January 26, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 7 part 1

Yu Xi menuntut penjelasan Bo Yan. Bo Yan berbohong, ia mengatakan Vanessa yang menyuruhnya. Vanessa yang merencanakan semua yang terjadi hari ini, termasuk wartawan. Dia hanya mengikuti perintah saja dan bukti yang dia tunjukkan itu semua bohong, hanya gertakan. Yu merasa ini janggal, jika Vanessa yang menyuruh lalu kenapa dia menghentikannya? Bo Yan beralasan kalau Vanessa takut Zhan Cheng tahu dan takkan memaafkannya. Bo Yan pun memberitahu kalau sebenarnya Vanessa sudah lama jatuh cinta dengan Zhan Cheng.

Bo Yan bersikap manis pada Yu Xi, ia bertanya apa Yu Xi marah padanya? Yu Xi mengatakan ia hanya takut kalau Big City dan The Peak bersaing seperti ini, hubungan mereka bisa rusak. Ia ingin menyerah saja dan mengundurkan diri. Bo Yan melarangnya, kalaupun harus ada yang mengundurkan diri dialah yang akan mengundurkan diri.
 Fei Fei datang karena khawatir mendengar berita tentang Zhan Cheng. Ia memuji Wei Lian dan kakaknya yang bisa bekerjasama dengan baik. Tapi Wei Lian membantahnya kalau itu adalah kerjasama Yu Xi dan Zhan Cheng. Fei Fei kesal mendengarnya, Yu Xi lagi..Yu Xi lagi. Tiba-tiba Yu Xi pulang, sontak Fei Fei langsung memarahinya yang bukannya menjaga Zhan Cheng malah keluyuran. Yu Xi tiba-tiba meminta maaf pada Zhan Cheng. Ia meminta maaf atas nama pacarnya, ia pun memberitahu kalau Li Bo Yan, orang yang bilang punya bukti tentang Zhan Cheng, adalah pacarnya. Ia menjelaskan kalau sebenarnya Vanessa yang berbuat semua ini untuk menguji Zhan Cheng.


Fei Fei langsung marah-marah padanya meskipun Wei Lian dan Zhan Cheng sudah bilang ini bukan salah Yu Xi sama sekali. Ia meminta Yu Xi bertanggung jawab atas apa yang terjadi, kalau perlu suruh pacarnya mengundurkan diri. Yu Xi tak terima jika Bo Yan yang harus mengundurkan diri, sebagai gantinya dia yang akan mengundurkan diri. Tanpa pikr lagi Yu Xi langsung pergi. Gantian Zhan Cheng yang memarahi Fei Fei, ia tidak suka Fei Fei seenaknya menyepelekan orang lain tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, bahkan saking marahnya ia sampai berteriak mengusir Fei Fei.
Fei Fei yang sedih datang ke gereja, ia menceritakan semua perlakuan Zhan Cheng tadi padanya. Ia tak menyangka kakaknya itu berteriak padanya hanya demi seorang perawat. Tiba-tiba Yu An datang memberinya sapu tangan. Setelah itu Yu An mengajaknya makan. Ia menceritakan semua kekhawatirannya pada Yu An, ia takut Yu Xi akan mengendalikan kakaknya, dan mencuri hati kakaknya. Menurutnya Zhan Cheng sudah berubah, bukankah seorang kakak harus melindungi dan memperlakukan adiknya dengan baik? Tapi yang ia dapat malah sebaliknya. Yu An mengatakan sebanyak apapun kakaknya berubah, ia tetaplah seorang kakak. Yu An tidak tahu kalau Yu Xi bekerja untuk Zhan Cheng..
Yu Xi pulang kerumahnya, tapi cable car sudah tak ada lagi. Terpaksa dia harus bermalam disitu. Ia merasa dirinya adalah Cinderella yang begitu tragis, mengundurkan diri tapi tak mengepak barang2 bahkan tak membawa uang “Ya Tuhan..bisakah kau memberiku kereta labu? Setidaknya buatlah, agar aku bisa pulang kerumah!” ucapnya penuh harap. Sebuah cable car yang penuh cahaya tiba-tiba mucul. Yu Xi tersihir, ia mencari siapa orang yang mungkin memesan ini, tapi tak ada orang satupun selain dirinya. Ia dikejutkan seorang wanita yang memintanya naik, ia pun segera naik meski merasa ini seperti mimpi. Ia besyukur masih ada hal baik yang terjadi padanya hari ini. Ia menyemangati dirinya sendiri untuk tidak menyerah, setelah tragedy..sesuatu yang baik pasti akan terjadi “Chen Yu Xi, semangat” teriaknya. 
Zhan Cheng bersama Wei Lian melihatnya dari bawah, dan tahulah kita siapa dibalik semua ini. We Lian pikir cable car itu benar2 labu Cinderella sekarang, ia bertanya pada Zhan Cheng kenapa ia tidak bicara saja pada Yu Xi dan menjelaskan semuanya. Zhan Cheng merasa dengan kepribadian Yu Xi yang seperti itu, tak ada gunanya bicara dengannya sekarang. Lebih baik membiarkannya pulang dan lebih tenang.
Yu Xi menceritakan keputusannya yang mengundurkan diri pada mama Chen. Ia melakukan itu untuk mengindari kecurigaan yang timbul dan tidak mempersulit Bo Yan. Mama Chen bertanya apa hanya karena itu? Tidak.. Yu Xi punya alasan lain, tapi ia sulit untuk mengatakannya. Mama Chen memaksanya untuk memberitahu, kalau tidak bagaimana dia bisa tahu? Mama Chen mengatakan orang2 tidak salah mengatakan bahwa anak perempuan menjauh dari ibunya begitu dewasa, buktinya Yu Xi sekarang sudah punya rahasia “Aduhh..hatiku sakit” kata mama Chen memelas. Yu Xi pun tak tega “Baiklah, ada alasan lain. Itu…aku tak mau semuanya menjadi rumit untuk boss.” Ucapnya jujur.
Mama Chen bertanya apa Zhan Cheng tahu itu dan saat Yu Xi mengundurkan diri apa Zhan Cheng mencegahnya? Yu Xi dengan kecewa menggelengkan kepalanya. Mama Chen menghiburnya, karena Yu Xi sudah kembali ia tak jadi kesepian lagi dan tak perlu memikirkannya setiap hari, rumah pun terasa lebih hidup. Yu Xi tersenyum dan memeluk mama Chen.
Yu Xi tak bisa tidur memikirkannya, begitu juga Zhan Cheng. Zhan Cheng termenung membayangkan bagaimana Yu Xi menyemangatinya berdansa, Yu Xi yang khawatir sampai rela terjun ke air mencari dirinya yang padahal tidak tenggelam,Yu Xi yang memintanya mengetuk dinding jika membutuhkannya sampai lehernya sakit karena tertidur di dinding.
Di lain hal Yu Xi juga membayangkan bagaimana Zhan Cheng menenangkan dirinya yang takut gelap, Zhan Cheng yang membelikan syal yang dia suka, Zhan Cheng yang sengaja mengajaknya melihat bintang jatuh. “Boss…maafkan aku!”ucapnya lirih.
Keesokan harinya Vanessa datang ke rumah Zhan Cheng. Ia mengatakan kalau sebenarnya dia sudah tahu kondisi Zhan Cheng, ia pun menyerahkan bukti itu pada mereka. Ia meminta maaf karena sudah menimbukan masalah. Zhan Cheng berkata Vanessa tak perlu meminta maaf, ia percaya padanya yang tak mungkin melakukan hal ini karena harga dirinya yang tinggi. Vanessa senang Zhan Cheng percaya padanya, ia juga yakin pasti Zhan Cheng juga percaya apa yang dikatakannya terakhir kali kalau dia sudah benar-benar berubah. Zhan Cheng ikut senang melihat Vanessa yang sudah berubah tapi semua ini hanyalah posisi sebagai teman, tak ada hubungannya dengan perasaan antara pria dan wanita

3 comments: