka terlalu serius sampai harus bercerai. Xin Kui tersenyum saat melihat anak-anak yang pulang sekolah, ia berkata dalam hati “Jika siswa yang lewat selanjutnya adalah wanita, maka aku tak akan bercerai. Jika itu lelaki…maka aku akan bercerai.”
Xin Kui memejamkan matanya menanti siapa yang akan lewat. Sepasang sepatu pria tampak berjalan kearahnya.Itu Zheng Yang. Ia terlihat sedikit kecewa.
Saat tengah menuggu, mereka duduk saling berjauhan dan berdiam diri. Zheng Yang berkata kalau ini giliran mereka. Xin Kui terlihat sangat berat untuk melakukannya. Melihat Xin Kui yang seperti itu Zheng Yang beranjak duluan.
Petugas memberi mereka kartu dan dalam sekejap mereka akhirnya bercerai. “Sekarang aku menyadari, bahwa bertemu dengan seseorang tidaklah mudah. Tapi meninggalkan seseorang bisa sangat begitu mudah." batin Xin Kui

Di rumah Zheng Yang mengambil barang-barang nya. Termasuk bantal, cangkir pasangan, dan sikat gigi.
Xin Kui datang memberikan check untuk mengganti uang sewa yang Zheng Yang bayar. Dia berkata bahwa sekarang, rumah ini akan menjadi miliknya. “Apa kau yakin kau mampu membayar hipotek? Tanya Zheng Yang. Xin Kui bilang, memang dia tidak sekaya orang lain, tapi kalu dia bekerja keras, itu tak akan jadi masalah.
Zheng Yang memasukan misletoe kedalam kotak, tapi Xin Kui berkata kalau itu miliknya dan Zheng Yang tidak boleh membawanya. Kesal, Zheng yang langsung membalas perkataan Xin Kui “Kenapa aku tak boleh membawanya? Akulah yang meminta pada penyelenggara acara untuk memberikannya pada kita. Apakah kau lupa? “Aku ingat. Tapi kau sudah memberikannya padaku. Kita membawanya bersama ke rumah.” Balas Xin Kui.
Mereka bertengkar untuk mendapatkan mistletoe itu, keduanya tidak mau mengalah. Kesal Xin Kui mengguntingnya menjadi dua. “Setiap orang dapat separuh, sekarang kita tak behutang apapun satu sama lain. Kita seharusnya tak pernah bertemu lagi!”
“Baiklah! Selamat tinggal!” teriak Zheng Yang (dalam bahasa Mandarin, sampai jumpa sama dengan sampai ketemu kembali). “Aku tarik kembali! Aku tak ingin melihatmu lagi di hidupku!”
Xin Kui ingat kalau dia masih memakai cincin. Dari atas balkon dia berteriak “Babi egois! Tukang kontrol gila! Ambil cincinmu kembali” Xin Kui melemparkan cincinnya dan masuk kedalam mobil Zheng Yang.
“Ambil lagi juga milikmu! Ikan Faber Zeus!” Zheng Yang melemparkan cincinnya.
Xin Kui kembali ke kebiasaanya, yaitu makan snack sambil menonton tv. Saat ingin minum, dia melihat kalau si Bappi, katak nya Zheng Yang ketinggalan. Dia bilang kalau dia yang akan merawat Bappi.
Xin Kui menelpon Mo Li, memberitahu kalau ia sudah bercerai. Mo Li menawarkannya untuk ikut pesta perceraian dan Xin Kui menyetujuinya.
Di lain tempat, Zheng Yang sedang berada di bangunan lonceng yang ada di dekat pantai. Tampak seorang wanita berjalan ke arah pantai dan meletakkan kotak yang dibawanya. Dia adalah Ge Qian Qian (Li Wei Wei).
Zheng Yang kembali melihat foto-foto mereka dan dengan kesal dia menghapus semuanya.
Kotak nya Qian Qian terseret ombak dan ia hendak mengambilnya. Saat Zheng Yang berbalik, ia melihat Qian Qian dan ia pikir Qian Qian mau bunuh diri. Zheng Yang mengejarnya dan mencoba menhentikan. Qian Qian tidak mau dan melepaskan tangan Zheng Yang hingga ia terjatuh dan tenggelam.
Zheng Yang membawanya ke rumah sakit dan memberikan kotak miliknya. Zheng Yang bertanya apakah dia perlu menghubungi keluaraga Qian Qian atau pacarnya. Tapi Qian Qian bilang kalau dia sudah putus. Zheng Yang mengerti, dia berkata pada Qian Qian “Aku paham apa yang kau rasakan. Setelah meninggalkan satu hubungan, ada saat dimana perasaan menyakitkan tidak bisa dihindari. Tapi semua akan baik-baik saja setelah berlalu. Yang kau butuhkan sekarang hanya memulainya dari awal.” Zheng Yang pun pergi
Di rumah, Xin Kui melihat foto pernikahan mereka dengan sedih. Ia menangis. Xin Kui menguatkan dirinya sendiri “Shu Xin Kui. Mulai hari ini, kau bebas. Dalam kehidupan lajangmu, kau harus lebih baik darinya. Chayo!”
Langit sangat cerah dan tanaman pohon di balkon rumah Xin Kui sudah bertambah tinggi. Tampak di salah satu pot, cincin yang dilemparkan Zheng Yang semakin tertanam.
Empat tahun kemudian.
Xin Kui terbangun mendengar alarm. Ia langsung bangkit karena sudah terlamabat. Ia berlari dan segera menyetop taxi. Mo Li menelponnya untuk mengingatkan kalau Xin Kui harus datang jam 2 nanti untuk mencoba gaun. Mo Li akan menikah dan Xin Kui akan jadi pengiringnya. Tapi Xin Kui bilang kalau itu tidak cocok untuk yang sudah bercerai seperti dirinya. Mo Li tidak peduli meskipun Xin Kui menolak. Ia langsung mematikan telponnya.
Xin Kui tiba di sebuah hotel. Ia masuk dengan terburu-buru. Seorang wanita telah menunggunya. Dia adalah kak Ruan. Kak Ruan bertanya kenapa Xin Kui sangat terlambat. “Aku begitu deg-degkan” ujar Xin Kui
Xin Kui langsung berlari masuk menuju loker nya. Ia sudah memakai seragam dan terlihat orang-orang yang memakai seragam yang sama dengannya sedang fokus membaca. Xin Kui memejamkan matanya dan berdoa “Dewa di langit, tolong ijinkan saya lolos. Chayo.”
Seorang wanita datang. Dia adalah Manajer Xiao yang datang memberitahu kalau hari ini adalah wawancara final manajer ruangan VVIP dan sebagai staf Hotel Mars mereka akan dipilih satu untuk mengikuti pelatihan bersama dengan staf dari hotel mewah lainnya.
Xin Kui antusias mendengar siapa yang memiliki kinerja yang baik setelah pelatihan, akan berkesempatan menjadi manajer kepala VVIP di kantor cabang.
Dengan percaya diri Xin masuk dan memperkenalkan diri sebagai staf dari departemen pelayanan kamar.
Manajer Xiao bertanya tentang pekerjaan Xin Kui di Mars. Xin kui berkata kalau dia telah menjadi staf pelayanan di Hotel Mars selama empat tahun. Tahun ini dia mendapat sertifikasi internasional dan sertifikat manajemen. Dia juga berharap kalau penyeleksi akan memberikan kesempatan untuknya mengikuti pelatihan manajer VVIP.
Xin Kui keluar dan benafas dengan lega. Seorang teman menelponnya, meminta tolong untuk menggantikan tugas. Xin Kui menyetujuinya.
Xin Kui datang dan melihat putri tuan Chairman Gao ada direstoran dia bertanya apakah untuk kencan buta lagi. “Ya. Ini sudah ketiga kalinya minggu ini. Dia memesan seluruh restoran dan aku harus melayaninya. Sangat menjengkelkan.
Xin Kui menghampiri nona Gao dan bertanya apa yang ingin dia minum hari ini. Dengan ketus nona Gao menjawab kalau dia sedang menunggu seseorang. Xin Kui menawarkan kopi sementara menunggu, tapi nona Gao mintanya segelas Dom Perignon. Xin Kui bilang sampanye itu tak ada disini. Nona Gao mengomel dan akhirnya minta jus jeruk yang baru diperas..
Tenyata teman kencan butanya nona Gao itu Zheng Yang. saat Xin Kui keluar membawa jus jeruk ia bertabrakan dengan Zheng Yang. Xin Kui hampir saja jatuh kalau saja Zheng Yang tidak menangkapnya. Mereka berdua kaget tak menyangka.

1 comment: