February 3, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 10 part 2



Zhan Cheng tersenyum menatap Yu Xi lama. Yu Xi belum tahu kalau mata Zhan Cheng sudah pulih,dengan terus melihat lampionnya ia meyakinkan Zhan Cheng kalau permohonan mereka pasti akan terwujud. Zhan Cheng lalu melihat lampion-lampion itu. Ia mengatakan ia melihat permohonannya yang sudah terbang tinggi . Begitu banyak, lampion besar dan kecil dengan semua harapan dan permohonan orang tertulis diatasnya. Yu Xi memujinya sangat hebat, ia membuatnya terdengar seperti melihatnya sendiri. Padahal emang iya..

Zhan Cheng berbalik menatap Yu Xi lagi, tiba-tiba seorang pria tersandung dan membuat sebuah tiang besi jatuh hampir mengena mereka. Untunglah dengan sigap Zhan Cheng langsung menarik Yu Xi hingga mereka juga terjatuh. Melihat Zhan Cheng yang menatapnya serius Yu Xi sadar kalau mata Zhan Cheng sudah pulih. Ia sangat senang dan langsung memeluk Zhan Cheng. “Bagus sekali! permohonan kita terwujud.” Ucapnya gembira . Dengan perasaan yang sama-sama bahagia mereka menikmati langit malam dengan indahnya cahaya lampion.





Mereka berdua lanjut menikmati pemandangan. Zhan Cheng memakaikan syalnya ke Yu Xi. Meskipun dingin tapi Yu Xi tidak keberatan jika melihat pemandangan indah seperti ini. Zhan Cheng lalu berterima kasih pada Yu Xi karena sudah menjaganya dengan baik dan juga ia berterima kasih karena Yu Xi bersedia menjadi matanya dan membantunya memenuhi impiannya untuk berdansa dengan ibunya. Yu Xi memberinya keberanian untuk keluar dari kegelapan dan merangkul harapan. Sekarang dia tidak lagi hidup dalam penyesalan seperti bocah kecil. Karena dukungan Yu Xi yang membuatnya bisa melihat keindahan seperti ini lagi. Yu Xi merasa ia tidak berjasa seperti yang Zhan Cheng katakan. Lagipula, saat mereka pertama kali bertemu ia begitu galak juga salah paham pada Zhan Cheng. Zhan Cheng yang selalu menoleransinya. Bahkan Zhan Cheng membawanya pergi melihat hujan meteor, membelikan permen kapas untuknya, cable car dan juga mengajaknya nonton.



 Yu Xi berpikir dirinyalah yang harus berterima kasih pada Zhan Cheng karena Zhan Cheng selalu mewujudkan impiannya. Mereka saling diam beberapa saat hingga Yu Xi mengatakan “ Boss. Bolehkah aku memelukmu?” tanpa mendengar jawaban Zhan Cheng Yu Xi langsung memeluknya. “Terima kasih atas semua yang sudah kau lakukan. Aku akan selalu menyimpannya dalam hati. Selamanya takkan melupakannya.” Ucap Yu Xi. Zhan Cheng kemudian membalas pelukan Yu Xi “Aku juga ingin berterima kasih atas semua yang sudah kau lakukan. Juga..aku senang bisa bertemu denganmu Chen Yu Xi.” “Aku juga. Terima kasih atas pengertianmu.”





Zhan Cheng kemudian mengajaknya balik karena bibi Juan pasti sudah menunggu mereka. Tiba-tiba Yu Xi memanggilnya “Boss. Setelah besok kita kembali ke Taipei, aku akan langsung pulang ke rumah.” “Maksudmu, kau mau mengundurkan diri?” Yu Xi hanya menganggukkan kepalanya. Ia mengatakan sekarang mata Zhan Cheng sudah sembuh, tak perlu menghabiskan biaya mahal untuknya. Dia juga bisa kembali ke Lembah Bersayap dan menjadi Cinderella-nya Lembah Bersayap. Zhan Cheng berkata ia akan memikirkannya dulu.


Di motel mereka semua merayakan atas kesembuhan mata Zhan Cheng. Yu Xi berharap mata Zhan Cheng tetap sehat dan terang selamanya dan mereka pun bersulang. Dengan semangat Yu Xi memaksa Bibi Juan untuk mengajarinya Opera Cina. Selagi Bibi Juan mengajari Yu Xi, Ya Ti mengungkapkan apa yang dirasakannya selama ini pada Zhan Cheng. Ia berharap Zhan Cheng sering datang ke motel. Dia tahu ini terdengar aneh, tapi entah kenapa dia merasa Zhan Cheng begitu akrab. Rasanya mereka seperti sudah lama saling mengenal. Belum sempat Ya Ti melanjutkan perkataannya Bibi Juan mengajaknya ikut bernyanyi bersama. Zhan Cheng memikirkan ucapan Yu Xi tadi, dan ia teringat saat Ya Ti memberitahu nama biskuitnya juga Ya Ti yang merasa sangat akrab dengan kalungnya.




Keesokannya, Bo Yan tengah mempresentasikan tentang proyek D12. Begitu juga dengan Wei Lian yang juga mempresentasikan proyek D12. Bo Yan mengatakan dalam presentasinya bahwa kompetitor mereka satu-satunya adalah Big City. Hal yang sama juga dikatan Wei Lian bahwa mereka hanya perlu fokus pada satu musuh. Mereka harus mengalahkan The Peak. Bo Yan memutuskan penawaran tender mereka sebesar 7.63 M sedangkan Wei Lian sebesar 7.69 M.



Setelah itu Bo Yan menemui Vanessa, melihat Vanessa yang sepertinya begitu khawatir ia bertanya ada apa. Vanessa bertanya meskipun harga ini sesuai dengan anggaran mereka tapi seberapa yakin mereka akan menaang? Bo Yan dengan penuh percaya diri mengatakan 100%. Karena Vanessa ingin menang maka dia memikirkan cara agar Vanessa bisa menang. Vanessa puas dengan keyakinan Bo Yan.



Wei Lian kemudian datang ke rumah Zhan Cheng begitu mendengar matanya yang sudah sembuh. Begitu Zhan Cheng melihat Wei Lian mereka sama-sama seperti melepas rindu yang sangat dalam. “Lama tidak bertemu.” “Benar. Lama tidak bertemu.” Ucap Wei Lian. Zhan Cheng meminta maaf padanya karena selama ini sudah banyak merepotkan. Wei Lian berkata Zhan Cheng jangan bilang begitu, mereka ini kan bersaudara. Yu Xi juga ikut terharu mereka melihat mereka.




Sebagai hadiah atas kembalinya Zhan Cheng Wei Lian ingin memberikannya proyek D12 dengan harga 7.69 M. Yu Xi terkejut mendengarnya, ia bahkan bingung nolnya ada berapa. HAHAHA. Karena mereka akan melawan The Peak jadi mereka harus ekstra hati-hati. Wei Lian bergegas kembali ingin mengerjakan proposal tender mereka ini dan sebelum pulang ia mengatakn pada Zhan Cheng kalau dia sudah membereskan tugas yang diberikan Zhan Cheng. Yu Xi penasaran ingin tahu masalah apa. Tapi Wei Lian dengan lucunya mengatakan “Rahasia, tak mau beritahu padamu.” Yu Xi kesal, Ia pun bertanya pada Zhan Cheng rahasia apa. Tapi Zhan Cheng juga mengatakan itu rahasia. “Beritahu aku. Rahasia apa? Aku juga ingin tahu. Huh, dasar pelit.” Umpatnya kesal.




Fei Fei datang ke gereja tepat saat seorang wanita baru saja selesai pengakuan dosa. Wanita itu memuji-muji suara pendetanya yang sangat muda, begitu lembut dan bertutur baik juga pandai menghibur orang. Fei Fei cemburu mendengarnya, ia langsung menemui Yu An di bilik pengakuan. Ia menuntut Yu An untuk mengatakan apa yang dibicarakan wanita tadi padanya. Yu An berkata ia tak boleh sembarangan membeberkan pengakuan orang lain. Fei Fei pun mengerti, ia akan menunggu Yu An selesai.



Begitu Yu An selesai Fei Fei menghampirinya dengan wajah merah, tiba tiba ia menginjak sesuatu dan terpeleset. Untunglah Yu An segera menangkapnya. Fei Fei malu ia minta Yu An melepaskannya dan Yu An malah melepaskannya beneran. “Awww, sakit sekali. Aku tak percaya kau benar-benar melepaskanku. Sakit sekali.” Yu An meminta maaf dan mengangkatnya lagi. Mereka jadi semakin canggung. Fei Fei memintanya dilepaskan lagi. Yu An malah bertanya “Jadi, kau ingin aku lepaskan atau tidak?” “Chen Yu An kau benar-benar bodoh.” Umpatnya kesal dan bergegas pergi. Tapi sedetik kemudian dia berbalik lagi.



Dengan berat hati dia mengatakan “Bisakah kau menjadi pendeta pribadiku?” “Hah? Pribadi?” “Bukan. Maksudku..saat kau mendengar pengakuan mereka bisa kau dalamkan suramu? Dan judes sedikit. Juga..tak boleh sembarangan menghibur perempuan. Pokoknya jangan sembarangan menghibur mereka. Kalau tidak, mereka akan berpikir kau punya perasaan pada mereka atau semacamnya.” Yu An berkata itu tidak mungkin, karena dia seorang pendeta. Fei Fei kesal dan mengatainya memang bodoh. Ia pun mengatakan tujuan dia datang yaitu ingin memberitahu kalau mata kakaknya sudah sembuh.



Bo Yan berjalan seperti memikirkan sesuatu. Ia menunggu untuk meyebrang tapi saat waktunya untuk menyebrang dia malah menunggu lampu hijau kembali. Ia tersenyum aneh dan berjalan menyebrang. Suara klakson keras berbunyi dan ternyata Bo Yan sudah jatuh tergeletak di jalan. Yu Xi yang lagi mengemasi barang-barangnya mendapatkan telpon dari rumah sakit. Ia langsung kesana dan begitu terkejut mengetahui Bo Yan menjadi korban tabrak lari. Polisi pun memberikan barang2 Bo Yan pada Yu Xi. Yu Xi yang ditemani Xiao Lin khawatir memanggil-manggil Bo Yan. Xiao Lin mencoba memeriksanya, dia berkata Bo Yan tidak apa-apa. Bo Yan gelisah, ia mengigau ‘dokumen tenderku’. Yu Xi langsung memeriksa dokumennya. Ia melihat itu dokumen D12 dengan harga 7.05 M. Yu Xi teringat dengan perkataan Wei Lian yang ingin proyek D12 dengan harga 7.69 M. Tiba-tiba Bo Yan mengetuk-ngetukkan jarinya dan membuka matanya. Apakah Bo Yan berbohong atau mungkin ini cara agar menang seperti yang dikatakannya pada Vanessa??





Setelah matanya bisa melihat lagi Zhan Cheng tidak lupa ke makam Luo Han. Ia berkata jika dia tak mengobati matanya dia takkan pernah tahu kalau Wei Lian mencarikan Luo Han tempat yang indah. Dia ingat Luo Han dulu sangat suka dengan laut. Dia meminta maaf pada Luo Han karena selama ini sudah membuatnya khawatir dan kecewa dengan sikapnya. Ia juga minta maaf karena tak bisa membawa Yu Xi kesini, tapi ia yakin suatu hari nanti Luo Han akan bertemu dengan adiknya (Yu Xi).


Bo Yan sudah keluar dari rumah sakit dan Yu Xi mengantarkannya pulang. Yu Xi bertanya kenapa Bo Yan tidak tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi? Bo Yan berkata lebih nyaman di rumah. Lagipula, kenapa ia harus khawatir bila Yu Xi ada untuk menjaganya. Yu Xi diam saja, ia pun beralasan akan mengambil pakaian ganti untuk Bo Yan. Saat Yu Xi mengambilnya ia terkejut melihat ada sebuah syal (syal Vanessa).


Setelah ia memberikan pakaian Bo Yan ia langsung pergi tak peduli Bo Yan yang berterima kasih padanya. Bo Yan memintanya tinggal lebih lama lagi tap Yu Xi tidak bisa, dia sibuk. Yu Xi pun kembali teringat Bo Yan yang menjebak Zhan Cheng waktu itu.



7 comments:

  1. Makasi mbak update sinopsisnya
    Fighting !

    ReplyDelete
  2. Wow..cepet banget...makasi banyak mb... ditunggu lanjutannya..semangat...

    ReplyDelete
  3. Wow..cepet banget...makasi banyak mb... ditunggu lanjutannya..semangat...

    ReplyDelete
  4. penasaran.. moga sehat selalu ya jd bs update terus sinopsis nya.. semangat!

    ReplyDelete