January 25, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 6 part 2

Mereka ingin pulang, mama Chen berpesan jika ada waktu luang mereka harus datang lagi. Yu Xi memeluk mama Chen, ia pasti akan sangat merindukannya. 

Yu Xi berhenti di depan rumah Bo Yan, ia berjanji akan kembali sebelum pukul 10. Melihat suasana saat makan malam tadi Wei Lian menilai hubungan mama Chen dan Yu Xi sangat baik, bahkan mereka lebih dekat daripada keluarga kandung. Menurutnya berjanji merahasiakan kelahiran Yu Xi seperti keputusan yang tepat.
Bo Yan sedang fokus melihat video Zhan Cheng, begitu Yu Xi datang dia sepertinya tidak senang sama sekali. Yu Xi semangat mengeluarkan semua yang dibawanya tapi Bo Yan malah berkata ia sudah kenyang. Yu Xi tak masalah, ia pun langsung menyimpan semua makanannya di kulkas, bahkan ia juga menulis apa yang harus Bo Yan makan lebih dulu agar makanannya tidak basi. Yu Xi mengajaknya nonton di akhir pekan, karena sudah lama sekali mereka tidak pergi kencan. Dia akan minta cuti di hari sabtu atau minggu nanti. Bo Yan setuju di hari minggu, karena hari sabtu dia akan pergi gym. Yu Xi senang sekali dan menuliskan janji mereka.

Dia merasa waktu berlalu begitu cepat, sebentar lagi hari peringatan kencan pertama mereka. Bo Yan merasa itu sudah lama sekali dan Yu Xi masih saja mengingatnya. Tentu saja Yu Xi ingat, dia bahkan mengingat pertama kali mereka bergandengan tangan, berpelukan,hari ulang tahu Bo Yan, semuanya yang berhubungan dengan mereka, Yu Xi mengingatnya dengan jelas. 
Tiba-tiba Bo Yan ditelpon untuk memilih rapat di hari Sabtu atau Minggu. Dengan santainya ia mengatakan tidak bisa di hari sabtu dan memilih hari minggu. Yu Xi yang tadinya sangat senang berubah menjadi sangat kecewa mendengarnya. Bo Yan meminta maaf dan mengajaknya di hari lain. Yu Xi sudah terlanjur kecewa, dengan sedih ia menghapus janji mereka. Bo Yan menahan Yu Xi yang ingin pulang. Ia berkata sangat sulit untuk membuat janji dengan pelatih gym dan tiba-tiba saja ada rapat. Yu Xi berkata tidak apa-apa, ia mengerti, mereka bisa pergi kencan saat Bo Yan pulang. Bo Yan ingin mengantarnya pulang tapi Yu Xi menolak, ia tidak ingin mengganggu Bo Yan yang lagi sibuk.
Yu Xi tidak pulang,ia duduk sendirian di halte bis, air mata yang sedari tadi ditahannya tak kuasa lagi ia bendung. Dalam benaknya ia bepikir syal yang dipakainya adalah syal Bo Yan dan Bo Yan juga memakaikannya untuknya, tapi kenapa ia merasa begitu dingin?
Saat Zhan Cheng mengambil minum ia merasa seperti ada orang di luar, ia pun melihatnya dan ternyata itu Yu Xi. Ia langsung bertanya khawatir apa terjadi sesuatu dengan pacar Yu Xi?. Yu Xi berbohong mengatakan semuanya baik-baik saja. Ia menangis mengatakan kalau Bo Yan memakan semua yang dibawanya, Bo Yan yang bahkan ingin dibawakan lebih banyak lagi, Bo Yan yang berjanji akan mengajaknya ke restoran tempat mereka kencan pertama kali untuk mengingat kenangan manis mereka saat itu. 
“Sudah cukup. Jangan katakan apapun lagi.” Ujar Zhan Cheng yang tahu kalau Yu Xi berbohong. Zhan Cheng meminta Yu Xi tak perlu pura-pura didepannya, ia bisa mendengar rasa sakit itu. Yu Xi merasa kalau Zhan Cheng lebih mengerti dirinya daripada pacarnya sendiri. Ia bertanya pada Zhan Cheng apa menurutnya olahraga lebih penting daripada dirinya? Zhan Cheng tak mengerti maksud Yu Xi, Yu Xi pun menceritakan semuanya. 
Tiba-tiba Zhan Cheng meminta batu yang Yu Xi gunakan untuk melempar air di kolam dan melemparkannya. Ia bertanya apa Yu Xi mendengar sesuatu? Yu Xi menjawab ‘Suara dong’. Zhan Cheng bertanya lagi apa yang terjadi. Yu Xi berkata batunya masuk ke dalam air. “Apa kau tahu hati pacarmu sama seperti kolam ini? Dan perasaanmu sama seperti batu yang dilemparkan ke dalamnya. Hanya ‘Suara dong’ menyebabkan riak di air lalu batunya masuk ke dalam air, tak ada yang lain.” 
Yu Xi berkata itu tidak mungkin. Setelah batunya dilemparkan ke dalam air, mereka akan menunggu di dalam air. Semakin banyak kau lempar, maka semakin banyak. Sama seperti cinta, semakin banyak kau masukkan maka akan terakumulasi dihatinya. Yu Xi sadar kalau selama ini dialah yang lebih banyak mencintai daripada Bo Yan. Zhan Cheng mengatakan cinta butuh 2 sisi yang terlibat, 2 orang harus dalam posisi seimbang. Mereka harus saling mencurahkan dan berpadu bersama. Tak bisa hanya satu sisi dimana si batu terus mengisi semuanya dan disisi lain, si air terus pasif. 

Yu Xi percaya kalau Bo Yan juga sama seperti batu. Hanya saja sekarang, dia sementara menjadi air. Yu Xi sedikit lega “Jika sekarang aku punya permen kapas, tentu bagus sekali. Aku ingin makan.” Zhan Cheng tersenyum mendengarnya, ia kemudian mengingatkan Yu Xi untuk pergi ke kantor besok.
Keesokan harinya Yu Xi dikejutkan oleh Wei Lian yang membawa permen kapas yang sangat imut. Tentu saja itu dari Zhan Cheng. Yu Xi sangat senang menerimanya, ia berterima kasih pada Zhan Cheng. Wei Lian kesal sekali, dia yang membeli tapi Zhan Cheng yang diucapkan terima kasih “Kalian berdua, aku ini Direktur Eksekutif Big City. Kalian memperlakukanku seperti pesuruh saja.” ucapnya kesal. Hahaha. Dia pun mengingatkan Yu Xi untuk memperhatikan rapat Zhan Cheng nanti.
Yu Xi membacakan laporan2 untuk Zhan Cheng sampai dia kelelahan. Ia heran melihat Zhan Cheng yang tidak lelah sedikitpun. Apa Zhan Cheng tak punya masalah? Apa Zhan Cheng mengingat semuanya? Zhan Cheng hanya menganggukkan kepalanya. Yu Xi benar-benar kagum pada Zhan Cheng, ia bertanya apa Big City begitu penting untuk Zhan Cheng? 

Flashback, 
Wei Lian membujuknya untuk makan. Ia khawatir kalau begini terus saham mereka akan semakin jatuh, ia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Tapi Zhan Cheng tak menggubris Wei Lian sama sekali, dia malah menjatuhkan makanannya. Wei Lian sangat marah, ia berteriak pada Zhan Cheng “Fang Zhan Cheng, kau sudah cukup belum? Kau tak bisa merubah kenyataan kalau Luo Han sudah tak disini lagi! Kau boleh merasa sedih tapi kau tak boleh terus tertekan selamanya. Kami membutuhkanmu. Big City membutuhkanmu!” Wei Lian mengingatkan janji Zhan cheng pada Luo Han saat Big City pertama kali di buka bahwa Zhan Cheng akan membuat bangga Luo Han.Jika Zhan Cheng terus seperti ini bagaimana Luo Han bisa bangga? Luo Han hanya akan merasa sedih, kecewa, dan patah hati. Zhan Cheng sadar ia tak boleh begini terus, ia memakan makanan yang tadi di buangnya sambil menangis “Aku berjanji padanya. Aku berjanji padanya. Aku harus melakukannya.” Ucapnya menyesal. Flashback end.
Zhan Cheng menjawab pertanyaan Yu Xi tadi, ia mengatakan bahwa sekarang..Big City adalah hal paling penting dalam hidupnya. Setelah semuanya selesai,  mereka pun pulang. Wei Lian tersenyum melihat cara Yu Xi menuntun Zhan Cheng, ia berkata itu tidak buruk. Yu Xi tiba-tiba melupakan sesuatu, ia kembali mengambilnya. Saat mereka turun Wei Lian terkejut melihat banyak sekali wartawan, para wartawan itu langsung mengerubungi mereka. “GM Fang apa anda benar-benar buta?” tanya semua wartawan.
Yu Xi ternyata mengambil permen kapas nya yang ketinggalan. Tiba-tiba belnya berbunyi, ia langsung berlari pergi. Suasana semakin ricuh, wartawan yang waktu itu berdiri menghalangi Zhan Cheng kini mencoba mengetesnya lagi “GM Fang, ini berapa banyak?” tanyanya mengulurka tangan. Wei Lian tak hilang akal, ia juga menjentikkan jarinya 2 kali sebagai tanda. Si wartawan tak puas, ia kembali mengetes Zhan Cheng. Tepat saat itu Yu Xi melihatnya, ia langsung mengatakan “Boss. Apa kau menjual meja makan kayu pinus?” Zhan Cheng mendengar Yu Xi, ia ingat saat memberitahu Yu Xi ada meja makan kayu pinus 6 kaki disebelah kirinya waktu dia mengajari Yu Xi berjalan di kegelapan. Ia pun tahu kalau itu kode untuknya. “enam” semua tercengang dibuatnya, Wei Lian sangat lega, ia menyuruh semua wartwan itu pergi, tapi tiba-tiba Bo Yan muncul. Ia ingin menunjukkan bukti kalau Zhan Cheng sebenarnya buta. 
Suasana menjadi ricuh lagi. Bo Yan langsung mengeluarkan flashdisk nya, belum sempat wartawan mengambilnya, Vanessa tiba-tiba datang merampasnya duluan. Ia meminta maaf pada wartawan. Selama ini The Peak selalu berkompetisi dengan adil, Vanessa mengatakan ini hanya kesalahpahaman. Wartawan bertanya apa Vanessa yakin Zhan Chen tidak buta? “Kami bertemu beberapa kali. Jika ada masalah, tentu aku segera tahu” jawabnya diplomatis.
Yu Xi langsung mengajak Zhan Cheng pergi dari situ. Setelah berada di ruangannya, Vanessa langsung marah mengapa Bo Yan melakukan ini. Bo Yan pikir inilah yang diinginkan Vanessa. Dia selalu ingat semua kata-kata yang Vanessa ucapkan saat mereka meninggalkan kantor Zhan Cheng waktu itu bahwa Zhan Cheng akan menyesali keputusannya. Vanessa tidak suka Bo Yan yang berbuat semaunya. Bo Yan berkilah kalau ini demi kebaikan perusahaan mereka. Vanessa mengingatkan, Bo Yan hanyalah seorang asisten.

Zhan Cheng menelpon ibunya untuk tidak khawatir. Zhan Cheng mengenali suara Bo Yan sebagai pengantar barang waktu itu. Wei Lian minta pendapat Zhan Cheng, apa mereka sengaja melakukan semua ini hanya untuk menggertak atau memang memiliki bukti? Yu Xi yang melihat kejadian tadi langsung begegas pergi ke rumah Bo Yan. Bo Yan heran melihat Yu Xi datang. Yu Xi langsung menanyakan kenapa Bo Yan mengatakan hal itu pada wartawan?

2 comments: