February 9, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 13 part 1


Yu Xi mengatakan meskipun Zhan Cheng bilang mereka mirip tapi Zhan Cheng tahu kalau dia adalah dia dan Luo Han adalah Luo Han, mereka orang yang berbeda. Xiao Lin menggodanya, menyuruhnya cepat-cepat merespon cinta Zhan Cheng. Yu Xi jadi malu digoda terus.


Keesokan harinya Zhan Cheng membawa Yu Xi ke suatu tempat. Gara2 tak sengaja mendengar pengakuan Zhan Cheng kemarin, Yu Xi jadinya malah sangat gugup kemanapun Zhan Cheng pergi bersamanya. Zhan Cheng menyuruhnya mendekat, “Yu Xi kau tahu masa depan kita dimana?” tanya Zhan Cheng tiba-tiba.” Yu Xi terkejut, ia jadi semakin gugup. Padahal Zhan Cheng sebenarnya ingin mengatakan padanya dimana masa depan Big City. Yu Xi jadi malu, ia pikir Zhan Cheng akan menyatakan cintanya sekarang. Yu Xi udah pingin ditembak beneran ni, hahahah..


Dengan merangkulnya Zhan Cheng menunjukkan dimana letak masa depan Big City. Yu Xi sangat menyukai tempat itu, bahkan ia sudah melihat bagaimana rencana desainnya. Taman di halaman, tempat bermain di bagian atas, dan ada tempat penjagaan anak. Yu Xi sangat antusias sekali sampai2 tak sadar kalau dia memegang tangan Zhan Cheng.
“Melihat impianmu perlahan-lahan menjadi kenyataan sungguh luar biasa.”
“Aku juga sangat gembira.” Balas Zhan Cheng



Saat mau kembali ke kantor, tiba-tiba Fei Fei datang mencari Yu Xi. Ia ingin minta bantuan Yu Xi. Dengan manjanya ia minta izin pada Zhan Cheng untuk meminjam Yu Xi sebentar saja. Ternyata Fei Fei ingin membelikan pakaian untuk Yu An. Yu Xi jadi curiga melihatnya. Mereka berkeliling kesana-kemari hingga pulang dengan banyak belanjaan. Fei Fei berterima kasih pada Yu Xi sudah menemaninya. Ia tak mau Yu Xi memberitahu Yu An karena ini akan jadi kejutan untuknya. Yu Xi bertanya dengan khawatir apa Fei Fei tahu kalau Yu An sangat religius dan mendedikasikan dirinya pada gereja? Fei Fei menjawab kalau ia tahu, malah karena itulah dia mengaguminya dan menjadi sukarelawan bersamanya.





Vanessa sedang mencaribuku-buku tentang kehamilan. Sementara itu presdir Gao dan Bo Yan tengah mengahdiri rapat pemegang saham Krystal. Wei Lian sangat terkejut melihat mereka datang. Presdir Gao dengan santainya langsung duduk di kursi komisaris. Wei Lian coba mengingtakannya kalau itu kursi komisaris, dan dialah komisarisnya sekarang. Presdir Gao sama sekali tak menghiraukannya, dia hanya senyum memberikan isyarat untuk Bo Yan.



Dengan lantang Bo Yan mengatakan kalau mereka sudah mengajukan proposal untuk memberhentikan dan mengganti GM. Wei Lian terkejut, ia bertanya berdasarkan apa? “Berdasarkan fakta bahwa kami memiliki 45% saham dari Direktur Gu dan dukungan dari dewan direksi lainnya.” Jawab Bo Yan penuh percaya diri. Wei Lian khawatir langsung melihat ke arah dewan direksi. “Para hadirin, jika kalian setuju unutk memberhentikan dan mengganti Shen Wei Lian sebagai GM dari Dept Store Krystal silakan angkat tangan kalian.” Kata Bo Yan. Presdir Gao langsung mengangkat tangannya. Tapi tak ada dewan direkasi lain yang mengangkat tangan. Presdir Gao melirik ke arah salah satu dewan direksi, dewan direksi Jiang, dia juga tidak mengangkat tangan. Bo Yan bertanya pada Direktur Jiang. Tapi direktur Jiang mengatakan dia sudah memikirkannya. Menurutnya lebih penting untuk bekerjasama dengan baik bersama Big City.




Merasa dipermalukan presdir Gao langsung pergi dengan penuh amarah. Bo Yan tak terima, ia ingin menghampiri dewan direksi Jiang. Dengan sigap Wei Lian langsung menahannya. Ia berbisik pada Bo Yan “Memiliki 1.5x lipat dari harga bursa saham memang sangat menggiurkan. Tapi sepertiya tidak cukup untuk menggoyahkan keyakinan dewan direksi Jiang terhadap aku dan Zhan Cheng.” “Bagaimana kau bisa tahu soal kesepakatan itu.” tanya Bo Yan curiga. Tapi jawaban Wei Lian sangat sepele bahkan dia saja sampai tertawa saat mengatakannya. Setelah mendapat izin dari dewan direksi Jiang, Wei Lian mengatakan alasannya pada Bo Yan, “Dewan direksi Jiang, kepala sekolahku dan Zhan Cheng. Maaf.” Kata Wei Lian. Bo Yan sontak mematung tak bisa berkata apa-apa lagi. Sebelum pergi Wei Lian mengingatkannya “Sebelum kau mencapai garis akhir, jangan mengira kau sudah menang.”



Sedangkan di Big City Zhan Cheng mengadakan konferensi pers tentang rencana pembangunan toko andalan Big City. Dan secara mengejutkan, Zhan Cheng mengenalkan bahwa mitra mereka adalah Tn. Gu Zheng Bang atau direktur Gu. Presdir Gao yang melihat berita itu marah besar pada Bo Yan. “Kau menjamin kalau tidak akan ada masalah dengan yang 6%! Hasilnya? Aku tidak pernah semalu ini sebelumnya!” teriaknya. Presdir Gao marah-marah, bukan hanya mereka tak mendapat peran pimpinan di Krystal tapi uang mereka juga digunakan untuk investasi di toko andalannya Big City. “Direktur.” “Diam…kau bukan lagi pegawai The Peak. Kau dipecat!” teriak presdir Gao. Bo Yan sangat tak menyangka, dia dipecat. Dengan jalan yang lunglai ia menahan amarahnya dan keluar dari ruangan presdir Gao. Vanessa yang coba menenangkan ibunya juga kena imbas kemarahan presdir Gao.




Bo Yan mengemasi barang-barangnya. Ia mendengar rekan-rekannya yang membicarakan dirinya yang ambisius dan melakukan hal besar tapi orang yang seperti itu takkan pernah bisa lama mempertahankannya. Ia melihat security datang yang ternyata hanya untuk memastikan Bo Yan hanya membawa barang2 pribadinya.


Setelah konferensi pers-nya sukses Zhan Cheng kembali ke kantor bersama Yu Xi. Ia memuji Yu Xi yang melakukan semuanya dengan baik kecuali satu hal. Yu Xi jadi takut. Satu hal itu adalah sepatu Yu Xi yang rusak. Zhan Cheng menyuruhnya duduk. Ragu-ragu ia menuruti Zhan Cheng. Zhan Cheng lalu berlutut di hadapan Yu Xi, melepas sepatu Yu Xi dan mematahkan heels sepatu Yu Xi yang satunya lagi. Yu Xi tesentuh dengan apa yang Zhan Cheng lakukan, ia berterima kasih padanya. Tapi Zhan Cheng berkata itu hanya sementara. Lalu?



Kemudian Zhan Cheng membawanya ke toko sepatu. Yu Xi mencobanya dan bertanya pada Zhan Cheng apa ini menurutnya cantik? “Sangat cantik.” jawabnya menatap Yu Xi bukan liat sepatunya. Yu Xi jadi malu, “Boss, aku bilang soal sepatunya.” Zhan Cheng pun langsung ngelihat sepatu Yu Xi dan bilang sepatunya juga cantik. HahaHa



Zhan Cheng akan membayar sepatunya, tapi Yu Xi melarang ia bilang ia bisa membayarnya. Karena Zhan Cheng tidak mau maka Yu Xi memberinya koin dan memaksa Zhan Cheng untuk menerimanya. Setelah Yu Xi pergi datanglah Wei Lian nyamperin Zhan Cheng. Ia melihat Yu Xi yang tadi memberi Zhan Cheng koin dan berpikir kalau Yu Xi masih percaya takhyul. “Dia bersikeras ingin membayar. Sepertinya dia tidak ingin meninggalkanmu.” Goda Wei Lian. Melihat Zhan Cheng yang tidak mempercayainya Wei Lian pun beralih ke soal pekerjaan. Ia memberitahu Zhan Cheng ekspresi kagetnya Bo Yan dan tatapan mematikan presdir Gao tadi. Menurutnya Bo Yan takkan bertahan di The Peak.




Vanessa tengah meminum obatnya. Bo Yan yang lewat kemudian memutuskan untuk masuk. Ia bertanya apa Vanessa sakit. Vanessa berkata ia tidak apa-apa. Bo Yan mengingatkannya, seberapapun sibuknya, Vanessa harus menjaga dirinya sendiri. Ia mengucapkan terima kasih pada Vanessa, karena selama ini Vanessa sudah menjaganya. Bo Yan lalu mengembalikan kunci mobil yang diberikan Vanessa waktu itu. “Jaga dirimu.” Ucap Vanessa terakhir kalinya.



Fei Fei sampai di gereja dengan membawa belanjaannya. Ia berhenti dan memperhatikan Yu An dengan serius yang tengah bersama jemaatnya. Setelah itu Fei Fei langsung memberikan belanjaannya untuk Yu An. Tapi Yu An tak bisa menerimanya. Fei Fei bertanya kenapa? Apa Yu An tidak suka, kalau begitu ia akan menukarnya dengan yang Yu An suka. Maksud Yu An bukan begitu, karena seorang pendeta haruslah hidup sederhana. Fei Fei mengatakan itu hanya kaos pasangan jadi tak masalah. Ia menyuruh Yu An untuk melihatnya dulu. Tapi Yu An yang gak ngeh kalau itu untuknya malah berkata dia tahu kalau Fei Fei tak peduli dengan uang tapi mubazir membeli dua kaos yang sama. Fei Fei kesal dibuatnya. Ia berkata apa Yu An tak bisa lihat ukurannya yang besar, ini untuk laki-laki. Yu An tetap gak paham maksud Fei Fei, ia menyuruh Fei Fei mengembalikannya saja. “Jika kau tak mau bajunya, kau rus saja sendiri!” ucapnya marah meninggalkan Yu An.




Zhan Cheng yang lagi ada di parkiran terkejut melihat Bo Yan yang berdiri menghalangi mobilnya saat ia akan melaju. Bo Yan menatapnya dendam. Zhan Cheng pun keluar dan Bo Yan langsung menghantamnya tapi tangannya hanya bergetar tak mengenai Zhan Cheng. Zhan Cheng tersenyum melihatnya, “Tidak buruk. Kau masih tetap rasional. Sudah kubilang, aku akan membuatmu kehilangan segalanya. Aku pasti menepati janjiku.”



“Fang Zhan Cheng. Kau memanfaatkan Gu Zheng Bang, saingan lamamu untuk membodohiku. Kau sungguh hina.”
Zhan Cheng tertawa, “Tak ada musuh abadi dalam bisnis. Tn. Gu dan aku bekerjasama, itu adalah bisnis. Sedangkan kau, terus memanfaatkan Yu Xi untuk mencapai tujuanmu. Kaulah yang hina!” balas Zhan Cheng.
Bo Yan berkata dia hanya membuat Yu Xi melihat harganya.Entah dia berpendapat atau tidak, itu semua plihannya. Tak ada hubungannya dengannya.



“Sebenarnya aku juga sudah memberimu pilihan. Kau tak seharusnya menyarankan Tn. Gu bertemu dengan presdir Gao, tapi kau melakukannya. Kau bisa berhenti di saham yang dibeli, tapi kau tidak. Semua itu pilihanmu. Begitu juga, tak ada hubungannya denganku. Sebenarnya kau bisa menggunakan metode yang lebih baik dan mengetahui kerjasama antara aku dan Tn. Gu. Tapi..karena keserakahan dan ambisimu dan kebencianmu padaku kau membuat pilihan buruk yang membuatmu gagal hari ini.” jelas Zhan Cheng

“Benar. Kali ini aku kalah. Tapi mengenai Yu Xi, Fang Zhan Cheng, kau masih belum menang.” Bo Yan menatapnya tajam, “Aku tidak akan menyerah” Ucapnya lalu pergi meninggalkan Zhan Cheng.



3 comments: