February 7, 2016

Ms. Koizumi Loves Ramen Noodles Episode 1

[ Drama ini hanya fiksi, tapi restoran ramennya benar-benar ada di Jepang ]



Dua orang siswa SMA berjalan pulang bersama. Yang berambut pendek bernama Osawa Yu ( Miyamiya Karen ) dan yang kucir 2 bernama Nakamura Misa ( Furuhata Seika ). Mereka kelaparan dan ingin makan,tapi keduanya terkejut begitu melihat antrian panjang di restoran ramen di depan mereka. Mereka ogah hanya untuk makan ramen tapi harus antri segitunya. Tak disangka teman mereka yang misterius , Koizumi ( Hayami Akari ) juga antri disitu. Misa tidak suka melihatnya, karena sejak pindah Koizumi hanya diam saja dan selalu murung.



Yu membelanya “Sudahlah jangan bilang begitu”. Misa marah karena Yu lebih suka cewek cantik daripada makan tiga kali sehari. Yu tak memperdulikannya dan malah menghampiri Koizumi. Misa yang kesal tidak jadi makan dan langsung pulang.


Yu mengajak Koizumi bicara dan mengenalkan dirinya, tapi Koizumi cuek saja. Yu mengikutinya kedalam warung dan terus memandanginya sumringah. Saat ramen pesanannya datang, Koizumi bersiap-siap dengan memutar2 pergelangan tangannya, mengikat rambutnya dan “Selamat makan!” Ia mulai menikmati ramennya dengan penuh kelezatan, meminum kuah ramennya dan langsung tersenyum puas.





Yu sangat suka dengan senyuman indah Koizumi. Tapi menurutnya ramen ini kelihatan biasa saja tapi kenapa Koizumi memakannya seperti itu. Koizumi marah “Jangan menilai ramen dari tampilannya!” Soba disini itu daging babi yang rasanya meresap kedalam sup seafood. Lalu, ramen dicampur kerang, itu luar biasa. Manisnya tulang babi bergabung dengan rasa seafood. Terakhir rasa kerang begitu nikmat di mulut. “Tiga harmoni yang mantap! Mengatakan ini ramen biasa berarti ada yang salah dengan dirimu.” Ucapnya lantang. Koizumi melanjutkan makannya hingga hisapan kuah terakhir. Ia begitu puas sampai-sampai mangkuk ramennya kinclong sekali.




Episode 1 – JIRO

Yu sembunyi-sembunyi mengikuti Koizumi pulang, Misa datang dan mengajaknya pulang bareng. Yu tidak mau dan menyuruh Misa pulang duluan saja, ia ingin mengikuti Koizumi karena Koizumi itu misterius dan itu membuatnya penasaran.


Tiba-tiba Koizumi lewat dibelakang mereka, Yu langsung megejarnya. Ia menarik-narik tas Koizumi ingin membawanya agar mereka lebih dekat. Karena tarik-tarikan terus, tas Koizumi jatuh. Yu membantunya dan ia terkejut melihat di buku diary Koizumi ada tanda hati dan tulisan Jiro di tanggal 26 (hari ini). Ia penasaran Jiro itu siapa, apa Koizumi punya pacar? Koizumi mengatakan kalau Yu salah paham.



Tapi Yu tetap tidak percaya, dia bertanya Jiro-kun itu orangnya gimana? Apa dia boleh ikut? Dan kalaupun ngelihat dari jauh dia juga tidak apa-apa. Koizumi memintanya berhenti, itu bukan berarti pacar.


Sampailah mereka di Hachioji setelah naik kereta selama sejam. Ternyata Jiro itu memang bukan pacarnya Koizumi, tapi..restoran ramen. Yu heran Koizumi rela sejam naik kereta hanya untuk makan ramen disini. Koizumi berkata ia ingin sekali kemari. Baginya, ramen Jiro itu spesial. “Spesial? “ tanya Yu aneh. Koizumi mengatakan kalau Ramen Jiro didirikan pada tahun 1968. Pada tahun 70-an mereka pindah ke Mita, Minato-ku, dikenal sebagai Soul Food, disukai pelajar Keio, satu-satunya rasa yang menarik pelanggan satu persatu. Cabangnya pun meningkat. Sampai sekarang ada 39 cabang di Tokyo. Tidak boleh diliput media, hanya promosi dari mulut ke mulut, dengan keunikan yang luar biasa, sebuah warung ramen yang berkarisma. Yu pun tecengang mendengar penjelasan Koizumi yang panjang lebar itu.



Saat didalam, tempatnya hampir penuh padahal belum waktunya istirahat dan ternyata pengunjungnya cowok semua. Koizumi langsung memesan “Dai-buta” dan Yu ikutan memesan “Dai-buta” juga. Pria-pria yang ada dibelakang mereka melarang Koizumi dan Yu untuk makan “Dai-buta” karena porsinya sangat besar, mereka menyarankan sebaiknya pilih yang porsi kecil saja. Koizumi juga melarang Yu tapi Yu tetap dengan pilihannya.




Yu menanyakan tentang pria-pria yang menjengkelkan tadi, Koizumi memberitahunya kalau mereka adalah Jirorian, para penggemar Ramen Jiro. Jirorian tidak suka ramen, mereka hanya suka ramen Jiro. Bagi Jirorian, Jiro bukanlah ramen, tapi nama makanan itu sendiri. Yu tidak paham sama sekali, “Kalau begitu kamu Jirorian?” “Sama sekali belum. Masih jauh banget.” Ujar Koizumi


Mereka berdua mendengar para pria itu mendeskripsikan ramen yang dimakannya. Koizumi memberitahu Yu kalau rasa ramen Jiro berbeda setiap harinya. Kadang kental, kadang banyak lemaknya, rasanya samar. “Ehh, itu berarti ada kalanya tidak enak? Tidak bisa dipercaya setiap hari rasanya berubah!”



Tiba-tiba salah satu pria berteriak marah mendengar Yu bilang tidak enak. Yu tetap mengatakan pasti ada saatnya tidak enak . Pria gendut disebelah pria tadi menenangkan mereka yang mulai emosi. Dia mengatakan kalau mereka (Jirorian) suka semuanya. Karena ramen bagian dari hidup. “Ada satu hal yang kau perlu tahu. Jiro termasuk 50 makanan yang harus kau makan, menurut surat kabar bergengsi Inggris, Guardian.” kata pria tadi.



Pria itu menyuruh mereka pulang saja karena mereka tak memahami Jiro. Merasa dihina seperti itu, Yu membentaknya balik “Kami pelanggan terhormat! Walau tidak tahu informasi itu, apa kami tidak boleh makan?” Tiba-tiba Koizumi menghentakkan meja meminta Yu berhenti. Ia memejamkan matanya, menikmati suara ramen ditiriskan dan..semua Jirorian yang ada disitu juga melakukan hal yang sama.



Koki menanyakan “Bawang Putih” pada Koizumi. Koizumi langsung mengatakan semua campuran ramen yang dinginkannya. Yu bingung sekali, bukannya koki hanya menanyakan bawang putih tapi kenapa Koizumi menjawab semuanya? “Di ramen Jiro, jika ditanya bawang putih kamu harus menjawab semuanya dengan lengkap.” Jelasnya. Saat si koki gantian tanya ke Yu dia langsung menjawab “semuanya mashimashi” soalnya dia laper banget.



Betapa terkejutnya Yu saat melihat porsi “Dai-buta” nya apalagi dia memesan porsi yang lengkap. “Gu-gunung? Gunung Fuji? Warisan dunia?” katanya kaget. Pria-pria itu menyuruh Yu meminta maaf, padahal mereka sudah mencoba menghentikan Yu tapi tidak didengarkan. “Silahkan daki gunungnya. Berhati-hatilah saat mendaki!” kata si pria.



“Koizumi-san gimana nih?” tanya Yu takut. Tapi Koizumi tak mendengarkannya, ia mulai pemanasan seperti biasa. Karena porsi ramennya yang sangat besar sampai-sampai mie-nya tidak kelihatan. Koizumi memulainya dengan meletakkan mie yang ada di bawah sayurannya menjadi diatas. Si pria terkejut melihat Koizumi bisa melakukan ‘Tenchikaeshi’. Si pria gendut menjelaskan “Ramen Jiro itu tebal dan mudah menyerap sup, jika makan sayur duluan, ramen akan terus mengembang. Untuk mencegahnya perlu dilakukan tenchikaeshi. Keluarkan ramen yang paling bawah, lalu taruh di atas sayuran. Sayurannya akan menyerap rasa supnya. Bagi Jirorian, itu teknik dasar.” Koizumi mulai memakan ramennya dengan sangat lahap hingga tak tersisa sedikitpun. Para Jirorian kagum dan bertepuk tangan melihatnya. Saat hisapan kuah yang terakhir Koizumi langsung tersenyum puas seperti yang biasa ia lakukan. Sontak Jirorian semuanya terpesona malihat Koizumi. Begitu juga dengan Yu “Senyuman itu! Koizumi-san, kamu beneran suka ramen,ya?” Koizumi sadar kembali, tak menjawab pertanyaan Yu. Lalu bagaimana dengan Yu?




Dia malah dari tadi cuma ngelihatin Koizumi makan dan belum menyentuh ramennya sama sekali. Ia minta ijin untuk memoto ramennya “Selamat makan”. Sampai sore hari Yu masih belum menghabiskan ramennya, dia sudah tak sanggup memakannya lagi. Melihat itu Koizumi langsung mengambil alih dan menhabiskan semuanya. Ha? Yu sampai tak kuat melihatnya. Mereka pulang di malam hari dengan perut yang kenyang. Tapi Yu senang sekali bisa makan bereng Koizumi. Ia mau lain kali mereka makan ramen bersama lagi.



Bersambung..

Ramen Jiro ini ada di Mita, Minato-ku, Tokyo dan bersebelahan dengan Universitas Keio. Ramen Jiro buka setiap hari dari jam 10:00-02:20 kecuali di hari minggu dan hari libur.
Katanya Ramen Jiro ini emang rame banget dan kalau beruntung hanya ngantri sekitar 30 menit tapi kalau tidak bisa 2-3 jam-an.
Buat para readers yang akan berlibur ke Jepang boleh deh kunjungi Ramen Jiro ini.
Ini dia tempatnya...



Ke manakah Koizumi selanjutnya ?? Dan ramen apa lagi yang membuatnya tertarik ??

No comments:

Post a Comment