April 8, 2016

My Lil Boy Episode 1

Mini drama ini tiap episodenya dibagi menjadi empat bagian tapi langsung aku jadiin satu aja. Ini dia para pemerannya...


                                                                       


Setelah berlatih Thaiboxing, Belle berkemas dan berlari terburu-buru menuju halte. Tak lama ia melihat S datang. Belle terus menatap ke arah S yang tak melihatnya sama sama sekali. Bus yang ditunggu pun datang, Belle sengaja berdiri di belakang S agar bisa dekat-dekat dengannya. Sambil tersenyum dan melirik-lirik S, Belle perlahan mensejajarkan posisinya hingga tepat disamping S. Hihihi, modus!

Tiba-tiba bus mengerem mendadak membuat Belle dan S hampir jatuh yang akhirnya membuat S melihat Belle.
“Kak..”
“Halo S.” ucap Belle senang.
Belle berkata dia juga mau pulang, rumah mereka kan sejalan. S tidak tahu kalau rumah Belle disekitar sini. Mendengar S yang masih memanggilnya kakak, Belle memintanya untuk memanggil Belle saja (S adalah adik kelas Belle). Tapi S berkata kalau itu tak pernah terlintas di pikirannya. Saling diam Belle pun meminta maaf karena sudah menyenggolnya tadi. S berkata itu tak masalah. Sontak hal itu membuat Belle senyum-senyum sendiri.


S bertanya lagi rumah Belle ada dimana. Sedikit bingung Belle menjawab kalau rumahnya di sekitaran sini. Saat S turun Belle juga ikut turun. S bingung dan mengatakan kalau rumahnya di gang ini. Belle megatakan pantas saja dia sering melihat S. S heran karena dia tak pernah melihat Belle sebelumnya. Takut ketahuan kalau ia bohong, Belle megatakan pasti S tidak mengingat dirinya. Dia sering sekali melihat S. S tak yakin akan hal itu, dia tahu semua orang yang tinggal di gang rumahnya. Belle berkata itu tidak mungkin, ada banyak orang yang tinggal di gang ini. bagaimana bisa S mengingat semuanya?

“Aku sudah tinggal disini sejak bayi. Kau bahkan tidak kenal aku.” kata Belle. S masih saja bingung. Saat mereka sampai di gang rumah S, Belle melihat suasana gang yang sangat sepi, ia berpikir mungkin orang-orang belum kerja karena hari jumat.

“Sekarang kamis.” Ralat S sambil menahan tawanya.

“Oh benar. Aku salah.” Ucap Belle malu.

S berjalan menuju rumahnya sambil bermain bola, sementara Belle mengikutinya dari belakang. Saat sudah sampai di depan rumahnya, S berbaik hati untuk mengantarkan Belle pulang. Namun Belle menolak, ia lewat sini setiap hari. Belle mengajaknya pulang bersama-sama tiap hari. S yang sudah masuk masih bisa mendengarnya namun ia mengabaikannya.


Karena tidak tahu jalan Belle tersesat di jalan buntu. Ia kebingungan sampai S tiba-tiba muncul.
S akan mengantarkannya ke jalan raya. Yahh, ketahuanlah kalau Belle sudah berbohong. Ia akhirnya mengikuti S. S bertanya dimana sebenarnya rumah Belle. Belle minta maaf karena sudah berbohong, ia memberitahu kalau sebenarnya rumahnya ada di dekat sekolah mereka. Kebetulan sekali, S juga akan mengembalikan komik yang dipinjamnya di dekat situ. Belle senang dan ingin menemani S kesana. S ini udah sma tapi masih aja pakai sepeda roda 4. HAHAHA

S sangat suka baca komik. Ia bahkan membacanya setiap hari. Belle mengatakan sekarang banyak komik online, kenapa S tidak membacanya secara online saja? S berkata dia juga membacanya. Tapi dia lebih suka membaca komiknya langsung. Dia tidak mau sakit mata gara-gara menatap komputer terlalu lama. S bertanya apa Belle membacanya dari internet. Belle cepat-cepat mengiyakannya. Namun saat S bertanya komik apa yang sudah Belle baca Belle pun kebingungan. Ia mengatakan sudah banyak komik yang ia baca, tapi ia tak ingat judulnya. S pun memilihkan 3 sekuel komik untuk Belle baca. Ia pikir Belle pasti akan menyukainya.


Esok harinya, Belle menceritakan kejadian ia berbohong kemarin pada Pang dan Aom. Ia sangat malu karena tindakan bodohnya itu. Kemudian Pang melihat ada komik di meja. Belle memberitahu kalau S suka komik jadi dia akan mencobanya agar mereka punya obrolan. Tapi, masalahnya dia tidak suka membaca. Pang pun menyarankan agar Belle memberikan komik-komik itu pada Aom, nanti Aom yang akan merangkum ceritanya.
Saat istirahat mereka bertiga memperhatikan S yang tengah bermain bola sambil memikirkan sebuah rencana. Pang tiba-tiba ingat saat Pe mengajak jalan Belle di kelas 2 dulu.
Flashback,
Belle berjalan di depan Pe yang lagi main gitar. Ia pura-pura menjatuhkan tempat cat saat di depan Pe. Pe langsung membantu Belle mengumpulkan cat-cat itu dan terpesona dengan kecantikannya. Flashback end.

Mereka akan merencanakan hal yang sama agar S terpesona pada Belle.


S dan Palapon diam-diam makan di kelas. Pon mengajaknya ke toko game nanti sore, namun S menolak, dia harus ngerjain PR bareng Taewin. Karena S tidak mau ke toko game Pon mengajaknya ke mall tapi S tetap tidak mau. Ia pun mengajak Taewin, Taewin juga tidak mau karena dia sudah janjian sama S. Pon kesal, dia beralih mengajak Ne yang duduk di belakangnya. Ne juga tidak mau kalau Cuma berdua. Pon sibuk memaksa mereka sampai guru menegurnya. Akhirnya Pon pun disuruh ngerjain soal yang ada di papan tulis. Hahaha, ingat masa sekolah yang hampir setiap dari kita pernah begitu.


Aom mengawasi S yang kelasnya berseberangan dengan kelas mereka. Belle penasaran apa S melihat kearahnya. Aom tidak yakin tapi ia merasa S sedang melihat kearah jendela. Belle pun mengambil kaca dan mengarahkannya ke jendela agar dapat melihat S. Ternyata S sama sekali tak melihat ke arahnya. Pang berkata gedung mereka cukup jauh, siapa yang sadar kalau ada gadis sexy yang duduk disana? Belle kesal, mereka sudah memperhatikan S sejak awal semester, bahkan semester akhir akan tiba. Namun tak ada perkembangan sama sekali. Pang menenangkannya, selama ini Belle tak pernah kehilangan orang yang diperhatikannya. Belle tak yakin, mungkin saja ini waktunya. Semua terasa semakin sulit, bahkan saat Belle melihat lagi ke kelas S, S malah menutup tirai jendelanya.


Suatu hari, Aom menceritakan isi komik yang sudah dibacanya, tentang pahlawan yang diselamatkan oleh wanita sexy. Pang berkata tak ada lelaki yang tahan dengan wanita sexy, mereka pun memutuskan akan menjalankan rencana yang telah mereka buat kemarin dan akan mengubah gaya Belle. Pang melihat komik-komik itu, dia heran kenapa S malah merekomendasikan komik yang seperti ini. Sesaat kemudian, Pang berkata kalau mungkin saja S punya sesuatu dalam pikirannya tentang Belle. Ia mengeluarkan jurus tempat cat nya dan akan menyiapkan rencana ini dengan teman S.



Baru saja bel pulang berbunyi mereka segera berlari ke kelas S. Pang ingat kalau hari ini S piket menyapu makanya ia lama pulang. Ternyata Pang menyusun rencananya dengan Ne, begitu Ne keluar Pang langsung memanggilnya dan mulai menjalankan rencana mereka, membuka satu kancing kemeja Belle hingga tak lupa menyemprotkan parfum. Belle berjalan dengan anggun, menjatuhkan tempat catnya tak jauh dari dua orang yang tengah bermain topeng. Salah seorang yang memakai topeng membantu Belle, dengan jurus tebar pesonanya itu ia bertanya apakah orang itu S. Namun ternyata itu adalah Pon. Belle bingung, Pang menyuruh Belle ke orang yang satunya lagi. Tapi itu adalah Taewin yang entah kenapa hidungnya malah berdarah. Belle menyembunyikan wajahnya malu. Ne memperhatikan mereka dan tak lama S pun keluar. Ia bingung melihat ada Belle disana ditambah dengan hidung Taewin yang berdarah.


Belle, Pang, dan Aom tak habis pikir rencana mereka berakhir seperti itu. Pang merasa kalau teman2 S itu aneh, apalagi Ne yang pura-pura tomboy agar bisa dekat dengan S. Faktanya Ne menyukai S. Ia yakin Ne juga punya rencana. Belle berkata mungkin saja tapi ia takut kalau Ne memberitahu S tentang rencana mereka. Saat mereka tengah sibuk memikirkan solusinya tiba-tiba Aom ingat kalau Belle harus mengembalikan komiknya hari ini. Dia juga mungkin bertemu S disana.
Mereka pun ke tempat rental komik. Belle masih meminjam komik untuk dibaca Aom. Ia akan menunggu S disana untuk bertanya apa yang S pikirkan tentangnya dan menyuruh Pang dan Aom pulang. Sementara itu, S sedang belajar dirumahnya.


Berjam-jam Belle sudah menunggu sampai ia digigiti nyamuk. Setelah selesai belajar S pergi ke rental komik. Belle memanggilnya saat melihat S akan pulang. S bertanya apa ada yang diinginkan Belle darinya? Belle berkata tidak ada, dia hanya mau pulang. Melihat wajah Belle yang digigiti nyamuk S berpikir pasti Belle sudah lama menunggu. Belle langsung membantahnya, dia hanya sebentar dan tidak menunggu siapapun. Mereka saling diam beberapa saat sampai S bertanya apa Belle naksir padanya. Kalau iya, jangan. Ia tidak tertarik dengan hal-hal semacam ini. Belle terdiam padahal ia sangat senang saat S tadi memanggilnya.
Ia meyakinkan dirinya dan memanggil S, “S..Aku tidak akan mudah menyerah! Akan kulakukan segalanya agar kau menyukaiku.” Teriak Belle. S berhenti sejenak namun ia tak menolehsedikitpun. Ia juga tak berkata apa-apa dan mengayuh cepat sepedanya.

2 comments:

  1. Sekarang daya lebih suka sinopsis drama thailand, terutama yg main Dj push.
    Semangat mbak buat sinosipnya, klu bs mbak yolong recap drama thailand yg dimainkan oleh dj push dan lily.
    Ceritanya seruuu

    ReplyDelete
  2. thanks.
    oke, nanti saya liat deh

    ReplyDelete