April 24, 2016

Flying Colors part 4

April 24, 2016 2 Comments

Sama seperti Sayaka, Sensei juga tampak sedih dan sebenarnya sangat ingin Sayaka berhasil. Ditengah derasanya hujan, ibu yang lagi bekerja dikejutkan oleh Sayaka yang berdiri di luar. Sayaka menangis, membuat ibu sangat cemas dengan kondisinya. Sayaka memeluk ibu dan terus meminta maaf.

Setelah dirumah, ibu menyetujui Sayaka berhenti kursus jika Sayaka merasa tidak sanggup lagi. Sayaka sudah berusaha dengan keras. Sayaka bertanya kenapa ibunya berkata seperti itu. Ibu lalu bercerita tentang masa kecil Sayaka yang waktu bayi selalu gemetar, mudah sakit, dan selalu menangis. Ibu hampir tidak pernah tidur nyenyak. Saat itu Ayah baru memulai bisnisnya, jadi ayah sangat jarang dirumah, dia selalu memikirkan masa depan. Ibu lah yang mengurus semuanya. Tapi Sayaka sangat rewel. Ibu mulai menyalahkan segalanya. “Aku mohon, jangan siksa aku lagi” pinta ibu saat itu. Ibu mulai membenci dirinya sendiri dan menangis bersama Sayaka. Lalu, Sayaka kecil tiba-tiba selalu tertawa, seolah berkata “Aku masih disini, jangan menangis lagi”. Itu membuat ibu sadar bahwa selama dia bisa melihat anaknya tersenyum, dia juga bahagia.

Sayaka menangis, “Ibu kenapa kau menikah dengan Ayah seperti itu?”

“Memang tidak terlihat begitu, tapi sebenarnya dia orang yang baik. Jika ada orang yang butuh bantuan dia pasti akan membantunya. Walaupun dia tahu dia tidak bisa memenuhi sebuah janji, dia tetap akan berusaha semampunya.” Jawab ibu tersenyum.

Ibu memberitahu kalau Ayah dulunya juga ingin masuk Keio dan ingin jadi pemain baseball pro. Itu semua adalah mimpinya. Tapi ayah tidak bisa mewujudkan itu. Ayah pun berusaha keras masuk ke universitas lain, tapi pada akhirnya, kesempatan untuk menjadi pemain baseball pro pun tidak didapatkan.

Ayah minum-minum seorang diri. Disebelahnya ternyata ada Sensei yang stress memikirkan masalah muridnya, Sayaka. Ayah menanggapi perkataan Sensei bahwa seorang guru tidak bisa melakukan apapun. Bahkan orangtuanya saja tidak bisa berbuat apa-apa. Sensei berpikir kalau orangtua dan guru, mereka bisa melakukan hal yang benar. Mereka sudah didikte untuk percaya hal itu.

April 22, 2016

My Lil Boy Episode 4

April 22, 2016 9 Comments

Taewin sudah tak sanggup lagi berjalan. Ia pun berhenti sejenak. Saat S akan memanggil teman yang lain untuk menunggu mereka, ia tiba-tiba terserempet motor yag datang dari arah kanannya. Untunglah Belle dan kawan-kawan melihat S. Panik, ialangsung menghampiri S. Sedangkan Pang, Aom dan Taewin membantu pengendara motor yang juga terjatuh.


Belle membantunya berdiri dan memapahnya. S merasa tidak enak, mereka seperti sedang memegang satu sama lain sekarang. Lebih baik dia menunggu Taewin saja. Belle berkata ia baik-baik saja. Lagipula, Taewin itu kurus. Dia lebih kuat daripada Taewin. S terus saja bicara mencari cara lain agar ia tidak dipapah Belle, membuat Belle menyuruhnya berhenti kalau tidak kakinya akan semakin sakit. S berkata kalau bicara tak ada hubungannya dengan kakinya. Hahaha Belle kena lagi.
Meskipun terus meminta berhenti, S berterima kasih pada Belle karena sudah membantunya. Akhirnya mereka sampai di tenda pengobatan. Kaki S terkilir dan lutut Belle ternyata juga luka saat ia memasang tenda tadi sore.

Flying Colors part 3

April 22, 2016 1 Comments

Sayaka semangat sekali belajar. Ia menceritakan kisah-kisah sejarah dari Manga yang diberikan Tsubota sensei pada ibunya. Ibu juga bahagia Sayaka akhirnya bisa berubah. Sayaka mengatakan saat dia dewasa nanti dia juga ingin menjadi seperti sensei.

“Sama seperti sensei?” tanya ibu bingung

“Demi masa depan yang cerah bagi orang lain. Orang yang membantu orang lain berjuang meraih yang terbaik.” Ucap Sayaka tersenyum.

Malam itu, ibu menemui sensei di tempat kursus dan mengucapkan terima kasih padanya. Sensei mengatakan kalau Sayaka seperti itu karena dia selalu memikirkan ibunya dan sangat menyayanginya. Ibu bercerita kalau dulu dia sering dimarahi ibunya, makanya sekarang dia ingin membuat anak-anak bahagia melakukan berbagai hal. Tak peduli apa yang dikatakan orang. Jika semua orang menjadi musuh anak-anaknya, dia akan selalu ada untuk mereka.
Tsubota sensei memberitahukan perkembangan Sayaka yang bisa belajar dengan cepat. Tapi sayangnya, Sayaka sudah agak terlambat. Saat ini agak mustahil untuknya bisa masuk ke Keio.


April 18, 2016

Flying Colors part 2

April 18, 2016 4 Comments

Latihan untuk sekolah dasar sudah selesai. Sekarang saatnya Sayaka untuk belajar mata pelajaran yang di teskan di Keio yaitu Literatur, bahasa inggris, dan Essay. Dan untuk yang pertama Tsubota sensei mengajarkan sejarah Jepang pada Sayaka. Sayaka tidak punya kamus, jadi Sensei memberikan rekomendasi kamus untuk Sayaka, karena saat tes di Keio diperbolehkan untuk membawa kamus.

Tsubota sensei tiba-tiba bertanya tentang rambut Sayaka yang pirang. Sayaka berkata dia hanya mewarnainya selama liburan musim panas ini. Tsubota sensei yang tahu kalau Sayaka di skors berpikir kalau Sayaka tidak boleh main. Namun sebaliknya, Sayaka jadi lebih bebas main. Ia menunjukkan schedule nya bersama teman-temannya.


April 17, 2016

Flying Colors part 1

April 17, 2016 2 Comments


“Impian Sayaka-chan ketika SMP adalah mempunyai teman. Impian ayah Sayaka adalah, menjadikan adiknya, Ryuta sebagai pemain baseball profesional.”

Ini adalah narasi seorang pria yang menceritakan kehidupan Kudo Sayaka ( Kasumi Arimura ). Semenjak kecil ia dan adiknya lebih dekat dengan ibunya ( Yo Yoshita ) dibanding ayahnya ( Tetsushi Tanaka ) yang selalu fokus pada adik mereka. Ibunya selalu ada untuk Sayaka.


April 14, 2016

My Lil Boy Episode 3

April 14, 2016 0 Comments

Belle marah-marah pada Pe yang sepertinya ketahuan selingkuh. Pe meminta kesempatan sekali lagi, dia berjanji takkan mengulangi kesalahannya. Tiba-tiba sebuah bola menggelinding ke arah mereka. S yang tengah bermain bola mengambil bola itu kembali. Belle sedikit emosi melihat Pe, namun bola S terus saja menggeinding kea rah mereka yang akhirnya membuat Pe marah dan menendang bolanya jauh. Belle sudah muak dengan tingkah Pe dan ingin putus saja. Dengan sombongnya Pe berkata tidak ada lelaki yang kebih baik dari dia di sekolah ini. “Ada.” Jawab Belle sambil melihat S yang bermain bola.

Ternyata itu adalah flashback saat pertama kali Belle akhirnya ngejar-ngejar S.


Belle duduk sendiri, tak lama Pang dan Aom datang mengahmpirinya. Sepanjang malam Pang sudah memikirkan rencana untuk Belle. Ia jamin kali ini pasti berhasil. Ternyata rencana mereka adalah membuat Ne mengaku salah atas kejadian kemarin sehingga imej mereka menjadi baik kembali dimata S. Supir ojek sudah disiapkan untuk menguntit Ne. Setelah mendapatkan alamat rumahnya, Pang akan mengiriminya paket.



Ne sudah medapatkan paket yang berisi boneka dan sebuah surat ucapan selamat ulang tahun untuknya. Disurat itu juga Ne dituduh bersalah bukan Belle.

“Ne, bolehkah aku bertanya apakah kamu menganggapku lebih dari teman? Aku tidak marah padamu atau apapun itu. kita sudah saling kenal selama hanpir 3 tahun. Jika apa yang kutulis disurat ini benar, tolong katakan padaku yang sejujurnya besok.” S_

April 8, 2016

My Lil Boy Episode 2

April 08, 2016 0 Comments

Belle sudah absen berhari-hari karena sakit. Aom sangat merindukannya. Karena tak ada Belle ia pun mengajak Pang nonton pertandingan basket. Pang tidak mau jika hanya berdua. Ia mengajak Aom menjenguk Belle. Tiba-tiba salah satu teman mereka khawatir jika Belle tidak bisa ikut pertandingan. Dia akan mencari orang lain untuk menggantikan Belle. Pang berkata Belle baik-baik saja dan mungkin dia akan masuk besok. Setelah teman mereka itu pergi Pang berkata pada Aom kalau sepertinya dia ( teman mereka )tidak suka jika Belle jadi perwakilan kelas. Mungkin Belle akan ikut pertandingan Thaiboxing.

My Lil Boy Episode 1

April 08, 2016 2 Comments
Mini drama ini tiap episodenya dibagi menjadi empat bagian tapi langsung aku jadiin satu aja. Ini dia para pemerannya...


                                                                       


Setelah berlatih Thaiboxing, Belle berkemas dan berlari terburu-buru menuju halte. Tak lama ia melihat S datang. Belle terus menatap ke arah S yang tak melihatnya sama sama sekali. Bus yang ditunggu pun datang, Belle sengaja berdiri di belakang S agar bisa dekat-dekat dengannya. Sambil tersenyum dan melirik-lirik S, Belle perlahan mensejajarkan posisinya hingga tepat disamping S. Hihihi, modus!

Tiba-tiba bus mengerem mendadak membuat Belle dan S hampir jatuh yang akhirnya membuat S melihat Belle.
“Kak..”
“Halo S.” ucap Belle senang.
Belle berkata dia juga mau pulang, rumah mereka kan sejalan. S tidak tahu kalau rumah Belle disekitar sini. Mendengar S yang masih memanggilnya kakak, Belle memintanya untuk memanggil Belle saja (S adalah adik kelas Belle). Tapi S berkata kalau itu tak pernah terlintas di pikirannya. Saling diam Belle pun meminta maaf karena sudah menyenggolnya tadi. S berkata itu tak masalah. Sontak hal itu membuat Belle senyum-senyum sendiri.