January 27, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 7 part 2

Vanessa menangis sedih mendengar Zhan Cheng hanya bisa menjadikannya teman. Ia kecewa pada Zhan Cheng yang bahkan tak penasaran sama sekali kenapa dia menghentikan Bo Yan, padahal itu semua dia lakukan karena dia mencintai dan peduli pada Zhan Cheng. Seperti yang Zhan Cheng katakan, dia takkan menyerah, dia akan terus menunggu, dia percaya Zhan Cheng akan berubah, dan ia akan menunggu sampai hari itu tiba.

Zhan Cheng dan Wei Lian bertemu dengan Bo Yan. Zhan Cheng langsung bertanya apa paketnya sudah diantarkan pada Tn. Li Kai Cheng? Bo Yan tampak sedikit terkejut, ia mengatakan masih belum, tapi dia akan mengantarkannya. Wei Lian mengatai Bo Yan bajin**n yang tega sekali memanfaatkan Yu Xi untuk melakukan hal seperti ini. Yu Xi memang belum tahu kalau Bo Yan memanfaatkannya, tapi Zhan Cheng meminta agar Bo Yan berhenti berbohong dan menyakiti Yu Xi. Bo Yan merasa heran kenapa Zhan Cheng sangat peduli pada Yu Xi, tidak mungkin Zhan Cheng memintanya datang dan mengatakan semua ini hanya demi teman? Apa mungkin…
Tiba-tiba Zhan Cheng menyuruh Wei Lian minggir, dia ingin berbagi sedikit pemikiran dengan Bo Yan. Awalnya ia menepuk-nepuk pundak Bo Yan dan ‘Bupppp’ tanpa diduga Zhan Cheng langsung menjotos perutnya. Bo Yan sangat marah, ia ingin membalas Zhan Cheng, tapi Wei Lian menahannya. Zhan Cheng tahu Bo Yan memanfaatkan Yu Xi, ia mengancam jika Bo Yan tidak ingin kehilangan Yu Xi dan apa yang dimilikinya sekarang, ingatlah yang barusan dikatakannya.
Setelah itu mereka datang kerumah Yu Xi, memohon pada mama Chen agar Yu Xi kembali bekerja. Tiba-tiba Yu Xi muncul dengan jalan yang masih terhuyung-huyung sambil menggosok giginya. Wei Lian menyapanya, begitu sadar siapa yang datang ia langsung berlari ke kamarnya. Hahaha. Yu Xi mengutuk dirinya sendiri yang tak terlihat sebagai wanita lagi, kenapa bisa ia bertemu bossnya saat menggosok gigi seperti itu, malunya!! Ia langsung ingat Zhan Cheng yang tidak bisa melihat, terus apa yang dikhawatirkan? Tapi tetap saja ini memalukan.

Kini mereka berdua sedang bersepada di jalanan Lembah Bersayap, tapi hanya Zhan Cheng yang mengayuh sepedanya. Meskipun ia tampak kelelahan ia sama sekali tak mengizinkan Yu Xi untuk mengayuh. Saat istirahat, Yu Xi bertanya kenapa ia tak boleh mengayuh sepedanya, padahal sepeda itu butuh dua orang untuk mengayuhnya, pasti melelahkan sekali mengayuh untuk jatah dua orang. Zhan Cheng mengatakan bertanggung jawab atas sesuatu yang tak ada urusanya dengan diri sendiri memang berat, lalu kenapa Yu Xi bertanggungjawab atas perbuatan orang lain? Semua orang membuat pilihannya masing-masing dan harus bertanggung jawab dengan itu, jadi Yu Xi tak perlu bertanggung jawab atas sesuatu yang bukan salahnya. 
Zhan Cheng memintanya kembali bekerja, tapi Yu Xi khawatir akan membuat Zhan Cheng terkena masalah. Zhan Cheng yakin itu takkan terjadi, apa menurut Yu Xi perawat yang tak berpikir dua kali melompat ke laut untuk meyelamatkannya tidak layak mendapat kepercayaannya? Terlebih lagi..perawat yang tidur sepanjang malam di dinding hanya untuk menjaganya sangat langka. Zhan Cheng mengatakan kalau dia membutuhkan Yu Xi..
Saat kakak-kakak mereka sedang bersama, adiknya pun juga begitu. Yu An mengajak Fei Fei ke panti asuhan, Fei Fei yang gengsi mengatakan kalau dirinya cukup kuat jadi Yu An tak perlu mengalihkan perhatiannya seperti ini. Tapi berhubung dia sudah ada disini dia akan membantu Yu An. Sekarang Fei Fei sudah bisa menerima kenapa kemarin Zhan Cheng begitu marah padanya.
Mereka bermain bersama dengan anak anak panti asuhan, sampai salah satu anak perempuan terjatuh. Fei Fei khawatir melihatnya, dengan sigap seorang anak laki-laki langsung menggendong anak perempuan itu. Fei Fei ingin membantu tapi Yu An melarangnya. Yu An mengatakan kalau anak-anak disini sangat mandiri, mereka bisa mengurus diri mereka sendiri. Si anak laki-laki itu mengatakan seorang putri tidak menangis. Fei Fei ingat kalau Zhan Cheng juga pernah mengatakan itu. Saat ia kecil dan sendirian, ia merasa sangat kesepian, dia sangat bahagia ketika ada kakak dan ibu disampingnya. Terutama saat Zhan Cheng mengatakan dia adalah adik putrinya dan Zhan Cheng adalah seorang pangeran. Yu An mengatakan kalau sebenarnya Fei Fei sudah salah paham dalam mengartikan cinta seorang kakak.
Anak-anak panti mengantarkan mereka pulang, Fei Fei masih memikirkan perkataan Yu An tadi tentang dirinya yang selama ini salah mengartikan cinta kakaknya. Mendengar Yu An mengatakan kalau panti masih banyak kekurangan tenaga sukarela ia pun mau menjadi bagian dari mereka. Yu An senang sekali mendengarnya.
Yu Xi kembali bekerja lagi, ia berterima kasih pada Zhan Cheng atas cable car nya. Wei Lian bertanya kenapa Yu Xi bisa tahu. Yu Xi mengatakan tak ada yang tak ia ketahui di Lembah Bersayap, tapi kemarin..ia benar-benar merasa seperti Cinderella. Ia menanyakan apakah nanti ada cable car extra lagi? Wei Lian langsung menanggapinya, apa Yu Xi pikir itu seperti taksi yang datang setiap dibutuhkan? Dia berulang kali menelpon agar Yu Xi bisa naik cable car itu, dan masalahnya bukan uang melainkan hutang budi, berhutang budi itu lebih sulit dibalas.
Wei Lian turun dan Yu Xi yang melanjutkan menyetir, tapi tak berapa lama Yu Xi langsung mengerem mendadak karena ada mobil yang tiba-tiba melintas di depan mereka. Si pengemudi mobil menyuruh Yu Xi keluar, ia malah marah-marah pada Yu Xi karena Yu Xi mengklaksonnya. Si pengemudi itu langsung menendang mobil mereka. Yu Xi kesal, ia berniat menelpon polisi, tapi si pengemudi itu malah merampas dan melempar hp Yu Xi. Si pengemudi menggila, ia mendorong dan menendang Yu Xi berkali-kali. Mendengar itu Zhan Cheng langsung keluar dan memukul si pengemudi, tak terima ia pun mengambil tongkat baseball dan berniat memukul Zhan Cheng, Yu Xi melihatnya dan langsung melindungi Zhan Cheng. Seketika itu juga Yu Xi tak sadarkan diri, sedangkan si pengemudi melarikan diri. Zhan Cheng berteriak-teriak minta tolong..
Yu Xi dirawat di rumah sakit, dia hampir saja mengalami geger otak. Setelah sadar dia langsung menayakan keadaan Zhan Cheng. Zhan Cheng merasa bersalah pada Yu Xi, dirinya yang selalu tak bisa berbuat apa-apa. Yu Xi menemuinya “Boss, kau baik-baik saja?” “Sama sekali tidak baik. Bertemu denganku sama sekali tidak baik. Aku tidak melindungimu. Maafkan aku. Maafkan aku.” Ucapnya penuh penyesalan.Yu Xi menenangkan Zhan Cheng yang bersandar di bahunya bahwa semuanya baik-baik saja.
Bo Yan datang ke sebuah bar, bartender menelponnya karena ia adalah orang pertama dalam histori telpon pacarnya. Bo Yan bingung..pacar? Ia melihat yang katanya pacarnya dan itu adalah Vanessa yang sudah mabuk berat. Ia bertanya khawatir melihat Vanessa seperti itu. Vanessa yang mabuk memeluk Bo Yan menyangka itu Zhan Cheng yang mencarinya. Vanessa muntah-muntah, si bartender pun menyuruh Bo Yan membawanya pulang.
Vanessa sudah tertidur lelap di kamar Bo Yan. Bo Yan memandanginya seperti memikirkan sesuatu. Keesokan paginya Vanessa terlihat sudah memakai kemeja Bo Yan. Begitu bangun dia bingung ada dimana dan kenapa pakaiannya berganti. Bo Yan masuk membawakan sarapan untuknya, Vanessa langsung menanyakan apa yang terjadi. Bo Yan memberitahunya kalau semalam dia muntah sepanjang jalan dan ia membantunya mengganti pakaian Vanessa, selebihnya tak ada yang terjadi.
Zhan Cheng berdiri di tepi kolam, Yu Xi menghampirinya dan memakaikan mantelnya.Ia mengingatkan Zhan Cheng untuk selalu memakainya. Saat mereka tengah mengobrol tiba tiba Wei Lian datang mengabarkan kalau giliran Zhan Cheng untuk operasi mata sudah tiba. Tapi Zhan Cheng terlihat tak suka. Yu Xi meminta Wei Lian untuk tak mengganggunya dulu.
Yu Xi berusaha bicara dengan Zhan Cheng yang berada di kamarnya. Ia mengatakan bahwa ia tahu Zhan Cheng benar-benar peduli dengan orang disekitarnya, Zhan Cheng benar-benar ingin melindungi mereka. Yu Xi percaya semua keputusan Zhan Cheng dibuat setelah pertimbangan yang matang. Yu Xi pun mengingatkannya lagi tentang penyesalan si pria legenda Lembah Bersayap. Yu Xi memintanya untuk tidak menyerah. Zhan Cheng sama sekali tak berkata apapun, saat Yu Xi ingin pergi tiba-tiba Zhan Cheng membuka pintunya “Ayo ke rumah sakit bersamaku!” 

6 comments:

  1. wow makin seru aja. Tetap semangat ya karena aku setia menanti sinopsis yang keren ini

    ReplyDelete
  2. Lanjut terus mbak....tetap semangt nulis nya

    ReplyDelete
  3. Broooh penasaaraaan ...di tunggu sinopsis nya ya...
    Semangat lagi nulisnya ya
    aku selalu bolak balik
    nungguin sinopsis nya

    ReplyDelete