February 17, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 15 part 1


Zhan Cheng bertanya apa Yu Xi tak percaya padanya? Yu Xi percaya. Dia tak mengira ikatan antara dirinya dengan Ya Ti begitu kuat. Pantas saja dia merasa sangat dekat dengan Ya Ti saat pertama kali bertemu. Yu Xi bertanya apa Ya Ti tahu soal ini? Zhan Cheng tidak berencana memberitahunya, karena mungkin bisa mengganggu hidup Ya Ti. Zhan Cheng menggenggam tangan Yu Xi, ia berkata ingin menjaga Ya Ti dan membantunya tanpa mengganggu kehidupan Ya Ti.
Yu Xi membolehkannya. Ya Ti adalah teman baik mereka, lagipula jantung kakaknya ada di dalam tubuh Ya Ti. Pantas bagi mereka untuk menjaganya. Zhan Cheng berterima kasih pada Yu Xi, tapi Yu Xi berkata dialah yang seharusnya berterima kasih pada Zhan Cheng.


Bo Yan menunggu Vanessa di The Peak. Ia ingin mengembalikan syal Vanessa yang tertinggal di rumahnya. Setelah menerimanya Vanessa pun pergi, tapi Bo Yan yang tahu kalau Vanessa belum makan langsung menarik tangannya, membawa Vanessa ke sebuah restoran. Vanessa bertanya kenapa Bo Yan malah membawanya kemari? Dia harus bekerja. Bo Yan mengatakan kalau Vanessa sedang hamil sekarang, jadi harus makan dengan teratur. Lalu ia memanggil waitress dan meminta waitress itu menyiapkan makanan yang bagus untuk ibu hamil, karena dia tak tahu apa yang boleh dan tidak boleh untuk dimakan.




Waitress itu berkata pada Vanessa, memuji kalau suaminya (Bo Yan) sangat perhatian. Mereka jadi sedikit canggung. Vanessa berkata kalau sekretarisnya sudah membelikannya makan siang. Bo Yan yang tadi mendengar sekretaris Vanessa membawakan sushi mengingatkannya kalau sekarang Vanessa tak boleh makan makanan mentah. Karena Vanessa yang sudah memutuskan untuk melahirkan bayi ini, maka dari itu dia harus menjaga dirinya sendiri dan pola makannya. Kemudian waitress datang menyiapkan makanan2 sehat. Dengan perhatiannya Bo Yan meletakkan makanan itu di piring Vanessa. Vanessa heran melihat semua perlakuan Bo Yan ini.



Ya Ti baru saja selesai rapat. Zhan Cheng menawarkan padanya untuk membuka counter biskuit sendiri di Dept Store mereka. Yu Xi menyuruhnya katakan ya saja, tapi Ya Ti tidak percaya diri dengan biskuitnya. Ia takut nantinya orang2 tidak akan suka. Yu Xi meyakinkannya kalau Zhan Cheng melakukan itu karena Zhan Cheng yakin pada Ya Ti. Akhirnya Ya Ti setuju untuk membuka counternya sendiri.


Di Lembah Bersayap, Yu Xi dan mama Chen sedang menyiapkan makan malam. Mama Chen tampak sangat senang. Yu Xi berkata kalau ini bukan pertama kalinya Yu An akan pulang, jadi kenapa mama Chen senang sekali? Mama Chen tak menanggapinya. Tak lama Yu An pun datang. Mama Chen langsung berlari menyambutnya. Tapi alangkah kecewanya mama Chen saat tak melihat Fei Fei datang bersama Yu An, padahal mama Chen sudah memasakkan paha ayam, kesukaan Fei Fei.


Mama Chen meminta Yu An memberitahunya kalau Fei Fei akan datang lain kali. Dia akan memasakkan paha ayam lagi. Yu An berkata kalau sepertinya Fei Fei takkan datang lagi. Mama Chen kaget, apa mereka bertengkar? Melihat Yu An yang diam saja, mama Chen memarahinya untuk lebih toleran sedikit. Yu An ingin menjelaskan yang sebenarnya tapi ia tak bisa. Melihat itu Yu Xi berkata pada mama Chen kalau anak muda selalu meributkan hal2 yang sepele. Itu sangat normal. Ia yakin Fei Fei pasti akan datang setelah dia lebih tenang.



Setelah itu Yu Xi dan Yu An berbicara di luar. Yu An tak menyangka kalau ibu mereka sangat menyukai Fei Fei, bahkan mama Chen juga sangat kecewa saat tak bisa bertemu dengannya. Yu Xi diam saja, tak tahu ingin berkata apa. Melihat Yu Xi yang diam begitu, Yu An bertanya ada apa. Yu Xi pun mengatakan yang sebenarnya, kalau mama Chen sangat berharap setelah Yu An sembuh dan sehat kembali Yu An bisa bertemu dengan gadis yang disukainya. Lalu menikahinya, punya anak, dan punya keluarga sendiri.
Mama Chen tak pernah menyinggung hal ini, karena setelah Yu An sembuh Yu An bilang kalau Yu An ingin menjadi pendeta. Jadi, mama Chen tak punya kesempatan untuk membicarakannya. Tapi mama Chen takkan menghalangi Yu An. Yang mama Chen inginkan adalah membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Mama Chen ingin mereka bahagia. Dia memilih menyimpan semua kesedihannya sendiri daripada memaksa mereka melakukan keinginannya. Mama Chen kemudian datang membagikan jeruk untuk dan mereka memakannya bersama.




Esoknya di Big City, Yu Xi memberitahu Zhan Cheng tentang stasiun Tv yang ingin melakukan wawancara dengannya, tapi Zhan Cheng langsung menolak. Yu Xi mencoba membujuk Zhan Cheng. Dia tahu kalau Zhan Cheng tidak suka menonjolkan diri, tapi konstruksi toko andalan mereka sudah dimulai. Jadi, jika Zhan Cheng melakukan wawancara ini, bukan hanya membawa perhatian untuk toko mereka tapi Zhan Cheng juga bisa meningkatkan perhatian orang pada Big City. Yu Xi yakin wawancara ini memberi hasil hasil 2x lipat.
Zhan Cheng menatapnya serius. Yu Xi berpikir Zhan Cheng akan memarahinya, jadi ia langsung menutup mulut. Tak tahunya Zhan Cheng malah setuju. Ia merasa tak ada alasan untuk berkata tidak. Sudah waktunya dia untuk berubah. Yu Xi sangat senang dan langsung pergi untuk mengabari stasiun Tv-nya. Tapi ia balik lagi memperingatkan Zhan Cheng untuk memakai kaca mata hitam saat wawancara nanti. Kalau tidak, semua orang akan tertarik padanya. Bahaya! Yu Xi tertawa malu dan cepat2 menutup pintu. Zhan Cheng juga tertawa dan mengacai dirinya di laptop sambil senyam-senyum. Tapi kemudian ia sadar apa yang dilakukannya dan kembali bekerja.




Yu Xi menerima telpon dari Ya Ti yang akan menginap di rumah Yu Xi. Yu Xi senang sekali dan mengajak Ya Ti pulang bersama. Setelah sampai di rumah, Yu Xi mengenalkan Ya Ti pada mama Chen sebagai teman baik dari motel yang sering dia ceritakan. Mama Chen senang bisa bertemu dengan Ya Ti dan memujinya sangat cantik.



Malamnya, Yu Xi memakai masker dan mama Chen melakukan perawatan benang padanya. Ya Ti heran melihat Yu Xi yang teriak kesakitan begitu,ia pun melihatnya dari luar. Yu Xi menyuruhnya masuk. Mama Chen menawarkan padanya untuk mencoba perawatan benang ini. Dia sangat jago. Ya Ti takut, dia belum pernah melakukannya. Tapi setelah Yu Xi mebujuknya dia akhirnya mau juga. Dan mereka bertiga dengan lucunya menggunanakan masker sambil berselfie ria.




Keesokannya Yu Xi dan keluarga Zhan Cheng tengah memetik sayuran bersama. Melihat Yu Xi dan Zhan Cheng yang sudah sangat dekat, paman merencanakan sesuatu untuk mereka. Fei Fei tidak mau, takutnya ayahnya itu malah memperburuk situasi. Paman yakin, dia akan menunjukkan pada mereka bagaimana hari ini selesai.



Paman kemudian memanggil Yu Xi. Setelah mereka berlima duduk di satu meja, paman langsung menyodorkan sebuah kotak cincin pada Yu Xi sebagai lambang restu untuk mereka. Saat Yu Xi membukanya, ternyata itu adalah sebuah cincin berlian. Yu Xi tak bisa menerimanya, karena itu terlalu mahal. Paman mengatakan hanya cincin berlianlah yang melambangkan cinta sejati. Karena itu dia membelinya. Lagipula itu sangat cocok sebagai cincin pertunangan untuk mereka nanti. Zhan Cheng dan Yu Xi saling melirik canggung. Melihat mereka yang seperti itu ibu Zhan Cheng menyuruh paman berhenti. Fei Fei juga kesal melihat ayahnya. Bagaimana bisa ayahnya itu menggantikan kakaknya melamar Yu Xi.

“Aku hanya memberi isyarat. Jika aku itu dia, aku akan bilang ‘Chen Yu Xi, nikahi aku’.” Kata paman keceplosan. Yu Xi terkejut, paman langsung meralat ucapannya, “Maksudku, nikahi Zhan Cheng, anakku.” Hahaha, paman ini lucu banget, dia malah maksa mereka untuk cepat nikah.
Paman merasa kalau hubungan mereka sudah jauh. Jadi, jika Zhan Cheng melamar Yu Xi sekarang, mereka akan mendukung sepenuhnya. Karena suasana sudah semakin canggung, ibu Zhan Cheng pun mengajak mereka semua makan. Tapi paman tetap keukeuh meminta Yu Xi harus memakain cincinnya dulu.





Saat mereka makan, paman masih saja tak berhenti. Dia menyuruh Yu Xi untuk lebih banyak makan sayuran dan sup ayam seperti ini. Dia memesannya spesial untuk Yu Xi karena sangat bergizi bagi wanita. Juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan proses metabolisme. Yu Xi berterima kasih atas perhatian paman.


Fei Fei bertanya pada ayahnya, kenapa ayahnya mesti menyebutkannya secara spesifik begitu? Paman berkata apa tidak cukup jelas? Dia menyuruh Fei Fei untuk melihat Zhan Cheng dan Yu Xi.

“Bagaimana menurutmu? Pasangan serasi, kan? Jelas mereka punya gen yang bagus. Jadi, mereka harus secepatnya mengoper gen mereka ke generasi selanjutnya. Jika sekarang aku memberi mereka banyak nutrisi, segera mereka akan memproduksi generasi mereka yang selanjutnya. Lalu setelah dia melahirkan…”



Fei Fei cepat2 menghentikan ayahnya. Ia merasa kalau ayahnya itu terlalu buru-buru. Baru saja dia melamar Yu Xi untuk kakaknya, sekarang malah mau menyuruh mereka membuat bayi? Kali ini gantian ibu yang menghentikan Fei Fei. Ibu menyuruh paman berhenti memalukan Zhan Cheng dan Yu Xi dan biarkan saja mereka makan . Tapi paman masih tidak puas, “Zhan Cheng. Sayurnya, sup ayam?” bisiknya pada Zhan Cheng. Fei Fei kesal melihatnya dan paman langsung memukul mulutnya yang ember. Tapi setelah itu, ibu Zhan Cheng malahmemberikan sayuran yang sangat banyak untuk paman. Paman kesal, “Aku bukan babi, kau tahu?” Hahaha, gak bisa berhenti ketawa liat scene ini. Apalagi liat tingkah paman yang lucu begitu.




Yu Xi berterima kasih atas makan siang hari ini. Ibu Zhan Cheng memintanya tak perlu sungkan begitu dan meminta Yu Xi untuk tidak mempedulikan ucapan paman yang terlalu berterus terang. Mereka akan pulang duluan dan sebelum pulang paman masih sempatnya berkata pada Yu Xi kalau Yu Xi benar-benar harus mempertimbangkan apa yang mereka katakan tadi. Karena Zhan Cheng hari ini tak ada rapat, ia pun mengajak Yu Xi jalan-jalan bersamanya.




Hujan turun dengan sangat deras. Zhan Cheng dan Yu Xi langsung berlari untuk menepi. Yu Xi meminta Zhan Cheng untuk masuk ke dalam sedikit, kalau tidak dia akan kebasahan. Zhan Cheng berkata tidak apa. Yu Xi khawatir kalau nanti Zhan Cheng akan sakit. Zhan Cheng tidak masalah, dia hanya mau Yu Xi tetap kering. Yu Xi sibuk melindungi kepala Zhan Cheng yang tidak mendengarkannya sama sekali. “Chen Yu Xi, bisakah kau tenang sebentar?” kata Zhan Cheng. Yu Xi protes kalau Zhan Cheng sudah basah. Zhan Cheng langsung menghentikan Yu Xi dengan ciumannya. Dan mereka berciuman ditengah derasnya hujan.



Tepat saat itu paman lewat dan tiba-tiba mengerem mendadak. Lalu kemudian mereka melihat Zhan Cheng dan Yu Xi yang berciuman. Mereka langsung mentupi mata Fei Fei. Fei Fei berkata ia sudah 20 tahun. Paman iri dengan Zhan Cheng dan Yu Xi yang sangat romantis. Ia merasa senang karena sebentar lagi mereka akan jadi nenek dan kakek. Ibu tidak ingin mengganggu mereka dan menyuruh paman jalan dengan pelan-pelan saja. Paman menurutinya dan beneran jalan dengan sangattt pelan. Hihihih



3 comments:

  1. So sweet bgt 😁
    Kira2 mereka nikah ga yaa hehe
    Penasaran
    Makasi mbak sinopnya ....

    ReplyDelete
  2. Ayo lnjut mba sinopnya..semangaaat

    ReplyDelete
  3. Zang cheng romantis nya d saat hujn lanjutvtrs mbak,,,fighting

    ReplyDelete