March 6, 2016

Sinopsis Someone Like You Episode 20 part 2 END


Keesokan paginya Zhan Cheng bangun dan kebingungan mencari Yu Xi. Ia heran melihat TV yang di pause-kan tepat di wajahnya, tapi ia tak tahu Yu Xi dimana hingga akhirnya saat ia mematikan TV, ia melihat dari kaca Yu Xi tengah duduk di tepi kolam. Zhan Cheng menangis sambil tersenyum. Seolah tak mempercayai apa yang dilihatnya.
Zhan Cheng menghapus air matanya dan duduk di samping Yu Xi. Lalu Yu Xi menggenggam tangan Zhan Cheng, ia merasa seperti bermimpi yang panjang. Yu Xi bertanya apa mereka benar-benar sudah menikah? Zhan Cheng membenarkannya, Yu Xi sekarang adalah istrinya. Ia menarik Yu Xi ke dalam pelukannya dan berterimakasih karena sudah sadar dan kembali padanya.


Yu Xi menyanyikan selamat ulang tahun dan membuatkan kue tart untuk Zhan Cheng, karena sebelumnya ia tak sempat melakukan itu. Ia meminta maaf karena tak menyiapkan hadiah untuk Zhan Cheng, tapi Zhan Cheng berkata Yu Xi yang sudah sadar adalah hadiah terbaik. Yu Xi tersenyum dan menyuruh Zhan Cheng membuat permohonannya. Awalnya Zhan Cheng mengucapkannya dalam hati tapi Yu Xi memintanya untuk mengucapkannya dengan keras. Zhan Cheng menurutinya, “Permohonanku yang pertama agar semua orang disampingku sehat, aman, dan bahagia. Permohonan keduaku, agar kita selalu bahagia. Permohonan ketigaku..” Zhan Cheng tiba-tiba berhenti. Yu Xi berkata Zhan Cheng bisa membisikkan itu padanya jika mau. Zhan Cheng menolak karena itu rahasia. Yu Xi kesal, bagaimana bisa pasangan suami istri punya rahasia. Dan Zhan Cheng langsung mengecup bibir Yu Xi. Mereka kemudian memotong kuenya dan bercanda bersama.




Yu An mengganti bola lampu di rumahnya. Mama Chen sangat bersyukur Yu An ada bersamanya sekarang. Saat mereka akan melipat tangga, mama Chen merasa ada seseorang yang memanggilnya, tapi itu bukan Yu An. Dan sesaat kemudian mereka sadar kalau itu adalah suara Yu Xi yang sudah berdiri di depan pintu bersama Zhan Cheng dan Ya Ti. Mama Chen terpaku tak menyangka. Yu Xi menghampirinya dan langsung memeluk ibunya dengan erat. “Aku sangat merindukanmu.” Ucap mama Chen menangis. Yu Xi juga menangis, ia meminta maaf karena sudah membuat ibunya khawatir.



Lalu mereka berdoa atas kesembuhan Yu Xi. Setelai selesai Ya Ti mengungkapkan rasa irinya pada Yu Xi yang sangat dekat dengan ibunya. Mama Chen tahu itu, dan ia punya ide. Ia ingin menjadikan Ya Ti sebagai putri angkatnya. Ia akan senang bila Yu Xi dan Ya Ti menjadi putri-putrinya. Yu Xi membujuknya, dengan begitu mereka bisa menjadi kakak-adik beneran. Dengan bahagia Ya Ti bersedia dan Yu Xi langsung memberikan Ya Ti secangkir teh untuk diberikan pada mama Chen sebagai upacaranya. Yu Xi mengingatkan Ya Ti yang masih memanggil ibunya dengan “mama Chen” dan menyuruhnya memanggil dengan “ibu angkat”. Ia juga menyuruh Yu An memanggil Ya Ti kakak tertua mulai sekarang. Mereka semua tertawa bersama.



Suatu hari, Fei Fei sedang bermain drama dengan anak-anak. Dan kali ini ia yang menjadi princess nya. Ia bertanya satu-satu mereka bunga apa pada anak-anak didepannya yang sudah memakai kostum bunga. Tiba-tiba ia melihat buket bunga di tengah-tengah tumpukan bunga lainnya. Fei Fei ingat kalau itu adalah bunga yang sama dengan buket pengantin kakaknya. Ia tersenyum mengucapkan terima kasih pada Yu An yang duduk di belakang anak-anak.



Yu An berperan sebagai si buruk rupa seperti di cerita “Beauty and The Beast”. Dia sudah berbaring dan Fei Fei akan menciumnya sebagai ciuman perpisahan, tapi saat Fei Fei belum mencium Yu An, Yu An sudah menciumnya duluan. Fei Fei kaget dan langsung melepaskan Yu An dari tangannya. Anak-anak protes kalau itu bukan seperti yang ada di cerita.
Yu An cepat-cepat bangun, mengatakan kalau keajaiban tiba-tiba terjadi dan buruk rupa sudah hidup kembali. Dia berbisik pada Fei Fei kalau dia akan bertanggung jawab. Kemudian dia menyuruh anak-anak masuk duluan. Setelah anak-anak pergi Fei Fei bertanya apa maksud Yu An dengan bertanggung jawab dan kenapa Yu An menciumnya. Yu An terbata-bata menjawab kalau ia tak bisa menahannya. Fei Fei tiba-tiba mengecup bibir Yu An dan ia berkata ia juga tak bisa menahannya dan mereka pun berciuman.



Vanessa check up sendiri di rumah sakit. Ia iri begitu melihat wanita hamil lain yang pergi dengan suaminya, seperti ia dulu yang ditemani Bo Yan. Saat ia tengah memperhatikan pasangan lain, tiba-tiba Yu Xi datang bersama Zhan Cheng. Vanessa sangat senang Yu Xi sudah sadar dan bilang kalau Bo Yan juga pasti senang. Yu Xi menggenggam tangan Vanessa seakan tahu kalau Vanessa butuh teman untuk menemaninya saat periksa kandungan. Vanessa tersenyum, ia senang Yu Xi berbaik hati menemaninya.
Yu Xi menyampaikan keinginan mereka bahwa dia dan Zhan Cheng ingin menjadi orang tua angkat dari bayi Vanessa. Vanessa bertanya, apa tidak masalah? Zhan Cheng mengatakan dia dan Yu Xi berharap anak ini bisa mendapatkan cinta dan kehangatan dan tumbuh dengan bahagia. Dengan begitu, Bo Yan bisa beristirahat dengan tenang. Vanessa sangat bahagia mendengarnya dan mengucapkan terimakasih pada mereka berdua.



Setelah itu Zhan Cheng membawa Yu Xi dan mama Chen ke tempat spa. Mama Chen merasa ini terlalu mahal, mereka tak perlu melakukannya. Yu Xi mengatakan kalau ini adalah ide menantu mama Chen, jadi mama Chen tak mungkin mengecewakannya kan? Akhirnya mereka berdua spa bareng dan ngobrol tentang Yu An dan Fei Fei yang sudah resmi pacaran. Mama Chen berpikir untuk meminta mereka segera menikah saja. Yu Xi tidak setuju, menurutnya itu terlalu cepat. Tapi menurut mama Chen tidak begitu. Fei Fei adalah orang yang sangat menyenangkan sedangkan Yu An sangat membosankan. Jadi, mereka harus bergerak cepat. Mereka pun berdebat siapa yang akan mengatakan hal itu.


Malamnya Fei Fei ada di rumah mereka. Mama Chen menyuruh Yu An untuk membeli roti dan saat Fei Fei ingin ikut mama Chen cepat-cepat melarangnya. Mama Chen dan Yu Xi saling tolak menolak untuk mengatakan keinginan mereka agar Fei Fei dan Yu An segera menikah. Akhirnya dengan terpaksa mama Chen lah yang menyampaikannya pada Fei Fei, tapi dia begitu berbelit-belit. Tak sabar Yu Xi langsung berkata, “Ibuku ingin bertanya apa kau bersedia menikah dengan Yu An?” Fei Fei kaget tapi ia bersedia dan mengaku sangat senag bisa menikah dengan Yu An. Mama Chen dan Yu Xi juga tak kalah senangnya.



Big City dan The Peak akhirnya berkolaborasi bersama. Saat malam, Zhan Cheng mengajak Yu Xi ke tepi kolam. Yu Xi bertanya penasaran kenapa Zhan Cheng membawanya kemari. Zhan Cheng tak menjawabnya dan ingin melepaskan cincin pernikahan di jari Yu Xi. Yu Xi terkejut, ia mengatakan sudah telat untuk menyesali keputusan sekarang.
“Kau adalah orang yang akan kuhargai selama hidupku. Bagaimanapun, aku takkan pernah menyesali keputusanku.” Ujar Zhan Cheng.
“Kalau begitu, kenapa kau mau melepaskan cincin pernikahanku?”
“Karena, aku ingin melamarmu dengan benar.” Zhan Cheng tiba-tiba menyalakan proyektor dan munculah cahaya seperti bintang jatuh yang sangat indah. Zhan Cheng bertanya pada Yu Xi apakah Yu Xi tahu kenapa orang membuat permohonan saat bintang jatuh? Yu Xi menggeleng tidak tahu. Zhan Cheng menjelaskannya, itu karena bintang jatuh jarang sekali muncul dan muncul dengan singkat. Jadi, hanya permohonan saat percikan api itulah yang bisa terwujud. Yu Xi tersenyum dan ingin membuat permohonan yang banyak karena ada begitu banyak bintang jatuh sekarang. Tapi Zhan Cheng hanya menginginkan satu permohonan sekarang. Dia langsung berlutut di hadapan Yu Xi, “Bersediakah kau menikahiku dan menjadi satu-satunya kebahagian dalam hidupku?” kata Zhan Cheng melamarnya. Yu Xi sambil menangis terharu menganggukan kepalanya. Zhan Cheng tersenyum dan mamakaikan cincin itu kembali di jari Yu Xi.



Yu Xi gantian melepaskan cincin Zhan Cheng, membuat Zhan Cheng bertanya-tanya apa Yu Xi akan melamarnya juga. Ternyata Yu Xi mengucapkan janji setia pernikahan yang tidak dia ucapkan bersama Zhan Cheng saat itu. Setelah itu Yu Xi memaikan cincin Zhan Cheng kembali dan mereka pun berciuman.



Di hari yang cerah, di rumah Zhan Cheng sudah berkumpul keluarga dan sahabat untuk merayakan pernikahan mereka. Paman juga mengumukan berita bahagia kalau Yu An dan Fei Fei sudah memutuskan untuk menikah. Semua bersorak gembira mengucapkan selamat. Tiba-tiba ibu Zhan Cheng bertanya mereka akan pergi bulan madu kemana? Zhan Cheng mengatakan kalau dia sudah membicarakannya dengan Yu Xi. Paman tak mau ketinggalan, dia mengingatkan kalau bulan madu mereka sangat penting. Dan segera, mereka bisa bertemu dengan Yu Xi junior dan Zhan Cheng junior. Yu Xi malu dan bersembunyi di belakang Zhan Cheng. Semua terus menggoda mereka berdua dan diakhiri dengan Zhan Cheng dan Yu Xi berdansa bersama.




Esok harinya Wei Lian-Xiao Lin dan Fei Fei-Yu An mengantarkan Zhan Cheng dan Yu Xi ke pelabuhan. Wei Lian mengingatkan mereka akan harapan paman agar mereka kembali dengan membawa Zhan Cheng atau Yu Xi junior. “Wei Lian kau menyebalkan sekali.” kata Yu Xi kesal. Saat mereka akan pergi gentian Xiao Lin yang menggoda Yu Xi, membuat Yu Xi malu dan mengajak Zhan Cheng cepat-cepat pergi.



Mereka naik kapal “Happiness”, kapal yang sama saat Zhan Cheng mengajak Yu Xi melihat bintang jatuh. Diatas kapal Zhan Cheng mengajari Yu Xi bagaimana cara mengemudikannya. Zhan Cheng berkata beginilah hidup mereka mulai sekarang. Berada di atas kapal yang sama dan memegang kemudi yang sama. Mereka harus bekerjasama agar tidak tersesat. “Karena itulah, kita harus saling menggenggam erat tangan kita dan tak boleh lepas.” tambah Yu Xi. “Tak peduli apapun yang terjadi.” Balas Zhan Cheng dan mencium pipi Yu Xi…




END

No comments:

Post a Comment