February 10, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 13 part 2


Fei Fei datang kembali ke gereja karena Yu An memintanya datang lagi. Fei Fei mengira Yu An sudah sadar tapi ternyata Yu An hanya ingin Fei Fei memberikan bon belanjaannya padanya. Ia benar-benar tak bisa memakai baju-baju itu, jadi dia ingin mengembalikannya. Kalaupun ia tak bisa mengembalikannya ia bisa menukarnya dengan baju yang bisa dipakai anak-anak panti. Fei Fei akhirnya setuju, tapi sweater pasangan mereka tak boleh dikembalikan. Yu An bertanya kenapa begitu? Fei Fei beralasan karena pemilik tokonya bilang barangnya tak boleh dikembalikan. “Aku akan pergi menukar bajunya. Terima kasih, lamban.” Katanya kesal, kemudian pergi.



Bo Yan minum2 di rumahnya. Ia teringat ucapan Zhan Cheng yang mengatakan dirinya ambisius dan serakah hingga membuatnya gagal seperti ini. Ia kemudian melihat syal yang diberikannya untuk Yu Xi, menatapnya dengan sedih. Ia menenggak minumannya dan meletakkan gelasnya di meja. Tapi karena terlalu di pinggir gelasnya terjatuh. Dengan kesal ia membereskannya dan seakan sial yang terus menerus, tangannya berdarah kena pecahan gelas itu.



Ketika ia membeli obat di apotek, ia melihat ada obat yang sama dengan yang diminum Vanessa. Ia bertanya pada kasir itu obat apa. Si kasir menjelaskan itu untuk wanita hamil. Mengandung banyak vitamin dan sangat baik untuk ibu dan anak. Bo Yan terkejut mendengarnya, ia akhirnya tahu kalau Vanessa hamil.


Yu Xi baru saja selesai memakai pelembab wajah, tiba-tiba Zhan Cheng menelponnya. Ia mengingatkan Yu Xi untuk tidak lupa besok malam. Yu Xi tahu, ia sudah menandainya di kalendernya. Karena penasaran ia pun bertanya kenapa Zhan Cheng harus bertemu dengannya besok. Zhan Cheng melihat kartu foto yang diberikan Yu Xi, ia mengatakan kalau ia ingin memberitahu Yu Xi sesuatu. Yu Xi meminta Zhan Cheng memberitahunya sekarang saja, tapi Zhan Cheng tidak mau. Ia ingin mengatakannya secara langsung. Yu Xi masih bertanya-tanya kenapa Zhan Cheng harus menemuinya besok, disaat itu Ya Ti menelponnya, memberitahu kalau besok ia kan datang ke Taipei.





Esok harinya Yu Xi sudah bersama Ya Ti. Ya Ti tengah berbicara dengan seseorang di telpon. Ia mengucapkan terima kasih karena sudah membantu taxi ayahnya. Yu Xi ingat waktu itu Zhan Cheng menyuruhnya mencatat nomor plat taxi ayah Ya Ti yang ternyata untuk ini. Lalu Ya Ti memintanya untuk memberikan biskuit Edelweiss pada Zhan Cheng. Yu Xi dengan senang hati melakukannya. Karena Ya Ti ada di Taipei dan dia yang sekarang cuti setengah hari, ia ingin membawa Ya Ti kemanapun Ya Ti mau.
“Benarkah? Aku ingin pergi ke Lembah Bersayap. Kau bilang disana seperti surga yang indah. Tapi aku tak pernah punya kesempatan untuk pergi kesana.”
“Tidak masalah. Aku akan membawamu kesana. Aku bahkan bisa membawamu bertemu dengan Gadis Naganya Lembah Bersayap.” Kata Yu Xi. Mereka kemudian pergi.



Tapi masih berjalan beberapa langkah, Ya Ti tiba-tiba terjatuh pingsan. Yu Xi khawatir dan langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah di rumah sakit, dokter mengatakan Ya Ti tidak apa-apa tapi ia harus berhati hati karena mereka yang transplantasi jantung tak boleh ceroboh. Yu Xi terkejut, ia mengatakan pada Ya Ti kalau ia mendengar dari ayah Ya Ti tentang jantungnya yang tidak begitu sehat, tapi ia tidak mengira seserius itu. Dan kenapa Ya Ti tidak memberitahunya kalau ia pernah transplantasi jatung? Ya Ti berkata kalau dia tidak ingin membuat mereka khawatir.



Ia lalu bertanya apa Yu Xi pernah mendengar tentang sel memori? Ya, dia pernah mendengarnya.
Saat dia sekolah dulu, dia pernah membaca tentang kasus dan penelitiannya. Meskipun tak bisa dibuktikan secara medis, kasus itu pernah ada. Karena itulah orang banyak membicarakannya. Ya Ti bertanya lagi, apa Yu Xi percaya sel memori itu ada? Menurutnya itu mungkin, karena banyak hal yang tak bisa dibuktikan oleh sains. Saat Ya Ti ingin mengatakan sesuatu pada Yu Xi, tiba-tiba Zhan Cheng mengirimi Yu Xi pesan kalau dia akan menunggu di tempat persembunyian rahasia Yu Xi. Yu Xi lalu bertanya pada Ya ti apa yang ingin dikatakannya tadi. Ya Ti tidak jadi mengatakannya, ia menyuruh Yu Xi kembali bekerja saja. Yu Xi menolaknya, ia akan menunggui Ya Ti sampai infusnya habis.



Setelah mereka keluar dari rumah sakit, Yu Xi pergi duluan karena Ya Ti akan dijemput ayahnya. Saat Yu Xi sudah masuk taxi, tepat saat itu Bo Yan keluar dari taxi yang berhenti di belakang Yu Xi. Mereka tidak melihat satu sama lain. Bo Yan ternyata mengajak Vanessa bertemu di rumah sakit itu. Tidak peduli dengan Vanessa yang heran, Bo Yan langsung menarik tangan Vanessa dan mengajaknya bicara di dalam.



“Kau hamil, kan?” tanya Bo Yan to the point. Bo Yan pun menunjukkan padanya obat yang diminumnya kemarin sebagai bukti.
“Jadi, kau membawaku kemari untuk memastikan ini?”
“Anak ini tidak boleh ada. Vanesaa..anak ini hanya kecelakaan. Kita tidak mengharapkannya terjadi. Dia akan memnjadi beban bagimu. Kau tak perlu mengambil tanggung jawab itu.”
“Jadi, maksudmu, aku…? Kenapa kau melakukan ini?”


“Jika kita sepasang kekasih, aku pasti akan gembira dengan bayi ini. Tapi, kenyataannya bukan. Ini hanya kecelakaan yang tak kita duga. Melahirkan anak yang tidak dinantikan, bukan hal yang membahagiakan. Juga bukan hal yang baik bagimu. Jangan lupa..ada seseorang di hatimu. Ke depannya, kau akan berhadapan dengannya. Meskipun ini tubuhmu, dan aku tak punya kuasa untuk ikut campur, tapi bagi anak ini..aku punya tanggung jawab dan tugas untuk melaluinya bersamamu.”

Vanessa mulai berkaca-kaca. Bo Yan pun mengatakan kalau Vanessa boleh menyalahkannya, dialah orang yang memutuskan untuk mencabut nyawa anak ini..bukan Vanessa. “Ini urusanku. Karena aku sudah memutuskan untuk melahirkannya, aku akan mengurusnya sendiri. Kau tak perlu membuat keputusan untukku.” Tolak Vanessa tak ingin menggugurkan bayinya, lalu pergi meninggalkan Bo Yan.



Sementara itu Yu Xi sampai di stasiun cable car saat malam hari. Ia menunggu, mondar-mandir gelisah sambil sesekali tersenyum. Ia sampai speechless saking senangnya begitu melihat cable car yang datang lebih indah dari yang sebelumnya. Si petugas cable car yang berpakaian ala negeri dongeng berkata pada Yu Xi kalau ini adalah kereta labu khusus untuknya.



Yu Xi langsung ke tempat persembunyian rahasianya untuk menemui Zhan Cheng. Tempat itu juga sudah dipenuhi lampu2 bentuk Kristal salju yang cantik dan Zhan Cheng sudah menunggunya disana. Yu Xi bertanya-tanya untuk apa semua ini? Zhan Cheng mengingatkan Yu Xi apa yang dikatakannya saat di motel waktu itu, bahwa setelah matanya sembuh, dia bisa pergi kemanapun yang dia inginkan, melakukan apapun yang dia inginkan, memulai hidup baru, dan menemukan kebahagiaan lagi. Yu Xi masih ingat semuanya.



Zhan Cheng menatapnya, “Kurasa aku sudah menemukan kebahagiaan yang kau bicarakan. Aku bertemu dengan seorang wanita. Dia sangat jujur dan murah hati. Seperti matahari. Selama dia ada, rasanya penuh kehangatan dan kebahagiaan. Tak peduli cobaan apapun yang ia hadapi, dia selalu menerimannya dan takkan terkalahkan. Karena dia…kebekuan di hatiku mencair. Kegelapan menjadi terang. Aku menrima harapan dan keberanian untuk memulai lagi. Jadi, Yu Xi…” air mata Yu Xi menetes mendengar semua yang dikatakan Zhan Cheng.




Zhan Cheng menggenggam tangannya, “Maukah kau..membantuku memenuhi permohonan di lampion itu?” Yu Xi tak bisa berkata-kata. “Boss..terima kasih atas perasaanmu padaku. Mendengarmu mengatakan ini membuatku gembira. Aku sangat gembira.”



“Jadi….?” Yu Xi mengambil tangan Zhan Cheng yang satunya lagi dan menggenggamnya, ia tersenyum bahagia lalu menganggukan kepalanya. Zhan Cheng tersenyum dan menarik Yu Xi ke dalam pelukannya. Yu Xi juga membalas pelukan Zhan Cheng dan mereka saling tersenyum bahagia.




Zhan Cheng kemudian mengantarkan Yu Xi pulang. Saat Yu Xi hendak masuk ke dalam, tiba-tiba mama Chen teriak-teriak. Mereka buru-buru melihatnya. Ternyata rumah mereka bocor dimana mana. Zhan Cheng menawarkan untuk tinggal di rumahnya. Yu Xi dan mama Chen terkejut. Tapi sesaat kemudian mereka sudah ada di rumah Zhan Cheng.



Mama Chen khawatir kalau mereka akan mengganggu Zhan Cheng dengan tinggal disini. Yu Xi menenangkannya, boss sama sekali tidak keberatan. Mama Chen jadi curiga melihat Yu Xi yang senyam-senyum terus dari tadi, apa Yu Xi menyembunyikan sesuatu darinya? Malu-malu, Yu Xi memberitahu mama Chen kalau dia dan Zhan Cheng sudah jadian. “Benarkah? Sejak kapan?” tanya mama Chen kaget. “ Malam ini, dia mengungkapkan perasaannya padaku dan aku setuju. Kuberitahu, boss sangat romatis. Dia menyiapkan kereta labu untukku. Aku merasa seperti Cinderella. dan dia sengaja menghias tempat persembunyian. Disana banyak lilin, boss begitu romantic.” Ucapnya senangsambil mengipas-ngipas pipinya yang memerah. Mama Chen juga ikut senang tapi terlihat ada kekhawatiran yang dirasakannya.





Mama Chen keluar menemui Zhan Cheng dan mengajaknya bicara. Mama Chen memberitahunya Yu Xi yang sudah menceritakan tentang hubungan mereka. Zhan Cheng cepat-cepat minta maaf, ia tak bermaksud untuk tidak memberitahu hal ini. Mama Chen mengerti, dia hanya ingin menanyakan sesuatu. Dia tahu ini sedikit tidak sopan, tapi sebagai ibunya Yu Xi dia harus menanyakannya. Jadi, ia minta Zhan Cheng tidak ambil hati. Zhan Cheng pun menyilahkan mama Chen bertanya. “Apa kau benar-benar menyukai Yu Xi atau kau melihatnya sebagia Luo Han?” tanya Mama Chen khawatir.

Zhan Cheng tahu mama Chen khawatir, tapi di dalam hatinya Yu Xi tak pernah menjadi pengganti siapapun. Dia adalah Yu Xi. Dia sama sekali tak pernah keliru. Zhan Cheng memohon pada mama Chen agar dia diberikan kesempatan untuk menjaga dan memberi Yu Xi kebahagiaan. Akhirnya mama Chen mengizinkan mereka, tapi..jika Zhan Cheng tak menjaga Yu Xi dengan baik dan tidak memberinya kebahagiaan, maka dia tak akan melepaskan Zhan Cheng. “Mama Chen, jangan khawatir dan percayalah padaku. jika itu benar-benar terjadi, aku sendiri tidak akan melepaskan diriku sendiri.” Mama Chen pun sudah tak mempermasalahkannya lagi.



Yu Xi tidak bisa tidur, sedangkan mama Chen sudah pulas tertidur. Yu Xi membenarkan selimut mama Chen dan diam-diam keluar kamar, duduk di tepi kolam. Zhan Cheng datang dan menyelimuti Yu Xi dari belakang. Ia kemudian duduk disamping Yu Xi. Ya, mereka sama-sama tak bisa tidur. Yu Xi tertawa, membuat Zhan Cheng bertanya ada apa? Yu Xi berkata dia tak pernah menyangka mereka bisa bersama. Zhan Cheng juga, dia tak bisa mempercaiyanya. Yu Xi bertanya apakah sesulit itu? maksud Zhan Cheng bukan begitu. Sejak Luo Han meninggal, dia tak menyangka bisa mencintai orang lain lagi. “Terima kasih, membantuku memenuhi permohonan di lampion itu.” ucap Zhan Cheng. Yu Xi memakaikan selimutnya untuk Zhan Cheng juga. “Boss, aku akan selalu ada disisimu.” Zhan Cheng tersenyum tapi ia kemudian sadar kalau Yu Xi masih memanggilnya boss. Yu Xi langsung besender manja pada Zhan Cheng. Ia berkata kalau ia sudah terbiasa begitu.




Keesokan harinya, mereka datang bersama ke kantor. Wei Lian muncul dan langsung menggoda mereka, ia melapor pada Zhan Cheng kalau dia sudah mengurus atapnya ‘kakak ipar’. “Wei Lian.” Ucap Yu Xi memperingatkannya. “Maaf. Salahku. Aku sudah mengurus atapnya Yu Xi.” ralat Wei Lian sambil menepuk-nepuk pipinya. Hahaha



Wei Lian ingat kalau waktu itu Yu Xi pernah bilang anak-anak di panti yang suka baca komik. Dia sudah mencari di rumahnya dan menemukan sekardus komik untuk mereka. Ia memuji dirinya sendiri yang penuh perhatian. Ia cepat-cepat mengajak Zhan Cheng masuk, membicarakan pekerjaan. “Dadah, kakak ipar.” Ledeknya meninggalkan Yu Xi.


Yu Xi mengeluarkan semua komiknya dan menelpon Yu An. Memberitahu kalau ia sudah mendapatkan komiknya. Tak sengaja ia menyenggol komiknya hingga berjatuhan. Ia mengumpulkannya, dan disalah satu komik ada sesuatu terselip. Yu Xi melihatnya, dan ternyata itu adalah foto saat Luo Han ulang tahun. Disitu juga tertera hari perayaannya. “Kenapa ulang tahunnya sama denganku?” tanya Yu Xi aneh. Yu Xi teringat saat Zhan Cheng yang bertanya padanya bagaimana bisa ada dua orang yang tak ada hubungan begitu mirip? Tepat saat itu Zhan Cheng dan Wei Lian keluar, melihat Yu Xi memegang foto ultah Luo Han.




5 comments:

  1. zhang cheng romantis, ditunggu ep selanjutnya ya

    ReplyDelete
  2. D tunggu epsd berikut nya terus semngt.....

    ReplyDelete
  3. D tunggu epsd berikut nya terus semngt.....

    ReplyDelete
  4. Semangat ya kk,,lanjut teruss,,slalu ditunggu sinopsisnya

    ReplyDelete
  5. Semangat ya kk,,lanjut teruss,,slalu ditunggu sinopsisnya

    ReplyDelete