February 5, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 11 part 1



Keesokannya keluarga Zhan Cheng datang berkunjung. Zhan Cheng meminta maaf kalau dia sudah membuat mereka khawatir dan sedih. Paman bersyukur selama ini ada Yu Xi yang menjaga Zhan Cheng. Mereka semua berterima kasih pada Yu Xi. Yu Xi senang bisa mengenal keluarga Zhan Cheng, dia juga berterima kasih karena ibu dan paman sudah percaya padanya. Mereka semua terkejut mendengar kata-kata Yu Xi yang seakan mau pergi saja. Ibu Zhan Cheng bertanya heran apa Yu Xi mau pergi? Paman juga bertanya apa mereka tak bisa bertemu Yu Xi lagi? Menurut Yu Xi itulah yang seharusnya, karena Zhan Cheng sudah tak membutuhkan perawat lagi. Ibu Zhan Cheng menghampirinya dan menggenggam tangannya “Zhan Cheng bilang padaku jika bukan karena kau yang selama ini menjaganya dan mendorongnya melakukan operasi itu maka hanya Tuhan yang tahu kapan dia bersedia untuk di operasi. Terima kasih banyak. Terima kasih banyak.” kata ibunya menangis. Melihat hal itu, paman menyuruh Zhan Cheng berdansa dengan ibunya untuk menyemangatinya. Mereka berdansa di tepi kolam dan kali ini Yu Xi tak perlu menjadi mata Zhan Cheng lagi.

Yu Xi mulai mengemasi pakaiannya. Takkan mungkin baginya untuk kembali lagi, ia memandangi setiap sudut rumah Zhan Cheng dan memandangi kolam dengan tatapan sendu. Zhan Cheng menemuinya, ia bertanya kenapa Yu Xi berdiri sendiri disini? Yu Xi mengatakan pasti senang rasanya bisa melihat lagi. Bisa melihat wajah bahagia orang karena kita adalah hal yang paling membahagiakan. Yu Xi memujinya yang terlihat lebih keren saat berdansa tadi dibanding sebelumnya. “Boss. Apa aku mendapat kehormatan untuk berdansa dengan boss ku yang tampan?” tanya Yu Xi sambil mengulurkan tangannya. Tapi Zhan Cheng hanya diam. Yu Xi pun mengatakan sudah lama ia diam-diam latihan. Jadi ia minta Zhan Cheng berkata ya, anggap saja ini sebagai penilaian terakhirnya. Bagaimanapun..mereka mungkin tidak bertemu lagi. Zhan Cheng menerima uluran tangan Yu Xi dan mereka pun berdansa. Selagi mereka berdansa diperlihatkan saat mereka berlatih dansa dulu.




Yu Xi senang sekali dia bisa berdansa bersama Zhan Cheng. Saat di akhir Zhan Cheng bertanya apa Yu Xi harus pergi? Apa dia tak mau mempertimbangkannya lagi? Yu Xi tak ingin menjawabnya dia hanya meminta Zhan Cheng cepat istirahat dan berlalu pergi. Yu Xi mungkin juga tak mau pergi, tapi dia tahu kalau dia tak dibutuhkan lagi meskipun Zhan Cheng memintanya.



Besoknya Yu Xi bangun dan menyiapkan sarapan untuk Zhan Cheng. Ya.. Yu Xi sudah mau pergi tapi dia terasa sangat berat begitu juga Zhan Cheng yang tengah galau memikirkannya. Tepat saat Yu Xi pergi Zhan Cheng pun keluar kamar. Ia langsung keluar memanggil Yu Xi. “Yu Xi. Aku yakin kita akan bertemu lagi.” Kata Zhan Cheng. Yu Xi berbalik “Boss, terima kasih. Selamat tinggal.” Ucap Yu Xi menahan tangisnya.

 



Zhan Cheng hanya bisa melihatnya pergi dan saat masuk ia melihat ada sebuah surat dan sarapan yang telah disediakan untuknya. Zhan Cheng membuka surat itu dan terdengarlah backsound lagu yang sering Yu Xi nyanyikan. Ternyata itu adalah kartu yang didalamnya berisi foto-foto mereka dengan gambar-gambar lucu kenangan mereka, sesuai janjinya Yu Xi ingin menunjukkan foto itu ketika Zhan Cheng bisa melihat lagi.




Sepeninggal Yu Xi Zhan Cheng melalui hari-harinya tanpa semangat. Saat ia makan, ia melihat tisu yang sudah habis dan minta Yu Xi mengambilkannya, tapi ia langsung sadar kalau Yu Xi sudah tak ada. Ia mengambil tissue nya sendiri dan tiba-tiba melihat bel yang mereka gunakan dulu. Ia menekan tombolnya dan terdengar nyanyian Yu Xi. Zhan Cheng mulai kangen ni sama Yu Xi, meskipun Yu Xi nya sudah pergi tapi dia begitu banyak meninggalkan kenangan untuk Zhan Cheng yang membuatnya semakin rindu.



Sama halnya dengan Yu Xi, dia yang baru bangun tidur kaget saat melihat sudah jam 6 pagi. Ia berlari panik, mama Chen sampai heran melihatnya. “Sarapannya boss.” Ucapnya terengah-engah. Mama Chen menyadarkannya kalau ini di rumah mereka. Yu Xi pun sadar kalau dia sudah tak bekerja lagi. Mama Chen mengatakan malah sudah beberapa hari, tapi Yu Xi masih belum terbiasa juga. Mama Chen menyayangkan pekerjaan yang begitu bagus untuknya tapi berakhir dengan cepat. “Karena kau begitu senang menjadi perawat bagaimana kalau begini saja? Mari kita buat Boss Fang buta lagi.” Canda mama Chen. Hahaha mama Chen ini bisa aja..




Karena Yu Xi tak bekerja lagi mama Chen tanya apa rencana Yu Xi selanjutnya. Yu Xi kan tak mungkin jual souvenir lagi jadi mama Chen mengusulkan agar Yu Xi mencari lowongan kerja di RS tempat Xiao Lin bekerja. Melihat Yu Xi yang tidak berminat mama Chen pun beranggapan kalau Yu Xi berencana menikah dengan Bo Yan. Dengan sedih Yu Xi mengatakan dia berencana putus dengan Bo Yan. Mama Chen menduga-duga apa Bo Yan berselingkuh? Atau Yu Xi jatuh cinta dengan bossnya? Sepertinya kedua dugaan mama Chen bener ya..



Mama Chen bertanya serius pada Yu Xi kenapa Yu Xi tiba-tiba mau putus. “Bu, pernahkah kau merasa semakin lama kau mengenal seseorang semakin sedikit yang kau ketahui tentang orang itu? Parahnya..aku bahkan tak tahu bagaimana cara menghadapinya lagi.” kata Yu Xi. Mama Chen berkata dia belum pernah merasakan perasaan itu sebelummnya, tapi jika Yu Xi meragukan hubungan mereka maka jangan tunda lagi. Semakin ditunda seperti ini dia hanya menghabiskan waktu dalam hubungan yang tak bahagia. Tapi jika Yu Xi sudah memutuskan maka harus menguatkan hati, jangan menyesal dan jangan bersedih. “Kita harus melihat ke depan dan selalu berpikiran positif. Aku yakin rumput berikutnya akan lebih baik.” Semangat mama Chen. “Bu, ada rumput yang bagus?” “Ada. Jika kita membakarnya, bisa menjadi pupuk.” Jawab mama Chen yang seketika membuat Yu Xi tertawa.




Zhan Cheng mulai bekerja normal dan ini hari pertamanya inspeksi setelah matanya sembuh. Dia berhenti di depan wanita yang bernama Cindy di episode pertama. Zhan Cheng membuka kacamatanya dan Cindy mengucapkan selamat pada Zhan Cheng yang sudah bisa melihat lagi.
Disaat itu Yu Xi dan Xiao Lin juga lagi shopping, tapi Yu Xi tidak fokus sama sekali, dia malah lirik sana lirik sini. Mungkin berharap bisa bertemu Zhan Cheng kali ya. Tidak beda jauh dari Yu Xi, Xiao Lin juga begitu. Ia mengajak Yu Xi ke mall dengan harapan bisa berpapasan dengan Wei Lian. Tapi Xiao Lin beruntung, ia melihat Wei Lian yang tengah membicarakan tentang tender dengan pegawainya.



Xiao Lin yang sangat senang langsung menemuinya. Ia bertanya apa semua Mall akhir-akhir ini ikut tender? Wei Lian bingung, tender? Xiao Lin memberitahunya saat ia menjenguk Bo Yan dia juga melihat dokumen tender dengan harga 7.05 M. Xiao Lin yakin yang dilihatnya itu benar, ia berkata Yu Xi juga melihatnya. Tepat saat itu Yu Xi keluar dan Wei Lian langsung menanyakan hal ini padanya. Xiao Lin mencoba mengingatkan Yu Xi tapi Yu Xi menyuruhnya diam dengan menahan tangan Xiao Lin. Wei Lian pun segera tahu kalau ini benar. Dengan sumringah Wei Lian berterima kasih pada Xiao Lin dan berjanji mentraktirnya makan. Xiao Lin yang tidak tahu apa-apa tentang persaingan ini sangat senang mendengar Wei Lian mengajaknya makan, ia berpikir apa ini kencan? Sedangkan Yu Xi gelisah memikirkannya.




Saat Yu Xi membantu mencari baju untuk kencan Xiao Lin nanti mereka berjalan berlawanan arah dengan Zhan Cheng dan hampir saja berpapasan saat tiba-tiba Xiao Lin menarik Yu Xi masuk ke dalam sebuah toko. Zhan Cheng lewat tepat di belakang mereka , Yu Xi berbalik tapi dia tak melihat Zhan Cheng.



Yu Xi pulang sendirian karena Xiao Lin akan facial sebelum kencan. Saat di lift Yu Xi yang berada di depan tak menyadari Zhan Cheng yang ada di belakangnya, begitu juga Zhan Cheng yang lagi serius dengan dokumennya tak menyadari ada Yu Xi di depannya. Yu Xi kemudian turun di lantai dasar dan tak lama kemudian Zhan Cheng juga. Zhan Cheng melihat Yu Xi dan memanggilnya. Yu Xi berbalik dan keduanya terpaku saling tersenyum bahagia.




6 comments:

  1. Ga sabar lihat yu xi n zhang cheng nyatain cinta :)
    Gomawo mbak !

    ReplyDelete
  2. seru mbak kalo lihat BTS-nya ....malah bukan cuman saling senyum ... tapi lari pelan trus pelukan...he...he....he ... yang dipakai malah yg saling senyum .....

    ReplyDelete