January 24, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 6 part 1

Yu Xi tekejut melihat Zhan Cheng, ia berbalik pergi menutup matanya. Merasa dia salah lihat dia kembali mengintip lagi. Ternyata benar, tapi apa mungkin Zhan Cheng memanggilnya untuk membantunya mandi? Dia pun memastikannya sekali lagi..lagi..dan..lagi. Ia merasa ini tidak benar, tapi bukannya malah pergi ia malah balik mengintip lagi. LOL
Ternyata Zhan Cheng membawa belnya ke kamar mandi, ia tak tahu kalau jam tangan yang ia letakkan tepat berada diatas belnya. Yu Xi kembali kekamarnya, ia ketakutan merasa kalau dirinya sudah berselingkuh. Ia meminta maaf pada foto Bo Yan, ia mengaku sudah mengintip banyak tapi ia tidak sengaja melakukannya, ia pikir Boss memanggilnya karena ada sesuatu. Ia tersenyum melihat foto Bo Yan dan tiba-tiba ia berpikir aneh, Bo Yan yang sering ke gym pasti memiliki tubuh yang lebih bagus dari Bossnya. Ia langsung sadar dan mengatai dirinya sendiri cabul. Hahaha
Fei-Fei datang ke gereja lagi, ia mengadu tentang Yu Xi yang akhir-akhir ini banyak mendapatkan perhatian dari keluarganya, bahkan ayahnya ingin mencomblanginya dengan kakaknya. Fei Fei ingin Yu Xi pergi sehingga dia bisa bersama Zhan Cheng. Yu An menenangkannya, mungkin ini ujian untuk Fei Fei. Karena lasak Fei Fei terbentur, Yu An langsung bertanya khawatir. Tiba-tiba dia ingat dengan suara Yu An yang menolongnya saat dia alergi waktu itu. Yu An membuka tirainya karena tak mendengar suara Fei Fei, tepat saat itu Fei Fei melihatnya.

Fei Fei marah mengira Yu An membohonginya. Ia tak percaya ada pendeta yang begitu muda sepertinya, ia pikir ia mengaku pada pendeta yang lebih tua, tak tahunya malah seumurannya, berarti sekarang dia tak punya rahasia apapun lagi pada Yu An.
Mama Chen menelpon Yu Xi untuk mengajak Zhan Cheng makan malam. Ia heran kenapa tiba-tiba sekali. Yu Xi lalu pura-pura ingin mengajak Zhan Cheng jala-jalan, tapi Zhan Cheng tidak mau. Iapun berbohong, ia mengatakan kalau ibunya merindukannya dan ingin makan malam bersamanya. Tentu saja mama Chen akan lebih senang kalau Zhan Cheng ikut. Bukannya setuju malah Zhan Cheng menyuruhnya libur dan pulang saja. Yu Xi masih berusaha membujuknya, Zhan Cheng tetap tidak mau. Yu Xi pun menyerah “Baiklah, aku jujur saja. Ibuku mengundangmu makan malam.. sebagai terima kasih sudah menjagaku.” “Baiklah” kata Zhan Cheng langsung setuju. Yu Xi heran melihatnya langsung setuju begitu, lalu untuk apa ia mengatakan semuanya tadi? 
Akhirnya mereka pergi bertiga dengan Wei Lian yang tiba-tiba datang. Yu Xi berlagak ala tour guide saat mereka naik cable car. Ia menceritakan dirinya yang dulu punya julukan di sekolah karena cable car ini. Wei Lian meledeknya “Julukan apa? Nona konduktor?” “Julukanku adalah Cinderella” ucapnya dengan manis. “Karena cable car terakhir jalan pukul 10 malam, saat musim panas banyak sekali nyamuk dan saat musim dingin, dinginnya ekstrim sekali.” Wei Lian bertanya “Lalu bagaimana dengan sepatu kacamu? Aku tahu! Mereka tak punya ukuranmu!” katanya sambil tertawa mengejek. Yu Xi kesal, ia mengatai Wei Lian yang tidak romantis sama sekali. Iapun tak jadi melanjutkan ceritanya.
Setelah sampai mereka tekejut karena ada Xiao Lin disana. Zhan Cheng berkata tidak apa-apa, ia percaya karena Xiao Lin teman Yu Xi. Yu Xi menceritakan keadaan Zhan Cheng pada Xiao Lin, Xiao Lin merasa Zhan Cheng kasihan sekali, untuk itu Yu Xi meminta Xiao Lin jangan menyinggung apapun tentang tunangannya di depannya. Mereka menyayangkan cinta yang romantis seperti itu tapi tak berakhir bahagia. 
Tiba-tiba Xiao Lin berkata kenapa dia belum bertemu dengan pria yang serius dengan cinta? Yu Xi langsung menggodanya “Kau belum? Barusan saat kau melihat Wei Lian matamu menyala-nyala.” “Mana ada” “Ada!” Yu Xi mengatakan kalau tadi itu Xiao Lin sangat berbeda dari biasanya “Jujur saja, kau suka dengan Wei Lian, kan?” Xiao Lin tak mau mengaku.
Tiba-tiba mama Chen menyuruhnya membeli saus kacang, Yu Xi langsung memainkan matanya pada Xiao Lin. Mama Chen memarahinya, bagaimana bisa Yu Xi menyuruh tamu dan temannya yang pergi membeli? “Ibu, aku ini menjadi mak comblang! Aku sedang membangun jembatan cinta untuk mereka.” Kata Yu Xi tertawa. Mama Chen bilang kenapa Yu Xi tak mengatakannya dari awal, kalau begitu lain kali dia akan mengundang mereka berdua untuk makan malam. Mereka tertawa bersama.
 
Melihat teh Zhan Cheng sudah habis Yu Xi ingin mengambilkannya lagi, tapi ia begitu terkejut merasakan tangan Zhan Cheng yang dingin sekali. Iapun menyuruh Zhan Cheng menggengam teh panasnya agar tidak kedinginan.
Diluar Yu Xi memberikannya kantong panas, ia tertawa melihat Zhan Cheng yang kedinginan seperti itu. Zhan Cheng bertanya apa yang Yu Xi tertawakan? Yu Xi mengatakan bahwa yang ia dengar orang yang punya tangan dan kaki dingin sangat mudah tersentuh. Mereka tidak mudah jatuh cinta..tapi begitu jatuh cinta..mereka sangat setia. Orang2 ini sangat sensitif dan perhatian, terkadang.. mereka terlihat seperti tak peduli tapi sebenarnya…mereka menahannya untuk pasangan mereka. Yu Xi berhenti melihat salju yang tiba-tiba turun, Yu Xi terpana melihatnya. Mendengar Yu Xi yang tak lagi bicara Zhan Cheng bertanya ada apa, Yu Xi langsung mengambil tangan Zhan Cheng, agar ia juga merasakan salju yang turun.
Yu Xi pun menceritakan sebuah legenda di desa mereka, sebuah legenda yang sedih dan indah “Dulu sekali, ada pasangan yang dipaksa berpisah karena keluarga mereka menentang hubungan mereka. Sebelum mereka berpisah, mereka bertemu di ‘Lembah Bersayap (desa Yu Xi)’. Di malam menjelang perpisahan mereka, mereka saling menceritakan rasa rindu dan sakit mereka. Waktu itu salju mulai turun, si wanita menggenggam butiran salju di tangannya dan.. berjanji dengan pria itu.. ‘Saat Lembah Bersayap bersalju kembali dia akan kembali ke sisinya dan bersatu kembali dengannya’, jadi salju ini adalah saksi dari janji mereka.”
Zhan Cheng ingin mendengar apa yang terjadi selanjutnya “Lalu..si pria menunggu seumur hidupnya, tapi salju tidak turun. Di malam menjelang kematiannya, akhirnya… Lembah Bersayap bersalju kembali dan..wanita yang ia rindukan menepati janjinya.” Yu Xi lalu mengatakan orang2 masih meneruskan legenda ini, bahwa jika Lembah Bersayap bersalju itu berarti…si wanita akan kembali ke sisi pria.
 
Yu Xi kemudian mengajak Zhan Cheng ketempat legenda itu. Ia kembali melanjutkan ceritanya tentang si pria, meskipun pada akhirnya mereka bersatu tapi ada sedikit penyesalan. Selama penantian, si pria mengabaikan keluarga dan temannya yang mencintainya dan selalu berada di sisinya. Zhan Cheng yakin tidak seperti itu, karena tak seorangpun bisa mengerti sedihnya kehilangan seseorang. Kehilangan si pria bukan hanya seseorang tapi…seluruh dunia. Tapi menurut Yu Xi tidak begitu, selama pria itu mau mengulurkan tangannya pasti akan banyak orang yang akan membantunya keluar dari kegelapan, ‘Dibandingkan orang dan benda yang hilang..orang yang selalu di sisi lebih penting’.
Yu Xi mencoba menghiburnya “Boss. Cinta dapat menghangatkan meskipun di tempat terdingin. Cinta bisa memberi cahaya meskipun di tempat tergelap. Tapi yang paling penting adalah..kau harus bersedia mengulurkan tanganmu untuk merangkul mereka yang mencintaimu.”

3 comments: