January 17, 2016

Sinopsis Say Again "Yes I Do" Episode 1 part 3


Terkejut dengan siapa yang dilihatnya, refleks Zheng Yang langsung melepaskan Xin Kui hingga jatuh. Hahaha, mereka bertemu kembali. “Ikan Faber Zeus?” kata Zheng Yang kaget. “Pengontrol gila? Apa yang kau lakukan disini?” belum sempat Zheng Yang menjawab, Xin Kui langsung mengambil jus jeruk yang dipegang nya.
Saat Zheng Yang duduk, barulah Xin Kui tahu kalau teman kencan butanya nona Gao itu adalah Zheng Yang. Dia tak percaya Zheng Yang berani berkencan dengan nona Gao yang jahat. Xin Kui pikir Zheng Yang benar-benar sesuatu. Dia tersenyum mengejek ke arah Zheng Yang.
Tiba-tiba Nona Gao berkata “Kau terlambat untuk pertemuan pertama . Bukankah kau kurang tulus?” Zheng Yang hendak menjelaskan tapi nona Gao bilang lupakanlah dan menyuruh Xin Kui memberikan Zheng Yang segelas air.

Sambil menuang air, Xin Kui bertanya Zheng Yang mau pesan apa, Zheng Yang bilang apa saja boleh. Jadi Xin Kui menawarkan Zheng Yang teh yang baru diluncurkan dan dibuat khusus untuk pelanggan yang berbeda. “Misalnya, pria ini tampak agak pucat hari ini. Kantung mata anda sedikit bengkak. Sepertinya anda sedang tidak sehat. Bagaimana kalau anda mencoba teh buah murbei kami?” tanya Xin Kui mengejek. Xin Kui melanjutkan kalau teh buah murbei juga bermanfaat untuk hati dan ginjal, juga dapat membantu menyembukan penyakit kaki atlet (kaki bau). Hahaha
Nona Gao bertanya apakah Zheng Yang membutuhkannya, tapi Zheng Yang bilang kalau pesan minumannya nanti saja. Dia sedikit lapar, jadi pesan makanan saja dulu. Xin Kui memberikan menu dan muncul ide gila Zheng Yang. Zheng Yang berkata, akhir-akhir ini ia ingin makan ikan. Ikan apa tanya nona Gao. Dia bertanya ke Xin Kui apakah ada ikan faber Zeus. Hahaha
Itu ikan apa tanya nona Gao. Zheng Yang menjelaskan kalau ikan faber Zeus adalah ikan yang ingatannya hanya bertahan 7 detik. Sangat pelupa, tidak teratur dan tidak berakal. Xin Kui kesal mendengarnya.
Xin Kui pulang dan berkata betapa tidak beruntungnya ia karena bertemu dengan Zheng. Mo Li menelponnya, bertanya kenapa Xin Kui belum datang juga (Mo Li akan menikah dengan Tao Gui). Xin Kui meminta maaf karena dia lupa. Kesal, Mo Li berkata “Tak heran Zheng Yang memanggilmu faber Zeus. Ingatanmu hanya bertahan 7 detik.”
Zheng Yang bersama Tao Gui. Dia bercerita kalau dia sangat malang bertemu si faber Zeus itu. Begitu juga dengan Xin Kui, dia bilang ke Mo Li kalau dia bertemu dengan Zheng Yang yang sedang kencan buta dengan “putri jahat” chairman Gao.
“Dia bilang aku terlihat lemah. Tidakkah kau lihat ototku? Jika aku tidak menangkapnya, dia pasti jatuh ke lantai seperti biasanya.” Kata Zheng Yang. Xin kui bilang ke Mo Li “Apakah aku yang memintanya untuk membantuku? apakah aku akan menabraknya jika dia tak datang? setiap kali menolong seseorang dia pikir dirinya hebat.”
“Aku benar-benar tak bisa menerimanya.” Ucap Zheng Yang dan Xin Kui bersamaan. Sepertinya Mo Li dan Tao Gui memang merencanakan ini dari awal. Tao Gui tanya ke Zheng Yang apakah Zheng Yang tidak kepikiran untuk rujuk dengan Xin Kui. Mo Li juga menanyakan hal yang sama. Tapi jawaban keduanya adalah “Tak mungkin! Aku tak menginginkan itu sama sekali!
Zheng Yang mengantar Tao Gui pulang. Tao Gui yang ketiduran bilang kalau dia lelah sekali karena persiapan pernikahan. “Heh, kau sekarang tahu itu? Seluruh ide menikah adalah urusan yg sangat melelahkan.”
“Oleh karena itu, aku harus menikah sekali seumur hidupku. Jangan menikah lalu…” Zheng Yang menoleh ke Tao Gui. Tao Gui meminta maaf dengan gaya imutnya. Dia tidak bermaksud begitu. “Hanya karena itu melelahkan, itu sebabnya aku tidak ingin menikah lagi.” Kata Zheng Yang. Tao Gui terkejut dengan jawaban Zheng Yang. Dia bertanya kenapa Zheng Yang berjanji mengikuti kencan buta pada ibunya. Zheng Yang menjelaskan kalau ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya. Tao Gui terus berkata kenapa Zheng Yang tidak balikan saja dengan Xin Kui. Orang bilang cinta lama adalah yang paling indah. Zheng Yang tak berniat kembali.
Xin Kui dan Mo Li sudah selesai. Xin Kui tanya siapa pendamping pria nya. Mo Li berkata kalau itu hanya teman Tao Gui. Xin Kui tanya lagi apakah dia ganteng. “Ya, sangat tampan.” Jawab Mo Li. Mo Li mengajak Xin Kui makan.
Di toko yang mereka lewati, ada sebuah gaun pengantin. Xin Kui berhenti dan melihat. Mo Li memperhatikan Xin Kui. Dia bertanya apa Xin Kui baik-baik saja. Xin Kui mendapat telpon dari manajer Xiao yang mengabarkan kalau dia diterima. Xin Kui sangat senang.

Di Hotel Mars. Xin Kui memakai gaunnya dan sedikit kesulitan untuk menarik resletingnya, dia meminta tolong pada Mo Li. Tapi yang diruang sebelah bukan Mo Li tapi Zheng Yang. Zheng Yang yang seperti tidak asing dengan suara itu langsung membuka pintu dan sangat kaget melihat Xin Kui.
Xin Kui bertanya kenapa Zheng Yang ada disini. Mo Li dan Tao Gui datang. “Jangan bilang dia adalah pengiring pengantinnya.” Ucap Zheng Yang dengan kesal. Tao Gui berkata mereka sedang terburu-buru dan menjelaskannya nanti saja. Zheng Yang yang sudah sangat kesal melepas pakaiannya dan pergi.
Mo Li berkata kalau hari ini adalah pernikahannya, bisakah Zheng Yang dan Xin Kui tak bertengkar. “Dia yang mulai duluan. Tapi kenapa dia yang jadi pendamping pria nya. Kalian pasti sudah merencanakan ini kan?” tuduh Xin Kui.
Tao Gui mencoba menahan Zheng Yang agar tidak pergi. Zheng Yang tetap tidak mau dan menyuruh orang lain menggantikannya. Xin Kui pun begitu. “Kau ingin aku memeluk lengannya dan berjalan menuju altar? Memikirkannya saja sudah membuatku muntah! Ada banyak mantan rekanmu di luar sana, pilih satu untuk mendampingimu. Aku pergi.” Ucap Xin Kui
Tao Gui dan Mo Li tetap mencoba menahan mereka. Mo Li bilang ke Xin Kui apa Xin Kui masih memiliki perasaan untuk Zheng Yang. Jika kau pergi, itu berarti kau masih tak bisa menghadapinya. Tao Gui juga berkata hal yang sama, mengapa Zheng Yang melarikan diri setelah melihat Xin Kui. Apa Zheng Yang masih tak bisa melupakannya. Jika Zheng Yang pergi, orang akan berpikir kalau Zheng Yang masih punya perasaan untuk Xin Kui. Kata-kata mereka sukses untuk membuat Zheng Yang dan Xin Kui bersedia.
Tapi tetap saja mereka bertengkar. Saat berjalan Zheng Yang menjegal kaki Xin Kui dan Xin Kui menginjak kaki Zheng Yang. Hahaha
Saat Pendeta memberitahukan petunjuk tentang pernikahan, Zheng Yang dan Xin Kui pun saling melihat dan mengejek dengan gerakan lucu sampai ditegur pendeta. Tao Gui dan Mo Li resmi menikah.
Xin Kui memberikan kado pernikahan untuk Mo Li yaitu kamar yang lebih bagus dari yang sudah Mo Li pesan.
Mereka ada di pesta. MC acara meminta perwakilan pria dan wanita untuk bersaing di kontes minum sampanye air mancur. Zheng Yang dari perwakilan pria dan saat MC menanyakan pihak wanita, Mo Li lansung mengangkat tangannya Xin Kui. Mo Li mengingatkan Xin Kui agar jangan kalah dari Zheng yang.
Saat mereka minum keduanya saling mengejek dan tak ada yang mau mengalah. Barulah ketika yang lain pergi mereka berhenti minum. Xin Kui yang sudah tak tahan merebahkan kepalanya kemeja. Melihat itu Zheng Yang menertawakannya, tapi habis itu dia juga ikutan. Hahaha
“Mo Li, apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Tao Gui khawatir. “Bagaimana aku tahu?” jawab Mo Li. Tapi sesaat kemudian dia mendapat ide. Mereka membawa Zheng Yang dan Xin Kui ke sebuah kamar. “Mereka berdua mabuk. Mo Li, apa kau yakin tak akan terjadi apapun?” tanya Tao Gui. “Bodoh. Tentu saja kita ingin terjadi sesuatu?” kata Mo Li kesal.
“Xin Kui, mohon ambil ruangan ini sebagai hadiah pernikahan kami yang empat tahun terlambat.” Ucap Mo Li. Awalnya itu adalah kamar yang diberikan Xin Kui untuk Mo Li sebagai kado. Mo Li dan Tao Gui pun pergi.
Mereka mulai melepaskan sepatu dan pakaian mereka. Tidur bersama saling berpegangan tangan. Mereka ada di kamar mereka saling tersenyum. “Apakah aku bermimpi? Saat aku akan terbangun kau telah menjadi istriku.” “Kau menjadi suamiku juga. Suamiku.” Kata Xin Kui
Terdengar narasi Xin Kui “Saat kita saling mencintai, kita kehilangan waktu. Kita pikir cinta kita tak akan berakhir untuk waktu yang lama. 1000 tahun? Sepuluh ribu tahun atau bahkan selamanya? Waktu itu, kami pikir kami akan menjalani hidup selamanya bersama. Tapi aku tidak pernah berpikir bahwa ketika aku pegang erat-erat saat ini aku mungkin akan kehilangan keesokannya.” Ternyata itu adalah mimpi mereka berdua.
keesokan paginya Qian-Qian berjalan masuk ke Hotel dan duduk bersama tiga orang lainnya. Manajer Xiao bertanya apakah Shu Xin Kui dan Xiang Zheng Yang belum datang. Staf itu berkata belum. Manajer Xiao mengajak mereka ke ruang pelatihan.
Zheng Yang dan Xin Kui masih tidur, alarm hp ny menunjukan jam 9. Xin Kui minta minum, Zheng Yang mengambilkannya. Saat dia minum barulah dia sadar apa yang terjadi. Keduanya berteriak. “Apa yang kau lakukan” kata Zheng Yang. “Aku yang harusnya bertanya padamu apa yang kau lakukan? Kenapa kau ada dirumahku?” tanya Xin Kui. “Siapa yang ada di rumahmu?” teriak Zheng Yang


Menyadari mereka terlambat, mereka kembali bertengkar berebut kamar mandi. Zheng Yang menahannya dan Xin Kui menarik kaki Zheng Yang. Manajer Xiao dan empat orang tadi berjalan menuju ruangan. Manajer Xiao membuka pintu dan ternyata kamar yang Zheng Yang dan Xin Kui sekarang berada.
Betapa terkejutnya mereka melihat banyak orang masuk. Zheng Yang ternyata juga ikut pelatihan itu.

2 comments: