February 29, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 18 part 1


Yu Xi sudah tertidur lelap saat mama Chen akan mengajaknya makan malam. Mama Chen tak tega membangunkannya dan hanya memandang Yu Xi penuh kesedihan. Keesokannya, Fei Fei datang ke rumah mereka. Begitu melihat Yu An yang menyambutnya ia langsung bertanya, apa benar? Yu An bingung maksud Fei Fei. “Kau benar-benar berhenti menjadi pendeta?” tanya Fei Fei antusias. Yu An membenarkannya dan sontak Fei Fei langsung memeluk Yu An “Yeee” ucapnya bahagia.


Yu An terkejut dan meminta Fei Fei melepaskan pelukannya. Awalnya ia tak mau, tapi setelah tahu maksud Yu An ia jadi malu sendiri, karena Mama Chen dan Yu Xi tengah melihat mereka dari belakang. Fei Fei menjelaskan pada mereka kalau dia terlalu gembira dan hal itu tejadi begitu saja. Mama Chen mengerti dan mengajaknya makan bersama.





Setelah itu Yu Xi pergi ke rumah sakit, menyiapkan bubur untuk Ya Ti. Ya Ti bertanya, kenapa Yu Xi tidak bekerja hari ini? Dengan santai Yu Xi menjawab kalau dia sudah mengundurkan diri. Ya Ti bertanya khawatir apa terjadi sesuatu antara dia dan Zhan Cheng? “Kami sudah putus,” jelas Yu Xi. Ya Ti dan bibi Juan kaget. Mereka berpikir selama ini Yu Xi dan Zhan Cheng akur-akur saja, bagaimana itu bisa terjadi?

Yu Xi berkata itu sudah berlalu. Tapi, bila dipikir lagi, mereka sama sekali tak cocok. Kalau mereka bersikeras bersama hanya akan saling melukai. Ya Ti menggenggam tangannya, ia bertanya apa Yu Xi benar merasa begitu? Yu Xi pikir putus lebih awal lebih baik. Setidaknya mereka masih bisa berteman. Tapi menurut Ya Ti Zhan Cheng tidak setuju untuk putus. Ia bertanya sekali lagi apa Yu Xi sudah benar-benar memikirkannya? Yu Xi dengan mantap mengatakan sudah. Ingin menghindar dari pertanyaan2 mereka Yu Xi permisi akan mencuci piring.



Bo Yan yang kini sudah menjadi GM Krystal berjalan bersama sekretarisnya menuju ruang rapat sambil membicarakan pekerjaan. Di dalam ruang rapat yang sudah berkumpul para direktur lainnya, Bo Yan menjelaskan perubahan manajemen yang akan dilakukannya. Ia akan mengganti toko yang menyediakan produk dengan harga menengah dengan toko barang2 branded untuk meningkatkan keuntungan dalam jangka waktu yang singkat. Semua kasuk-kusuk, termasuk Zhan Cheng dan Wei Lian. Zhan Cheng setuju dengan apa yang Bo Yan katakan, tapi apakah Bo Yan menyadari lokasi Krystal, struktur populasi dan kemampuan berbelanja? Bo Yan dengan bangga mengatakan dia bisa memutuskan hal ini setelah menganalisa semua faktor dengan hati-hati. Di dekat Krystal adalah area perumahan mewah jadi dia ingin memuaskan kebutuhan konsumen.



Zhan Cheng setuju. Ia bertanya satu pertanyaan terakhirnya, apa Bo Yan sudah memikirkan 3 tahun kemudian? Bo Yan tak mengerti maksud Zhan Cheng. Zhan Cheng menjelaskan bahwa 2 kompleks perumahan menengah akan dibangun diseskitar Krystal 3 tahun lagi. Pada saat itu akan mempengaruhi struktur populasi dan pola belanja. Dia tahu memang penting menarik konsumen belanja. Tapi, yang lebih penting adalah memperkuat kesetiaan konsumen. Menurutnya, sebuah perusahaan harus memiliki visi jangka panjang dibandingkan keuntungan jangka pendek.
Salah satu direktur angkat bicara. Awalnya ia setuju dengan Bo Yan, tapi setelah mendengar semua analisa Zhan Cheng, ia berpikir bagaimana bisa Bo Yan mengabaikan masalah seperti itu. Ia bertanya pada Vanessa, apa Vanessa yakin sudah menunjuk GM yang tepat? Bo Yan menahan emosinya mendengar kata-kata itu. Direktur lain juga setuju dengan pendapat direktur itu. Wei Lian berbalik menghadap Bo Yan, ia berkata ia tahu Bo Yan sangat bersemangat membuktikan kebolehannya, tapi menurutnya Bo Yan terlalu buru-buru. Bo Yan terus menekan emosinya dan menatap Zhan Cheng dengan penuh kebencian.





Zhan Cheng menunggu Wei Lian mengambil mobil di parkiran. Bo Yan yang juga saat itu hendak pulang melajukan mobilnya dengan perlahan sampai ia berhenti karena melihat Zhan Cheng yang berdiri di tengah jalan. Mereka saling menatap dan Bo Yan langsung tancap gas ingin menabrak Zhan Cheng. Tapi tinggal sedikit lagi Bo Yan tiba-tiba mengerem. “Kau sungguh tak takut mati, hah?” kata Bo Yan berbisik. Ia keluar dari mobilnya dan meminta maaf pada Zhan Cheng Karena ia tidak melihat Zhan Cheng berdiri disana. “Kuharap aku tidak menakutimu.” Ucap Bo Yan. “Kau menakutiku. Pendekatan manajemen yang kau usulkan tadi, menakutkanku.” Jawab Zhan Cheng santai. Bo Yan marah dan ingin memukul Zhan Cheng, tapi tepat saat itu Vanessa menghentikannya. Bo Yan hanya bisa menatap tajam Zhan Cheng.



Setelah Zhan Cheng pergi Vanessa langsung memarahinya. Bo Yan berkata dia hanya ingin menkauti Zhan Cheng. “Menakutinya? Jika kau memukulnya kau bisa dikenai pasal penganiayaan. Saat itu, apa yang akan kau lakukan?” “Kau mengkhawatirkanku?” tanya Bo Yan. Vanessa tak menjawabnya dan langsung masuk ke mobil.



Di rumah sakit Bibi juan sibuk membujuk Ya Ti untuk makan. Tiba-tiba Mama Chen datang menjenguk. Ya Ti pun mengenalkan pada bibi Juan kalau itu adalah ibunya Yu Xi. Ya Ti bertanya kenapa mama Chen menjenguknya. Mama Chen awalnya ragu untuk mengatakan alasannya karena ada bibi Juan. Tapi setelah Ya Ti meyakinkannya, mama Chen pun mengatakannya. Ia tahu ini sedikit egois, tapi ia sudah tak tahan lagi. Ia bertanya apa Ya Ti tahu kalau Yu Xi dan Zhan Cheng putus? Ya Ti tahu, karena Yu Xi sudah mengatakan itu padanya. Yu Xi bilang mereka tidak cocok. Tapi menurutnya bukan karena itu. Mama Chen membenarkannya, “Menurutnya, kau pingsan karena kau tahu tentang hubungannya dengan Zhan Cheng. Sebenarnya, mereka sudah tahu kalau kau penerima jantungnya Luo Han.” kata mama Chen.



“Jadi..Yu Xi sudah tahu?”
“Karena itu jugalah dia khawatir kau akan sedih. Jadi, dia memutuskan untuk putus dengan Zhan Cheng.” Ungkap mama Chen. Ya Ti teringat saat Yu Xi mengatakan semua hal yang membuatnya sedih akan menjadi lebih baik. Ia mengerti, inilah yang dimaksud Yu Xi. Bibi Juan tak terima, ini juga tak mudah bagi Ya Ti. Sekarang Ya Ti cukup menderita untuk menunggu jantung baru. “Apa kau mencoba membuatnya bersedih dan memberinya tekanan lagi?”




“Tapi, ini juga tidak adil bagi Yu Xi. Dia melakukan semua ini demi Ya Ti. Dia tak mau Ya Ti bersedih karena dia bersama Zhan Cheng. Yu Xi peduli pada Ya Ti, melebihi dirinya sendiri.” Ya Ti mencoba menghentikan perdebatan mereka. Bibi Juan mengalah dan pergi dari situ. Mama Chen berkata pada Ya Ti bahwa dia tak bermaksud mengatakan semua ini untuk membuatnya sedih. Ia sudah menganggap Ya Ti anaknya juga dan ia harap Ya Ti segera sembuh. “Mama Chen, jangan khawatir. Aku pasti akan bicara dengan Yu Xi dan meyakinkannya.” Ucap Ya Ti



Sementara itu Bo Yan tengah bersama Vanessa. Bo Yan bertanya pendapat Vanessa tentang perkataan direktur tadi yang menyarankan untuk mengganti GM. Vanessa berkata bahwa saat dia menunjuk Bo Yan menjadi GM, dia memberikan Bo Yan waktu 3 bulan. Jadi, Bo Yan masih punya waktu. Vanessa bertanya penasaran apakah diantara Bo Yan dan Zhan Cheng selain bersaing dalam karir ada alasan lain? Bo Yan menatap Vanessa. “Sejak kau menjadi asistenku kau selalu sirik dengannya setiap saat. Pasti ada alasan lain, kan?” tanya Vanessa curiga. “Benar. Kuakui ada masalah pribadi. Karena dia pacarku putus denganku.” Jawab Bo Yan.

Vanessa merasa aneh apa hubungannya dengan Zhan Cheng. “Karena pacarku sekarang menjadi pacarnya Fang Zhan Cheng.” “Maksudmu, Chen Yu Xi?” Bo Yan menganggukan kepalanya. Vanessa teringat saat Bo Yan memintanya menggugurkan kandungannya. Ia tahu kalau Bo Yan masih mencintai Yu Xi. Bo Yan berkata kalau mereka ini sama, mencoba mendapatkan orang yang mereka cintai. Vanessa berkaca-kaca, ia mengatakan itu dulu, tapi sekarang dia hanya memikirkan bayinya. “Bo Yan. Cinta tidak bisa dipaksakan.” Nasehat Vanessa. Bo Yan seperti tak terima dengan ucapan itu. Vanessa mengerti dan menyuruh Bo Yan pulang.



Saat malam hari Zhan Cheng datang ke rumah Yu Xi. Yu An yang lagi bersih-bersih bertanya siapa Zhan Cheng. Zhan Cheng tersenyum dan menebak kalau dia pasti Yu An. Dan Yu An pun tahu kalau itu adalah Zhan Cheng. Yu An pun pergi memanggil Yu Xi.


Yu Xi datang menemui Zhan Cheng. Zhan Cheng ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi Yu Xi cepat-cepat berkata bahwa dia sudah menjelaskan semuanya. Zhan Cheng mengerti itu, tapi apa Yu Xi benar-benar tahu bagaimana perasaannya? “Seperti yang kau tahu, aku pernah sangat cinta dengan Luo Han dan dia segalanya bagiku. Hingga hari ini, aku ingin jantungnya hidup, lebih dari orang lain. Meskipun begitu perhatianku tidak sedikitpun berkurang darimu.” Kata Zhan Cheng.

Ia tak habis pikir bagaimana Yu Xi bisa menganggap kalau Ya Ti akan lebih baik dengan mereka putus. Zhan Cheng mengingatkannya tentang janji mereka yang akan menghadapi semua masalah bersama dan saling mendukung satu sama lain. Tapi, kenapa Yu Xi harus membebani dirinya dengan mengambil tanggung jawab ini dan menderita sendirian? Yu Xi berkaca-kaca. “Percayalah padaku. Aku pasti berusaha sebaik mungkin agar Ya Ti tetap hidup dan menjaga jantung Luo Han tetap berdetak.” Janji Zhan Cheng. Yu Xi hanya diam saja. Zhan Cheng mengambil tangan Yu Xi dan meletakkan sesuatu dalam genggamannya. “Aku tidak terima putus. Perasaanku padamu juga takkan berubah. Meskipun kau menolakku sejauh mungkin juga sama saja.” Setelah mengatakan itu Zhan Cheng pun pergi. Dan ternyata Zhan Cheng memberikan sebuah batu padanya. Yu Xi teringat dengan kata-kata Zhan Cheng saat itu bahwa dia tidak akan menjadi sebuah kolam. Karena dia adalah batu yang kerasa kepala. Yu Xi menangis, tak tahu harus melakukan apa.



No comments:

Post a Comment