April 8, 2016

My Lil Boy Episode 2


Belle sudah absen berhari-hari karena sakit. Aom sangat merindukannya. Karena tak ada Belle ia pun mengajak Pang nonton pertandingan basket. Pang tidak mau jika hanya berdua. Ia mengajak Aom menjenguk Belle. Tiba-tiba salah satu teman mereka khawatir jika Belle tidak bisa ikut pertandingan. Dia akan mencari orang lain untuk menggantikan Belle. Pang berkata Belle baik-baik saja dan mungkin dia akan masuk besok. Setelah teman mereka itu pergi Pang berkata pada Aom kalau sepertinya dia ( teman mereka )tidak suka jika Belle jadi perwakilan kelas. Mungkin Belle akan ikut pertandingan Thaiboxing.



Mereka sampai di rumah Belle. Pang memencet bel beberapa kali, tidak ada jawaban ia pun menelpon Belle. Begitu Belle keluar Aom langsung memeluknya. Mereka mengobrol di dalam tentang kabar S. Meskipun Belle tidak sekolah tapi dia selalu mellihat akun fb S apakah ada perkembangan. Namun selama 3 hari, S sama sekali tidak menunjukkan semacam kehilangan sesuatu. Jika S sedikit saja tertarik padanya, setidaknya ia pasti bertanya-tanya. Menurut Pang tidak semua orang mengupdate status mereka di Facebook. Melihat S yang tidak update status itu tandanya S jarang buka Facebook. Lagipula, Belle juga belum akrab dengannya.

Pang mengusulkan agar mereka mencoba lagi rencana tebar pesonanya. Tapi Belle tidak setuju. Saat Pang menyemangatinya agar jangan menyerah, Belle mengatakan bahwa dia tidak menyerah. Hanya saja dia berpikir bagaimana rencana selanjutnya. Tiba-tiba Belle berkata kalau dia akan belajar sepak bola seperti Ne. Malam itu juga mereka berlatih main sepak bola. Bukannya saling mengoper mereka malah mengerubungi bolanya. LOL


Esok Harinya, dengan bola yang sudah ada di tangan, mereka bertiga siap bermain. Tapi, S tidak ada disana. Belle mengajak mereka bermain saja sambil menunggu S datang. Aom ingat kalau ada pertandingan basket, mungkin S ada disana. Ternyata benar S tengah bertanding. Disana juga ada Ne dan Taewin. Belle tak henti memandangi S yang berlari kesana kemari dengan sumringah. S berebut bola dengan lawan dan tiba-tiba saja bola itu mengenai Belle tepat di wajahnya.


Belle dibawa ke UKS. Mata kanannya memar terkena lemparan bola tadi. Ia meminta cerminnya pada Pang. Begitu melihat wajahnya, Belle langsung mengeluh yang awalnya tidak sakit berubah menjadi sakit saat ia melihat wajahnya. Belle merasa dirinya sial sekali. Pang menyemangatinya untuk melupakan kejadian hari ini dan bicara hal-hal baik yang terjadi padanya. Ia memberitahu Belle kalau S lah yang menyebabkan Belle terluka.

“Bagaimana kau bisa menyebutnya hal baik?” ucap Belle

“Ya. Dan..kau tidak akan percaya siapa yang membawamu kesini.” Kata Pang

“S…?” Tebak Belle senang

“Bukan, itu Mr. John.” Jawab Pang. Wkwkwk

Belle kesal dikerjain begitu. Lalu guru datang ingin menutup ruang UKS, mereka bertiga pun bergegas pulang. Pang kembali berkata kalau Belle pasti tidak akan mempercayai bahwa ketika dia pingsan tadi ada seseorang yang menjenguknya. Belle sangat senang mengaetahui kalau S lah orang itu. S juga meminta maaf pada Belle. Belle kesal kenapa Pang tidak membangunkannya disaat itu. Pang menjelaskan kalau tadi S pergi tepat sebelum Belle bangun. Lagipula Ne menguber-ngubernya untuk pergi. Dia jadi semakin benci melihatnya.


Pagi hari, S bersiap dengan seragam pramukanya. Ia melihat ayahnya dan ibunya keluar dari kamar yang berbeda. Orangtuanya saling diam, tanpa peduli pada S yang juga ada disitu. Ayahnya meminta S pergi sendiri, dia tak bisa mengantar karena ada meeting. Hmmm, sepertinya keluarga mereka kurang harmonis.

Begitu sampai di kelas, Taewin mengajaknya bermain game bersama. Belum sempat main bel masuk sudah berbunyi dan mereka semua berkumpul di halaman sekolah. Belle memperhatikan S dari jauh. Taewin melihat hal itu, ia berbisik pada S kalau sedari tadi Belle terus melihat kearah mereka. S tidak menggubrisnya sedikitpun.


Saat di kelas S bertanya kenapa Taewin terus memandangi mereka ( Belle dkk ). Taewin berkata dia hanya lihat. Dia pun bertanya apa S tidak akan minta maaf pada kak Belle? S berkata dia sudah minta maaf pada temannya. Tapi Taewin pikir akan lebih baik kalau S minta maaf secara langsung. Ia mengajak S pergi untuk memenui Belle nanti. S tersenyum heran melihat betapa perhatiannya Taewin pada Belle.

Bahkan saat jam pelajaran pramuka pun Taewin tetap menanyakan kapan pergi menemui Belle sampai S harus menegurnya untuk fokus ke pelajaran saja. Dibalik tumpukan bata, Belle, Pang, dan Aom mengintip S. Mereka ketahuan oleh guru, takut dimarahi mereka beralasan baru saja dari toilet dan berlari pergi.


Setelah sekolah usai, S dan Taewin menunggu Belle pulang. S heran melihat Taewin yang lebih memperhatikan hal ini daripada belajar. Taewin mengatakan dia juga serius dalam belajar jika tidak nilainya tidak mungkin keren. S hanya merasa ia tidak pernah melihat Taewin ingin melakukan sesuatu yang seperti ini sebelumnya. Dengan wajah datarnya Taewin beralasan dia Cuma ingin menemani S, tapi S menganggap dialah yang sepertinya sedang menemani Taewin. HAHAHA

Sepertinya Belle tidak kunjung lewat hingga mereka menunggu sambil bermain. S berkata jika dia tahu akan begini lebih baik dia main bola bareng Pon dan Ne. Ia juga suka makanan di belakang sekolah yang ternyata enak. Taewin bertanya kenap S bisa tahu rumahnya kak Belle ada di belakang sekolah. S hanya menebaknya. Taewin kesal, mereka sudah menunggu lama karena tebakan S. Kalau dia tahu, dia akan main game dengan abangnya di rumah. Hihihi, balas dendam ni Taewin.
Mereka akhirnya pulang, tapi S tiba-tiba melihat Ne yang masih di sekolah sambil main bola sendirian. S kemudian menghampiri Ne. Ne main bola sementara menunggu, S pun ikut bermain bersamanya.


S mendapat sebuah paket yang berisi medali. Ia heran karena di dalamnya hanya ada tulisan kanji di sebuah kertas tanpa ada nama pengirimnya. Esok harinya, S dan Pon berada di sekolah. Pon kesal kenapa mereka harus datang ke sekolah padahal ini hari sabtu. S yang asyik main rubik tak mendengarkan omongan Pon, membuat Pon tambah kesal. S memberitahu Pon kalau kemarin seseorang mengiriminya hadiah. Ia bingung maksud kado medali dan huruf kanji itu. Pon berpikir mungkin saja si pengirim ingin bermain teka-teki dengannya. Ia sangat tertarik dan mengajak S bermain bersama untuk memecahkan teka-teki itu.

Namun S merasa kalau dia sudah mendapat beberapa petunjuk dan pengirim itu adalah Belle, karena dia satu-satunya orang yang ngejar-ngejar S. Pon tak menyangka kalau Belle naksir S, diapun tahu alasan Belle datang ke kelas mereka waktu itu. Ia berpikir Belle itu sangat sexy dan mengagumkan. Dia bertanya kenapa S tak memberikan kesempatan saja pada Belle? S tidak mau karena ia masih anak-anak. Pon membandingkan adik kelas mereka yang juga tetangganya yang bahkan punya pacar 3-4. S tertawa mendengarnya, kemudian mereka pun pergi.


S meminta saran dari Pon bagaimana caranya untuk menghindar dari Belle. Tiba-tiba guru memanggil mereka untuk bergabung dengan yang lain. Belle ikutan gabung ngecat bareng S dan Ne. Dia bingung mau ngapain dan akhirnya bertanya apakah S suka melukis. S berkata dia tidak begitu suka. Lalu S bertanya bukankah Belle mengecat di tempat lain. Belle berkata bahwa temannya bisa mengurus itu jadi dia akan membantu S. Ne sepertinya sangat tidak suka melihat Belle gabung dengan mereka. Dia meminta Belle mengambilkan cat tapi saat Belle ingin memberikannya cat itu jatuh dan tumpah ke lukisan. Bereka berdebat siapa yang salah sampai semua murid menghampiri mereka.

Pang membela Belle, ia emosi melihat Ne berbohong dan mendorongnya hingga terjatuh. Mereka terus bertengkar, membuat S kesal dan mengaku kalau ini salahnya. Sontak mereka langsung terdiam. Sebenarnya Belle tidak salah, Ne sengaja tidak menerima cat itu saat Belle memberikannya.
Belle jadi sedih, ia takut S akan semkain tidak menyukainya. Saat ia tidur, Pang mengiriminya foto S yang waktu itu menjenguknya di UKS. Seketika mood Belle membaik. Ia tak berhenti tersenyum lalu mengupload foto itu ke Facebook nya.

No comments:

Post a Comment