January 23, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 5 part 2

Zhan Cheng bangun tengah malam ingin minum tapi airnya habis. Karena tidak ingin mengganggu Yu Xi ia mengambil airnya sendiri. Ya Ti yang masih membuat biskuit melihatnya dan mengambilkan air untuknya. Zhan Cheng membantunya membuat biskuit, ia masih saja menanyakan bagaiman bisa Ya Ti membuat biskuit itu. Ya Ti mengatakan sebenarnya dia selalu ingin membuat biskuit yang memiliki arti dan muncullah ide ini. Biskuit ini melambangkan dua hati yang selalu bersama selamanya tapi ia tak tahu kenapa ia meletakkan salju diatasnya, mungkin karena dia suka pola hexagon dari saljunya. “Karena dari semua bentuk geometrik, hexagon yang paling stabil dan punya struktur terkuat” Ujar Zhan Cheng. Ia tahu itu karena Luo Han pernah mengatakan hal yang sama sebelumnya.

Yu Xi bangun dengan rasa sakit di lehernya karena ia tidur di dinding hanya untuk mendengar Zhan Cheng mengetuknya. Bibi Juan membangunkannya, ia bertanya heran kenapa leher Yu Xi bisa begitu, padahal tempat tidur mereka paling nyaman. Yu Xi mengatakan kalau sebenarnya ia tidak tidur di tempat tidur tapi di dinding.
Yu Xi ke kamar Zhan Cheng mengajaknya sarapan. Sebagai hadiah atas kemarin Zhan Cheng meliburkannya hari ini. Yu Xi senang, tapi ia penasaran apakah Zhan Cheng mengetuk dindingnya? Zhan Cheng bilang tidak ada, “Baguslah” kata Yu Xi, tapi ia nampaknya kecewa dengan jawaban itu.

Bibi juan memberikan obat untuk leher Yu Xi yang sakit. Yu Xi mengisyaratkan Bibi Juan untuk diam, tapi sudah terlanjur, Zhan Cheng mendengar semuanya. Yu Xi sengaja membohongi Zhan Cheng agar tak membuatnya khawatir. Saat mereka sudah pulang Ya Ti berlari melihat mobil mereka pergi sambil memegang dadanya, matanya berkaca-kaca. Melihat Ya Ti yang sepertinya sangat peduli pada Zhan cheng Bibi Juan menasihatinya “Sangat berbahaya terlalu peduli pada seseorang”
Zhan Cheng berada di kantornya, tiba-tiba Wei Lian datang memberitahu kalau Vanessa datang lagi. Zhan Cheng langsung berpura-pura sibuk . Zhan Cheng bertanya apa yang dia inginkan. Bukannya marah2 seperti waktu itu lagi kini malah Vanessa berubah menjadi sangat lembut. Dia hanya ingin bicara dengan Zhan Cheng, dirinya yang arogan dan egois, tidak ada lagi. “Orang yang berdiri didepanmu sekarang adalah orang yang penuh kasih, peduli, perhatian, dan Vanessa yang pengertian.” Ucapnya sangat lembut.
Zhan Cheng memotong ucapannya dan menyuruhnya pergi. Vanessa sama sekali tidak marah, ia malah meminta Zhan Cheng untuk memberinya kesempatan. Dia sudah berubah banyak dan dia hanya ingin Zhan Cheng menerimanya. Zhan Cheng sudah malas meladeninya “Apa kau tahu cinta itu bukan hadiah? Hanya karena kau berusaha keras bukan berarti kau mendapatkan hadiah karenanya”. Vanessa tak mempedulikan Wei Lian yang menyuruhnya pergi. Karena Zhan Cheng hanya suka urusan pekerjaan iapun ingin berdamai dengan Zhan Cheng. Zhan Cheng mengatakan kalau berurusan dalam bisnis menang dan kalah itu biasa, ia tidak takut sedikitpun. Vanessa berusaha memegang tangan Zhan Cheng tapi Zhan Cheng menepisnya. Vanessa mulai berkaca-kaca, tak tahan lagi iapun memberitahu kalau Zhan Cheng pasti akan kalah.
Wei Lian merasakan sikap Vanessa yang berbeda hari ini, tiba-tiba ada pesan masuk dan Wei Lian berkata “Ini sudah waktunya”. Ternyata mereka pergi menemui kepala panti. Kepala panti memberikan sebuah foto, foto Luo Han dan adiknya saat mereka tiba di panti. Foto itu foto bayi kembar yang sepertinya diambil di rumah sakit. Sekarang mereka bisa membuktikan Luo Han dan Yu Xi adalah saudara kembar. Zhan Cheng berkata itu tidak cukup, foto itu hanya membuktikan kalau Luo Han hanya punya saudara kembar tapi tidak bisa membuktikan kalau Yu Xi maupun mama Chen adalah ibu mereka. Wei Lian tidak setuju, menurutnya wajah Yu Xi yang persis seperti Luo Han sudah cukup membuktikan kalau dia saudara kembarnya Luo Han.
Wei Lian melihat difoto ada tanggal lahir bayinya, iapun langsung menhubungi seseorang untuk membawa KTP Yu Xi. Tak lama kemudian mama Chen datang. Ia merasa aneh Wei Lian memintanya bertemu di pemakaman. Wei Lian menjelaskan yang sebenarnya kalau Zhan Cheng ingin bicara tentang Luo Han dengan mama Chen.
Zhan Cheng menunjukkan foto itu untuk mengingatkan mama Chen. Tapi mama Chen masih saja berdalih. Zhan Cheng memintanya melihat nisan Luo Han karena tanggal lahirnya tertulis disana. Mama Chen meminta meminta maaf, ia mengaku kalau ia memang bukan bukan ibunya Luo Han. Wei Lian menghentikkan mama Chen yang hendak pergi, ia meminta penjelasan mama Chen kenapa hari lahir Yu Xi dan Luo Han bisa sama kalau mereka bukan kembar?
Zhan Cheng berdiri tepat di depan nisan Luo han “Luo han. Orang yang berdiri didepanmu sekarang adalah ibumu. Meskipun dia tak mau mengakuinya, aku yakin dia pasti punya alasan. Jadimohon maafkan dia.” Ucap Zhan Cheng sambil besimpuh didepan nisan Luo Han. Dia berjanji dia pasti melakukan yang terbaik untuk menjaga mereka.
Mama Chen luluh mendengar perkataan tulus Zhan Cheng. Mama Chen mengaku kalau ia sungguh bukan ibunya Luo Han, sebenarnya… Yu Xi dan Yu an adalah anak adopsinya dan ia juga baru tahu kalau Yu Xi dan Luo Han kembar. Mama Chen meminta mereka percaya saat mama Chen mengadopsi Yu Xi, Yu Xi benar-benar sendirian. Dia sangat ketakutan jika suatu hari nanti orangtua kandung mereka membawa mereka pergi. Mama Chen memohon pada Zhan Cheng jika Zhan Cheng menemukan orangtua mereka maka dia harus memberitahunya lebih dulu karena mama Chen ingin mengatakan yang sebenarnya pada Yu Xi.
Setelah mama Chen pulang, tinggalah mereka berdua. Zhan Cheng masih tidak menyangka kalau Luo Han dan Yu Xi itu benar-benar kembar. Zhan Cheng penasaran apakah mereka benar-benar mirip. Wei Lian mengatakan mereka mirip sekali, bahkan sulit bagi orang lain untuk membedakannya. Wei Lian berharap Zhan Cheng bisa melihatnya sendiri, ia mengaku kalau sebenarnya Zhan Cheng bisa kapan saja untuk transplantasi kornea matanya karena mereka sudah menyiapkan semuanya. Apakah Zhan Cheng tidak penasaran betapa miripnya Yu Xi dan Luo Han? Tidakkah Zhan Cheng ingin melihatnya sendiri? Zhan Cheng berterima kasih pada Wei Lian, dia berjanji dia akan memikirkannya.
Mama Chen masih memikirkan masalah ini, ia sadar tak bisa menyembunyikan ini selamanya dari Yu Xi, tapi ia sungguh berharap bisa merahasiakan ini lebih lama. 
Keesokan harinya orangtua Zhan Cheng datang berkunjung. Mereka khawatir Zhan Cheng akan terkena flu di cuaca dingin seperti ini. Yu Xi meminta mereka untuk tidak khawatir karena dia ada disini, dia takkan membiarkan bossnya terkena flu. Orangtua Zhan Cheng tersenyum mendengarnya. Mama Fang mengajak Yu Xi untuk ikut bersama mereka melihat lili harimau minggu depan. Tiba-tiba Zhan Cheng berkata kalau lili harimau hanya mekar di bulan Agustus. 
Yu Xi kaget mendengarnya, ia malu sudah ketahuan berbohong saat menggambarkan pemandangan pada Zhan Cheng waktu itu. Paman Qiang Jing merasa ini takdir bahwa Yu Xi menjadi perawatnya Zan Cheng. Paman menanyakan bagaimana Zhan Cheng menurut Yu Xi. Yu Xi langsug mengatakan kalau Zhan Cheng itu sangat pemilih, sensitif, susah akur, emosinya jelek dan tidak mau bicara sama sekali. Singkatnya…dia jahat da ribet. 
Orangtuanya terkejut mendengar itu semua, begitu juga dengan Zhan Cheng, dia menunjukkan wajah marahnya pada Yu Xi. “Maksudku.. itu penilaian pertamaku padanya. Tapi..sekarang kami sangat akur. Sekarang aku tahu kalau dia sebenarnya sangat perhatian dan baik.” 
“Itu dia, kau mendapatkannya.” Kata paman senang.
Karena itulah paman merasa Yu Xi sangat berbeda dari perawat sebelumnya. Paman dan mama Fang langsung mengatakan hal hal tentang Zhan Cheng, Zhan Cheng yang sangat perhatian, bahkan dia takkan pernah melupakan hari ultah pacarnya dan anniversary mereka, karena itu..dia juga bisa menjadi pacar yang baik.
“Paman, kenapa kau memberitahuku soal ini? Kau bukan bermaksud mencomblangiku dengan Boss, kan?” “Apa sebegitu jelas? “Sangat jelas. Tapi..aku sudah punya pacar dan hubungan kami sangat baik.” Ujar Yu Xi. Paman dan mama Fang jadi malu mendengarnya. Melihat suasana yang berubah canggung Yu Xi pun meninggalkan mereka untuk bicara. Zhan Cheng menyesalkan mereka yang berkata begitu. Paman dan mama Fang berjanji hal ini takkan terjadi lagi.
Malam harinya Yu Xi memberikan ‘bel pemanggil’ untuk Zhan Cheng, jadi kapanpun Zhan Cheng membutuhkannya, dia bisa memanggilnya dengan bel ini. Tak peduli betapa jauhnya, dia akan segera datang. Zhan Cheng mencoba menggunakannya, ia mengucapkan terima kasih pada Yu Xi.
Yu Xi lagi sibuk membersihkan sayuran, tiba-tiba bel nya berbunyi, Yu Xi langsung mencari Zhan Cheng di kamarnya. Ia bingung karena Zhan Cheng tidak ada, iapun menuju ke kamar mandi dan… betapa terkejutnya Yu Xi melihat Zhan Cheng yang lagi mandi.


4 comments:

  1. Suka drama ini.
    Ya ti kelihatannya dpt donor jantung dr lou han itu.

    ReplyDelete
  2. Lanjut sista... bolak2ik ke sini br ada lanjutannya.. lucu filmnya..

    ReplyDelete
  3. Ditunggu episode selanjutnya yaaa...
    Mksh

    ReplyDelete
  4. Demen aku ama ni drama ,.. Semangat buat sinopsis nya ya ;)

    ReplyDelete