January 18, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 4 part 1

Zhan Cheng terkejut mendengar orangtuanya menyebut nama Luo Han. Ibunya memberitahu bahwa Yu Xi sangat mirip sekali dengan Luo Han. Pantas saja Zhan Cheng terkejut karena selama ini Wei Lian tidak memberitahunya kalau Yu Xi itu sangat mirip dengan Luo Han. 

Zhan Cheng kemudian mengajak Yu Xi ke padang rumput. “Indah sekali disini.” kata Yu Xi. Zhan Cheng berkata bahwa Luo Han dulu juga pernah mengatakan itu. Mereka juga sepakat untuk mengambil foto pernikahan disini. Yu Xi jadi tidak enak hati. Ia mengatakan kalau Zhan Cheng sekarang tahu kalau dirinya mirip dengan Luo Han. Apakah perasaan Zhan Cheng akan terluka dan tidak mempekerjakannya lagi? Yu Xi mengatakan bahwa dirinya memang mirip Luo Han tapi dia bukan pengganti bagi siapapun.
Zhan Cheng tidak mengingkari alasan sebenarnya ia membiarkan Yu Xi tinggal. Itu karena suara Yu Xi yang mirip Luo Han. Tapi ia tidak pernah membayangkan Yu Xi sebagai Luo Han. “Bagiku Luo Han hanya satu dan tidak pernah bisa digantikan.” Ucap Zhan Cheng. Zhan Cheng mengatakan menurutnya kemiripan mereka berdua bukanlah suatu kebetulan. Ia bertanya pada Yu Xi, apa Yu Xi tidak pernah bertanya-tanya kenapa dua orang yang tidak ada hubungan bisa kelihatan sanagt mirip? Dia menceritakan masa lalu Luo Han yang dulunya dibuang dan dia berusaha menemukan orangtua kandungnya. “Tunggu..menurutmu..Luo Han adalah kakak atau adik perempuanku? Tapi aku tidak pernah mendengar ibuku menyebut-nyebut dia sebelumnya.” “Dia hanya tidak memiliki kesempatan mengatakannya.”

Yu Xi membawa Zhan Cheng kerumahnya. Mama Chen memuji Zhan Cheng yang tinggi, kaya, dan tampan. Mama Chen bertanya kenapa Zhan Cheng jarang berkunjung? Zhan Cheng diam saja tak menjawab mama Chen. “Ma, aku punya sebuah pertanyaan penting untukmu. Apakah aku punya seorang saudara kembar perempuan?” tanya Yu Xi langsung. Mama Chen berubah gugup. Ia tak mengerti apa yang Yu Xi bicarakan. Yu Xi berkata bahwa orangtuanya Zhan Cheng mengatakan dia sangat mirip dengan tunangan Zhan Cheng.
Mama Chen pun teringat pertanyaan Wei Lian waktu itu. Mama Chen kelihatan sangat gugup. Ia berdalih, bagaimana mungkin? “Bibi, semua orang disekitarku yang mengenal Luo han mengatakan begitu.” Ucap Zhan Cheng. “Ma, apakah aku punya saudara kembar?” tanya Yu Xi lagi. Mama chen marah. Ia tetap mengatakan tidak. Dia yang melahirkan Yu Xi jadi bagaimana mungkin dia tidak tahu itu. Tapi Yu Xi merasa ini begitu aneh.
Zhan Cheng pulang dijemput Wei Lian. Wei Lian mengatakan dia menyelidiki Yu Xi diam-diam dan tidak memberitahu Zhan Cheng karena ia tidak yakin. Mereka mendapatkan kabar baik kalau kepala panti yang sebelumnya akan kembali.
Yu Xi diliburkan oleh Zhan Cheng. Yu Xi melihat mama Chen yang sepertinya sangat tertarik dengan hal ini. “Karena sekarang tidak ada orang, katakan padaku yang sebenarnya. Apa kau adalah ibu kandung Luo Han?” tanya Yu Xi. Mama Chen tetap mengatakan bukan. Setelah diluar mama Chen menangis tak kuat terus ditanya seperti itu.
Keesokan harinya Yu Xi sudah kembali. Ia membaca bahwa akan ada hujan meteor hari ini. Dia mengingat janjinya bersama Bo Yan yang waktu itu juga melihat hujan meteor kalau mereka akan kembali bersama melihatnya tahun depan.

Yu Xi melihat Bo Yan dan langsung menelponnya. Ia bertanya apakah Bo Yan tahu hari ini hari apa? Yu Xi dengan antusiasnya mengingatkan Bo Yan tapi Bo Yan langsung berkata apakah ada yang penting? Dia sangat sibuk dan harus kembali ke kantor. Yu Xi sangat kecewa. Ia bahkan melihat kalau Bo Yan tidak kembali ke kantornya.
Yu Xi yang sangat sedih dan kecewa. Ia kembali kerumah Zhan Cheng. Zhan Cheng bertanya kenapa Yu Xi kembali lebih awal bukankah dia memberi libur? Dengan sedihnya Yu Xi mengatakan dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang jika dia tidak kembali. Zhan Cheng bisa merasakan kegundahan hati Yu Xi. Ia bertanya ada apa tapi Yu Xi bilang tidak ada apa-apa.
Sepanjang hari Yu Xi hanya diam dan melamun bahkan ia tak sadar saat ia menjatuhkan gelas. “Apa yang barusan pecah? Apakah kau terluka?” tanya Zhan Cheng khawatir. “Aku tidak sengaja memecahkan gelas. Tidak apa-apa.” Jawab Yu Xi. Zhan Cheng bertanya kenapa Yu Xi hanya melamun saja hari ini. Ada apa? Yu Xi tidak mau mengatakannya.
Yu Xi melihat di berita tentang akan terjadinya hujan meteor hari ini. Ia kecewa karena tidak bisa melihatnya. “Maaf, hujan meteor Leonid. Aku tidak dapat melihatmu tahun ini.” Ucap Yu Xi. Zhan Cheng yang berada di balkon mendengar apa yang dikatakan Yu Xi. Ia bersiap dan mengajak Yu Xi pergi. Ia membawa Yu Xi ke dermaga. Yu Xi takut kalau mereka akan naik kapal dengan cuaca buruk dan angin kencang seperti ini. Zhan Cheng lalu menyuruhnya mencari kapal yang bernama kebahagiaan. Yu Xi tidak ingin naik kapal karena ternyata dia takut mabuk laut.
Mereka berpesiar dengan kapal kecil itu. Yu Xi yang awalnya takut sekarang berubah senang melihat pemandangan indah di sekitanya dari atas kapal. Sampai malam hari, Zhan Cheng menyuruh kapal itu berhenti. Yu Xi heran kenapa mereka berhenti di tengah lautan. Zhan Cheng hanya diam saja tak menjawabnya. 
Yu Xi berkata pemandangan malam disini sangat indah tapi kan Zhan Cheng tidak bisa melihat itu dan disini juga sangat dingin. Dia takut kalau Zhan Cheng nanti kedinginan. Tahu kalau Yu Xi yang sebenarnya kedinginan iapun memakaikan syalnya untuk Yu Xi. Yu Xi bingung tapi ia juga sedikit tersentuh dengan apa yang Zhan Cheng lakukan.

Bintang jatuh pun bermunculan. Yu Xi berteriak kegirangan. Mereka membuat permohonan. Yu Xi berharap ditahun depan dan tahun2 yang akan datang mereka bisa melihatnya bersama lagi. Yu Xi sangat senang melihat bintang jatuh yang sangat banyak. Zhan Cheng juga tersenyum senang mendengar bagaimana bahagianya Yu Xi. Saat melihat Zhan Cheng yang tersenyum itu tahulah Yu Xi kalau Zhan Cheng sengaja membawanya kemari untuk melihat hujan meteor itu. Yu Xi berterima kasih. Ia mengatakan kalau sebenarnya dia lagi bad mood hari ini. Tapi sekarang dia merasa lebih baik.
Zhan Cheng bertanya apa yang membuat Yu Xi kecewa. “Boss, pernahkah kau berbohong pada tunanganmu sebelumnya?” “Tidak.” “Bahkan sekalipun?” tanya Yu Xi. Tidak sekalipun, jawab Zhan Cheng. Yu Xi menceritakan padanya tentang Bo Yan yang membohonginya. “Dia bilang dia harus balik ke kantor untuk rapat. Tapi sebenarnya dia bohong padaku.” Zhan Cheng mengatakan terkadang berbohong itu tidak selalu punya maksud buruk. Ada berbohong yang bertujuan untuk menyembunyikan sesuatu dan berbohong demi kebaikan orang lain.
Yu Xi bertanya banyak hal ke Zhan Cheng. Bagaimana hubungan Zhan Cheng dengan Luo Han. Apakah Zhan Cheng pernah berbohong dan membatalkan janji kencan mereka. Zhan Cheng mengatakan ia tidak pernah melakukan itu semua. Dia dan Luo Han selalu mengatur rencana mereka bersama. Yu Xi mengerti. Ia mencoba meraih bintang2 jatuh itu yang seakan sangat dekat dengan mereka. Happ.. ia menangkapnya. “Boss. Apa kau percaya kalau ada bintang ditanganku?” tanya Yu Xi.
Zhan Cheng langsung teringat Luo Han yang dulu juga pernah bilang begitu, persis seperti yang dikatakan Yu Xi. Yu Xi mengatakan andai saja Zhan Cheng bisa melihat, betapa luar biasanya itu. Tapi sayang dia hanya bisa mendengar penjelasan Yu Xi. Zhan Cheng yang tak ingin Yu Xi tahu dia bersedih masuk ke dalam kabin. 
Yu Xi membuat permohonan untuk Zhan Cheng agar ia menerima perawatan mata, bisa melihat cahaya sekali lagi, dan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Mendengar suara orang yang tercebur Yu Xi panik mencari-cari Zhan Cheng. Ia melihat mantel Zhan Cheng yang jatuh ke air. Tanpa berpikir lagi Yu Xi langsung terjun ke air. Ia terus memanggil-manggil Zhan Cheng, khawatir.

2 comments: