March 2, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 19 part 1


“Kau tidak pergi?”
“Jika aku sudah pergi aku takkan bisa mendengar permohonan maaf yang begitu tulus.”
Yu Xi langsung memeluk Zhan Cheng. Zhan Cheng benar-benar membuatnya takut. Ia pikir Zhan Cheng sudah menyerah padanya dan tak mau memperdulikannya lagi. karena Zhan Cheng sudah mendengar permintaan maafnya Yu Xi bertanya, apa Zhan Cheng akan memaafkannya?
Zhan Cheng tersenyum, “Mana bisa aku marah padamu? Tapi kau harus berjanji 3 hal padaku. Pertama, jangan menolakku menjauh lagi. Kedua, kau harus melindungi permohonan yang kutulis di lampion. Ketiga, kau harus menggenggam erat batu yang ada di tanganmu dan jangan pernah melepaskannya.”

Yu Xi berjanji pada Zhan Cheng. Dia meminta maaf sudah memutuskan hubungan mereka dan membuat Zhan Cheng sedih. Zhan Cheng menganggap mereka tak pernah putus, karena dia tak pernah menerimanya. Lalu Zhan Cheng menarik Yu Xi dalam pelukannya lagi, mengingatkannya bahwa ketika dua orang saling mencintai akan selalu ada konflik yang terjadi. Tapi, begitu mereka melalui semuanya, pada akhirnya cinta akan tumbuh dan menjadi lebih kuat. Tanpa mereka sadari Ya Ti ada di di dekat pintu masuk, tersenyum bahagia melihat mereka bersatu kembali.





Fei Fei gelisah menunggu Yu An sebelum cable carnya berangkat. Dengan terpaksa ia akhirnya naik dan berpikir Yu An tak mau memintanya untuk tinggal. Ia mengucapkan selamat tinggal pada Lembah Bersayap dan Chen Yu An saat tiba-tiba saja cable car nya berhenti dan melaju kembali.
Bagaikan sebuah kejutan untuknya saat ia melihat Yu An sudah menunggu di tempat pemberhentian cable car. Mereka saling terdiam beberapa saat hingga Fei Fei bertanya kenapa Yu An datang. Yu An bingung menjawabnya dan akhirnya ia bertanya, bisakah Fei Fei tinggal? Fei Fei langsung mengiyakannya, karena itulah yang ia inginkan.
“Benar kau mau tinggal, tak jadi pergi?” tanya Yu An lagi.
“Benar, kuputuskan untuk tinggal.” Jawab Fei Fei dan mereka saling tersenyum lega.



Di Krystal Bo Yan tengah membicarakan diskon tahunan yang akan diadakan bersama sekretarisnya. Tiba-tiba saja seseorang memanggilnya dan orang itu adalah Wei Lian. Wei Lian marah-marah mengetahui Bo Yan yang juga mengadakan diskon tahunan, bahkan harga barang dan promosinya sama persis dengan Big City. Bo Yan menanggapinya dengan santai, ia malah balik bertanya ke Wei Lian kenapa diskon tahunan Krystal selalu setelah Big City saat Wei Lian menjadi GM nya. Wei Lian mengatakan bahwa selama ini memang selalu begitu. Bo Yan berpikir sudah saatnya merubah kebiasaan. Menurutnya, penyesuain ini sangat beralasan bagi keuntungan perusahaan. Kecuali, Wei Lian punya motif lain.

Wei Lian menyimpulkan kalau Bo Yan memang sentimen dengan Big City. Bo Yan tersenyum meremehkan, ia berkata bahwa ini hanya bisnis dan tak ada hubungannya dengan masalah pribadi. Wei Lian gantian meremehkannya, menurutnya posisi GM Bo Yan takkan bertahan lama. Dia tahu, Bo Yan menjadi GM setelah mengancam Direktur Jiang dengan memberitahu istrinya tentang perselingkuhannya. Apa Bo Yan pikir setelah dia kehilangan ‘kartu’ ini dia masih bisa mempertahankan posisinya? Bo Yan mengacuhkannya, dia berkata lebih baik Wei Lian meningkatkan kemampuannya karena tak selamanya dia bisa bergantung pada Zhan Cheng.


Yu Xi yang masih di motel meminta Ya Ti mengajarinya membuat kue ulang tahun, karena lusa adalah ulang tahun Zhan Cheng. Ya Ti setuju. Lalu bibi Juan datang bersama Zhan Cheng. Yu Xi dengan gaya lucunya meminta maaf pada bibi Juan. Bibi Juan pura-pura mengabaikannya tetapi akhirnya dia dan Ya Ti saling tertawa. “Baiklah, aku memaafkanmu.” Ujar bibi Juan. Yu Xi senang sekali dan bibi Juan mengingatkannya untuk tidak gegabah seperti ini lagi. Yu Xi berjanji tidak akan seperti itu lagi dan mereka kemudian makan malam bersama dengan penuh canda tawa seperti dulu.


Tiba-tiba Yu Xi bertanya hingga mengagetkan bibi Juan, apa di motel masih ada lampion? Bibi Juan menjawab ada dan bertanya Yu Xi mau ngapain. Tapi Yu Xi hanya tersenyum dan setelah itu mereka bertiga (Zhan Cheng, Yu Xi, dan Ya Ti) mulai menghidupkan lampionnya yang sudah penuh dengan harapan. Zhan Cheng menulis harapannya agar Yu Xi dan Ya Ti selalu sehat dan bahagia. Yu Xi juga begitu, ia berharap Ya Ti akan segera sembuh. Berbeda dengan Ya Ti, ia berharap Zhan Cheng dan Yu Xi akan hidup bahagia selamanya. Yu Xi bertanya kenapa Ya Ti malah memohon untuk mereka, bukannya untuk diri sendiri? “Karena kalian sudah memohon untuk kesehatanku, aku ingin memohon untuk kalian berdua.” Jawab Ya Ti. Dan mereka bertiga menerbangkan lampion itu.




Wei Lian menelpon Zhan Cheng, mengabarkan masalah Bo Yan tadi. Zhan Cheng meminta Wei Lian untuk tenang, jangan gegabah. Besok mereka akan mengadakan rapat dan Wei Lian akan tahu apa yang akan terjadi. Ternyata besoknya mereka sudah memulai diskon tahunan, lebih awal dari Krystal. Wei Lian memuji ini trik yang bagus dan Bo Yan takkan punya waktu untuk meniru promosi mereka. Bo Yan yang duduk tak jauh di belakang mereka memandang dengan penuh kebencian.




Sementara itu Fei Fei ditemani Yu An berbelanja. Dan mereka kemudian beristirahat di sebuah cafe. Tiba-tiba mama Chen menelpon Yu An, menanyakan belanjaannya dan ingin berbicara dengan Fei Fei. Fei Fei tak menyangka kalau mama Chen begitu menyukainya. Yu An membenarkannya. Setelah Fei Fei pergi hari itu ibunya mengatakan kalau dia benar-benar menyukai Fei Fei dan berharap Fei Fei bisa tinggal. “Jadi, alasan kau memintaku tinggal karena itu harapannya bibi?” tanya Fei Fei. Yu An ingat kalau Fei Fei pernah bilang padanya untuk melakukan hal yang ibunya inginkan, jadi dia berusaha untuk mewujudkannya. Fei Fei sedikit kecewa, ia bertanya apakah Yu An tak ingin dia tinggal? “Aku juga ingin kau tinggal.” Jawab Yu An gugup.


Bo Yan tengah menunggu Vanessa yang memeriksa kandungannya. Kemudian ada seorang bapak-bapak yang menggendong anaknya yang sakit dan dengan perhatian menepuk-nepuk punggung anaknya. Bo Yan tersenyum memperhatikannya sampai ia tak sadar kalau Vanesaa sudah selesai. Vanessa melihat arah pandangan Bo Yan yang tertuju pada bapak dan anak itu. Ia juga tersenyum melihat Bo Yan hingga Bo Yan akhirnya sadar dan mereka saling berdiri diam.



“Kau suka anak-anak? Sebenarnya, aku takkan menghentikanmu ambil bagian dalam masa depan bayiku.” Ujar Vanessa. Bo Yan kaget dengan apa yang barusan ia dengar. Vanessa memberitahunya kalau sebenarnya dia tumbuh dengan orang tua tunggal. Jadi, dia paling mengerti bagaimana rindunya atas cinta seorang ayah. Bo Yan juga menceritakan tentang dirinya. Dia paling mengerti bagaimana rindunya atas cinta keluarga. Sejak kecil, ayahnya sudah meninggalkannya dan ibunya meninggal saat dia berumur 16 tahun. Karena itulah dia ingin Vanessa menggugurkan bayi itu. Terlepas dari mereka yang tidak saling mencintai, dia juga tak ingin anak ini mengikuti jejaknya. Vanessa tersenyum dan memberikan foto hasil USG bayi mereka pada Bo Yan. Tepat saat itu pihak rumah sakit mengabarkan Vanessa kalau ibunya sudah sadar.



Mereka sampai disana. Direktur Gao tak suka begitu melihat Bo Yan juga ikut bersama Vanessa dan meminta Bo Yan keluar. Vanessa berusaha membujuk ibunya, tapi direktur Gao tetap menyuruh Bo Yan keluar.



Di Lembah Bersayap mama Chen sedang bersama Zhan Cheng. Mama Chen ingin meluruskan soal Yu Xi, tapi Zhan Cheng berkata itu tidak apa-apa. Sebenarnya masalah ini memberi mereka kesempatan untuk lebih saling mengerti. Mama Chen berterimakasih atas pengertian Zhan Cheng. Yu Xi sangat beruntung bisa bertemu dengannya. Zhan Cheng berkata bahwa sebenarnya bertemu dengan Yu Xi juga hal terberuntung dalam hidupnya.

Tak lama Fei Fei muncul, dia tak tahu kalau akan ada Festival kembang api disini. Mama Chen memberitahunya kalau Lembah Bersayap punya banyak kejutan, makanya Fei Fei harus sering-sering datang. Mama Chen mengungkapkan rasa senangnya saat Fei Fei memutuskan untuk tinggal. Dia juga memberitahu kalau Yu An orang yang pemalu, dia juga sangat ingin Fei fei tinggal. Fei Fei tahu itu karena Yu An sudah mengatakannya. Yu Xi memanggil mereka semua karena sebentar lagi kembang apinya akan dimulai.


Mereka berlima berkumpul di depan rumah, menghitung mundur dan meledaklah kembang api yang begitu cantik. Mereka bertepuk tangan kegirangan dan mulai menyalakan kembang api mereka sendiri. Saat mama Chen akan membawakan makanan untuk mereka, ternyata diluar anak-anaknya sudah saling berpasangan sambil memainkan kembang api kecil. “Melihat mereka, ternyata kebahagian seperti ini rasanya.” Ucap mama Chen.




Keesokannya Yu Xi menemani Ya Ti yang dirawat kembali. Yu Xi meminta Ya Ti untuk menahan Zhan Cheng sebentar saat dia datang ke RS nanti. Dia akan menyiapkan kue dan malamnya mereka akan merayakan ultah Zhan Cheng bersama-sama.


Sementara itu Bo Yan bertemu dengan Zhan Cheng dan Wei Lian di rumah sakit saat mereka baru saja menjenguk presdir Gao. Wei Lian langsung memberitahu Bo Yan atas ketidaktahuan presdir Gao kalau dia sudah kembali ke The Peak dan menjadi GM-nya Krystal.
“Sebenarnya apa kelemahan Vanessa yang kau pegang hingga dia terpaksa mematuhi permintaanmu?”
“Dia sepenuhnya percaya dengan kemampuanku.”
Wei Lian dan Zhan Cheng saling memandang, “Kemampuan apa? Berbohong, mengancam, atau memanfaatkan orang?” kata Wei Lian. Melihat ekspresi Bo Yan berubah, Wei Lian meminta maaf, apa dia salah bicara? Wei Lian menuduh Bo Yan yang selalu menggunakan trik kotor untuk mendapatkan keinginannya. Bo Yan menyahut, “Setidaknya aku punya trik sendiri. Tidak seperti dirimu. Sebagai wakil direktur Big City yang bisa kau lakukan hanyalah mengekori Zhan Cheng.”
Wei Lian emosi dan ingin memukul Bo Yan, tapi Bo Yan menangkis tangan Wei Lian dan langsung memukulnya hingga terjatuh. Bo Yan ingin menghajar Wei Lian lagi, sontak Zhan Cheng langsung mendorongnya hingga Vanessa yang berdiri di belakang Bo Yan juga terjatuh.



No comments:

Post a Comment