February 15, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 14 part 2


Mama Chen sudah siap mempaking semua barang2 nya untuk kembali ke Lembah Bersayap. Tak lama kemudian Zhan Cheng dan Yu Xi pulang. Mama Chen langsung mengajak Yu Xi kembali ke rumah mereka. Yu Xi merasa ini begitu cepat, dia masih mau bersama Zhan Cheng. “Baiklah. Bagaimana kalau aku meminta pekerjanya untuk menghancurkan atap kita dan memperbaikinya lagi?” tanya mama Chen bercanda. “Ide bagus, pastikan atapnya tidak bocor lagi.” Tambah Yu Xi.


Mama Chen berterima kasih pada Zhan Cheng yang sudah mengijinkan mereka tinggal di rumahnya dan atas semua yang sudah Zhan Cheng lakukan untuk mereka. Zhan Cheng berkata sudah sepantasnya dia melakukan itu dan dia meminta mulai sekarang mama Chen bisa memanggilnya Zhan Cheng saja bukan Tn. Fang. Melihat tangan mereka yang saling bergenggaman, mama Chen menyuruh Yu Xi tinggal di rumah Zhan Cheng saja kalau mereka sama2 tidak rela. Hihihi.. Yu Xi langsung memeluk mama Chen, tentu saja ia akan pulang. Zhan Cheng pun mengantarkan mereka pulang.




Setibanya di rumah, mama Chen dan Yu Xi langsung bersih2. Yu Xi kasihan melihat mama Chen yang tampak lelah, ia menyuruh mama Chen duduk dan memijatnya. Mama Chen diam saja, menahan air matanya. Yu Xi jadi heran melihat ibunya itu yang tak mengatakan apapun. Saat Yu Xi berpaling ke arahnya mama Chen pura-pura bertanya kenapa Yu Xi memijatnya, apa karena Yu Xi mau tinggal dengan Zhan Cheng? Yu Xi berkata itu tidak mungkin. Dia tulus ingin memijat mama Chen.



Yu Xi kemudian berkata pasti berat untuk mama Chen mengurus mereka berdua sendirian. Meskipun mereka tidak punya banyak uang, sejak kecil dia dan Yu An punya segalanya yang dimiliki orang lain. Yu Xi lalu memeluk mama Chen, “Selama ini kau tak pernah mengeluh pada kami. Kapanpun kau melihat kami, kau selalu tersenyum. Bu, terima kasih. Terima kasih sudah membesarkan kami dengan baik.” Mama Chen akhirnya menangis dan gantian memeluk Yu Xi.




Esok harinya, Zhan Cheng dan Yu Xi pergi bermain bowling. Zhan Cheng memberitahu Yu Xi kalau tali sepatunya lepas. Melihat Yu Xi yang mengikat tali sepatunya seperti itu, Zhan Cheng pun mengajarinya cara mengikatnya agar tidak mudah lepas. Bukannya memperhatikan cara Zhan Cheng mengikat tali sepatu, ia malah tersenyum memandangi Zhan Cheng. Zhan Cheng menyuruhnya mengikat tali yang satunya lagi tapi ia tidak bisa melakukannya karena dari tadi tak memperhatikan. Yu Xi meminta Zhan Cheng melakukannya sekali lagi dan dia sendiri malah semakin asyik memandangi Zhan Cheng.




Yu Xi memuji Zhan Cheng yang hebat sekali, ia merasa tak ada yang sulit untuk Zhan Cheng. Zhan Cheng menyuruhnya berhenti berkata manis, ia tahu Yu Xi tak memperhatikan. Dengan manjanya Yu Xi mengatakan kalau Zhan Cheng kan selalu ada untuk melakukannya. Zhan Cheng ingin marah, tapi Yu Xi langsung mencium pipi Zhan Cheng dan berlari pergi. Zhan Cheng tersenyum memegang pipinya.




Kemudian Zhan Cheng mengajarinya bermain bowling. Dalam sekali lemparan Zhan Cheng langsung strike. Sedangkan Yu Xi hanya kena satu dan malah tidak kena sama sekali. Saat yang terakhir Yu Xi melemparnya dengan ogah-ogahan, tapi ternyata hasilnya strike. Mereka berdua langsung berteriak kegirangan. Lalu mereka lanjut jalan-jalan dan tidak lupa mengabadikannya. Kencan yang benar-benar bahagia.





Sesampainya di rumah, Zhan Cheng memasak makan malam untuk mereka. Yu Xi tak menyangka Zhan Cheng juga jago memasak ditengah kesibukannya. Zhan Cheng berkata hanya karena dia sibuk bukan berarti dia tak bisa. Yu Xi lalu bertanya apakah dia boleh membantu? Tapi Zhan Cheng tidak mengijinkannya karena mereka sudah sepakat dia yang akan memasak. Yu Xi merasa bosan sekali kalau hanya duduk dan melihat. Ia memeluk Zhan Cheng dari belakang dan memohon padanya untuk ikut membantu juga. Zhan Cheng tak bisa menolak lagi dan membiarkan Yu Xi membantunya.



Tak lama berselang lampu tiba-tiba mati. Yu Xi yang sangat takut gelap langsung berhambur ke pelukan Zhan Cheng. Zhan Cheng menenangkannya. Ia meminta Yu Xi menutup mata dan menarik nafas. Saat Yu Xi kembali membuka matanya ia kaget mengetahui wajah mereka yang sangat dekat. Tanpa menatap Zhan Cheng Yu Xi berkata dia sudah lebih baikan. Zhan Cheng mulai mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Yu Xi cepat. Tapi setelah itu mereka berciuman lama.




Sementara itu di gereja Fei Fei masih membantu Yu An bersih2. Yu An teringat saat Fei Fei yang memaksanya memakai sweater pasangan, Fei Fei yang berkata akan menjaganya saat kakinya terluka, dan ucapan Fei Fei saat membantunya menyapu. Yu An sadar kalau sebenarnya Fei Fei menyukainya. Ia lalu mengajak Fei Fei bicara. Fei Fei bertanya ada apa. Kenapa Yu An kelihatan serius sekali? Yu An memantapkan dirinya. Ia mengatakan kalau sebenarnya Fei Fei tak perlu datang ke acara gereja setiap waktu. Jika dia menghabiskan waktunya di acara gereja itu akan mempengaruhi kehidupan sehari-harinya. Fei Fei merasa tidak begitu, ia benar-benar menikmati acara gereja dan senang menjadi sukarelawan. Datang ke gereja sama sekali tidak mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Tapi maksud Yu An bukan begitu. Seharusnya Fei Fei lebih banyak menghabiskan waktu untuk berteman. Fei Fei berkata Yu An adalah temannya dan dia senang bersama Yu An. Yu An mengingatkannya kalau dia adalah pendeta yang mengabdikan hidupnya untuk Tuhan . Ia berharap ini hanya imajinasinya, tapi jika itu benar maka dia benar-benar minta maaf. “Aku tak bisa menjawab perasaanmu padaku.” Kata Yu An. “Imajinasi apa? Bagaimana kalau benar? Apa aku pernah bilang aku menyukaimu? Apa aku pernah bilang padamu? Apa aku pernah memintamu menjawab perasaanku? Chen Yu An, kau mimpi.” Teriak Fei Fei marah lalu pergi meninggalkannya.



Fei Fei ada di sebuah restoran. Tak lama Yu Xi dan Zhan Cheng datang. Fei Fei mengira kalau Yu Xi datang sendirian, ia pun meminta Zhan Cheng balik duluan karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Yu Xi. Setelah Zhan Cheng pergi Fei Fei tak tak tahan lagi membendung air matanya, ia menangis. “Jangan khawatir. kau bisa bilang apapun padaku.” Kata Yu Xi menenangkannya. Fei Fei langsung mengatai Yu An yang benar-benar idiot. Yu Xi yang tahu ini menyangkut hubungan mereka meminta Fei Fei pelan-pelan saja dan beritahu padanya apa yang terjadi.



“Aku tidak mengatakan apapun tapi kenapa dia menyinggungnya? Aku tak pernah bilang padanya kalau aku menyukainya dan tak pernah memintanya untuk menerimaku. Jadi, kenapa dia bilang dia tak bisa menjawab perasaanku?” ungkap Fei Fei sedih. Yu Xi bertanya apa Fei Fei benar-benar menyukai Yu An? Tapi Yu An adalah seorang pendeta. Fei Fei juga tahu itu. Lalu kenapa? Dia suka pada Yu An itu adalah urusannya, bukan urusan Yu An. Yu An masih tetap bisa menjadi pendeta. Sebelumnya, semuanya baik-baik saja, kenapa tiba-tiba dia bilang dia tak bisa menjawab perasaanku? Yu Xi paham kalau Yu An sudah tahu Fei Fei suka padanya. Fei Fei tak peduli Yu An tahu atau tidak tapi Yu An tak perlu mengatakan hal itu di depannya.
“Dia memang idiot. Aku membencinya. Aku sangat membencinya. Aku tak mau melihatnya lagi.” Marahnya sambil menangis . Yu Xi memeluk Fei Fei dan menghapus air matanya.



Keesokannya di Big City, Yu Xi lagi bersama Zhan Cheng. Yu Xi menelpon Fei Fei yang sudah lebih baik dari kemarin. Tak lama mereka melihat Ya Ti dan ayahnya. Ternyata Ya Ti ingin mempromosikan biskuitnya di Big City. Yu Xi pergi mengantarkannya dan tinggalah Zhan Cheng dan ayah Ya Ti berdua. Ayah Ya Ti berterima kasih pada Zhan Cheng yang saat itu sudah membawa Ya Ti ke rumah sakit saat Ya Ti tiba-tiba sakit di Taipei. Zhan Cheng mengatakan kalau itu Yu Xi. Ayah Ya Ti tetap berterima kasih.


Zhan Cheng menanyakan bagaimana keadaan Ya Ti sekarang. Ayah Ya Ti berkata kalau Ya Ti baik-baik saja. Tapi orang yang pernah transplantasi jantung cenderung lebih lemah. Zhan Cheng terkejut mendengar Ya Ti yang pernah transplantasi jantung. Ayahnya membenarkannya, jika dingat-ingat lagi operasinya hampir saja gagal. Tapi dia sangat beruntung. Ayah Ya Ti menceritakan saat 2 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 20 November. Disaat itu seluruh Yilan padam listrik. Ya Ti sedang menunggu donor jantung yang dikirim dari Taipei. Tapi karena listrik padam, ia pikir tak ada cara untuk menyelesaikan operasinya, untunglah rumah sakit bisa mengatasi hal itu.

Zhan Cheng teringat saat Ya Ti memberi nama biskuit itu Edelweiss, Ya Ti yang bahkan merasa sangat akrab dengan kalungnya dan merasa mereka sudah saling kenal saat pertama kali bertemu. Zhan Cheng menanyakan gol darah Ya Ti. Ayahnya berkata gol darahnya AB, sama seperti dirinya. Sekarang Zhan Cheng benar-benar yakin kalau Ya Ti mendapat donor dari Luo Han.



Ya Ti sudah selesai mempromosikan biskuitnya. Yu Xi menyemangatinya karena biskuit Ya Ti rasanya lebih enak, apalagi kemasan biskuitnya sangat menarik, pasti pelanggan mereka akan menyukainya. Zhan Cheng hanya diam saja memperhatikan Ya Ti. Ya Ti merasa kalau Zhan cheng kelelahan. Yu Xi pun memberitahu kalau Zhan Cheng orang yang gila kerja. Karena Ya Ti akan datang lagi besok untuk rapat, Yu Xi menawarkan untuk menginap di rumahnya. Ayah Ya Ti menolak, mereka sudah memesan hotel. Tapi Yu Xi memintanya menginap di rumahnya jika Ya Ti datang lagi. Zhan Cheng terus memandangi Ya Ti serius.



Malamnya, Wei Lian memberikan informasi yang Zhan Cheng inginkan. Itu adalah berita tentang pedaman listrik di Yilan yang tepat dengan hari meninggalnya Luo Han.
“Wei Lian. Kau mungkin mengira aku gila. Tapi aku benar-benar merasa kalau jantungnya Luo han ada di dalam tubuhnya Ya Ti.”
“Kau benar-benar gila. Fang Zhan Cheng, kau yakin kau tidak bercanda?”
“Ya Ti dibawa ke ruang operasi tanggal 20 November, jam 11 malam. Sedangkan malam itu, Luo Han meninggal jam 8:10. Jadi, ada kemungkinan jantungnya yang dikirimkan ke Yilan untuk transplantasi.” Analisa Zhan Cheng. Tapi Wei Lian berpendapat kalau itu belum tentu jantungnya Luo Han. Zhan Cheng memberitahu kalau Ya Ti dan Luo Han punya gol darah yang sama, bahkan Ya Ti juga membuat biskuit dengan rasa dan nama yang sama. Wei Lian menduga karena itu jantungnya Luo Han maka Ya Ti bisa membuat biskuit itu, berarti jantung itu pasti masih punya perasaan pada Zhan Cheng.



Besoknya di Big City saat Zhan Cheng menjelaskan apa yang harus Yu Xi lakukan dalam rapat nant,i tiba tiba ia melihat Ya Ti yang berjalan terhuyung-huyung. Zhan Cheng langsung mengejarnya dan membantunya duduk. Yu Xi memeriksa keadaannya. Zhan Cheg bertanya khawatir apa Ya Ti tidak apa-apa. Ya Ti berkata ia baik-baik saja, dia hanya merasa sedikit pusing. Yu Xi melihat ayah Ya Ti tidak ikut bersamanya. Ya Ti mengatakan ayahnya ada penumpang dan akan menjemputnya nanti. Karena kondisi Ya Ti yang seperti itu Zhan Cheng meminta Yu Xi untuk menemaninya dalam rapat.



Setelah itu Yu Xi menemui Zhan Cheng. Zhan Cheng ingin mengatakan sesuatu padanya. Yu Xi heran kenapa begitu serius. Apa terjadi sesatu? Zhan Cheng berkata mungkin Yu Xi takkan percaya dengan apa yang akan dikatakannya, tapi menurutnya itu benar kalau pendonor jantung Ya Ti adalah Luo Han. Yu Xi bertanya apa maksud Zhan Cheng jantung Luo Han ada di dalam tubuhnya Ya Ti? Zhan Cheng berkata ia sudah mengkonfirmasinya. Ya Ti dioperasi di hari yang sama dengan hari meninggalnya Luo Han. Zhan Cheng mengingatkan Yu Xi saat Ya Ti yang berkata ia tidak tahu bagaimana dia bisa membuat biskuit yang sama dengan Luo Han dan nama biskuit mereka yang sama. Yu Xi tercengang, “Bagaimana bisa ada kebetulan seperti itu di dunia ini?”



4 comments: