January 31, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 9 part 2


Zhan Cheng membawanya kembali ke kamar. Yu Xi mengigau dalam tidurnya ‘Aku akan merindukanmu. Aku akan merindukanmu’. Untuk siapakah itu, Bo Yan ataukah Zhan Cheng? Keesokan paginya Yu Xi bangun dengan rasa sakit di kepalanya, begitu melihat Zhan Cheng sudah tidak ada ia pun mencarinya sampai di kolong tempat tidur. LOL. Ia kesal pada dirinya sendiri kenapa ia malah tidur di tempat tidur, seharusnya dia menjaga Zhan Cheng.

Orang yang dicari kini tengah santai sarapan. Ya Ti datang membawakan jus untuknya. Yu Xi bilang Zhan Cheng tak boleh minum yang terlalu berat jadi ia membuatkan jus segar untuk Zhan Cheng. Tiba-tiba dengan rambut kusutnya Yu Xi datang menghampiri Zhan Cheng. Setelah Ya Ti pergi gantian bibi Juan yang datang, bibi Juan sangat yakin pasti Yu Xi tidur dengan sangat lelap tadi malam. Yu Xi tersenyum malu. Ia meminta maaf pada Zhan Cheng karena tidur di tempat tidurnya, ia tak sengaja melakukannya. 


Bibi Juan berkata Yu Xi tidak salah apa-apa. ‘Tuan’ memang seharusnya tidur di tempat tidur. Piyama Zhan Cheng tertulis ‘Pelayan’, jadi dia tidur di lantai. Yu Xi malu, ia minta bibi Juan berhenti mengolok-ngoloknya. Setelah Bibi Juan pergi Yu Xi bertanya canggung pada Zhan Cheng, apakah selain tidur di tempat tidurnya tadi malam apa ia melakukan sesuatu yang salah? Zhan Cheng mendekatkan wajahnya pada Yu Xi “Tidak ada”. Yu Xi lega mendengarnya, sebelum Yu Xi bertanya hal lain lagi padanya Zhan Cheng langsung menyuruhnya mandi dan sarapan. Tapi setelah Yu Xi pergi ia tak dapat menyembunyikan senyumnya.






Setelah itu mereka berdua jalan-jalan. Yu Xi membawanya ke toko assesoris. Ia antusias sekali begitu melihat barang2 yang harganya miring. Ia pun memberitahu Zhan Cheng kalau mama Chen pernah bilang padanya jika sesuatu senilai 10$ bisa langsung menarik perhatian kita maka hal itu tetap akan tinggal di hati untuk waktu yang lama. Sama seperti tongkat neon di konser yang dilambaikan orang. 
Dia juga begitu, meskipun dia belum lama mengenal Zhan Cheng tapi ia berharap pengaruh dirinya akan tinggal di hati Zhan Cheng untuk waktu yang lama. Kemudian mereka lanjut ke stan photo, Yu Xi ingin mereka foto bersama sebagai kenang-kenangan. Jadilah foto-foto mereka yang sangat lucu. Zhan Cheng juga mau fotonya, Yu Xi berjanji kalau mata Zhan Cheng sembuh ia akan menunjukkannya pada Zhan Cheng. 




Melihat ada yang menjual permen kapas Yu Xi langsung mengajak Zhan Cheng kesitu. Mereka belajar membuat permen kapas bersama dan saling berbagi memakannya. Hari ini mereka bahagia sekali, udah kayak kencan aja yaa..



Sementara itu presdir Gao tengah mengingatkan Vanessa untuk memenangkan tender tanah D12, kalau sampai mereka tidak mendapatkannya maka mereka akan rugi besar. Bo Yan mengatakan bahwa Vanessa sudah sangat berusaha demi tender ini. Vanessa sudah melakukan lebih dari 30 rapat dengan berbagai divisi untuk membentuk tim proyek spesial bersama. Dia yakin mereka akan memenangkan tender ini sesuai anggaran mereka. Presdir Gao langsung bertanya seberapa besar keyakinan Bo Yan. Waktu itu Bo Yan bilang akan memberikan proposal yang berguna untuknya, tapi apa hasilnya. Presdir Gao mengatakan kalau kali ini ia takkan melepskan Bo Yan begitu saja. Bo Yan meminta maaf, ia mengaku telah menjanjikan itu tapi ia gagal melakukannya. Presdir Gao berkata ini kesempatan terakhir mereka berdua. Mereka harus menang sesuai anggaran, kalau tidak perusahaan takkan mempertahankan orang yang tidak kompeten. Presdir Gao langsung pergi, Vanessa pun mengejarnya.



Vanessa membela Bo Yan ,ia menjelaskan kalau masalah merek waktu itu dialah yang membuat keputusan. Bo Yan sudah mengingatkannya tapi dia tetap bersikeras. Jadi ini bukanlah salah Bo Yan. Presdir Gao tak mungkin meyalahkan Vanessa, Bo Yan sendiri yang bilang kalau dia akan bertanggung jawab penuh. Hanya inisatu-satunya cara untuk menyelamatkan reputasinya menjadi GM. Vanessa mengerti tapi dialah yang seharusnya bertanggung jawab dengan hasil tender, tak ada hubungannya dengan Bo Yan. Presdir Gao kembali mewanti-wanti Vanessa kalau ini adalah kesempatan terakhirnya.



Tak disangka Bo Yan mendengar semua pembicaraan mereka. Ia berterima kasih karena Vanessa sudah membelanya.Vanessa berdalih, ia bukan membela Bo Yan. Sebagai manajer Bo Yan, dia bertanggung jawab untuk melindungi stafnya. Bo Yan mengerti, tapi ia berharap hubungan Vanessa dengan ibunya tidak terpengaruh karena dirinya. “Itu urusanku” jawab Vanessa.


Zhan Cheng lagi bersantai diluar, tiba-tiba mendengar suara Ya Ti yang kesakitan. Ya Ti menahannya dan begitu rasa sakitnya hilang dia langsung menghampiri Zhan Cheng. Zhan Cheng bertanya dimana Yu Xi. Ya Ti mengatakan kalau Yu Xi di dapur, membuat biskuit lagi. Ia pun berkata kalau Yu Xi benar-benar menjaga Zhan Cheng dengan baik. Jika orang lain melihat mereka segitu dekatnya, pasti mereka berpikir Zhan Cheng dan Yu Xi keluarga, bahkan..pasangan. 


Zhan Cheng tersenyum mendengarnya, ia juga merasa kalau Yu Xi dan Ya Ti juga sangat akrab akhir-akhir ini. Ya Ti berkata entah kenapa ia merasa lebih mudah akrab dengan Yu Xi. Ia pikir itu karena dia selalu menginginkan adik perempuan. Karena itulah Yu Xi seperti adik baginya. Tiba-tiba Ya Ti melihat kalung Zhan cheng yang bentuknya sama dengan biskuit yang ia buat. Ia mencoba menyentuhnya tapi Zhan Cheng langsung menepis tangannya. 
Ya Ti meminta maaf, ia hanya heran saja kenapa kalung Zhan Cheng bisa sama dengan biskuit Edelweissnya. Zhan Cheng memberitahunya kalau kalung ini dibuat sesuai biskuit yang tunangannya buat sebelumnya. Jadi itulah kenapa dia sangat kaget begitu mengetahui biskuit Ya Ti sama persis dengan biskuit yang dibuat Luo Han. Tapi Ya Ti merasa entah kenapa kalung itu sangat akrab dengannya. Rasanya seperti dia bisa merasakan semua detilnya begitu juga dengan kehangatannya.




Ternyata dibelakang mereka bibi Juan mendengar apa yang Ya Ti katakan. Bibi Juan mencoba berbicara dengannya. Ia lansung bertanya apa Ya Ti mulai punya perasaan pada Zhan Cheng? Ya Ti mengatakan ia juga tak tahu kenapa, tapi sejak pertama kali melihat Zhan Cheng ia merasa mereka sudah lama saling kenal. “Gadis bodoh. Karena kau punya perasaan yang begitu kuat, baiklah. Kalau begitu..yang berani dan hadapi.” “Aku boleh?” tanya Ya ti. Bibi Juan menganggukkan kepalanya.


Sementara itu Yu Xi tengah sibuk membuat biskuit. Di kantornya Bo Yan masih memikirkan perkataan presdir Gao, kemudian ia mengirimi Yu Xi pesan “Baby, cuaca semakin dingin. Jangan lupa memakai pakaian hangat”. Yu Xi yang masih marah padanya membalas cuek pesan Bo Yan “Aku tahu, terima kasih”.



Biskuit Yu Xi sudah jadi, ia meminta Zhan Cheng mencicipinya. Yu Xi menunggu-nungg apa reaksi Zhan Cheng tapi Zhan Cheng malah memuji bentuknya yang bagus, Yu Xi kesal bentuknya tak penting tapi rasanya. Hahaha. Zhan Cheng pun mencobanya sedikit, seketika ia langsung terdiam. Yu Xi lantas bertanya apa tidak enak? Kenapa ekspresinya seperti itu? “Enak. Kau berhasil.” Ucap Zhan Cheng. Yu Xi senang sekali. Sebenarnya dia juga merasa berhasil kali ini. Lalu ia mencicipi biskuitnya “Boss. Kau yakin bukan hanya mau menghiburku, kan? Aku tak bisa merasakan perbedaannya.” Kata Yu Xi. Zhan Cheng tertawa mendengarnya.



Tiba-tiba ada seorang pria yang mencoba membujuk bibi Juan untuk melakukan sesuatu. Pria itu meminta tolong agar tamu Bibi Juan mau menjadi modelnya. Apakah Yu Xi? Ternyata benar saja, pria itu meminta Yu Xi untuk menjadi model majalah mereka. Yu Xi tertawa, kenapa dirinya? Pria itu mengatakan sebenarnya mereka punya model, tapi tiba-tiba saja ia tak bisa. Kebetulan ia melihat figur Yu Xi yang bagus dan hampir sama dengan model mereka, jadi ia minta tolong pada Yu Xi. Yu Xi menolak karena ia sedang bekerja, lagipula ia tak punya pengalaman. Si pria terus berusaha membujuk Yu Xi tapi tetap saja Yu Xi mengatakan tidak bisa. Tiba-tiba Zhan Cheng menyuruh Yu Xi mencobanya. Akhirnya Yu Xi mau.



Dibawah pohon sakura yang sangat indah Yu Xi mulai di make over. Ia merasa pipinya terlalu merah, begitu periasnya pergi ia malah menghapus blush on diwajahnya. Ya ampunn.. Yu Xi. Pria fotografer mulai meyuruhnya berpose, Yu Xi yang belum pernah melakukannya malah berpose seperti ini. Si pria tertawa “Ini pemotretan majalah, bukan foto keluarga” katanya. 



Akhirnya dengan mengikuti instruksi Yu Xi sudah mulai berpose dengan baik. Saat ingin ganti kostum yang ketiga kalinya, petugas di bagian itu tiba-tiba sakit perut dan izin ke kamar mandi tapi masih belum kembali. Mereka bingung harus ngapain. Si pria fotografer kemudian melihat Zhan Cheng, dan muncullah idenya.



Zhan Cheng yang akhirnya disuruh membantu Yu Xi. Zhan Cheng bertugas memegangi kain untuk Yu Xi berganti. Saat Yu Xi meminta bajunya, Zhan Cheng langsung memberikannya pada Yu Xi tapi ia lupa kalau ia tengah memegangi kainnya. Yu Xi menjerit karena hampir saja kain itu terlepas. Keduanya jadi kikuk.


Mereka kembali ke motel, Zhan Cheng dengan setia menunggu Yu Xi yang masih ada satu pemotretan lagi. Saat fotografer sedang mengetes pencahayaan tiba-tiba Zhan Cheng merasa matanya sakit terkena cahaya blitz kamera. Lalu muncullah Yu Xi dengan mengenakan gaun pengantin yang sama dengan Luo Han kenakan dulu. Ia sangat khawatir begitu melihat Zhan Cheng yang kesakitan seperti itu. Ia pun meminta pria fotografer berhenti memotret sebentar. Disaat seperti itu, Ya Ti melihat mereka. Ia merasa sakit melihat Yu Xi mengenakan gaun pengantin itu. Jelaslah sudah kalau Ya Ti mendapatkan donor jantung dari Luo Han. Yu Xi menyuruh Zhan Cheng membuka matanya pelan-pelan. Samar-samar ia bisa melihat Yu Xi dan terpana memandanginya. “Luo Han” pikirnya dalam hati.



3 comments:

  1. Waa makin penasaran ne lanjut mbakk ..
    Gomawoo :)

    ReplyDelete
  2. Lanjut mb... kalau bisa lebih cepat yah updatenya..

    ReplyDelete
  3. terpesona q ma zhan cheng, semangat mb yg nulis.

    ReplyDelete