February 18, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 15 part 2


Bo Yan membawa Vanessa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Vanessa bertanya apa maksud Bo Yan melakukan ini? Bayi ini miliknya dan tak ada urusannya dengan Bo Yan. Bo Yan tahu, bayi itu memang tak ada urusannya dengannya. Dia juga tak bertanggung jawab atas masa depannya, karena masa depannya ada di tangan Vanessa. Tapi itu tanggung jawabnya untuk ada di sisi Vanessa hingga bayi ini lahir.


Vanessa masih tak mengerti kenapa Bo Yan melakukan ini. Bo Yan berkata itu sama seperti dirinya yang tak mengerti kenapa Vanessa mempertahankan bayi ini. Vanessa tidak peduli, menurutnya bayi ini punya hak untuk hidup dan dia juga yakin dia bisa menjaganya. Karena Vanessa sudah memutuskan untuk memiliki bayi ini, Bo Yan memohon untuk memberikannya tubuh yang sehat. Bo Yan berdiri dan mengulurkan tangannya pada Vanessa, tapi Vanessa pergi begitu saja.


Vanessa senang melihat calon bayinya di USG. Ia tersenyum melihat ke arah Bo Yan, tapi Bo Yan tidak melihatnya karena fokus dengan hpnya. Vanessa mengulum senyumnya kembali, sepertinya ia berharap kalau Bo Yan juga melihat bayi mereka.




Setelah itu dokter memberitahu apa saja yang harus Vanessa makan selama hamil dan mengingatkannya untuk tidak terlalu capek. Bo Yan dengan setia menunggui Vanessa, bahkan ia juga mencatat semua hal yang dikatakan dokter. Ia akan membuatnya menjadi file dan akan ia berikan untuk Vanessa. Vanessa langsung bertanya padanya, apa dia melakukan ini semua karena ingin kembali ke The Peak? Bo Yan tidak menampiknya, dia memang ingin kembali ke The Peak. Tapi ia juga tahu kalau melakukan semua ini takkan membuatnya kembali kesana. Dia hanya merasa, kalau inilah yang memang seharusnya ia lakukan (mempedulikan Vanessa). Vanessa sedikit terkejut tapi ia juga tak menolak Bo Yan yang akan mengantarnya kembali ke kantor.



Yu Xi yang akan pergi mandi tiba-tiba dipanggil Ya Ti. Ya Ti ingin meminjam tip-ex miliknya . Yu Xi menyuruhnya ambil sendiri saja di laci. Ya Ti pun pergi mengambil tip-ex itu. Ia menemukan tip-ex nya, tapi kemudian ia melihat foto ultah Luo Han. Ia mengira itu foto Yu Xi, tapi saat ia membaliknya tertulis disana Wei Lian, Luo Han dan Zhan Cheng. Ya Ti ingat kalau Luo Han adalah tunangan Zhan Cheng. Ia pun melihat foto itu sekali lagi. Ya Ti bertanya-tanya bagaimana bisa Luo Han sangat mirip dengan Yu Xi? Apa jangan-jangan mereka kembar?


Ya Ti mengingat kedekatannya bersama Yu Xi dan ia yang sudah menganggap Yu Xi seperti adiknya sendiri. Ya Ti seperti tersadar akan sesuatu, tapi kemudian beralih dengan dirinya yang tengah berdiri di luar. Yu Xi menghampirinya, mengira Ya Ti tak bisa tidur. Tatapan Ya Ti berubah sendu saat melihat Yu Xi. Seperti ragu-ragu, ia bertanya pada Yu Xi apakah ia boleh tidur bersama Yu Xi malam ini? Yu Xi dengan senang hati membolehkannya.


Yu Xi sudah tertidur duluan. Dengan penuh kasih sayang Ya Ti menyelimuti Yu Xi dan menepuk-nepuknya. Ya Ti lalu memegang dadanya, “Jangan khawatir. Aku pasti menjadi kakak yang baik, menggantikanmu. Aku berjanji akan menjaga Yu Xi.” kemudian ia juga tidur disamping Yu Xi.



Besoknya Zhan Cheng tiba di tempat wawancaranya bersama Yu Xi. Si presenter merasa kalau Zhan Cheng jauh lebih santai tidak seperti rumor yang beredar. Ia kemudian di briefing dulu sebelum melakukan wawancara.


Fei Fei datang ke gereja. Ia langsung ke bilik pengakuan dosa. Yu An kaget begitu tahu itu adalah Fei Fei. Dengan sangat tenang Fei Fei mulai mengakui dosa tapi lebih tepatnya mencurahkan isi hatinya pada Yu An, “Aku jatuh cinta dengan seorang pendeta. Aku tahu hal ini salah. Tapi aku benar-benar tak bisa mengendalikannya. Saat seseorang menuduhku mencuri anjingnya, dia maju dan membelaku. Dia bahkan ingat kalau aku alergi dengan bulu anjing. Dia juga membawaku ke dokter. Saat aku merasa sedih, dia mengkhawatirkanku dan terus menemaniku. Dia membawaku ke warung mie. Saat aku bingung pada perasaanku terhadap kakakku, dia menyelesaikan kebingunganku. Dia membawaku ke panti asuhan, membantuku menyadari bahwa inti dari kehidupan adalah menggunakan berbagai cara untuk membuat dirimu dan orang lain bahagia. Dia begitu baik. Bagaimana aku tidak jatuh cinta padanya? Aku benar-benar berharap dia tidak menjawab perasaanku. Aku hanya berharap kami bisa seperti dulu lagi. Aku ingin pergi mengunjungi anak2 di panti bersamanya. Aku juga ingin berbagi kesedihan dan kebahagiaanku bersamanya.”

Fei Fei hampir menangis, begitu selesai dia langung pergi tanpa mengucapkan apapun lagi pada Yu An. Yu An terlihat bimbang atau juga merasa bersalah? Dia memegang kalung salibnya dan seperti memikirkan sesuatu.



Kemudian Fei Fei pergi ke rumah mama Chen dan juga membawakan biskuit kesukaannya. Mama Chen menduga Fei Fei yang datang ke rumahnya pasti karena ingin membicarakan sesuatu. Fei Fei menganggukan kepalanya. Mereka lalu ngobrol sambil minum teh. Mama Chen pikir Fei Fei tidak mau datang lagi kerumahnya. Ia bertanya tentang yang mereka bertengkar. Fei Fei mengatakan kalau mereka hanya ada sedikit perselisihan. Tapi sekarang sudah tidak masalah. Lagipula, meskipun mereka bertengkar, itu tidak akan membuatnya berhenti untuk mengunjungi mama Chen.


Mama Chen senang mendengarnya. Ia bertanya tentang hubungan mereka. Fei Fei mengakui kalau dia menyukai Yu An. Tapi, dia tidak mengharapkan apapun terjadi diantara mereka. Mama Chen awalnya senang tahu Fei Fei menyukai anaknya tapi ia menyayangkan Yu An yang seorang pendeta. Fei Fei bertanya heran, kenapa sepertinya mama Chen tidak ingin Yu An menjadi pendeta? Mama Chen berkata, sebagai orang tua tentu saja dia ingin melihat anaknya memiliki keluarga sendiri. Dia benar-benar ingin melihat Yu An membawa pacarnya kerumah. Lalu, mereka menikah dan punya anak, memulai keluarga mereka sendiri. Fei Fei bertanya kenapa mama Chen tak menyuruhnya berhenti saja menjadi pendeta?
Dia tak masalah kalau Yu An tak menyukainya. Tapi, bagaimana bisa dia menentang keinginan ibunya. Mama Chen tak ingin begitu, dia hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia dengan melakukan apa yang mereka inginkan.



Ya Ti sampai di rumah dan melihat berita wawancara Zhan Cheng. Presenter menanyakan pertanyaan terakhir yang paling favorit ‘Apakah Zhan Cheng punya pacar’. Merasa ini privasi Zhan Cheng sedikit ragu untuk menjawabnya. Presenter mengatakan kalau ini adalah pertanyaan atas nama semua wanita di Taiwan. Jadi Zhan Cheng harus memberitahu mereka. Dengan percaya diri Zhan Cheng membenarkannya. Dia punya wanita hebat yang selalu mendukungnya. Zhan Cheng tidak menyebutkan nama Yu Xi, namun dia hanya melihat ke arah Yu Xi sebagai isyarat. Si Presenter pun mengikuti arah pandangan Zhan Cheng dan tersenyum pada Yu Xi. Yu Xi langsung di shoot saat Zhan Cheng mengkonfirmasi bahwa Yu Xi adalah pacarnya. Yu Xi malu, tidak tahu harus ngapain.



Disaat itu, Ya Ti yang sedang menonton berita itu tiba-tiba berubah menjadi Luo Han. Matanya berkaca-kaca, patah hati mendengar Zhan Cheng menyebut Yu Xi pacarnya. Di tempat lain Bo Yan juga menonton berita itu. Dia sangat geram mendengar pengakuan Zhan Cheng. Ya Ti terus berubah bergantian menjadi Luo Han. Hingga Ya Ti merasakan jantungnya sangat sakit. Ia bergegas mencari obatnya, tapi obat itu terlempar berjatuhan. Ya Ti tak sanggup lagi dan akhirnya terjatuh pingsan.Mama Chen pulang dengan wajah ceria sampai ia melihat Ya Ti yang sudah tergelatak tak berdaya. Mama Chen langsung menelpon ambulance.





Sementara itu Zhan Cheng sudah selesai wawancara. Ia menghampiri Yu Xi yang hanya menundukkan kepalanya. Yu Xi merasa malu karena semua orang melihatnya. Bagaimana dia jalan keluar sekarang? Zhan Cheng lalu menggenggam tangan Yu Xi, “Seperti ini.” kata Zhan Cheng. Tak lama mama Chen menelpon mengabarkan kondisi Ya Ti.


Mereka langsung pergi kerumah sakit dengan perasaan cemas. Saat mereka tiba Ya Ti sedang tidur. Yu Xi bertanya pada mama Chen kenapa Ya Ti tiba-tiba pingsan? Mama Chen tak tahu, karena saat dia pulang Ya Ti sudah tergeletak. Zhan Cheng menanyakan hasil pemeriksaannya. Mama Chen mengatakan kalau dokter bilang mungkin itu reaksi penolakan dan masih perlu melakukan tes untuk memastikannya.


Mama Chen pulang dan Yu Xi yang menjaga Ya Ti. Lalu Zhan Cheng masuk. Melihat Yu Xi yang tampak lelah dan sangat khawatir pada Ya Ti, Zhan Cheng mengingatkannya untuk tetap menjaga dirinya sendiri. Disaat Zhan Cheng memeluk Yu Xi, Ya Ti melihat mereka dari kaca dan menangis sedih. Bibi Juan kemudian datang karena ayah Ya Ti tidak bisa datang duluan. Bibi Juan berterima kasih pada mereka sudah menjaga Ya Ti. Karena sudah larut, bibi Juan menyuruh mereka pulang.




Zhan Cheng mengantarkan Yu Xi pulang. Setelah Yu Xi pergi dia cemas memikirkan kondisi Ya Ti. Tiba-tiba Yu Xi kembali lagi dan mengajaknya bicara. Yu Xi tahu Zhan Cheng mengkhawatirkan Ya Ti. Zhan Cheng pun mengakuinya, dia khawatir dan ketakutan. Dia benar-benar tak tahu harus bagaimana. Yu Xi memeluknya, menenangkan Zhan Cheng kalau Ya Ti akan baik-baik saja. Zhan Cheng meminta maaf sudah membuat Yu Xi mengkhawatirkannya. Yu Xi meminta Zhan Cheng untuk tak perlu menyembunyikan emosinya saat mereka bersama. Zhan Cheng boleh lemah dan tak berdaya, bahkan juga bisa bergantung padanya dan berbagi beban dengannya.



Keesokannya Ya Ti sudah lebih baikan. Ia berubah sedih saat bibi Juan menyebut nama Zhan Cheng dan Yu Xi. Bibi Juan berkata ia tahu hubungan Yu Xi dan Zhan Cheng dari TV kemarin. Ya Ti berkata, dengan Yu Xi bersama Zhan Cheng dia akan tenang. Ia sudah menganggap Yu Xi adiknya, benar-benar adiknya. Karena jantung kakaknya, Luo Han, ada di tubuhnya.
Bibi Juan terkejut mengetahui Yu Xi dan Luo Han adalah kembar. Ia bertanya, lalu bagaimana dengan Ya Ti, bukankah Ya Ti juga menyukai Zhan Cheng? Ya Ti menangis, ia merasa itu karena jantungnya Luo Han ada di dalam tubuhnya. Karena itu ia juga merasakan perasaan itu. Ya Ti semakin terisak saat bibi Juan tahu kalau Ya Ti seperti ini karena mengetahui hubungan Zhan Cheng dan Yu Xi. Yu Xi datang tepat saat itu, ia mendengar semua yang Ya Ti katakan dari luar.





No comments:

Post a Comment