February 23, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 17 part 1


Yu Xi kembali bekerja setelah menjenguk Ya Ti. Lalu Zhan Cheng datang. Yu Xi tiba-tiba minta cuti beberapa hari. Zhan Cheng bertanya heran, apa Yu Xi sakit? Yu Xi mencari-cari alasan, ia mengatakan kalau mama Chen sedang tidak enak badan. Karena mama Chen di rumah sendirian, dia sedikit khawatir. Zhan Cheng mengijinkannya dan menyuruhnya pulang lebih awal. Ia berniat mengantarkan Yu Xi pulang sekalian menjenguk mama Chen, tapi Yu Xi menolak karena Zhan Cheng masih ada rapat. Zhan Cheng pun tak mempermasalahkannya.


Mama Chen tengah bersama Fei Fei dan seorang anak kecil di pangkuannya. Fei Fei merasa kalau mama Chen sangat menyukai anak-anak. Mama Chen langsung memuji dirinya sendiri sebagai professional yang terlatih. Dia membesarkan Yu Xi dan Yu An sejak kecil, karena itulah dia menjadi penjaga anak favorit tetangga. Fei Fei pun berkata kalau mama Chen pasti akan sangat memanjakan cucunya. Mama Chen tentu saja akan begitu, hanya saja Yu An.. mama Chen tak melanjutkannya. Ia hanya ingin Yu An melakukan apa yang dia suka.



Ternyata Yu An ada diluar, terdiam mendengarkan keinginan ibunya. Fei Fei menghibur mama Chen bahwa mama Chen akan mendapatkan selusin cucu dari kakaknya dan Yu Xi setelah mereka menikah nanti. “Selusin? Itu sangat banyak. Tapi Yu Xi bukan induk babi. Induk babi.” Ujar mama Chen bercanda.
Tak lama Yu Xi pulang dan melihat Yu An yang masih berdiri di depan pintu. Begitu mereka masuk, anak kecil yang bernama Xiao Qi itu langsung nyamperin Yu Xi dan Yu Xi pun menggendongnya. Karena mereka semua sudah berkumpul, mama Chen akan memasak untuk makan malam dan mengajak Fei Fei makan bersama mereka. Fei Fei menolak karena ia harus pergi dengan ibunya.
Setelah Fei Fei pergi mama Chen menitipkan Xiao Qi pada Yu An, dia dan Yu Xi akan memasak.




Mama Chen dan Yu Xi mengobrol santai. Yu Xi memberitahunya kalau dia akan cuti beberapa hari. Mama Chen tertawa karena Zhan Cheng pasti akan sangat merindukannya. Yu Xi menegur mama Chen. Lalu Yu An datang, ia ingin kembali ke gereja. Mama Chen cepat-cepat meyiapkan makanan untuk Yu An bawa. Yu An teringat lagi kenginan Mama Chen dan setelah mama Chen selesai menyiapkan makanannya ia langsung bertanya, apa ada yang ibunya ingin untuk dia lakukan atau apapun yang ingin dikatakannya? Mama Chen memikirkannya, “Ada. Aku ingin bilang, aku mencintaimu.” Tapi maksud Yu An bukan itu. Mama Chen mengerti, ia hanya ingin Yu An menjaga dirinya sendiri meskipun sangat sibuk.. Yu An bertanya apakah ada lagi? Mama Chen berkata dia berharap kedua anaknya ini bisa hidup bahagia. Dengan begitu , dia juga akan sangat bahagia. Mama Chen pun menyuruhnya balik sebelum telat.




Sementara itu Bo Yan mengantarkan Vanessa pulang kerumahnya. Vanessa masih tertidur saat mereka sudah sampai. Bo Yan membangunkannya. Ia bertanya apa Vanessa baik-baik saja? Vanessa tidak apa-apa dan berterima kasih atas perhatian Bo Yan. Bo Yan pun mengikutinya keluar. “Biarkan aku membantumu, oke?” pinta Bo Yan. “Tidak perlu.” Jawab Vanessa. Bo Yan tahu kalau sudah ada rumor kalau The Peak akan memilih direktur dan GM baru, jadi kenapa Vanessa masih menolak bantuannya? Vanessa sudah kehilangan hak manajemen di Krystal dan presdir juga masih koma, para direktur lain pasti mengambil kesempatan ini untuk menyingkarkan dirinya. “Vanessa. Aku juga ikut bertanggung jawab untuk itu. Biarkan aku membantumu.” Ucapnya tulus. Vanessa hanya menatapnya, entah itu iya atau tidak.



Di kamarnya Yu Xi memegang jimat (gak tahu namanya apa) dari Zhan Chen yang bertuliskan kebahagiaan. Zhan Cheng menelpon, ia tampak ragu-ragu mengangkatnya. Zhan Cheng menanyakan keadaan mama Chen. Yu Xi berbohong mengatakan mama Chen sudah baikan. Zhan Cheng ingin datang besok. Seperti terpakasa Yu Xi mengijinkannya dan wajahnya terlihat sedih.


Keesokannya Zhan Cheng datang saat mama Chen tengah bersih-bersih. Mama Chen terkejut dengan kedatangannya. Zhan Cheng berkata kalau Yu Xi bilang mama Chen sakit, jadi dia datang menjenguk. Mama Chen mebantahnya, dia tidak sakit sama sekali. Zhan Cheng sedkit curiga, ia meminta maaf pada mama Chen mungkin dia salah dengar. Saat itu Yu Xi muncul tanpa membalas Zhan Cheng yang tersenyum padanya.




Kemudian mereka pergi ke pohon legenda. Yu Xi meminta maaf pada Zhan Cheng karena dia sudah berbohong. Dia tahu mereka sudah saling berjanji takkan ada rahasia di antara mereka. Jadi dia benar-benar minta maaf. Tapi alasan dia melakukan itu karena dia butuh waktu untuk memikirkan tentang hubungan mereka. Zhan Cheng tak megerti maksud Yu Xi.



Sekuat tenaga Yu Xi mencoba menahan tangisnya, “Kita putus saja.” “Apa..apa yang kau katakan?” tanya Zhan Cheng masih tak mengerti. Yu Xi membalikkan badannya, ia mulai menangis, “Aku terus berpikir alasan kenapa aku jatuh cinta padamu. Pasti karena perasaan yang tumbuh saat aku bekerja sebagai perawatmu. Juga, karena perusahaanmu setelah aku putus dengan Bo Yan. Karena itu aku salah mengartikan perasaanku padamu. Terutama setelah aku tahu betapa dalamnnya cintamu pada Luo Han. Saat itulah aku akhirnya menyadari diantara kita itu bukan cinta. Itu hanya perasaan yang salah yang tumbuh seiring waktu. Jadi mungkin sebaiknya, kau meneruskan hubunganmu dengan Luo Han.” Zhan Cheng bertanya apakah benar begitu yang Yu Xi rasakan? Yu Xi yakin dan dia sadar apa yang dirasakannya. Menurutnya ini adalah jalan yang terbaik dan dia akan segera menyerahkan surat pengunduran diri. Ia berterima kasih karena Zhan Cheng sudah menjaganya selama ini dan berlalu pergi. Zhan Cheng menarik tangannya, mencoba menahan Yu Xi. Tapi Yu Xi melepaskan tangannya, keputusannya sudah bulat. Zhan Cheng terpaku, tak menyangka kalau hubungan mereka akan berakhir seperti ini.




Yu Xi pergi menjenguk Ya Ti, menanyakan hasil tesnya. Ya Ti berkata hasilnya lumayan, tapi masih ada beberapa tes lagi. Ya Ti melihat seorang anak kecil yang duduk sendirian, Yu Xi pun mendorong kursi rodanya menghampiri anak itu. Ternyata anak itu sakit perut. Yu Xi bertanya dimana ortunya. Anak itu mengatakan kalau ayahnya sedang bekerja dan ibunya membawa kakaknya menemui dokter. Tak lama ibu anak itu datang bersama kakaknya,ya mereka kembar. Yu X memberitahu kalau anaknya sakit perut. Si ibu berkata memang begitu, karena kakaknya sakit perut jadi adiknya juga merasakan hal yang sama. Orang menyebutnya ‘Telepati Kembar’.



Yu Xi membawa Ya Ti kembali ke ruangannya. Mereka membicarakan si kembar tadi yang begitu lucu. Ya Ti merasa kalau telepati itu menakjubkan. Tapi jika itu dia, dia tak ingin punya telepati seperti itu.Yu Xi bertanya, kenapa? Karena ia tidak ingin adiknya sedih kapanpun dia sedih. Yu Xi menggenggam tangannnya dan Ya Ti menyenderkan kepalanya di bahu Yu Xi. “Tapi aku yakin, sebagai kakak, tak ada yang ingin adiknya merasakan penderitaannya.” “Tapi sebagai adik, tak ada yang ingin kakaknya menghadapi penderitaannya sendirian.” Balas Yu Xi. Yu Xi ingat kalau ibunya membuatkan jimat untuk Ya Ti dan menberikan itu padanya. Ya Ti bertanya padanya, andaikan Yu Xi punya saudara kembar apakah dia juga punya telepati seperti itu? Pasti, ia yakin telepatinya akan sangat kuat.


Dalam rapat dewan direksi, tiba-tiba Vanessa muncul bersama Bo Yan. Vanessa mengatakan Bo Yan sementara akan mengambil alih posisi Wei Lian. Saat voting Vanessa mengangkat tangannya lebih dulu kemudian disusul direktur Jiang. Wei Lian dan Zhan Cheng terkejut melihat Direktur Jiang mendukng mereka. Sebelum Wei Lian bertindak gegabah, Zhan Cheng menghentikannya dan mengucapkan selamat pada Bo Yan. Vanessa menjelaskan kenapa ia mengambil keputusan ini. Zhan Cheng mengerti, dia menantikan pencapaian Bo Yan di Krystal.




Setelah selesai rapat itu Vanessa mengungkapkan rasa puasnya, karena dengan begini para direktur takkan menimbulkan masalah lagi. Tapi Vanessa penasaran bagaimana bisa Bo Yan berhasil meyakinkan Direktur Jiang. Bo Yan berkata karena kejadian waktu itu dir Jiang merasa berhutang pada The Peak dan juga saat mereka bertemu kali ini, dia membahas beberapa rencana masa depan untuk Krystal. Mungkin Karena itu dir Jiang mendukung mereka. Bo Yan bertanya serius kenapa Vanessa membuatnya menjadi wakil GM. Vanessa mengatakan alasannya, karena dia ingin melihat seberapa besar hasrat Bo Yan pada industry ini. “Kau takkan kecewa.” Ujar Bo Yan percaya diri.


Saat Zhan Cheng dan Wei Lian ada di rooftop, tiba-tiba Dir Jiang memanggil mereka. Ia ingin menjelaskan kejadian tadi. Semua ini salahnya, dia sedikit ceroboh dan Li Bo Yan memanfaatkan itu untuk mengancamnya. Zhan Cheng ingin menawarkan bantuan, tapi Dir Jiang langsung menolaknya. Ia akan mengurusnya sendiri. Wei Lian menghibur Dir Jiang kalau ini bukanlah salahnya. Setelah Dir Jiang pergi Wei Lian mengungkapkan kekhawatirannya tentang Krystal yang akan dipimpin Bo Yan. Zhan Cheng berpikir kalau Bo Yan cukup mampu. Asalkan dia bisa sedikit lebih rendah hati dan tidak terlalu berambisi.



Yu Xi mulai membereskan barang-barangnya. Zhan Cheng menghampirinya dan meminta Yu Xi ikut dengannya. Yu Xi menolak, dia belum selesai beres-beres. Zhan Cheng berkata Yu Xi masih sekretarisnya karena surat pengunduran diri Yu Xi efektif mulai besok. Terpaksa Yu Xi setuju.



Zhan Cheng membawanya ke sebuah coffee shop milik keluarga pendonor yang mendonorkan kornea untuknya. Dia sangat berterima kasih untuk itu, namun jika dia memberitahunya bahwa kornea suaminya ada padanya, apa menurut Yu Xi wanita itu akan menganggapnya sebagai suaminya? Yu Xi diam saja. Zhan Cheg berkata meskipun jantungnya Luo Han ada di tubuh Ya Ti, tapi Ya Ti tetap Ya Ti, Luo Han tetap Luo Han, dua orang yang berbeda. Yu Xi seperti tersadar dengan perkataan Zhan Cheng.




1 comment: