My Lil Boy Episode 3


Belle marah-marah pada Pe yang sepertinya ketahuan selingkuh. Pe meminta kesempatan sekali lagi, dia berjanji takkan mengulangi kesalahannya. Tiba-tiba sebuah bola menggelinding ke arah mereka. S yang tengah bermain bola mengambil bola itu kembali. Belle sedikit emosi melihat Pe, namun bola S terus saja menggeinding kea rah mereka yang akhirnya membuat Pe marah dan menendang bolanya jauh. Belle sudah muak dengan tingkah Pe dan ingin putus saja. Dengan sombongnya Pe berkata tidak ada lelaki yang kebih baik dari dia di sekolah ini. “Ada.” Jawab Belle sambil melihat S yang bermain bola.

Ternyata itu adalah flashback saat pertama kali Belle akhirnya ngejar-ngejar S.


Belle duduk sendiri, tak lama Pang dan Aom datang mengahmpirinya. Sepanjang malam Pang sudah memikirkan rencana untuk Belle. Ia jamin kali ini pasti berhasil. Ternyata rencana mereka adalah membuat Ne mengaku salah atas kejadian kemarin sehingga imej mereka menjadi baik kembali dimata S. Supir ojek sudah disiapkan untuk menguntit Ne. Setelah mendapatkan alamat rumahnya, Pang akan mengiriminya paket.



Ne sudah medapatkan paket yang berisi boneka dan sebuah surat ucapan selamat ulang tahun untuknya. Disurat itu juga Ne dituduh bersalah bukan Belle.

“Ne, bolehkah aku bertanya apakah kamu menganggapku lebih dari teman? Aku tidak marah padamu atau apapun itu. kita sudah saling kenal selama hanpir 3 tahun. Jika apa yang kutulis disurat ini benar, tolong katakan padaku yang sejujurnya besok.” S_


Itu adalah potongan surat yang ditulis Pang atas nama S. Ia tahu ulang tahunnya Ne dari Facebook S dan berpikir ini akan sangat cocok dengan rencana mereka. Belle bertanya apakah akan semudah itu? Pang sangat yakin, jika Ne mengaku dan mengungkapakan kebenaran dengan sendirinya maka misi mereka berhasil. Jadi mereka bisa menghapus kesan buruk tentang Belle dan lanjut ke langkah berikutnya. Belle beratanya apa yang akan terjadi setelah itu. Pang menjelaskan bahwa setelah itu Belle harus pergi menemui S dan bilang kalau itu semua salah Belle. Belle harus berakting layaknya wanita protagonist dan kalau ada kesempatan untuk ngobrol maka dia harus memasang wajah sedih yang seakan mencoba untuk tersenyum. Hahaha, mereka sampai latihan buat membuat ekspresi itu..
Belle bingung dimana dia bisa bertemu dengan S nanti. Namun Pang yang selalu banyak akal menyuruh Belle pura-pura pulang kerumah seperti waktu itu. Belle pun setuju.


Ne yang baru datang langsung menunjukkan paket yang ia terima kemarin pada S. Ia yakin bukan S yang mengirim itu padanya. S yang heran menggelengkan kepalanya. Ne tahu itu bukan S karena mereka baru kenal setahun sejak dia pindah ke sekolah ini. Ne memberikan suratnya agar dilihat S. Ia berpikir itu adalah tulisan cewek yang menyamar seperti tulisan cowok. S menebak itu adalah ulah Belle dan teman-temannya. Ne semakin yakin itu adalah ulah mereka, karena S tidak tahu alamat rumahnya apalagi ultahnya. S pun mengkonfirmasi siapa yang menjatuhkan cat saat itu. Ne dengan tegas membantah bukan dia yang melakukannya. S percaya, lalu Ne membuang paketnya.

Dari kelas mereka, Belle, Pang, dan Aom melihat Ne dan S. Mereka tertawa senang mengira Ne sudah mengakui kesalahannya dan membuat S akhirnya tidak suka melihat Ne. Belle bertanya haruskah mereka ke rencana yang berikutnya? Pang langsung mengiyakannya, rencana mereka akan sempurna jika Belle mengobrol dengan S hari ini.


Di halte, Belle mulai menjalankan rencana. Namun ia lupa memasang wajah sedihnya saat bicara pada S. Dengan membelakangi S dan memasang wajah sedih Belle meminta maaf atas kejadian cat waktu itu. Ia mengaku kalau itu semua adalah salahnya dan meminta S untuk menyampaikan maafnya pada Ne. Tapi saat Belle berbalik, ia malah mendapati S tidak ada disampingnya. Hahaha, sia-sia deh actingnya.

Belle langsung naik bus dan duduk di dekat S. Ditengah-tengah mereka ada seorang pria yang kelihatannya serem banget. Awalnya Belle berniat menyuruh pria itu pindah tempat duduk agar dia bisa disamping S, namun Belle langsung menjauh saat melihat pria itu mengeluarkan pisau untuk memotong kukunya. Alhasil sepanjang perjalanan Belle tidak bisa bicara dengan S.

Setelah mereka sampai, Belle bertanya apa S tidak akan ke toko buku sekarang? S menjawab tidak. Saat Belle bertanya kenapa, S langsung to the point menanyakan apa Belle ingin mengatakan sesuatu padanya. Belle ragu-ragu, ia pun meminta maaf pada S tentang kejadian cat waktu itu. S tak masalah, dia sudah tahu kebenarannya dan tak ingin mempedulikan itu. Setelah Belle menyampaikan maafnya untuk Ne S pergi begitu saja, membuat Belle bingung sendiri.


Esok harinya, ada acara festival di sekolah. Belle, Pang, serta Aom berperan sebagai hantu. Mereka berdiri sambil bergoyang kiri kanan. Hahaha kasian banget, gak ada yang mau foto bareng mereka sama sekali. Sedangkan cewek yang pakai kimono disebelah mereka bergantian diajak foto. Karena sudah lelah mereka bertiga pun duduk sambil terus menanti S yang tak kunjung muncul. Pang hanya melihat Taewin yang sejak pagi memandangi mereka. Ia merasa Taewin sangat tergila-gila pada Belle. Melihat tak ada satu rencana pun yang berhasil Pang meminta maaf pada Belle. Namun sedetik kemudian ia mengusulkan rencana lagi untuk memanfaatkan Taewin, sahabat S.

Taewin membantu mereka memasukkan barang2 ke dalam kotak. Ia tak henti mencuri pandang ke arah Belle saat Pang berbicara dengannya. Pang mengajaknya ikut makan bersama mereka setelah acara selesai. Taewin mau ikut jika Belle juga ikut bersama mereka.

Mereka makan di belakang sekolah. Taewin memberitahu kalau dia pernah ketempat ini bersama S. Belle kaget mendengarnya. Taewin berkata itu beberapa hari yang lalu. Dia meminta S datang dan menunggu Belle di tempat ini setelah kejadian bola basket itu agar S minta maaf pada Belle. Belle sangat senang mendengarnya, ia pun meminta bantuan Taewin. Sekarang kita berada di tim yang sama, ucap Belle.


Esok paginya Belle melihat post it di kulkas yang berpesan kalau ortunya akan pulang telat. Dia pun mengajak Pang dan Aom ke rumahnya. Sambil makan mereka tak lupa memikirkan rencana selanjutnya. Karena sebentar lagi akan ujian akhir semester Pang berpikir mereka akan menjadi tutor saat weekend, seperti kebiasaan di sekolah mereka untuk senior-junior. Belle setuju, tapi masalahnya mereka tak sepintar S dkk. Bagaimana caranya mereka bisa menjadi tutor? Pang berkata mereka hanya perlu menyiapkan diri dengan belajar terlebih dulu. Belle tak yakin, ia bahkan tak suka membaca bukunya sendiri.

Pang meyakinkan kalau pelajaran kelas 1 itu mudah. Tapi tetap saja Belle tak yakin, ia menyarankan rencana yang sesuai dengan diri mereka. Pang merasa ini sangat tepat karena S adalah kutu buku. Selama ini apapun yang mereka lakukan sama sekali tak membuat S goyah, jadi mereka harus melakukan sesuatu yang bisa membuat S goyah. Belle harus masuk ke dunianya dan menariknya keluar. Pang sangat yakin rencana kali ini pasti berjalan dengan baik. Ia pun tak lupa memberikan Belle kacamata agar terlihat seperti kutu buku.


Sejak itu dimanapun dan kapanpun Belle terus belajar sampai membuat ibunya sendiri terheran-heran. Saking mengantuknya saat menghapal rumus matematika ia bahkan tertidur saat Pang menelpon.


Tibalah saatnya tutoring. Pang sudah membuat janji dengan Taewin agar Taewin juga mengajak S bersamanya utuk ikut belajar. Belle tak pede dengan kacamatanya, namun Aom dan Pang memuji Belle yang terlihat sangat manis dengan kacamata itu. Seminggu tidak berjumpa akan membuat S terkejut dengan penampilan baru Belle ini. Pang mengingatkan Belle untuk menjaga sikapnya, jangan terlalu agresif dan genit.


Tak lama S pun datang. Mereka bertiga siap dan Belle bergegas menghampiri S. Belum sempat duduk, Ne ternyata sudah duluan datang dan duduk di depan S. Ne bertanya heran kenapa Belle ada disini. Ne memperlihatkan buku yang dipegangnya, dia akan menjadi tutor. Tapi Ne merasa tidak perlu, mereka bisa saling bantu belajar satu sama lain. Belle tak masalah, ia hanya ingin membantu. Melihat suasana yang sedikit tidak enak S beralasan akan pergi membeli minuman dan menunggu Taewin.


Setelah S pergi Belle bertanya serius pada Ne, apa dia punya perasaan pada S? Namun Ne mengabaikan Belle, seperti tak ada orang di hadapannya. Belle pun menganggap diamnya Ne sebagai tanda kalau dia punya perasaan pada S. Belle berkata jujur kalau dia punya perasaan pada S, jadi jika Ne tidak suka S jangan halangi jalannya. Ne pun mengaku dia bertahan karena dia menyukai S. Belle meminta mereka bersaing secara adil. Melihat Ne sama sekali tak mempedulikannya Belle mulai kesal. Ia merasa taka da gunanya bicara hal ini dengan ini. “S milikku bukan milikmu. Ingatlah itu.” ucap Belle. Taewin akhirnya datang juga. Ia tak ingin berbohong, jadi ia memberitahu rencana Belle dkk pada S.


Suatu hari, Pang dan Aom bersantai di rumah Belle. Mereka sudah selesai ujian. Di semester depan mereka akan melanjutkan misi mereka yaitu “memenangkan hati S”. Tiba-tiba Pang teringat tentang Pe. Pang memberitahu kalau Pe menelponnya beberapa kali saat ujian. Dia sengaja tak memberitahu hal ini takut Belle akan kepikiran. Pang lalu menunjukkan pesan Pe yang meminta nomor baru Belle. Belle melarang memberikan nomornya pada Pe. Pang bertanya apa yang akan Belle lakukan sekarang? Belle menjawab tidak ada. Dia belum bicara sejak mereka putus. Melihat Belle yang tampak sedih, Pang iseng menceburkan Belle ke kolam dan mereka bertiga seru-seruan bermain air.


Flashback..
Pe tak terima diputusin Belle. Ia menantang Belle untuk mendapatkan S. Dengan begitu Belle akan tahu siapa yang lebih baik, dia atau S. Pe memberinya waktu satu tahun. Setelah lulus, jika Belle belum pacaran dengan S atau siapapun dia akan kembali pada Belle. Flashback end.
Hmmm, jadi itu awalnya kenapa Belle ngejer-ngejer S.


Hari pertama semester kedua sudah tiba. Para siswa sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Belle, Pang, dan Aom masih tetap dengan misi mereka. Mereka memperhatikan S yang tengah asyik bermain bola. Pang bertanya kapan Belle akan gabung main bola bareng S? Ini sudah semester kedua, mungkin Belle sudah lupa caranya bermain bola, pikir Pang. Tiba-tiba Bola S menggelinding ke tempat duduk mereka. Belle memberikannya pada S, “Bolehkah aku bermain denganmu?” tanya Belle.

No comments:

Post a Comment