January 29, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 9 part 1

Zhan Cheng sudah mulai membuka mata, ia mencoba mengedip-ngedipkan matanya, tapi ia belum juga bisa melihat. Ternyata meskipun operasinya berhasil Zhan Cheng harus menunggu sampai pendarahan di lensa matanya diserap tubuhnya, barulah ia bisa melihat kembali. Zhan Cheng yang belum waktunya pulang memaksa untuk pulang. Wei Lian mengkhawatirkannya, ia takut terjadi sesuatu nanti pada Zhan Cheng. Ia mengingatkan Zhan Cheng untuk tak mengurusi urusan pekerjaan dulu dengan begitu ia akan cepat sembuh. Yu Xi yang sedari tadi diam saja membuat Zhan Cheng dan Wei Lian berpikir mungkin beberapa hari ini Yu Xi kelelahan. Untuk menghindari mereka Yu Xi beralasan akan membeli bahan makan malam.

Bo Yan menyerahkan surat kontrak pembelian tanah pada Vanessa. Tanah yang nantinya akan dibangun Sky corridor sebagai koneksi antara toko utama dan toko barang bermerek mereka. Setelah keluar dari ruang Vanessa, tiba-tiba Yu Xi menelponnya mengajak bertemu. 
Bo Yan sedikit kesal Yu Xi yang memintanya bertemu di jam kerja seperti ini. Yu Xi langsung memotong pembicaraannya, ia bertanya apakah Bo Yan masih ingat tempat ini? Bo Yan tentu saja ingat karena jembatan ini adalah tempat mereka bertemu pertama kali. Yu Xi kembali mengingat bagaimana mereka bertemu, saat itu Bo Yan masih kuliah dan Yu Xi masih sekolah perawat. Tiba-tiba Bo Yan muncul dan bilang kalau Yu Xi adalah pacarnya karena Bo Yan ingin menolongnya menyingkirkan pria yang baru saja ia tolak. Bo Yan juga terluka karenanya. Lalu, di tempat ini juga Bo Yan bilang pada Yu Xi, kedepannya…tak peduli apapun yang mereka hadapi atau apapun masalahnya, cinta mereka takkan pernah berubah. Bo Yan mengatakan akan bekerja keras demi masa depan mereka, menjaganya dan melindunginya. “Apa kau masih ingat?” “Ingat.” “Lalu, kenapa?” 
Bo Yan tidak mengerti apa yang sebenarnya ingin Yu Xi katakan. Yu Xi mulai berkaca-kaca, ia memberitahu Bo Yan kalau ia sangat senang saat Bo Yan membawa sup untuknya. Tapi dia tidak tahu tujuan di belakang sup itu ternyata tidak sesederhana itu. Meskipun ia menerima sup yang sudah dingin, dia masih sangat tersentuh. Tapi sekarang, akhirnya dia mengerti, kenapa supnya dingin. Bo Yan ingin memegang Yu Xi, berusaha menjelaskan semuanya tapi Yu Xi menghindar darinya.
Bo Yan sedikit emosi, ia mengakui perbuatannya hari itu. Tapi, seharusnya Yu Xi mengerti bagaimana persaingan mereka. Setelah dia dipromosikan menjadi asisten GM semua orang menunggu untuk melihatnya gagal dan dipermalukan. Yu Xi mengerti itu, tapi menurutnya tak seharusnya Bo Yan melakukan sesuatu yang begitu hina. Bo Yan berteriak pada Yu Xi kalau dia juga tak ingin. Dia juga tak ingin memanfaatkan orang yang dicintainya. Karena dia tahu betapa sakit rasanya. Bukan hanya Yu Xi, tapi juga sangat sakit baginya. Dia juga tak ingin, tapi dia harus melakukannya. 

“Jika kau sukses dengan melakukan perbuatan kotor begitu maka aku benar-benar tak tahu bagaimana aku harus menghadapimu. Aku juga tak tahu bagaimana menghadapi hubungan kita.” “Maksudmu...kau ingin putus?” Yu Xi diam saja. Bo Yan mengatakan seharusnya Yu Xi tahu kalau dialah satu-satunya orang yang ia miliki di dunia ini. Bo Yan ingin menggenggam tangan Yu Xi , tapi Yu Xi menarik tangannya “Beri aku waktu untuk berpikir”. “Baiklah. Aku tahu. Aku akan menunggumu.” 
Yu Xi kemudian mengembalikan syal yang pernah Bo Yan berikan untuknya. Bo Yan ingin memakaikannya pada Yu Xi tapi sekali lagi Yu Xi menolaknya. Bo Yan tetap memakaikannya untuknya “Baby. Tak peduli berapa lama, aku akan menunggumu.” Yu Xi pun pergi tanpa mengucapkan apa-apa padanya. Bo Yan teringat bagaimana Zhan Cheng mengancamnya untuk tak menyakiti Yu Xi, seketika wajahnya berubah menahan amarah. Hmm, mencurigakan!
Setelah sampai di rumah, Yu Xi menguatkan dirinya untuk melupakan yang barusan terjadi. Tak seharusnya ia mengkhawatirkan hal lain. Sekarang yang terpenting adalah menjaga Zhan Cheng dan membantunya sembuh secepat mungkin. Karena Zhan Cheng yang lagi seperti itu Yu Xi menjadi lebih perhatian. Sebelum Zhan Cheng duduk, ia meletakkan bantal sebagai sandaran untuknya agar lebih nyaman. Zhan Cheng mengajaknya pergi ke motel bibi Juan besok. Yu Xi heran kenapa tiba-tiba sekali. Zhan Cheng mengatakan kalau We Lian menyuruhnya harus istirahat dengan tenang, lagipula ia ingin menuruti keinginan Yu Xi yang ingin belajar membuat biskuit hingga rasanya pas. Yu Xi yakin ia pasti bisa melakukannya.
Keesokan harinya mereka sudah sampai di motel. Ya Ti merasakan sakit di dadanya, mungkinkah ia tahu kalau Zhan Cheng yang datang? Bibi Juan senang melihat mereka datang kembali. Ia bertanya apakah kali ini mereka akan istirahat, menginap, atau membeli biskuit? Dengan mengikuti gayanya bibi Juan Yu Xi menjawab mereka akan tinggal beberapa hari disini. Lucu Liat Yu Xi, dia selalu punya cara untuk membuat orang lain senang.
Bibi Juan memanggil Ya Ti yang melihat mereka dari jauh, ia memberitahu Zhan Cheng dan Yu Xi yang akan menginap beberapa hari disini. Ya Ti senang, tapi hanya ada satu kamar kosong malam ini. Yu Xi berkata tidak apa-apa, ia akan tidur di lantai. Sebagai perawat Zhan Cheng tentu saja dia harus menjaganya terlebih lagi Zhan Cheng baru saja dioperasi jadi dia harus tetap disisi Zhan Cheng sepanjang waktu. Meskipun Zhan Cheng menolak tapi Yu Xi tetap keukeuh kalau dia tidak apa-apa.
Berhubung sekarang dia ada disini, ia meminta Ya Ti mengajarinya sekali lagi dengan harapan bisa membuat rasa biskuit yang sama persis. Ya Ti berkata mereka punya banyak waktu jadi pelan-pelan saja. Tiba-tiba Yu Xi mengatakan kalau mereka tak punya waktu, sontak mereka semua menjadi heran. Ia langsung cepat-cepat mengatakan mereka tak punya waktu karena melihat hanya ada satu kamar yang tersisa itu tandanya Ya Ti pasti sangat sibuk. Jadi, Ya Ti takkan punya banyak waktu untuk mengajarinya. Ya Ti yang kebetulan mau membuat biskuit langsung mengajak Yu Xi bersamanya.
Setelah mereka pergi, bibi Juan langsung menanyakan Zhan Cheng apa yang terjadi pada Yu Xi, dia bisa melihat kalau Yu Xi lagi galau. Ia sudah menganggap Zhan Cheng dan Yu Xi sebagai teman baiknya, terutama Yu Xi. Ia sangat menyukai Yu Xi, jadi jika Zhan Cheng tak memberitahunya dia akan khawatir dan sedih. Dengan sedikit terpaksa akhirnya Zhan Cheng memberitahu bibi Juan kalau Yu Xi lagi ada masalah dengan pacarnya. Bibi Juan bingung, ia malah berpikir kalau selama ini Zhan Cheng dan Yu Xi itu pacaran. Bibi Juan mengerti, jadi kerena Yu Xi yang sedang sedih maka Zhan Cheng membawanya untuk istirahat. Ia memuji Zhan Cheng boss yang sangat baik. Bibi Juan pun berjanji akan membuat Yu Xi mejadi senang kembali.
Ya Ti dan Yu Xi sedang membuat biskuit, tiba-tiba Ya Ti langsung bertanya banyak tentang operasi Zhan Cheng. Merasa kalau Ya Ti lebih khawatir pada Zhan Cheng Yu Xi langsung menggodanya “Kau yakin hanya khawatir pada teman?” Ya Ti menjadi malu, ia pun beralasan akan bekerja lagi untuk menghindari godaan Yu Xi. 
Malam harinya Bibi Juan benar-benar membuat Yu Xi senang, dengan kalung biskuit yang tergantung di lehernya Yu Xi bernyanyi asal-asalan, sepertinya ia juga mabuk. Semua dibuat tertawa dengan tingkah lucunya.Hahaha, Yu Xi kayak mahasiswa yang lagi diorientasi nih.
Zhan Cheng berulang kali menanyakan bagaimana Yu Xi pada Ya Ti. Mendengar Yu Xi dengan sedih menyanyikan lagu yang juga ost drama ini Zhan Cheng langsung bertanya pada Ya Ti apa Yu Xi masih baik-baik saja? Ya Ti mengatakan Yu Xi masih menyanyi tapi ia terlihat sedikit menggila, ia merasa Yu Xi benar-benar sedih. Zhan Cheng mengingat Yu Xi yang meminta maaf saat dirinya tidur dan ia yang menangis meminta maaf di tangga. Ternyata Zhan Cheng tidak tidur, ia mendengar apa yang Yu Xi katakan. Ia pun mengatakan pada Ya Ti untuk membiarkan Yu Xi seperti itu, karena itu yang dibutuhkan Yu Xi saat ini.
Yu Xi yang sudah tak sadarkan diri dibantu Ya Ti dan Zhan Cheng ke kamar. Ya Ti mengatakan kamar ini masih sama dengan waktu Zhan Cheng menginap. Yu Xi yang spesial meminta kamar ini untuk Zhan Cheng. Yu Xi juga bilang dia ingin Zhan Cheng tinggal di kamar yang Zhan Cheng sudah akrab. 
Begitu Zhan Cheng kembali ke kamar, ia terkejut mengetahui Yu Xi tidak ada. Ia mencarinya di kamar mandi dan benar Yu Xi tertidur disitu. Zhan Cheng yang tidak tahu tersandung kaki Yu Xi hingga jatuh mengenai perutnya yang kemudian membuat Yu Xi sadar. Entah karena mabuk atau mengantuk Yu Xi yang mau berdiri malah jatuh ke dalam pelukan Zhan Cheng. Ia berceloteh macam-macam kalau dia yang seharusnya menjaga Zhan Cheng. Dia ingin membantu Zhan Cheng dan menjaganya. Dia ingin Zhan Cheng sehat dan melihat lagi dengan begitu Zhan Cheng takkan percaya pada orang yang salah. Yu Xi menangis meminta Zhan Cheng berjanji padanya untuk tetap sehat dan bahagia. Zhan Cheng menenangkannya, ia menepuk-nepuk pundak Yu Xi dan berjanji padanya. Yu Xi yang tetap tidak ingin dibantu berdiri akhirnya jatuh tertidur di pelukan Zhan Cheng.

3 comments:

  1. Woww...cpt bgt. Ditunggu lanjutannya ya. Tq

    ReplyDelete
  2. Ditunggu lanjutannya chingu... ndak sabar apa yg terjadi selanjutnya... tks yah chingu

    ReplyDelete
  3. Ya ti, dpt donor jantung dr lou han kembaran yu xi. Trus nanti pas zhan cheng bisa ngelihat dia lihat yu xi mirip banget ama lou han, disisi lain juga tau kalo jantung lou han ada di ya ti.
    Nah looooo
    Bingung kan
    Gmn ya ntar
    Kalo betul begitu wkwkwk,,,, cmn nebak ini,,,

    ReplyDelete