Flying Colors part 1



“Impian Sayaka-chan ketika SMP adalah mempunyai teman. Impian ayah Sayaka adalah, menjadikan adiknya, Ryuta sebagai pemain baseball profesional.”

Ini adalah narasi seorang pria yang menceritakan kehidupan Kudo Sayaka ( Kasumi Arimura ). Semenjak kecil ia dan adiknya lebih dekat dengan ibunya ( Yo Yoshita ) dibanding ayahnya ( Tetsushi Tanaka ) yang selalu fokus pada adik mereka. Ibunya selalu ada untuk Sayaka.



Suatu hari, Sayaka duduk sambil memandangi kepulan asap pesawat di langit. Tiba-tiba teman sekolahnya memanggil Sayaka untuk mengoper bola, namun naas bola itu malah mengenai Sayaka hingga ia terhempas ke tanah.
Dengan perasaan cemas ibu mengayuh cepat sepedanya menuju ke sekolah. Wali kelas memberitahu ibu Sayaka kalau Sayaka menjadi korban bully yang umum terjadi di setiap sekolah. Ibu berpikir itulah alasan Sayaka selama ini yang selalu bilang tidak mau masuk sekolah. Tapi ia tidak bisa diam saja melihat anaknya disakiti. Wali kelas mengatakan bahwa banyak pengalaman yang dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dan berkembang, jadi ia meminta untuk membiarkan masalah ini. Ibu sangat kecewa dengan kebijakan sekolah dan akhirnya memutuskan untuk memindahkan Sayaka.

Meskipun begitu, di sekolah barunya Sayaka tetap tidak mempunyai teman. Saat ia pergi bersama ibunya, ia melihat dua anak perempuan yang pulang bersama. Sayaka sangat suka dengan seragam mereka. Ibu akhirnya memasukkan Sayaka ke SMP Meiran. Disana, walaupun Sayaka tidak belajar ia langsung bisa diterima di sekolah atau universitas manapun. Sayaka sangat senang.



Di hari pertamanya ia berfoto di depan sekolah bersama ibu. Ketika ia masuk kelas, tiga murid cewek tiba-tiba menariknya dan menggulung rok Sayaka menjadi lebih pendek. Sayaka bingung, namun tiga cewek itu tersenyum padanya dan mengatakan dengan menggulung rok ke atas akan kelihatan lebih manis. Seperti yang dikatakan ibunya, akhirnya Sayaka menemukan dunia yang berbeda. Sayaka tak perlu belajar, ia hanya perlu bersenang-senang dan mencari kbahagiaan. Tiga teman barunya itu mulai mengajari Sayaka berdandan.


Mereka berempat terus bersama hingga SMA. Karena kebiasaannya menyebabkan ia berada di kelas terburuk, kelas yang paling ogah untuk dimasuki guru.
Mereka selalu bersenang-senang dan pergi ke club malam sampai mereka harus dikejar-kejar Nishimura sensei, Guru mereka.


Sayaka tidak memperdulikan ayahnya sedikitpun yang memprotesnya karena keluyuran. Semakin hari roknya menjadi semakin pendek dan memakai make up yang berlebihan. Ia juga tidak mendengarkan kata ibunya yang menegur penampilannya itu.

Di tahun keduanya di SMA, sesuatu terjadi dan mengubah takdir Sayaka. Nishimura sensei mendapati rokok di tas nya. Alhasil Sayaka dipanggil menghadap kepala sekolah. Ia disuruh mengaku dengan siapa saja ia merokok, namun Sayaka tidak mengatakannya. Dengan terpaksa ibu dipanggil ke sekolah lagi. Ibu tahu perbuatan Sayaka tidak benar, tapi ia bangga dengan Sayaka yang tidak mementingkan dirinya sendiri dengan cara menghianati temannya. Ibu tidak masalah Sayaka di DO jika memang kebijakan sekolah seperti itu.


Akhirnya, Sayaka hanya diskors dengan waktu yang tidak di tentukan. Sayaka khawatir ia tidak bisa masuk universitas jika ia tidak sekolah-sekolah. Ibu menenangkannya, Sayaka bisa masuk ke universitas lain.

Suatu Hari, di sebuah tempat kursus seorang guru yang bernama Yoshitaka Tsubota ( Atsushi Ito ), dipanggil karena ada seseorang yang ingin bertemu dengannya. Ternyata itu adalah Sayaka. Ibu Sayaka datang menemui Tsubota sensei dan menceritakan semua permasalahan Sayaka. Narasi yang ada diawal adalah cerita ibunya pada Tsubota Sensei.

Saat libur musim panas inilah Sayaka datang menemui Tsubota sensei. Betapa kagetnya Tsubota sensei saat melihat Sayaka dengan penampilan minimnya. Saat datang ke bimbel Sayaka berada di urutan terbawah di sekolah selama ini. Untuk mengetahui kemampuan Sayaka, Tsubota sensei memberikan tes untuknya. Sayaka yang tidak suka belajar jadi ia mengejarkan tes nya asal-asalan. Tsubota sensei sampai terheran-heran melihat hasil tes Sayaka bernilai nol. Ini bahkan pertama kali baginya melihat hasil yang seperti ini. Pantas saja semua yang Sayaka jawab semuanya salah karena selama lima tahun ia tak pernah belajar. Tsubota sensei optimis Sayaka bisa berubah dan masuk ke universitas yang dia inginkan. Namun sayaka tidak tahu harus masuk univ mana nantinya. Tsubota sensei menawarkan ke Todai ( Tokyo Daigakku ). Karena passing grade nya sangat tinggi, Tsubota Sensei mengusulkan Universitas Keio.


Setibanya di rumah Sayaka memberitahu ibunya kalau dia akan masuk ke universitas Keio. Ia juga memberitahukan hal ini pada ketihga temannya. Mereka sangat tidak yakin Sayaka bisa masuk Keio dengan kemampuan yang setara dengan anak kelas 4 SD.


Sayaka mulai kursus. Tsubota sensei mejelaskan system belajar 1 dengan 1, dengan begini setiap masalah belajar akan mudah ditemukan. Sayaka Pun mulai mengerjakan tes yang diberikan. Tsubota sensei menerapkan system belajar yang unik, dia membuat muridnya mencoba menggali kemampuan mereka sendiri dan mengajar dengan sangat enjoy. Sayaka sudah mulai ada kemajuan meskipun ia hanya menjawab benar satu soal. Tsubota Sensei dengan sabar dan riang mengajari Sayaka yang bahkan tidak tahu arah mata angin dan bentuk peta jepang. Ia malah menggambar lingkaran karena menurutnya jepang hanya satu. Hhahah, keterlaluan..


Kudo Mayumi, adik Sayaka, mengajarinya arah mata angin utara dan selatan.
“Jika disini utara, pasti dibawahnya selatan.”
“Benarkah? Mayumi, kamu sudah tahu?”
“Bagaimana kakak masih hidup tanpa mengetahui ini?” Kata Mayumi.

Ayah yang baru pulang langsung mengatakan Sayaka orang yang sembrono. Ayah menganggap kursus ini penipuan, ia tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun. Ibu yang mendengar itu berkata ia yang akan membayar dengan gajinya sendiri. Ibu percaya pada Tsubota sensei yang bisa membuat Sayaka termotivasi. Ayah tidak peduli sedikitpun, ia malah berkata kalau Sayaka adalah kegagalan di keluarga mereka, hanya Ryuta lah satu-satunya harapan mereka. Karena kesal Sayaka mengatai ayahnya sebagai orang tua sialan. Ayah ingin memarahinya, namun tepat saat itu Ryuta pulang. Ibu lalu mengajak mereka semua makan. Ayah yang sudah marah tidak mau makan dirumah dan mengajak Ryuta makan diluar berdua.
Kesal pada Ayahnya yang tidak pernah mempedulikan anak perempuannya, Sayaka pun memberi pelajaran pada Ryuta dengan mengoyak sarung tangan baseballnya. Hingga membuat Ryuta gagal menangkap bola saat di pertandingan.


Sayaka datang lebih dulu ke tempat kursus. Tsubota sensei pun memujinya. Sayaka berkata kalau ini demi ibunya juga untuk membalas ayahnya. Mendengar hal itu Tsubota sensei berpikir kalau hubungan Sayaka dan ayahnya tidak baik. Sayaka mengatakan kalau ayahnya sangat buruk, ia hanya peduli pada adik laki-lakinya. Bahkan ayah hanya memberi ibunya 30ribu Yen per bulan. Terkadang ia berpikir lebih baik ayahnya pergi saja.

Tiba-tiba datang seorang murid cowok bersama ibunya. Dia adalah Mori Reiji ( Shuhei Nomura ). Reiji tidak mau ikut kursus dan berusaha kabur. Tapi dengan sigap ibunya menghalanginya dan memohon pada Tsubota sensei agar membuat Reiji lulus masuk universitas jurusan hukum. Melihat Reiji yang hanya bermain game, Tsubota sensei bertanya sejak kapan Reiji begitu. Ibu Reiji mengatakan kalau keluarga mereka sudah menjadi pengacara selama 3 generasi, jadi Ayahnya juga ingin Reiji menjadi pengacara. Tsubota sensei mengerti dan berkata serahkan saja padanya.


Tsubota sensei mencoba mendekati Reiji. Ia memuji Reiji yang sangat mahir bermain game. Reiji berkata tidak juga, dia hanya ingin balas dendam dengan “orang itu”. Tsubota sensei bertanya siapa “Orang itu”. Reiji mengatakan itu adalah ayahnya. Sampai mati pun, dia tidak mau melakukan apa yang ayahnya inginkan. “Aah..aku punya cara yang keren untuk balas dendam, mau tahu?” Kata Tsubota sensei.


Entah apa yang terjadi selanjutnya, namun Reiji akhirnya datang ke kursus dan mulai belajar. Sayaka saja sampai kagum sihir apa yang sudah sensei lakukan pada Reijii. Tsubota sensei berkata kalau dia hanya memberi Reijii nasehat dengan pengetahuannya.

“Jadi pengetahuan itu seperti sihir, ya?”

Sensei menganggukan kepalanya, “Tahu banyak hal bisa membuka pikiran kita lebih luas. Dan jika kamu masuk Keio, semuanya akan terbuka untukmu. Hidupmu akan lebih berwarna.”

“Apakah Keio sekeren itu?”

“Keio termasuk universitas top. Dimana bakat-bakat terbaik berkumpul, untuk menjadi model atau wanita karir. Mungkin juga bisa menikah dengan orang yang sukses disana.” Kata Sensei.

Sayaka senang dan mereka pun high five. Hmm, jadi pengen juga punya pembimbing yang kayak Tsubota sensei, tahu gimana caranya memotivasi tanpa terkesan menggurui. Apalagi sikap bersahabatnya.

2 comments:

  1. Ditunggu part selanjutx..
    Semoga sehat selalu..
    Aminn😃😃

    ReplyDelete
  2. niat banget :D
    wah ini sih spoiler abis XD
    tapi membantu buat yang belum bisa nonton filmnya dan ingin tahu ceritanya lebih lengkap :D

    ReplyDelete