January 20, 2016

Sinpsis Say Again "Yes I Do" Episode 2 part 1

Manajer Xiao memarahi kak Ruan karena telah memberikan kunci kamar itu ke Xin Kui. Kak Ruan mengelak berkata kalau dia kan sudah tua, tentu saja dia lupa banyak hal. Dia bingung mana kamar untuk pelatihan dan kamar untuk tamu. “Meskipun begitu, tidak seharusnya kunci itu diberikan pada orang lain. Beruntung, hari ini kamar ini digunakan untuk latihan. Jika tidak, apa yang akan terjadi jika tamu melihat mereka seperti ini?” Omel manajer Xiao.

Kak Ruan pura-pura pusing, ia meminta maaf dan langsung pergi. Seorang wanita di sebelah Qian Qian bertanya apakah Xin Kui dan Zheng Yang adalah pasangan. Wanita itu adalah Omega. Mereka berdua bingung mau jawab apa dan mengaku tidak saling kenal. “Kalau begitu…mengapa kalian berdua ada disini? Tanya pria berkacamata. Dia adalah Dai Zhi Cheng.
“Ditambah lagi, kau juga..? tanya Lan Yan Hu/Xiao Hu, pria yang dibelakang Zhi Cheng. Xin Kui dan Zheng Yang pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Manajer Xiao memperingatkan mereka untuk bersikap profesional dalam bekerja dan memperhatikan pakaian mereka saat rapat nanti.

Setelah selesai rapat Xin Kui sengaja menunggu Zheng Yang untuk mengajaknya bicara. Ia langsung to the point menanyakan apa alasan Zheng Yang ikut pelatihan ini. “Kenapa kau ingin tahu?” tanya Zheng Yang. “Tentu saja, ini membuatku ingin tahu. Aku telah bekerja di hotel ini selama empat tahun sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk pelatihan ini. Mengapa kau harus kemari dan mengacaukan suasana?” jawab Xin Kui
Zheng Yang berkata apakah butuh waktu selama itu untuk mendapatkan kesempatan ini. Dia menyarankan lebih baik Xin Kui mundur, akan sangat buruk bila ia ditendang keluar. Kesal mendengarnya Xin Kui pun bilang kalau Zheng Yang kan punya beberapa hotel dan sebagai pewaris Hotel Donghua, mengapa Zheng Yang bekerja untuk Hotel Mars? Apa dia disini sebagai mata-mata? Zheng Yang yang takut orang lain tahu langsung menutup mulut Xin Kui. “Aku memperingatkanmu! Mulai sekarang, kau tak boleh mengatakan apapun tentang keluargaku, atau apapun tentang kita. Butuh banyak usaha agar aku bisa masuk ke pelatihan ini. Jangan menjatuhkanku.” 
“Aku yang seharusnya memperingatkanmu. Pertama,bagiku, keluargamu terasa seperti mimpi buruk. Kedua, aku sangat ingin melupakan tentang hubungan kita lebih daripada kau. Jadi kau jangan melakukan hal seperti ini lagi! Kalau tidak aku akan menuntutmu telah melakukan pelanggaran seksual. Ketiga, bagiku, pekerjaan ini lebih penting dari apapun. Jadi, jangan membawa nasib buruk padaku!” balas Xin Kui.
Mereka berdua akhirnya sepakat dan berjanji pura-pura tidak mengenal satu sama lain. Zheng Yang berpapasan dengan Qian Qian. Qian Qian mengingat Zheng Yang tapi Zheng tak mengingatnya. Saat mereka berada di ruangan, Qian Qian bertanya apakah Zheng Yang tak mengingat dirinya? Belum sempat menjawab, teman intern mereka yang lain pun datang. Xiao Hu berkata kalau ia mendengar salah satu manajer yang ikut pelatihan adalah pegawai Mars. Ia bertanya ke Zheng Yang apakah dia orangnya? Semua menjawab bukan pegawai Mars. Xin Kui masuk dan menyapa mereka semua.
Setelah manajer Xiao datang mereka pun diberikan pengarahan. Tiga orang diantara mereka yang memiliki nilai bagus akan dikirim ke Eropa, sisanya akan tereleminasi. Mereka akan dinilai secara perorangan dan tim. Satu per satu mereka memperkenalkan diri dan latar belakang mereka. Akhirnya mereka pun tahu kalau Xin Kui lah pegawai Mars.
Tugas pertama mereka adalah bekerja sebagai tim. Zheng Yang dan Xin Kui kesal karena mereka harus bekerja sama untuk menyiapkan kamar tamu. Xin Kui kagum dengan kamar tamu VVIP nya. Zheng Yang yang melihatnya hanya diam menegurnya untuk cepat bekerja jangan cuma bengong. Zheng Yang pun menyuruhnya mengambil sprei katun Mesir 600 jahitan.
Saat Xin Kui sedang mencari sprei, Qian Qian datang. Dia juga ingin mencari sandal wool untuk tuan Robben (tamu VVIP yang akan datang) karena ia dengar tuan robben punya masalah kaki/rematik. Xin Kui memujinya yang sangat perhatian, ia pun membantu Qian Qian mencarinya. Kak Ruan tiba-tiba saja muncul mengagetkan mereka. Ia memberikan apa yang Xin Kui dan Qian Qian butuhkan. Xin Kui berterima kasih. Kak Ruan menyemangatinya agar melakukakan yang terbaik. “Kami semua mendukungmu. Chayo!” ucap kak Ruan.
Xiao Hu dan Zi Cheng menjemput tuan Robben sedangkan Zheng Yang dan Xin Kui sibuk menyiapkan kamar. Qian Qian dan Omega menyambut kedatangan tuan Robben yang sudah tiba, tapi betapa terkejutnya Qian Qian saat ia melihat tuan Robben (apa Qian Qian mengenalnya?)
Zheng Yang sedang mengganti lampu, Xin Kui datang dan menyiapkan air panas. Zheng Yang bertanya untuk apa. Xin Kui menjelaskan padanya kalau tuan Robben punya sakit rematik jadi dia menyiapkan air panas rendaman chamomile dan bubuk jahe agar tuan robben merasa nyaman. Zheng Yang diam memperhatikan Xin Kui sehingga Xin Kui berkata “Apa kau sedang berpikir betapa hebatnya aku?” Zheng Yang menyangkalnya dan menyuruhnya lanjut bekerja.
Xin Kui sudah menuangkan bubuk jahenya tapi sial ia menginjak botol chamomile yang ia letakkan di tepi bathtub dan membuatnya tergelincir jatuh. Ia pun reflex menarik Zheng Yang sehingga mereka jatuh bersama. Hahaha. Zheng Yang kesal atas kelakuan Xin Kui. Mereka mencoba bangun namun jatuh lagi. Tuan Robben yang kebetulan lewat mendengar teriakan mereka. Ia balik dan kaget melihat apa yang terjadi. Zheng Yang dan Xin Kui pun tak kalah kaget mengetahuI mereka akan kena maslah lagi. “Kalian berdua. Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya tuan Robben marah.
Mereka berenam sudah berkumpul dan diabsen oleh tuan Robben. Saat tuan Robben memanggil nama Qian Qian, mereka saling bertatapan lama (adakah hubungan diantara mereka?). Manajer Xiao memberitahu kalau tuan Robben adalah tamu VVIP sekaligus pelatih mereka. “Dia adalah Ji Shi Yu, Direktu Ji.” Kata manajer Xiao. Mereka semua terkejut. Selanjutnya tuan Robben akan aku panggil direktur Ji.

Direktur Ji memperkenalkan dirinya. Dia yang akan mengatur semua tugas pelatihan, dan menilai kinerja mereka. Dir Ji menjelaskan kalau sebenarnya tugas “tuan Robben” hari ini adalah hadiah pertama. Dia memuji pekerjaan mereka tapi menjelang akhir Zheng Yang-Xin Kui telah mengacaukan semuanya. Ia mengatakan
karena perbuatan Zheng Yang dan Xin Kui ia tidak bisa memberikan nilai untuk tugas ini. Mereka semua gagal.
Zheng Yang dan Qian Qian berpapasan. “Xiang Zheng Yang, apa kau ingat aku?” tanya Qian Qian. “Maaf. Apa kita pernah kenal sebelumnya?” tanya Zheng Yang balik. Qian Qian memberitahu kalau mereka pernah bertemu empat tahun yang lalu saat Zheng Yang menyelamatkannya di pantai. Zheng Yang pun ingat kalau Qian Qian adalah orang yang mencoba bunuh diri. “Aku sudah bilang, aku bukan mau bunuh diri. Kau salah mengerti.” Kata Qian Qian. Ia masih ingat apa yang Zheng Yang katakan padanya saat itu “setelah putus hubungan, akan timbul masa menyakitkan yang tak bisa dihindari. Tapi semua akan baik-baik saja setelah waktu berlalu”. Ia berkata tak masalah kalau Zheng Yang lupa, hal itu (kata-kata Zheng Yang) sangat berguna untuknya. “Ngomong-ngomong, kau dan Xin Kui pasti telah kenal lama satu sama lain kan?” tanya Qian Qian. Karena Zheng Yang tak menjawab Qian Qian tersenyum dan berkata ia mengerti.
Mereka mendapat hukuman kerja lembur karena kesalahan tadi. Xin Kui minta maaf, ia berkata ini semua salahnya dan sebagai gantinya ia akan mengerjakan semuanya dan yang lain boleh pulang. Zheng Yang juga meminta maaf, ia menawarkan akan mentraktir mereka semua kalau kerjaan mereka beres. Semuanya senang dengan tawaran Zheng Yang kecuali Xin Kui. Saat Zheng Yang bertanya apa Xin Kui mau ikut dia pun menjawab dengan ketus kalau dia tidak bisa ikut. Omega membujuknya untuk ikut, Xin Kui pun setuju. 
Di restoran, mereka besulang dan Zheng Yang berbaik hati mengambilkan daging untuk mereka satu per satu. Saat giliran Xin Kui, Xin Kui mengambilnya sendiri. Tak ingin bertengkar Zheng Yang membiarkan Xin Kui. Karena tak hati-hati tangan Xin Kui pun kena daging yang panas, Zheng Yang langsung khawatir. “Zheng Yang, kau sepertinya sangat memperhatikan Xin Kui.” kata Omega. Xiao Hu pun menambahkan kalau mereka berdua terlihat seperti teman yang sudah lama megenal satu sama lain. Zheng Yang pun kaget. 
Zhi Cheng menyahut. Dia berkata teman atau bukan, mereka disini untuk bersaing. Dia tidak tahu apa hubungan antara Zheng Yang-Xin Kui. Tapi, mulai hari ini dia minta agar mereka tidak membuat kesalahan lagi karena itu akan mempengaruhi nilai mereka. Omega dan Xiao Hu juga berharap yang sama. Qian Qian berkata kalau mereka sudah bekerja keras hari ini dan mengajak mereka semua bersulang.
Setelah selesai makan, Qian Qian pulang duluan. Xin Kui meminta maaf atas kejadian hari ini, iapun langsung pulang. Begitu juga dengan Zheng Yang. Tinggalah mereka bertiga.

No comments:

Post a Comment