February 25, 2016

Descendants of The Sun Episode 1 part 1


Di sebuah padang rumput, perbatasan DMZ, beberapa tentara telihat sedang memasuki garis perbatasan. Sementara itu dalam sebuah rapat, para petinggi tengah membahas mata-mata Korea Utara yang sudah melewati garis perbatasan militer DMZ. Mata-mata itu menyerang pos jaga dan menyandera 2 prajurit Korea Selatan. Tindakan yang sudah melanggar persetujuan. Salah seorang petinggi bertanya apakah ini ini untuk memulai perang atau apa? Seorang Letjen yang bernama Yoon ( Kang Shin Il ) menjelaskan bahwa itu hanya provokasi dari Korea Utara agar mereka menyerang. Dengan begitu mereka bisa menegosiasikan kesepakatan lebih baik di masa mendatang. Untuk mengatasinya dia sudah mengirim satuan khusus, Tim Alpha.



Tim Alpha sudah berada di perbaatasan itu. Mereka langsung ditahan oleh pasukan Korea Utara. Seseorang dari mereka memperkenalkan dirinya, dia adalah Yoo Shi Jin (Song Joong Ki ), kapten Tim Alpha. Dan salah satu anak buahnya adalah Senior Seo Dae Young ( Jin Goo ). Shi Jin mencoba bernegosiasi dengan orang-orang Korea Utara, tapi Jin Goo tidak yakin cara ini akan berhasil dan menyarankan untuk masuk saja.





Mereka berdua lalu masuk ke pos itu dan langsung ditodongkan senjata. Kepala mata-mata menatap mereka tajam, “Kami tidak bisa pergi” katanya sambil mengeluarkan pistol dan kemudian menggantinya dengan sebuah pisau. Dia harus membunuh beberapa dari mereka, sebagai pejuang. Tidak tinggal diam, Shi Jin juga mengeluarkan pisaunya, “Baiklah” katanya lantang, siap bertarung. Mereka bertarung satu lawan satu dan berhasil membebaskan prajurit mereka.




Tiba-tiba alarm berbunyi. Shi Jin dan kepala mata-mata hanya tinggal berdua, sementara Dae Young membebaskan sanderaan. Mereka bertarung sengit, hampir saja pisau masing-masing membunuh keduanya. Saat di luar pos, pisau mata-mata mengenai perut Shi Jin hingga darahnya mengucur sedangkan pisau yang ditodongkan Shi Jin di leher mata-mata tak bergerak sama sekali. “Kurasa kau tidak bisa membunuhku. Orang di negaramu sadar ada yang mengawasi, jadi kau tidak bisa menembak duluan. Tapi kami berbeda.” Kata si mata-mata.


Kepala Shi Jin langsung ditodongkan pistol. “Kita sudah berbagi selama 70 tahun, tapi kalian masih salah mengerti. Kami selalu siap menembak lebih dulu untuk mempertahankan perdamaian.” Balas Shi Jin. Tim Alpha yang bersembunyi dibalik rerumputan langsung mengarahkan senapan lasernya ke arah mata-mata yang menodongkan pistol pada Shi Jin. Si mata-mata akhirnya menyerah, dan menyuruh anak buahnya menurunkan pistolnya. “Aku senang bertemu denganmu, Kapten Yoo Shi Jin.” “Aku mengenalmu. Tapi aku tidak mau melihatmu setiap tahun, Letnan Senior Ahn Jung Joon.” Balas Shi Jin. Jung Joon menatapnya tajam, menjatuhkan pisaunya yang berdarah dan pergi meninggalkan perbatasan. Shi Jin langsung melapor kalau Tim Alpha sudah menyelesaikan tugasnya.




Suatu hari, Shi Jin dan Jin Goo tengah bermain tembak-tembakan. Anehnya hanya sedikit yang bisa mengenai sasaran. Mereka merasa laras senapannya bengkok dan mencoba memperbaikinya. Tiba-tiba si penjaganya ( Cameo, Lee Kwang So) menawarkan permainan lain, takut ketahuan kalau senapannya sudah dijailin. LOL. Lee Kwang So dimanapun tetap lucu



Tepat saat itu ada ahjuma yang meneriaki seorang pencuri. Dae Young langsung merampas senapan yang dipegang Kwang So dan memberikannya pada Shi Jin. Shi Jin protes karena mereka sedang tidak bertugas sekarang, tapi akhirnya dia ikut juga bersama Dae Young. Senapan mainan yang digunakan mereka daya jangkaunya hanya 5 meter, jadi mereka harus menunggu si pencuri saat sudah berjarak 5 meter di depan mereka. Shi Jin dan Dae Young langsung menakan pelatuk senapannya dan mengenai kening si pencuri bertubu-tubi hingga membuatnya terpelanting jatuh.



Pencuri itu hanya mencuri beberapa kupon dan melarikan motor pemilik kupon. Dae Young bertanya apa si Ahjussi akan memanggil polisi? Tentu saja tidak, ahjussi tak mau memanggil polisi hanya karena beberapa kupon dan dia juga tidak ada hubungannya dengan pencuri yang terluka itu. Jadi dia minta Dae Young jangan pernah menghubunginya karena hal ini. Tak tega dengan , Dae Young pun menelpon polisi dengan alasan kecelakaan motor.



pencuri itu yang kakinya di gips ala kadarnya sama Shi Jin mengeluh kesakitan. Shi Jin langsung menyelentik keningnya, memintanya jangan banyak bergerak. Karena malu direkam orang-orang pencuri itu segera menutupi wajahnya. Kwang So yang sedari tadi melihat mereka beraksi dikejutkan Shi Jin yang memintanya menjual boneka beruangnya padanya. Kwang So berkata itu tidak dijual. Shi Jin tahu, ia meminta Kwang So menjualnya saja padanya. Kalau tidak, dia akan memenangkan semua boneka beruang itu. Dengan terpaksa Kwang So menjualnya.




Setelah itu Shi Jin dan Dae Young bersantai di Coffee Shop. Mereka memperhatikan dua orang gadis yang keluar dari Coffe Shop itu sedang menertawai mereka. Pantas saja, karena Shi Jin dan Dae Young duduk ditemani dengan boneka-boneka yang lucu. Dae Young memainkan tangan bonekanya. Shi Jin berkata kalau pacar Dae Young sangat cantik. Dae Young membalas kalau ini tipe idealnya. Hahaha. Dia juga memuji pacar Shi Jin yang cantik. Shi Jin kesal dan mengatakan kalau ini adalah rekan prajuritnya. Dia tak habis pikir kenapa Dae Young membawa boneka-boneka ini. Dae Young mengatakan kalau Kwang So memohon pada mereka untuk membawanya dan meminta mereka jangan pernah kembali lagi. Lalu apa yang bisa dia lakukan?




“Bagaimana kau bisa berperang saat kau punya hati lemah begitu?” ejek Shi Jin. Dae Young sedikit khawatir akan pemuda tadi. Shi Jin berkata kalau dia atletis, pasti akan baik-baik saja. Dae Young ingat saat dia masih seumuran anak itu. Harus bertemu pelatih yang bagus jika mau jadi atlet. Shi Jin bertanya apa itu masih membebani pikirannya? Membuatnya mengingat masa kelamnya? Dae Young hanya merasa dia sedikit bersalah.


Ditengah-ditengah obrolan mereka seseorang menelpon Shi Jin. Dae Young langsung bertanya apa itu dari Batalyon. Shi Jin menunjukannya pada Dae Young . Tahu itu bukan dari Batalyon Dae Young meminta Shi Jin jangan mengangkatnya. Tapi Shi Jin tidak mau, ia akan mengangkatnya dan menyuruhnya kemari. “Jadilah pria. Kau harus menemuinya dan putuskan dia.” Ucap Shi Jin.
Dae Young menawarkan akan membelikan makan malam untuk Shi Jin, tapi Shi Jin menolak. Dia bisa membelinya sendiri. Shi Jin ingin mengangkat telponnya, Dae Young cepat-cepat menahan tangan Shi Jin agar tak mengangkat telpon itu dan menawarkannya Whisky 17 tahun. Shi Jin tak mau karena itu terlalu sedikit. Karena Shi Jin terus menolak akhirnya ia berjanji akan menyiapkan kencan untuknya. Sepupunya seorang pramugari dan punya banyak teman. Shi Jin langsung menepis tangan Dae Young, “Kenapa kau tidak memberitahuku soal sepupumu dari dulu? Berikan ponselmu?” sahut Shi Jin menerima tawaran itu. Saat Dae Young ingin memberikan ponselnya pada Shi Jin barulah ia sadar kalau ia sudah dicopet sama pemuda tadi saat membantunya. Dae Young langsung bertanya di rumah sakit mana anak itu berada.




yang dibicarakan baru saja sampai di rumah sakit dengan kepala yang dialasi boneka sebagai bantalnya. Karena lasak minta boneka itu di lepaskan, ponsel Dae Young pun terjatuh. Untunglah petugas ambulance melihatnya dan memberikan ponsel itu pada salah satu perawat. Tepat saat itu seseorang yang bernama Yoon Myung Joo menelpon. Perawat itu memberitahunya bahwa pemilik ponsel kecelakaan motor dan di rawat di rumah sakit Haesung sekarang. Myung Joo langsung memutuskan telponnya.



Seorang dokter melihat kondisinya yang masih dengan bantal bonekanya. Ia adalah Kang Mo Yun ( Song Hye Kyo ). Ia segera melihat catatan medis yang sudah dituliskan Shi Jin di tangannya. Mo Yun memuji kalau pertolongan pertama yang diberikan ini cukup baik. Ia pun memeriksa apakah kondisinya sesuai dengan yang ditulis, tulang rusuk patah dan kaki terkilir. Dia mengeluh kesakitan saat Mo Yun menyentuhnya. Melihat lukanya seperti itu Mo Yun menebak kalau dia adalah seorang pencuri. Dia kaget, Mo Yun menunjukkan pesan yang tertulis di tangannya kalau dia adalah seorang pencuri dan Shi Jin juga menulis agar dia diberikan pengobatan yang paling menyakitkan kalau bisa. Hahaha..Shi Jin.




Setelah Mo Yun pergi, si perawat tadi memberikan ponsel Dae Young padanya. Dia mengambil ponselnya sendiri dan segera menelpon seseorang untuk datang membawa motor. Ia melepaskan Gips ala kadarnya itu tapi sesaat kemudian ia terjatuh ke lantai. Hahaha


No comments:

Post a Comment