February 7, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 12 part 1



Bo Yan tak mampu berkata-kata lagi. Setelah Bo Yan pergi Zhan Cheng bertanya pada Yu Xi apa ia tidak apa-apa? Yu Xi berkata ia tidak apa-apa. Zhan Cheng lalu meminta Yu Xi mengulurkan tangannya, Yu Xi bingung untuk apa tapi ternyata Zhan Cheng memberikannya dua permen lollipop sebagai pengganti permen kapas untuk menyemangati Yu Xi.


Di cable car yang hanya mereka berdua Bo Yan menatap Zhan Cheng dengan penuh emosi. Ia bertanya kenapa Zhan Cheng mengurusi urusannya dan Yu Xi apa Zhan Cheng menyukai Yu Xi? “Benar. Tapi itu bukan urusanmu.” Jawab Zhan Cheng tenang. Zhan Cheng mengingatkannya tentang apa yang dikatakannya dulu, jika Bo Yan menyakiti Yu Xi maka dia akan kehilangan segalanya dan dia akan menepati janji itu.



Mama Chen mengajak Yu Xi makan malam tapi Yu Xi yang tengah melamun tak mendengarkannya sama sekali. Mama Chen masuk dan langsung mengambil lollipop yang dipegang Yu Xi. Yu Xi pun cepat-cepat mengambilnya lagi. Ia mengatakan mama Chen tak boleh memakannya. Mama Chen heran, memangnya beracun atau kadaluarsa? Yu Xi berkata jika mama Chen mau dia akan belikan yang lain saja, yang ini beda. Mama Chen bingung apanya yang beda? “Pokoknya beda.” Kata Yu Xi. Ia buru-buru mengalihkan perhatian mama Chen dengan mengajaknya makan. Hihihi..






Sementara itu Zhan Cheng duduk di tepi kolam sambil memandangi foto-foto kenangan mereka. Kata-kata Wei Lian muncul lagi di pikirannya bahwa mereka yang masih hidup harus hidup dengan bahagia dan Luo Han yang juga menginginkannya bahagia. Raut wajahnya sudah tak sedih lagi, apa dia sudah membuat keputusannya?



Keesokannya Yu Xi berada di kantor Zhan Cheng karena tiba-tiba saja Zhan Cheng meyuruhnya datang. Ternyata Zhan Cheng meminta Yu Xi untuk menjadi sekretarisnya. Yu Xi sangat terkejut, dia berkata dia tak bisa. Tapi Zhan Cheng tak mepedulikannya dan sesaat kemudian Yu Xi sudah bersama Zhan Cheng dengan seorang klien, GM Wang. Saat Zhan Cheng mejelaskan tentang Dept. Store mereka GM Wang memegang perutnya yang sakit dan langsung meminum minumannya. Yu Xi melihatnya, ia permisi keluar dan kemudian masuk dengan membawa coklat panas. Ia berbisik pada GM Wang “GM Wang, kau akan merasa lebih baik setelah meminum ini.” “Terima kasih.” Ucapnya tersenyum. Sedangkan Zhan Cheng yang tak tahu maksudnya hanya bengong melihat mereka.




Setelah pertemuan mereka selesai, GM Wang langsung memutuskan akan bekerja sama dengan Zhan Cheng. Ia sangat suka dengan sekretaris Zhan Cheng yang sangat perhatian. Yu Xi tentu senang mendengarnya, dia yang belum jadi sekretarisnya Zhan Cheng tapi sudah mendapat pujian.
Zhan Cheng bertanya kenapa tadi Yu Xi membuatkan minuman untuk GM Wang. Yu Xi merasa GM Wang sedang datang bulan. Jadi dia membuatkannya coklat hangat untuk membuatnya merasa lebih nyaman. Zhan Cheng berterima kasih atas perhatian Yu Xi dan ia mengatakan kalau mulai besok Yu Xi bisa mulai bekerja disini. Yu Xi tak percaya diri, dia tak yakin dia bisa melakukannya. Zhan Cheng berkata bukankah tadi Yu Xi baru membuktikannya dan meyakinkan GM Wang untuk bekerja sama dengan mereka. Apa lagi yang harus dikhawatirkan? Akhirnya Yu Xi menerima pekerjaan ini setelah Zhan Cheng meyakinkannya. Zhan Cheng senang, karena memang inilah yang diinginkannya.




Bo Yan menjenguk presdir Gao di rumah sakit. Presdir Gao memuji Bo Yan atas kerja kerasnya untuk memenangkan tender D12, bahkan dewan direksi juga sangat memujinya. Bo Yan tentu saja sangat senang tapi kemudian Presdir Gao berkata dia tak mengerti kenapa dewan direksi malah seperti itu, memberikan semua pujian untuk Bo Yan. “Jangan lupa kau itu siapa. Lakukan saja pekerjaanmu sebagai asisten pribadi. Jangan membuat dirimu terkenal sendiri.” Kata Presdir Gao. “Presdir, aku sungguh tak tahu darimana rumor itu berasal. GM-lah yang seharusnya menerima pujian atas tender itu. Yang kulakukan hanya mengumpulkan semua informasi untuk membantu GM membuat keputusan yang akurat.” “Bagus sekali. Orang memang berbeda. Dia itu GM, sedangkan kau akan selalu hanya seorang asisten. Lakukan saja pekerjaanmu.” Ucap presdir Gao. Bo Yan tampak sangat marah atas penghinaan yang diterimanya.




Setelah Bo Yan ada di rumah ia mendapatkan kiriman barang. Itu dari Yu Xi. Betapa kecewanya dia saat melihat di dalam kotak itu adalah syal miliknya. Ya Yu Xi mengembalikannya lagi,


Esok harinya Yu Xi sudah resmi menjadi sekretaris Zhan Cheng. Wei Lian yang ingin menemui Zhan Cheng terkejut melihat Yu Xi, tapi ia juga senang “Sepertinya dia benar-benar merindukannya.” Ucap Wei Lian. Yu Xi bertanya merindukan apa? Wei Lian tak ingin memberitahunya.



Begitu masuk Wei Lian tak bisa menahan senyumnya saat melihat Zhan Cheng. Zhan Cheng merasa aneh dilihatin seperti itu. “Aku baru saja melihat Yu Xi diluar. Jadi akhirnya kau sudah memikirkannya?” Goda We Lian. Wei Lian menunggu jawaban Zhan Cheng “Kau terdiam lima detik lagi.” “Tapi..” “Tidak apa. Sebagai temanmu, aku benar-benar mengerti. Kau tak perlu mengatakan apapun.” Ucap Wei Lian.



Zhan Cheng salah tingkah, ia langsung berbicara tentang pekerjaan. Karena mereka yang kalah dalam tender jadi banyak merek yang mulai kehilangan kepercayaan pada mereka, bahkan ada yang mau bekerja sama dengan The Peak. Zhan Cheng mengerti, ia berkata akan tetap melanjutkan toko andalan mereka. Dia sudah menemukan lokasi lain yang lebih cocok.



Sementara itu di kantor Vanessa presdir Gu yang di episode pertama menemui Vanessa. Ia ingin menjual semua sahamnya di Dept Store Krystal. Vanessa heran, kenapa? Presdir Gu mengatakan hal itu normal bagi pria tua yang ingin pensiun dan menikmati hidup. Vanessa merasa aneh kenapa sampai menjual semua saham. Bukankah lebih baik hidup dengan menikmati bunga dari sahamnya? Lalu kenapa tidak menjualnya saja di bursa saham?

Direktur Gu mengatakan karena dia pendiri Krystal jadi ada ikatan secara emosional. Daripada menjualnya di bursa lebih baik mencari orang yang cocok dan bernegoisasi harga. Kemudian Vanessa bertanya kenapa memilih The Peak. Direktur Gu berkata dia percaya The Peak pasti bisa memimpin Krystal ke arah yang lebih baik. Ia pun mengatakan yang sejujurnya kalau ia merasa sangat tidak puas dengan Zhan Cheng sejak dulu. Direktur Gu menceritakan Zhan Cheng yang dia-diam membeli saham Krystal, mencuri saham dari putranya dan bersekongkol dengan pemegang saham lain untuk menyingkirkannya. Ia ingin balas dendam pada Zhan Cheng. Bo Yan tersenyum licik, mengetahui ada orang yang juga ingin menghancurkan Zhan Cheng. Vanessa dengan sopan meminta maaf pada direktur Gu, dia tidak bisa membantu. Ia mengatakan The Peak tidak akan dimanfaatkan sebagai alat untuk menyingkirkan Big City. Bo Yan tak menyangka kalau Vanessa akan menolaknya.




Saat Bo Yan mengantarkan Direktur Gu, direktu Gu bertanya kenapa The Peak tidak mau membeli Krystal. Ia merasa Vanessa terlalu muda untuk menjadi GM, dia tidak punya visi seperti ibunya. “Presdir kami tidak begitu sehat akhir-akhir ini. Besok dia akan keluar dari rumah sakit.” “Besok. Maksudmu…?” Zhan Cheng menganggukan kepalanya. “Ah.. begitu. Presdirmu dan aku sudah berteman sejak lama. Di rumah sakit mana dia dirawat?” tanya Direktur Gu. Belum sempat Bo Yan menjawab lift sudah terbuka.



Xiao Lin ada di Big City, ia ingin meminta maaf pada Wei Lian atas mulut besarnya yang akhirnya membuat Wei Lian kalah. Saat ia tengah latihan menyiapkan kata-kata yang akan dikatakannya ke Wei Lian tiba tiba saja Wei Lian berjalan ke arahnya. Ia langsung bersembunyi, gugup. Yu Xi yang kebetulan lewat melambaikan tangan pada Wei Lian dan tak di duga-duga Xiao Lin langsung menghadang Wei Lian “Kau mau kencan denganku?” tanyanya tiba-tiba. “Mau. Waktu dan tempatnya nanti kuberitahukan setelah pasti.” Kata Wei Lian menebar senyumnya. Xiao Lin tercengang begitu juga Yu Xi yang langsung menghampirinya. “Aku tak pernah tahu kau begitu berani. Wang Xiao Lin, kau hebat. Kau benar-benar mengajaknya keluar, oh Tuhan.” Ucap Yu Xi.





Mereka kemudian ngobrol tentang yang tadi. Xiao Lin sangat malu, awalnya ia ingin minta maaf tapi karena begitu gugup, kata-kata itu keluar begitu saja. “Aku mengerti, jangan terlalu dipikirkan.” Katanya tak berhenti tertawa. Xiao Lin meminta Yu Xi berhenti menertawainya. Ia tak tahu apa ang harus dilakukannya, seharusnya ia tak bergerak duluan seperti ini, “Apa Wei Lian akan membenciku?” tanyanya sedih. “Tentu tidak, dia sudah bilang iya. Itu berarti dia juga menyukaimu.” Xiao Lin kembali ceria lagi, karena Yu Xi yang mengatakannya ia percaya.



Kemudian dia ingat Yu Xi yang sekarang sudah menjadi sekretaris Zhan Cheng. “Kau menjadi perawat hinga asisten palsunya, sekarang kau menjadi sekretarisnya yang sebenarnya. Bossmu begitu baik padamu, yakan?” “Benar.” “Dia memperlakukanmu dengan sangat baik. Karena itulah kau sangat menyukainya, yakan?” “Yah, aku sangat menyukainya.” Ucap Yu Xi tak sadar kalau Xiao Lin sudah menjebaknya. Xiao Lin tertawa senang, menurutnya karena Yu Xi sudah sangat dekat dengan Zhan Cheng Yu Xi pasti mendapatkannya. “Apa maksudmu? Hentikan.” Ucap Yu Xi malu. “Maksudku bossmu. Dia pria yang baik. Sekarang matanya sudah sembuh, dia pacar yang sempurna.” Goda Xiao Lin. Xiao Lin mengingatkannya saat mereka magang perawat dulu, banyak orang yang datang dan pergi. Jadi, seharusnya Yu Xi tahu betapa pentingnya masa sekarang. Xiao Lin menyemangatinya, jika memang benar Yu Xi punya perasaan pada Zhan Cheng maka jangan menyerah. Yu Xi salah tingkah, ia meminum minumannya padahal minuman itu udah habis. Hihihi



Kini yang dibicarakan malah datang menghampiri mereka. Xiao Lin menggoda Yu Xi yang berubah menjadi sangat gugup. Ia pun meninggalkan Yu Xi dan Zhan Cheng. Setelah mereka hanya berdua Yu Xi merasa kepanasan. Zhan Cheng tentu heran melihatnya. Saat Yu Xi mengatakan hanya dia saja yang kepanasan Zhan Cheng langsung menempelkan tangannya ke dahi Yu Xi. Yu Xi langsung terdiam. “kau tidak demam.” “Tidak ada. Aku tidak demam.” katanya gugup. Ia pun beralasan akan mencari makan siang untuk menghindari Zhan Cheng.




2 comments: