March 4, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 20 part 1 END


Mama Chen berdoa untuk kesembuhan Yu Xi. Ia sampai terjatuh lemas dan harus dipegangi Yu An, memohon agar Yu Xi segera sadar dari komanya. Yu An menenangkannya kalau Yu Xi akan baik-baik saja. Dengan perhatian Zhan Cheng mengolesi air di bibir Yu Xi, lalu Vanessa datang. Ia berkata pada Zhan Cheng bahwa Bo Yan meninggalkan rekaman untuk Yu Xi. Zhan Cheng pun tahu kalau Bo Yan sudah meninggal.


Vanessa meletakkan ponselnya di samping Yu Xi dan suara Bo Yan mulai terdengar, “Yu Xi. Maafkan aku. Karena kebaikanmu, sejak bertemu denganmu aku merasa tak ada yang perlu kukhawatirkan dengan hubungan kita. Karena itulah aku mencurahkan semua tenagaku pada hal lain yang membuatku tidak bahagia. Mungkin karena sekarang, aku sama sekali tak bisa bergerak akhirnya aku bisa melihat semuanya dengan begitu jelas. Aku bisa melihat semua yang sudah kulakukan dulu. Maafkan aku atas semua rasa sakit yang kutimbulkan padamu di masa lalu. Mohon maafkan aku. Yu Xi..bisakah kau menolong satu hal terakhir untukku? Vanessa..kemungkinan sedang ada disampingmu sekarang. Tolong sampaikan padanya, kurasa..aku sudah jatuh cinta padanya. Vanessa..maafkan aku. Mungkin aku terlambat menyadarinya. Tapi kali ini, aku sungguh-sungguh dengan yang kukatakan.” Vanessa menangis mendengar permintaan maaf Bo Yan tapi ia tetap mecoba tersenyum.





Yu An menghampiri mama Chen yang lagi ada di kamar Yu Xi. Mama Chen merapikan dan mengganti seprei Yu Xi dengan harapan Yu Xi bisa nyaman jika ia pulang nanti. Yu An pun ikut membantunya. Saat mama Chen membereskan meja Yu Xi, ia menemukan foto ulang tahun Luo Han dan melihat tulisan di belakangnya. Yu An yang tidak tahu bertanya heran kapan Yu Xi merayakan ulang tahun dengan Zhan Cheng. Kemudian ia melihat tanggalnya dan berpikir kalau saat itu Yu Xi merayakan ultah dengan mereka juga Yu Xi belum bertemu dengan Zhan Cheng.


Mama Chen akhirnya memberitahu Yu An kalau gadis yang di foto itu adalah Luo Han, kakak kembar Yu Xi. Yu An terkejut. Mama Chen lanjut memberitahu kalau Luo Han sudah meninggal. Dengan hati-hati mama Chen mengungkapkan yang sebenarnya kalau Yu Xi dan Yu An sebenarnya adalah anak adopsinya. Yu An tak terlihat shock sama sekali, tidak seperti Yu Xi waktu itu. Mama Chen bertanya bingung apa tak ada yang ingin Yu An katakan. Yu An menggenggam tangan ibunya, mengatakan kalau sebenarnya dia sudah tahu hal itu. Mama Chen kaget dan Yu An memeberitahunya alasan kenapa ia menjadi sukarelawan di panti asuhan yang bernama Mentari Pagi. Saat itu, dia membantu memberesken dokumen dan melihat informasi adopsinya.
“Lalu, kenapa kau tidak mengatakan apapun?”
“Itu karena, kau adalah ibuku. Kau ibu yang membesarkanku, mencintaiku, dan memberiku kehangatan. Itu takkan pernah berubah. Kau akan selalu menjadi ibuku satu-satunya.”
Mama Chen menangis, Yu An langsung memeluknya dan menghapus air mata ibunya itu.



Di rumah sakit, di depan keluarganya, Zhan Cheng mengutarakan keinginannya pada mama Chen untuk menikahi Yu Xi. Mama Chen sedikit terkejut, ia mengatakan Yu Xi masih koma bahkan dokter pun tak tahu kapan Yu Xi bisa sadar kembali. Mama Chen bertanya sekali lagi apa Zhan Cheng yakin mau melakukan ini? Sambil melihat Yu Xi yang terbaring di dalam, ia berkata ia sungguh ingin menikahi Yu Xi. Mama Chen senang mendengar itu dan ingin mengatakan “ya” untuknya. Tapi, ia takut Yu Xi akan menjadi beban untuk Zhan Cheng. Dengan tulus Fei Fei dan ibu Zhan Cheng meyakinkan mama Chen bahwa mereka sangat menyayangi Yu Xi dan Yu Xi takkan mungkin menjadi beban bagi mereka. Mama Chen berterima kasih pada Zhan Cheng dan keluarganya yang sudah memberikan cintanya untuk Yu Xi, tapi ia berharap mereka menikah setelah Yu Xi sadar.



Zhan Cheng menenangkan mama Chen, ia berkata Yu Xi pasti akan sadar. Dia hanya ingin menjaga Yu Xi sebagai suaminya. Zhan Cheng percaya, meskipun sekarang Yu Xi sedang koma, tapi Yu Xi masih bisa mendengar apa yang dia katakan. Dia ingin Yu Xi tahu, tak peduli apapun yang terjadi, dia akan selalu ada disamping Yu Xi dan takkan pernah meninggalkannya. Akhirnya mama Chen setuju dan Fei Fei-Yu An yang akan mengurus pernikahannya.



Dengan ruangan yang sudah didekorasi dengan cantik Zhan Cheng melangsungkan pernikahannya. Yu Xi mengenakan baju pengantin yang membuatnya seperti putri tidur. Pernikahan mereka hanya dihadiri keluarga dan teman dekat, termasuk Ya Ti yang kini sudah sembuh. Xiao Lin memberikan kotak cincinnya dan Zhan Cheng dengan berkaca-kaca mengucapkan janji setianya sebelum memakaikan cincin itu ke jari Yu Xi, membuat semua orang yang ada disitu ikut terharu. Dan sebagai gantinya, mama Chen yang memakaikan cincin ke tangan Zhan Cheng. Pendeta pun mengumukan kalau sekarang Yu Xi dan Zhan Cheng resmi menjadi sepasang suami istri. Semua orang bertepuk tangan dengan bahagia dan Wei Lian yang bertugas mendokumentasikan momen indah itu.




Saatnya melempar buket, waktu yang paling dinanti bagi ketiganya, Ya Ti, Xiao Lin, dan tentunya Fei Fei. Mama Chen yang menggantikannya untuk Yu Xidan melempar buketnya. Ternyata Xiao Lin yang mendapatkannya. Dengan wajah bahagia ia menunjukkan itu pada Wei Lian.




Fei Fei pulang bersama Yu An. Ia mengungkapkan keiriannya pada Yu Xi. Meskipun Yu Xi koma, tapi dengan begitu mereka tahu kalau kakaknya sangat mencintai Yu Xi. Fei Fei berandai-andai jika ia dalam situasi yang sama seperti Yu Xi tanpa tahu entah akan sadar atau tidak, ia penasaran apakah dia bsa bertemu dengan orang yang seperti kakaknya, yang menjaganya, menemaninya, bahkan bersedia menikahinya dan selalu bersama seumur hidupnya. “Menurutmu, apa aku akan bertemu dengan orang sebaik kakakku?” tanya Fei Fei. Yu An tak menjawabnya, melihat lampu hijau untuk pejalan kaki ia langsung menggenggam tangan Fei Fei, menariknya untuk menyebrang. Fei Fei tersenyum, seakan itu jawaban untuknya.



Hari-hari berlalu dan Yu Xi sudah berada di rumah Zhan Cheng, tetapi dalam keadaan yang masih belum sadar. Zhan Cheng menggerak-gerakan tangan Yu Xi sambil bercerita padanya tentang kondisi Ya Ti yang sudah jauh lebih baik dan Ya Ti yang juga sudah bekerja di toko barunya. Zhan Cheng yakin kalau itu adalah hal yang paling ingin Yu Xi lihat.
Zhan Cheng menghampiri mama Chen yang tengah memasak makan malam. Ia berkata kalau mama Chen tak perlu memasak banyak tiap hari. Tapi menurut mama Chen ia harus melakukannya, bagaimana kalau Yu Xi kelaparan begitu dia bangun?




Hari berganti dan mereka semua dengan perhatian menjaga Yu Xi. Zhan Cheng membacakan cerita untuknya dan mengolesi air ke mulutnya. Zhan Cheng mengatakan pada Yu Xi kalau mama Chen baru saja pulang dan setiap hari selalu memasak makanan kesukaannya. Ia melihat kartu foto mereka, teringat dengan ucapan Yu Xi yang ingin agar dia mendengarkan kebahagian. Tapi, dia yang sekarang bukan hanya ingin mendengar kebahagian, dia juga ingin melaluinya bersama Yu Xi.



Zhan Cheng mengelus rambutnya, “Jika kau masih merasa mengantuk, kau bisa tidur sebentar lagi. Hanya saja, jangan membuatku menunggu terlalu lama, oke?” Kata Zhan Cheng. Ia kemudian tertidur di samping Yu Xi. Tangan Yu Xi bergerak-gerak dan matanya mulai terbuka, ia sudah sadar kembali. Yu Xi mencoba bangun dan heran saat ia berada di rumah Zhan Cheng, dan juga melihat cincin yang ada di jari manisnya dan Zhan Cheng. Ia tersenyum, meletakkan tangan Zhan Cheng perlahan dan menyelimutinya.




Lalu Yu Xi melihat video pernikahannya. Ia tersenyum mendengar paman yang menyuruhnya makan brokoli dan sup ayam begitu sadar, agar dia bisa mengoperkan gennya. Satu per satu mereka membuat harapannya untuk Yu Xi. Yu Xi sangat terharu, ia menangis bahagia melihat semua itu apalagi janji setia Zhan Cheng saat menikahinya. Ia juga ikut mengucapkan janji itu dan menekan tombol pause tepat saat di wajah Zhan Zheng. Ia menyentuhnya, “Aku mendengarmu. Aku benar-benar mendengar semua yang kau ucapkan.” Ucap Yu Xi terisak.




4 comments:

  1. Yaaah engga terasa udah ada di akhir cerita ya min :'D

    ReplyDelete
  2. setelah ambil adegan terakhir itu ... lorene ren benar menangis ... sampae-sampe sutradara memeluk dan menenangkannya .... seperti pas adegan yuxi menangi mendengarkan bel_nya berbunyi karena tombol bel yg dibawa zhan cheng ditekan zhan cheng ( epiosde 17 )... sutradara menenangkannya degn menepuk-nepuk pundaknya ... sepertinya kalo pas adegan sedih Lorene Ren nih menghayati banget deh ....

    ReplyDelete
  3. really like this drama

    ReplyDelete