March 1, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 18 part 2


Mama Chen penasaran melihat Yu Xi yang sibuk mengemasi pakaiannya. Yu Xi memberitahu bahwa Ya Ti akan keluar dari RS selama beberapa hari dan ia diminta untuk menemani Ya Ti kembali ke Motel. Mama Chen bertanya kenapa Ya Ti kembali ke motel. Tapi, Yu Xi juga tidak tahu. Sebelum pergi mama Chen mengingatkannya untuk menjaga Ya Ti dengan baik, apalagi sekarang Ya Ti tidak dirawat di RS jadi Yu Xi harus lebih memerhatikannya. Setelah Yu Xi pergi mama Chen mengucapkan terima kasih pada Ya Ti.


Fei Fei datang ke rumah mama Chen. Mama Chen sangat senang dan langsung menariknya untuk belajar memasak. Tapi Fei Fei tetap berdiri di tempatnya. Mama Chen bertanya heran kenapa Fei Fei terlihat sedih begitu. Fei Fei sambil melirik Yu An menjawab bahwa mungkin dia tak bisa kemari lagi untuk belajar memasak dari mama Chen. Mama Chen bertanya penasaran, apa ada yang terjadi? Sambil terus menatap Yu An Fei Fei memberitahu kalau sebelumnya dia pernah mendaftar sekolah desain. Pagi ini dia menerima surat pemberitahuannya. “Begitu. Jadi, kau harus pergi ke luar negeri?” tanya mama Chen. Fei Fei menganggukan kepalanya. Mereka bertiga saling lirik dan Yu An juga tampak sedih. Fei Fei menatap Yu An serius, “Minta aku tinggal. Jika kau mengatakannya, aku pasti akan tinggal.” kata Fei Fei dalam hatinya. Tiba-tiba Yu An bertanya kpan Fei Fei berangkat. Dengan kesal dia menjawab beberapa hari lagi.

Mama Chen menawarkan Fei Fei makan dulu di rumahnya sebelum berangkat. Dia akan memasakkan makanan kesukaan Fei Fei sebagai makan perpisahan. Fei Fei setuju dan mama Chen segera menariknya untuk belajar memasak. Setelah mereka pergi tinggalah Yu An yang tampak gelisah memikirkan apakah dia harus meminta Fei Fei tinggal atau tidak.



Dengan terburu-buru Yu Xi sudah sampai di motel bibi Juan dan disambut oleh Ya Ti. Yu Xi bertanya cemas kenapa Ya Ti tidak di di rawat di rumah sakit saja. Ya Ti tersenyum meminta Yu Xi berhenti mengomelinya, di RS sangat membosankan, jadi ia minta beberapa hari untuk pulang. Yu Xi pun mengerti dan mengajak Ya Ti masuk. Tapi, alangkah terkejutnya Yu Xi saat melihat seseorang yang tengah duduk di depannya. Tahu ada orang di belakangnya Zhan Cheng berbalik dan juga terkejut saat melihat Yu Xi menatapnya. Zha Cheng tersenyum padanya tapi Yu Xi sama sekali tak membalas senyuman itu. Ya Ti akhirnya memberitahu mereka bahwa dia meminta mereka berdua datang untuk membantunya membuat biskuit, karena akhir-akhir ini banyak sekali yang menanyakan biskuitnya.





Mereka mulai membuat biskutnya bersama. Melihat mentega yang diaduk Zhan Cheng sudah siap, Ya Ti minta Yu Xi menambahkan gula ke dalam mentega yang di pegang Zhan Cheng. Dengan canggung Yu Xi menambahkan gulanya ke mentega itu dan Zhan Cheng tak lepas memerhatikan sikap canggung Yu Xi padanya. Dengan malu-malu Yu Xi melirik Zhan Cheng dan mendapati Zhan Cheng tersenyum padanya. Yu Xi cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan mulai bekerja lagi.



Yu Xi ingin mengaduk telur dan karena pengaduknya ada di dekat Zhan Cheng ia minta Zhan Cheng mengambilkannya. Tapi ketika Yu Xi ingin mengambil pengaduk itu dari tangan Zhan Cheng Zhan Cheng langsung menariknya kembali. Yu Xi kesal dan mengejeknya, membuat Zhan Cheng tak bisa menahan senyumnya melihat tingkah Yu Xi.


Saat Ya Ti meminta mereka mengambilkan cetakan biskuitnya mereka berdua cepat-cepat mengambilnya, hingga kepala Yu Xi terantuk dengan kepala Zhan Cheng. Yu Xi mengaduh kesakitan tapi saat Zhan Cheng ingin memegang kepalanya ia langsung berkata tidak apa-apa. “Maaf.” Kata Zhan Cheng. Dan sikap canggung mereka berdua tak luput dari perhatian Ya Ti yang tersenyum melihat mereka, menganggap rencananya sepertinya akan berhasil.



Setelah itu mereka semua bersantai. Zhan Cheng memanggang daging sedangkan Ya Ti, Yu Xi, dan Bibi Juan duduk bersantai. Kemudian datanglah Xiao Lin dan Wei Lian yang membuat suasana semakin seru. Selagi Xiao Lin mengenalkan dirinya, Yu Xi diam-diam memerhatikan Zhan Cheng yang sibuk memanggang dan begitu juga Zhan Cheng. Dia juga memerhatikan Yu Xi saat Yu Xi tengah asyik mengobrol dengan yang lainnya.



Wei Lian yang disampingnya bertanya apa mereka sudah baikan. Zhan Cheng menggelengkan kepalanya. “Dia benar-benar sangat keras kepala.” Ucap Wei Lian. “Tapi, dibandingkan siapapun, dia gadis terbaik.” “Kau terlalu memanjakannya.” Kata Wei Lian tak setuju.


Kemudian bibi Juan menyuruh Zhan Cheng bergabung bersama mereka dan dia yang akan menggantikan Zhan Cheng memanggang. Yu Xi tersenyum melihat Xiao Lin yang asyik bermain batu gunting kertas berdua dengan Wei Lian. Tapi tak lama senyuman itu hilang saat ia tahu Zhan Cheng menatapnya.



Kemudian Zhan Cheng dan Ya Ti mengobrol berdua. Ya Ti berkata takdir memang menakjubkan. Karena biskuitnya, ia bisa bertemu dengan Zhan Cheng dan Yu Xi hingga akhirnya menjadi teman baik. Ya Ti mengungkapkan dirinya yang sama sekali tak tertarik dalam memasak kue. Tapi semuanya berubah setelah ia dioperasi. Dia tak menyangka jantung ini bisa sangat mempengaruhinya bahkan membuatnya jatuh cinta pada Zhan Cheng. Zhan Cheng terkejut mendengar pengakuan Ya Ti itu dan tepat saat itu Yu Xi lewat dan mendengarnya juga.

“Ya Ti..” “Aku menyukaimu. Benar-benar menyukaimu.” Ucap Ya Ti memotong perkataan Zhan Cheng.
“Ya Ti. Maafkan aku. Aku tak bisa membalas perasaanmu padaku. Kau tahu, yang ku cintai adalah Yu Xi.” jelas Zhan Cheng. Ya Ti berkata kalau Zhan Cheng tahu ini adalah jantung Luo Han, apa Zhan Cheng tidak mencintainya lagi? Zhan Cheng mencintainya, tapi Yu Xi datang dan mengeluarkannya dari kegelapan setelah meninggalnya Luo Han. Yu Xi membuatnya mendengarkan kebahagiaan dan membantunya menerima kenyataan kalau Luo Han sudah tiada. Yu Xi bersembunyi, mendengarkan semua pembicaraan mereka.




Zhan Cheng bertanya pada Ya Ti kenapa Ya Ti menanyakan hal ini lagi padanya. Ya Ti tersenyum dan menyuruh Yu Xi keluar dari persembunyiannya sekarang. “Kau sudah dengar? Fang Zhan Cheng takkan merubah perasaanya padamu hanya karena kau menyerah pada hubungan kalian.” Kata Ya Ti saat Yu Xi akhirnya keluar. Ya Ti mengaku kalau dia sudah tahu putusnya mereka karena dia. Zhan Cheng takkan pernah menerima cintanya hanya karena Yu Xi mundur. Itu malah membuatnya merasa bersalah dan sedih.

Yu Xi menghampiri Ya Ti dan berjongkok di hadapannya. Dia tak ingin Ya Ti sedih, ia hanya ingin Ya Ti hidup bahagia. Zhan Cheng menghentikkan Yu Xi yang ingin coba bicara lagi. Zhan Cheng tahu Yu Xi sangat peduli pada Ya Ti begitu juga dia. Tapi Yu Xi tak bisa memutuskan hubungan mereka sendiri. “Saat kita bilang, kita akan menjaga Ya Ti bersama, itu hanya pertemanan. Kau tak seharusnya salah menganggap perasaanku padamu dengan pertemanan kita.” Kata Zhan Cheng
Ya Ti membenarkannya dan mengatakan pada Yu Xi bahwa keputusan ini hanya akan menyakiti mereka semua. Dia memberikan Yu Xi biskuit bentuk bunga matahari yang ia buat spesial untuk Yu Xi. Bunga matahari melambangkan keberanian untuk mengejar kebahagiaan. Jadi, ia harap Yu Xi tidak kehilangan kebahagiaan yang menjadi miliknya. Ia minta Yu Xi memikirkan keputusannya ini baik-baik.





Malamnya Yu Xi beristirahat di kamarnya. Tak lama ia mendengar Zhan Cheng mengetuk dinding berkali-kali. Yu Xi teringat saat dia juga melakukan itu sebagai kode untuk Zhan Cheng. Yu Xi berjalan menuju dinding dan akan membalas ketukan itu tapi tangannya hanya tergantung dan terlepas begitu saja. Zhan Cheng mengetuk dindingnya lagi, “Aku mencintaimu” katanya dalam hati. Yu Xi berubah menjadi sedih, tak mampu membalas ketukan itu dan mereka hanya saling terduduk di kamar masing-masing.



Tiba-tiba listrik padam dan Yu Xi langsung menjerit ketakutan. Ia buru-buru menutup mulutnya, takut Zhan Cheng akan mendengar. Zhan Cheng mendengar teriakan Yu Xi dan berlari kekamarnya. Dengan takut-takut Yu Xi membukakan pintu. Zhan Cheng bertanya apa Yu Xi tidak apa-apa? Yu Xi berkata ia tidak apa dan akan menutup pintunya kembali. Tapi, Zhan Cheng menahannya dan masuk begitu saja tak peduli dengan keheranan Yu Xi. Akhirnya Yu Xi membiarkan Zhan Cheng menemaninya. Yu Xi memandangi Zhan Cheng saat Zhan Cheng tak melihatnya, tapi saat Zhan Cheng berbalik ke arahnya Yu Xi cepat-cepat berpaling.


Sementara itu, di kamar yang lain, Wei Lian dan Xiao Lin tersenyum sambil menguping di balik tembok. Xiao Lin bertanya berapa lama Wei Lian akan membuat listriknya padam. Wei Lian dengan santai menjawab, “Tentu saja sepanjang malam”. Xiao Lin kaget kenapa lama sekali, dia juga takut gelap. Dia pun bergegas ke kamarnya Yu Xi. Wei Lian buru-buru menahannya, takut akan mengganggu Zhan Cheng dan Yu Xi. Ia pun menyuruh Xiao Lin tinggal di kamarnya saja dan melanjutkan keisengan mereka (nguping).


Yu Xi dan Zhan Cheng sudah tertidur. Yu Xi tersadar dan menghampiri Zhan Cheng, ingin menyentuh wajahnya tapi entah kenapa ia tak jadi melakukan itu. Ia teringat saat Zhan Cheng memberinya batu dan mengatakan tak akan menerima putus dari Yu Xi. Yu Xi hanya duduk memandangi Zhan Cheng di tepi tempat tidur sampai akhirnya ia juga kembali tidur. Kini Zhan Cheng yang tersadar. Ia memandangi Yu Xi yang tertidur, kemudian menyelimutinya dan ingin mencium keningnya, tapi Zhan Cheng juga tak jadi melakukan itu.



Esok paginya Yu Xi bangun dengan Zhan Cheng yang sudah tidak ada dan hanya menemukan dua permen di atas meja. Yu Xi menggenggam permen itu, teringat saat Zhan Cheng memberikannya waktu itu dan Ya Ti yang memintanya untuk tak kehilangan kebahagiaan yang menjadi miliknya.


Fei Fei menepati janjinya untuk makan di rumah mama Chen sebelum dia pergi. Mama Chen bertanya-tanya tentang sekolah Fei Fei dan Yu An tampak sedih saat mendengar Fei Fei berkata mungkin ia takkan kembali lagi. Setelah itu Fei Fei pamit pergi pada mereka.
 Mama Chen mengatakan keinginannya pada Yu An seperti yang Yu An pinta waktu itu. Dia sangat menyukai Fei Fei, kalau Fei Fei jadi menantunya dia akan sangat gembira, tapi dia takkan memaksa Yu An.



Di motel, Yu Xi memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu kamar Zhan Cheng. Pintu itu terbuka karena tidak dikunci. Yu Xi masuk dan mendapati tak ada Zhan Cheng disana. Yu Xi bertanya dimana Zhan Cheng pada Ya Ti yang kebetulan lewat. Ya Ti berkata Zhan Cheng baru saja balik ke kantor. Dengan terburu-buru Yu Xi berlari ke luar dan meneriaki mobil Zhan Cheng yang sudah pergi. Yu Xi kecewa karena Zhan Cheng tak menunggunya, padahal Zhan Cheng bilang akan menemaninya dan takkan membiarkannya sendirian. Dalam tangisnya Yu Xi mengaku salah dan meminta maaf pada Zhan Cheng.
“Jangan tinggalkan aku Fang Zhan Cheng!” teriak Yu Xi. Tiba-tiba Zhan Cheng merangkul Yu Xi dari belakang, “Mana mungkin aku meninggalkanmu.”



No comments:

Post a Comment