February 2, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 10 part 1



“Apa kau sedang melihatku? Benar kau bisa melihatku?” itulah yang dikatan Yu Xi saat ia merasa Zhan Cheng sedang menatapnya. Untuk beberapa saat Zhan Cheng memang bisa melihat Yu Xi, tapi matanya kembali seperti semula lagi. Ya Ti hanya bisa menahan rasa sakitnya melihat Yu Xi yang membawa Zhan Cheng ke kamar. Di kamar Zhan Cheng masih kepikiran bagaimana Yu Xi yang barusan dilihatnya sama persis seperti Luo Han.

Yu Xi kemudian datang, ia menanyakan keadaan Zhan Cheng. Zhan Cheng berkata ia tidak apa-apa. Yu Xi mengaku kalau sebenarnya tadi dia sangat senang karena Zhan Cheng tepat melihatnya di mata. Jadi, ia pikir mata Zhan Cheng sudah pulih. Zhan Cheng bertanya apa begitu berartinya dia bisa melihat lagi atau tidak. Yu Xi mengatakan tentu saja, itu berarti akan menandakan bab baru dalam hidup Zhan Cheng. Zhan Cheng bisa melakukan hal yang ia ingin lakukan dan pergi kemanapun yang dia inginkan. Zhan Cheng tak membutuhkan perawat lagi dan bahkan bisa mengejar kebahagiaannya sendiri. Yu Xi meminta maaf, ia tak bermaksud membuat Zhan Cheng sedih. Dia tahu kebahagiaan tak bisa dibuat ulang, tapi menurutnya kebahagian bisa diciptakan kembali.



Malam harinya Vanessa lembur, ia kebingungan dengan komputernya yang bermasalah. Tiba-tiba Bo Yan datang. Ia bertanya ada apa? Vanessa mengatakan kalau komputernya mati, dia bahkan belum menyimpan anggaran tahunannya. Bo Yan mencoba membantu, Vanessa senang sekali saat Bo Yan berhasil menemukan filenya. Begitu Bo Yan menghadap kearahnya tepat saat itu Vanessa juga melihat kearah Bo Yan. Terdiam canggung beberapa saat Vanessa cepat-cepat berbalik, ia bertanya untuk apa Bo Yan menemuinya. Bo Yan langsung memberikan hadiah yang dibawanya tadi untuk Vanessa. Vanessa bingung kenapa ia diberi hadiah. “Selamat Ulang Tahun” ucap Bo Yan mengejutkan. Ternyata hari ini ulang tahun Vanessa. Vanessa yang masih terkejut semakin terkejut saat pegawai yang lain membuat surprise untuknya. Vanessa tampak bahagia sekali, ia berterima kasih pada semuanya.





Keesokan harinya Fei Fei dan Yu An sudah ada di Lembah Bersayap. Fei Fei terpana melihat indahnya tempat itu. Yu An bertanya apa Fei Fei Yakin mau datang ke rumahnya? Fei Fei yakin lagipula ia juga ingin melihat seperti apa keluarga yang membesarkan rohaniawan aneh sepertinya. Yu An mengatakan keluarganya biasa saja, tidak ada yang spesial. Fei Fei sangat antusias melihat cable car yang datang. Yu An pun menjelaskan bahwa Lembah Bersayap biasanya tertutup kabut dan juga orang menamainya Lembah Bersayap karena menyerupai surga di muka bumi. Melihat air terjun yang keluar dari celah-celah bebatuan tebing Fei Fei setuju kalau Lembah Bersayap memang seperti surga.



Mereka sampai saat mama Chen tengah menyiapkan makanan. Fei Fei mengenalkan dirinya pada mama Chen. Lalu mereka makan bersama. Mama Chen meminta maaf ia tidak tahu kalau Fei Fei mau datang jadi dia hanya menyiapkan makanan sederhana. Fei Fei tidak keberatan, dia suka rasa masakan buatan ibu. Mama Chen memuji Fei Fei yang begitu baik. Fei Fei balik memujinya “Karena kau begitu cantik jika kau punya putri, pasti putrimu secantik dirimu.” “Memang benar. Hanya satu kata untuk menggambarkan kakaknya Yu An. Cantik.” Mama Chen pun bergegas ingin menunjukkan foto Yu Xi padanya. Setelah itu dia bertanya pada Yu An kenapa kakaknya tidak makan bersama mereka? Yu An mengatakan kalau kakaknya seorang perawat pribadi jadi tak punya waktu untuk libur. Mama Chen kembali dengan membawa foto Yu Xi. Untunglah mama Chen menunjukkan foto masa kecil Yu Xi, kalau tidak apa yang terjadi?




Mama Chen penasaran sejak kapan mereka saling kenal. Yu An berkata mereka sudah kenal selama setengah tahun. Mama Chen lalu menanyakan bagaimana mereka bisa bertemu. Kali ini Fei Fei yang menjawab, ia menjelaskan kalau mereka bertemu saat ia pengakuan dosa. Mengingat itu saja membuatnya marah karena ia telah memberitahukan begitu banyak rahasianya pada Yu An. Melihat mereka yang dekat seperti itu mama Chen sangat senang, menurutnya mereka berdua sangat cocok.


Sementara itu di motel Bibi Juan ayah Ya Ti mengunjungi Ya Ti. Ya Ti ingin memberikan ayahnya itu uang tapi ayahnya menolak. Ia berkata setiap hari ia mendapatkan uang dengan menjadi supir taksi, jadi ia tak membutuhkannya. Ayahnya merasa bersalah padanya. Karena jantung Ya Ti yang lemah ayahnya ingin Ya Ti untuk menyimpan uangnya ini dan membeli makanan yang bergizi. Ia mengingatkan Ya Ti yang ingin sekolah kue ke Perancis, jadi Ya Ti harus menyimpan uangnya. Dan akhir-akhir ini pendapatannya lumayan, ia mungkin bisa membiayai Ya Ti. Tapi Ya Ti tetap bersikeras.



Zhan Cheng dan Yu Xi yang kebetulan ada disitu sedikit-sedikit bisa mendengarkan mereka. Zhan Cheng pun meminta Yu Xi untuk mencatat nomor dan taxi plat ayah Ya Ti itu. Mereka kemudian menghampiri Ya Ti, ayah Ya Ti langsung pergi. Yu Xi menanyakan tentang ayah Ya Ti tadi. Ya Ti memberitahu bahwa itu ayahnya. Ayahnya membesarkannya sendiri, karena itulah mereka sangat dekat. Setelah Ya Ti pergi Zhan Cheng meminta Yu Xi untuk mengirimkan nomor dan plat taxi ayah Ya Ti pada Wei Lian. Apakah Zhan Cheng akan menyelidikinya?



Zhan Cheng mengajak Ya Ti bicara. Ia mendengar ada masalah dengan jantung Ya Ti, apa sekarang tidak apa-aa? Yu Xi mengatakan sekarang ia jauh lebih baik. Zhan Cheng memberitahu kalau tunangannya spesialis bedah jantung. Kalau Luo Han masih hidup mungkin dia bisa membantu Ya Ti.
“Kau pasti begitu bangga dengan tunanganmu.” “Memang. Untuk mempertahankan pasiennya tetap hidup dia secara aktif mempromosikan donor organ. Bahkan saat orang tua pasien berteriak padanya dan memukulnya dia tidak pernah menyerah.” Ucap Zhan Cheng. Lalu Zhan Cheng memegang kalungnya, ia menceritakan mereka yang bersama-sama menandatangani kartu donasi organ. Luo Han bilang padanya itu adalah sebuah kesempatan menggunakan tubuh orang lain untuk terus hidup dari hilangnya di dunia ini. mereka sudah sepakat tak peduli dimanapun mereka berada dengan kelanjutan hidup dan hati ini mereka pasti akan saling menemukan dan bersama selamanya di hidup ini. Ya Ti berkaca-kaca, ia juga memegang dadanya. Ya Ti lalu bertanya kapan Luo Han meninggal. Zhan Cheng mengatakan 2 tahun yang lalu.



Saat Ya Ti mengemasi kuenya ia mengingat semua yang Zhan Cheng katakan padanya, waktu meninggal Luo Han, kalung Zhan Cheng yang sama dengan biskuitnya bahkan kesamaan dirinya dengan Luo Han. Apa Ya Ti mulai merasa kalau ia mendapat donor jantung dari Luo Han? Bibi Juan yang lewat bertanya ada apa. Ya Ti berkata tidak ada. Bibi Juan kesal melihat Ya Ti yang selalu begitu. Ia tak ingin Ya Ti menyimpan semuanya sendiri. Ya Ti pun memberitahunya kalau tadi ia bicara dengan Zhan Cheng dan baru tahu kalau tunangannya adalah pendonor organ. Bibi Juan berkata “Lalu apa hubungannya denganmu?” “Aku bertanya-tanya..apa jantungnya yang di dalam tubuhku sekarang?” Bibi Juan mengatakan itu tidak mungkin. Ya Ti memberitahu kalau Luo Han meninggal dua tahun yang lalu dan ia juga menerima donor jantung dua tahun yang lalu.

 Ia mengingatkan bibi Juan tentang rasa akrab yang dirasakannya saat dia bertemu Zhan Cheng. Dia bahkan merasa sangat akrab dengan kalungnya, tapi saat itu mereka sama sekali tidak saling kenal. Menurut yang Ya Ti katakan Bibi Juan merasa itu mungkin. Ia bertanya apa Ya Ti sudah memberitahu Zhan Cheng tentang ini? Ya Ti belum memberitahunya, ia tak ingin membuat Zhan Cheng sedih. bibi Juan menggenggam tangan Ya Ti “Ya Ti. Ingat apa yang pernah kukatakan padamu sebelumnya? Kau punya segala hak untuk mengejar apapun yang kau inginkan. Mengenai..donor jantung..kita lihat dan tunggu saja. Jangan terlalu dipikirkan.” Kata Bibi Juan menguatkannya.



Fei Fei pamit pulang, mama Chen memintanya datang lagi bersama Yu An jika ada waktu. Saat dia pamit pulang ke Yu An, Yu An Cuma bilang “Dadah” tentu saja Fei Fei kesal dibuatnya. Mama Chen yang mengerti langsung menyuruh Yu An mengantarkannnya.


Saat malam nanti akan di adakan festival lampion di motel. Bibi Juan meminta semuanya menulis permohonan masing-masing dan harus setulus hati, kalau tidak permohonannya tidak akan terwujud. Zhan Cheng dan Yu Xi terlambat datang jadi Bibi Juan menjelaskan ulang pada mereka. Lalu Yu Xi bertanya apa permohonan Zhan Cheng. Zhan Cheng hanya berharap semua orang disekitarnya bisa bahagia dan sehat. “Boss, permohonanmu terlalu murah hati. Apa tidak sekalian saja tulis kedamaian dunia?” ucap Yu Xi kesal. Menurutnya hal yang seharusnya paling Zhan Cheng mohon adalah kesembuhan matanya. Zhan Cheng setuju dan meminta Yu Xi menuliskannya di lampion. Tapi Yu Xi ingat kalau permohonannya harus ditulis sendiri dan harus setulus hati agar terwujud. Karena Zhan Cheng tidak bisa menulisnya sendiri Yu Xi membantunya, ia memegang tangan Zhan Cheng untuk mengarahkannya menulis sedangkan Zhan Cheng tak bisa berhenti tersenyum. Kali ini giliran Yu Xi yang membuat permohonan. Ia mulai menulis tapi tidak diperlihatkan permohonan apa yang ditulisnya.




Satu per satu lampion sudah diterbangkan. Saat giliran Zhan Cheng dan Yu Xi mata Zhan Cheng terlihat bereaksi lagi tapi ia berkata tidak apa-apa. Dan dalam hitungan ketiga lampion mereka terbang ke angkasa. Cahaya lampion itu membuat mata Zhan Cheng sakit.
Yu Xi berdoa dan diperlihatkan permohonan yang ditulisnya “Kuharap matanya boss bisa segera melihat lagi..juga menemukan orang untuk berbagi seumur hidupnya.” Tepat saat itu Zhan Cheng mencoba mengedip-ngedipkan matanya dan mulailah tampak Yu Xi dihadapannya.




2 comments:

  1. Lanjut mb... sangat ditunggu next episodenya... makasi yab sdh di update

    ReplyDelete
  2. ah gemes bngt, ditunggu ya mb next episodenya

    ReplyDelete