Yankee-kun to Megane-chan Episode 3 - 1

                               

Pak sakai bertanya pada Hana apa dia kenal dengan Rinka? Hana berkata dia tidak kenal dengan Rinka. Rinka berjalan ke meja Hana dan memukul kayunya di meja. Ia merampas buku Hana sampai mengenai kepala Daichi.

“Apa yang kamu maksud dengan nggak kenal aku?”

“Anda mengganggu jam pelajaran kami. Tolong segera pergi.” Kata Hana. Rinka marah dan keluar dengan menendang pintu lagi.

Hana menyendiri di rooftop sampai Daichi kemudian datang. Daichi bertanya apa gadis tadi itu adalah kenalan Hana saat masih menjadi preman? Hana berkata itu bukan urusan Daichi. Tapi Daichi merasa ini urusannya, karena dia yang harus benerin pintu gara-gara masalah tadi. Hana kesal mendengar Daichi masih menyebutnya preman. Ia langsung mengeluarkan jurus tendangan mautnya. Daichi dengan sigap bisa mengelak. Daichi menyarankan kalau Hana memang ingin benar-benar berhenti jadi preman dia harus stop nendang-nendang kayak gitu. Hana berdalih kalau ia sudah kebiasaan. “Makanya orang aneh kayak tadi bisa ngejar-ngejar kamu.” “Rinka Nggak aneh.” Jawab Hana keceplosan. Dari balik tembok Rinka mendengar obrolan mereka.





Ayah Daichi berteriak minta bukain pintu di tengah malam. Saat Daichi membukakan pintunya, Ayah yang bersama kakek Hana mengucapkan terima kasih dengan gaya yang lucu. Ayah mengenalkan Daichi sebagai anaknya yang bego pada kakek. Kakek tahu dan mengingat Daichi sebagai orang yang punya nasib jelek dengan wanita. Ayah dan kakek tertawa terbahak-bahak. Lalu Ayah membukakan pintu, membiarkan seorang gadis masuk. Daichi terkejut melihat gadis yang bersama ayah dan kakek Hana itu adalah Rinka. Kakek mengenalkan Rinka padanya. Daichi takut kalau ibunya akan marah jika tahu hal ini. Tapi ibu kemudian datang dan ayah langsung berkata kalau Rinka adalah teman Daichi.

Ibu tampak tidak masalah. Saat hendak mengantarkan minuman untuk mereka, ibu menanyakan apakah Rinka benar teman Daichi dan menanyakan namanya. Daichi bingung karena dia tidak tahu nama Rinka. Rinka mendengar dan memberitahu namanya pada ibu Daichi. Ibu kemudian bertanya apa orangtua Rinka tidak khawatir kalau Rinka masih berkeliaran jam segini? Rinka dengan santai menjawab kalau dia tidak punya orangtua, makanya dia minta ijin untuk menginap disini malam ini. Ayah dengan senang hati mengijinkannya.

Daichi kaget dan langsung menarik ayahnya untuk bicara. Daichi tak suka kalau Rinka menginap di rumah mereka. Lagipula Rinka bukan temannya dan orang bodoh macam apa yang membiarkan orang berbahaya seperti dia menginap disini, kata Daichi kesal. Ayah malah senang karena ternyata Daichi mengenal Rinka dan tetap menginjinkannya untuk menginap.
Karena sudah larut malam kakek pun pulang dengan keadaan mabuk. Hana mebantu kakeknya untuk duduk. Kakek tiba-tiba berkata kalau dia sudah menjamin Rinka. Ia sudah menemukan tempat untuk Rinka istirahat malam ini. Tapi kakek merasa kalau Rinka tak mengingatnya. Hana dengan sopan meminta kakeknya untuk tidak membicarakan masa lalu.


Saat Daichi tengah tertidur pulas, diam-diam Rinka memasuki kamar Daichi dan mendekat ingin menciumnya. Daichi tersadar dan cepat-cepat menghindar. Ia menghentikan Rinka dengan berkata kalau dia sudah punya cewek yang dia suka. Rinka menebak apa itu Adachi Hana? Daichi terdiam,”mana mungkin” katanya.

Akhirnya Rinka berhenti mengejar-ngejar Daichi. Ia heran kenapa nona Hana bisa berubah menjadi seperti itu dan ia pikir mungkin aja karena Daichi. Daichi merasa aneh Rinka memanggil Hana dengan sebutan Nona. Hana pun bercerita kalau dia adalah satu-satunya anak buah Hana. Cowok-cowok yang terobsesi untuk menang tiap hari nantangin mereka. Alhasil mereka selalu berkelahi dan tak pernah kalah sekalipun. Hurricane Ada dan Gadis Macan Tutul, nama beken mereka. Suatu hari, Hana menghilang. Dia terus mencari sampai akhirnya ketemu. Tapi dia kehabisan uang dan seseorang menawarkan kerjaan padanya. itulah kenapa dia bisa bertemu ayah Daichi dan Kakek. Hana merasa Daichi sangat beruntung punya ayah dan ibu yang baik, tidak seperti dirinya yang Cuma punya Hana. Tapi begitu Hana berkata kalau dia sudah behenti jadi preman dan mengaku tidak mengenalnya, dia sangat kecewa padahal dia sangat menyayangi Hana. Setelah mengatakan itu Rinka pun keluar dari kamar Daichi.

Keesokan paginya, ibu membaca ucapan terima kasih dari Rinka yang sudah ditulisnya di selembar kertas. Kairi memberitahu kalau Rinka itu adalah gadis kabaret yang berbohong soal umurnya. Ibu terkejut dan langsung meminta penjelasan dari ayah. Ayah berbohong, ia mengatakan kalau Rinka itu berjualan permen disana ( Gadis penjual permen di stand jualan permen disebut Kyabajo. Pelafalan Kyabajo mirip dengan Kabajo = Gadis dari kabaret). Daichi pergi, muak melihat betapa mudahnya ibunya dibodohi. Kairi menghentikan Daichi, ia menuduh Daichi nagapa-ngapain dengan Rinka semalam karena ia melihat Rinka masuk ke kamar Daichi.

Ibu mendengar obrolan mereka dan bertanya pada Daichi apa itu benar? “Nggak, kita nggak ngapa-ngapain. Nyentuh jarinya aja nggak, kok!” jawab Daichi. Daichi meyakinkan mereka kalau itu salah paham, tapi mereka semua tidak percaya dan meminta Daichi bertanggung jawab. Bahkan ibunya mengancam kalau Daichi tidak bertanggung jawab ia gak boleh makan malam.

Di sekolah, pak Sakai membagikan formulir ke seluruh siswa untuk calaon kandidat ketua OSIS yang baru. Semua ogah-ogahan menerimanya, tak mau jadi ketua OSIS. Bahkan Daichi malah melipatnya jadi pesawat-pesawatan. Saat istirahat Daichi menujukkan surat Rinka tadi pagi. Hana tak mengerti ini terimakasih untuk apa. Daichi juga tidak tahu untuk apa, tapi ia berpikir kalau Rinka sepertinya lari dari rumah.

“Kalau dia temen kamu, lakuin sesuatu dong.” Kata Daichi. Hana berkata itu hanya masa lalu dan langsung pergi meninggalkan Daichi.


Rinka hendak ke kabaret. Ia berhenti saat melihat Daichi sudah menunggunya. Daichi menarik Rinka pergi dari situ. Seorang petugas di kabaret itu menghentikan mereka. Petugas yang bernama Naniwa itu mengenal Daichi karena mereka pernah berkelahi saat SMP. Daichi tak mengingatnya. Mereka tarik-tarikan Rinka sampai Boss nya Naniwa datang. Daichi pun memberitahu kalau sebenarnya Rinka masih 16 tahun. Alhasil Naniwa lah yang dimarahi boss nya karena mempekerjakan gadis di bawah umur.

Hana dan Seiya belajar bersama di sebuah café. Tak lama Daichi bersama Rinka datang. Rinka hanya berdiri melihat Hana juga ada disana. Setelah dipaksa barulah dia duduk. Lalu Seiun dan teman-temannya masuk ke café, ingin belajar juga. Melihat ada Daichi disana, ia tak jadi belajar di café itu dan pergi begitu saja.
Mereka berempat diam-diaman. Daichi menyuruh Rinka menceritakan pada Hana apa yang dia ceritakan padanya kemarin. Hana terkejut mendengar kata “kemarin”. Ia tak menyangka Daichi membiarkan gadis yang tak dikenak menginap dirumahnya. Hana mebereskan bukunya, ingin pulang.

“Rinka, disini tidak da tempat buat orang kayak kamu. Tolong pulang sekarang.” Ucap Hana.

"Kamu sendiri gimana? Pura-pura jadi cewek baik-baik. Nona Hana yang aku kenal tidak seperti itu! Apa Nona Hana “yang baru” malu dengan kehadiranku? Oke, aku ngerti. Aku bukan lagi bawahan atau apa-apa kamu. Kita berdua sama sekali nggak kenal. Senang?” balas Rinka. Hana diam terpaku.


Hana masih memikirkan masalah tadi siang. Ia curhat pada kakeknya kalau ia mencoba untuk lari dari Rinka, mencoba untuk mengabaikan kehadirannya. Dia begitu karena ingin hidup normal dengan kakeknya. Dulu dia selalu berpikir tidak punya tempat tinggal dan tidak memiliki siapapun. Dia melakukan itu agar Rinka berubah pikiran dan pulang. karena kehadirannya, ia merasa jadi penyebab tidak pulangnya Rinka, makanya dia meningalkan Rinka diam-diam.
Kakek medekati Hana. Ia bertanya seberapa jauh Hana mengenal Rinka. Kakek pun menceritakan pertemuannya dengan Rinka di kabaret malam itu. Rinka bercerita kalau sebenarnya dia tidak dibesarkan oleh ortu kandungnya. Ia pergi karena tak tahu harus bagaimana menghadapi mereka lagi. Saat dia ditindas di sekolah, seseorang menolongnya. Dia datang ke kota ini karena ingin bertemu dengannya lagi. Dia merasa hanya dia satu-satunya yang ia miliki.

Hana tak tahu kalau selama ini ternyata Rinka tidak tinggal dengan ortu kandungnya.

“Seseorang pasti punya rahasia yang tidak bisa diceritakan meski pada orang terdekatnya sekalipun. Itulah mengapa kau sangat berarti baginya.” Ujar Kakek. Tapi Hana tidak yakin dengan dirinya sendiri. Ia tidak bisa menggantikan posisi sebagai keluarga Rinka

No comments:

Post a Comment