My Lil Boy Episode 4


Taewin sudah tak sanggup lagi berjalan. Ia pun berhenti sejenak. Saat S akan memanggil teman yang lain untuk menunggu mereka, ia tiba-tiba terserempet motor yag datang dari arah kanannya. Untunglah Belle dan kawan-kawan melihat S. Panik, ialangsung menghampiri S. Sedangkan Pang, Aom dan Taewin membantu pengendara motor yang juga terjatuh.


Belle membantunya berdiri dan memapahnya. S merasa tidak enak, mereka seperti sedang memegang satu sama lain sekarang. Lebih baik dia menunggu Taewin saja. Belle berkata ia baik-baik saja. Lagipula, Taewin itu kurus. Dia lebih kuat daripada Taewin. S terus saja bicara mencari cara lain agar ia tidak dipapah Belle, membuat Belle menyuruhnya berhenti kalau tidak kakinya akan semakin sakit. S berkata kalau bicara tak ada hubungannya dengan kakinya. Hahaha Belle kena lagi.
Meskipun terus meminta berhenti, S berterima kasih pada Belle karena sudah membantunya. Akhirnya mereka sampai di tenda pengobatan. Kaki S terkilir dan lutut Belle ternyata juga luka saat ia memasang tenda tadi sore.




Di belakang tenda, Pang, Aom, dan Taewin memperhatikan Belle dan S. Ternyata kecelakaan kecil tadi adalah rencana mereka. Pang tahu itu sedikit berbahaya tapi melihat hasilnya itu tidak begitu buruk. Pang pun mengancam Taewin yang ada disitu agar ia tidak memberitahu hal ini pada S. Pang berkata dia sudah membayar mahal si pengendara motor tadi, dia bahkan tidak tidur hanya untuk menjadi sukarelawan di camping ini. Tiba-tiba Taewin menagih janji mereka kapan dia bisa pergi nonton dengan Belle. Pang bingung mau jawab apa, ia pun berkata akan membicarakannya nanti dan mengajak pergi untuk menghindari pertanyaan Taewin lagi.


Tengah malam Pon membangunkan S yang sama-sama tak bisa tidur. Mereka pun jalan-jalan keliling sekolah dan masuk ke kelas senior. Belle, Pang, dan Aom bertugas jaga sampai jam 2 malam. Mereka sudah mulai ngantuk. Pang berkata jika mereka hanya duduk disini maka akan lebih mengantuk, bagaimana kalau mereka keliling-keliling sambil patroli?
Awalnya Belle dan Aom oga-ogahan. Mereka tak tahu mau kemana, Belle pun punya ide untuk mengecek tenda S. Aom tak mau karena mereka pasti sudah tidur. Belle berkata, jadi mereka bisa melihat S dia tidur.



Setelah sampai di tenda bagian cowok, mereka bingung tak tahu yang mana tenda S. Aom pun kena sasaran untuk membuka tenda tebakan mereka. Saat Aom membukanya, tiba-tiba keluar kepala seorang junior. Junor itu bertanya mengapa mereka disini. Aom beralasan hanya untk mengecek saja. Si junior itu mau ke toilet, terpaksalah Pang yang mengantarkannya. HAHAHA
Belle gantian membuka tenda yang lain. Kali ini benar, namun ia kaget saat melihat yang ada ditenda hanyalah Taewin yang tertidur pulas. Belle pun memutuskan untuk mencari S.

Belle panik memeriksa semua toilet, tapi ia tak menemukan S disana. Ia pun memberitahu Pang kalau S tidak ada ditendanya. Pang berkata mereka tunggu saja, pasti nanti S lewat. Belle berpikir sia-sia saja menunggunya disini, lebih baik mereka keliling mencarinya. Mereka pun pergi diam-diam. Tak lama si junior memanggil-manggil Pang karena kehabisan tisu. Bwuahaha, kasian..


Pon asyik bermain gitar di kelas. S bertanya apa Pon tidak takut akan kena hukuman jika seseorang menemukannya disini? Pon menenangkan S bahwa semua orang sudah tidur. Dia pun mengajak S ke rooftop, tapi karena kaki S sakit dia tidak bisa ikut bersama Pon. Pintu sengaja dibiarkan Pon sedikit terbuka agar cahaya bisa masuk.

Tak lama Belle memasuki kelas itu dan menemukan S disana. Belle sangat khawatir pada S, ia lalu bertanya kenapa S ada disini. S berkata dia tidak bisa tidur jadi dia jalan kesini. Belle mengomelinya panjang lebar, ia juga lega S tak kenapa-napa. Tiba-tiba pintu tertutup, membuat Belle panik dan mencoba menggedor-gedornya. Ternyata dari luar pintu itu diikat dengan tali sepatu. Siapa lagi kalau bukan Pang dan Aom pelakunya.


Aom sedikit khawatir tentang ini, namun Pang berkata akan baik-baik saja. Ini adalah saat mereka bisa bersama, hanya berdua. Mungkin ini adalah akhir dari permainan. Tapi Aom berpikir Belle pasti tidak suka dengan renncana ini. Pang mengatakan kalau kesempatan bagus seperti ini tidak sering muncul. Bahkan tidak sama sekali. Buktinya, mereka sudah berusaha keras dengan banyak strategi tapi tak ada satupun yang berhasil. Pang sangat yakin dengan hal ini. Lalu Aom bertanya apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Pertama mereka akan mencari tempat untuk tidur, kemudian mereka akan meninggalkan Belle dan S selama 2 atau 3 jam barulah mereka akan melepaskan ikatan pintunya.

Aom pun tak mempermasalahkannya lagi. Lalu bagaimana dengan Pon? Pang dan Aom juga mengikat pintu rooftop agar Pon tak bisa keluar dan menemukan S. Pon hanya bisa teriak-teriak minta tolong.

Belle gelisah dan terus mencoba untuk membuka pintu. S menenangkan Belle, seseorang pasti datang dan membuka pintunya nanti. Belle pun menurut. Ia berpikir ini pasti rencana kedua temannya itu yang menginginkan mereka bersama. Bagaimanapun, dia juga tidak ingin pergi sekarang. Karena momen ini jarang terjadi, dia pun segera duduk disamping S.
Belle meminta S jujur, apakah dia menyebalkan? S menjawab terkadang. Belle lalu bertanya apa S pernah punya pacar.

“Tidak pernah.”

“Serius? Kamu itu good looking tapi gak pernah punya pacar? Apa tidak ada yang naksir kamu atau tidak pernahkah kamu punya gebetan sebelumnya?”

“Aku tidak begitu tertarik dengan hal semacam itu.”

“Jangan bilang kalau kamu tidak pernah jatuh cinta?”

S menggeleng pelan. Dia tak begitu memperhatikannya. Dia bahkan tidak tahu cinta itu seperti apa. Jadi, dia tak paham tentang itu. Mungkin dia masih muda? Belle berkata itu tak ada hubungannya dengan umur. Cinta bukan hanya untuk orang dewasa. Belle berpikir kalau S belum pernah merasakannya makanya dia tidak tahu apa itu cinta. Mungkin S pernah mengalami perasaan itu tapi dia tak pernah menyadarinya? S malah sama sekali tak mengerti apa yang Belle bicarakan.

Belle bergeser sedikit lebih dekat dengan S. Ia memuji dirinya sendiri yang sangat ahli dalam hal ini. Maukah S diajari olehnya? S tidak mau. Belle berkata orang yang hidup di bumi harus berpasang-pasangan, tidak mungkin S selamanya sendiri. S berpikir lain, dia melihat ada orang yang percaya kalau mereka jatuh cinta tapi mereka tetap sedih akan hal itu. Belle mengatakn bahwa cinta itu naik dan turun. Tersenyum atau menangis, itu adalah warna kehidupan. Dia pun paham mengapa dia tak bisa memenangkan hati S. Itu karena S tak pernah merasakan perasaan semacam ini sedikit pun.


Ternyata S juga tak pernah mendengarkan lagu cinta. Belle memasangkan earhone untuknya, ia berkata mendengarkan lagu bisa menghilangkan bosan saat kita sendiri. S melepas earphonenya, ia lebih suka membaca komik.

Belle sedikit kesal. Ia bertanya kenapa S tidak melangkah masuk ke dunianya untuk berubah? S mungkin akan suka. S hanya diam menatap Belle. Belle membuka jaketnya dan memberikannya pada S. Namun S mengembalikannya dan berkata Belle tidak harus coba untuk mengejar-nejarnya. Itu hanya membuang waktu.

“Tak maukah kamu tahu bagaimana rasanya saat hatimu berdetak lebih cepat atau membiungungkan dan tak biasa, saat kamu bertemu dengan orang yang kamu suka? Perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Tidakkah kamu penasaran bagaimana rasanya?” ucap Belle.

S hanya diam dan mereka saling tatap. Belle bergeser semakin dekat pada S. Ia terus menatap S dan tiba-tiba memeluk S.
“Jika kamu tidak punya perasaan padaku sama sekali, baiklah. Suatu hari.. kamu akan menyadari bahwa cinta tidak selalu buruk.” Kata Belle menangis.


Matahari pagi membangunkan Pang dan Aom . Saat menyikat gigi barulah mereka ingat akan Belle. Tapi begitu mereka sudah di dekat kelas, murid lain dan guru tengah melepaskan ikatan di pintu. Taewin yang juga ikut pun membangunkan mereka.


Orang tua S dan Belle datang ke sekolah. Mereka di skor selama 2 minggu akibat kejadian pintu terkunci itu karena guru berpikir mereka sengaja berduaan. Pang meminta maaf pada Belle, ia tidak tahu kalau kejadiannya akan jadi seperti ini. Pang terus mengirimi Belle pesan, tapi Belle yang sedang tidak baik meminta waktu sendiri untuk saat ini.


Dua minggu sudah berlalu, Belle sudah kembali ke sekolah. Namun ia tampak masih mengurung diri karena kejadian itu. Saat Pang dan Aom mengajaknya bicara pun dia hanya menanggapinya singkat. Pang dan Aom terus saja membicarakan PR membuat Belle kesal dan meminta mereka berhenti dengan nada tinggi. Mereka berdua kaget dan langsung terdiam.

Ternyata Belle menghkawatirkan orang lain yang mungkin melihat ataupun mendengar gossip tentangnya. Pang mengatakan bahwa tidak banyak yang tahu tentang kejadian waktu itu, jadi Belle tak perlu khawatir digosipkan. Dan S juga kelihatan sangat baik. Buktinya saja dia mendapati S selalu melihat ke kelas mereka. Belle tiba-tiba berkata kalau dia ingin mengakhiri ini sekarang. S tidak akan pernah menyukainya, bahkan saat mereka berusaha kerasa daripada yang sebelumnya. Mereka tidak bisa mengubah S. Pang sangat kaget. Mereka sudah sejauh ini dan selalu mendukung Belle. Kenapa Belle menyerah dengan begitu mudah? Belle hanya berkata berhenti saja.

“Bukankah kamu bilang kamu tidak akan menyerah? Kamu bilang tidak akan menyerah sampai kamu berhasil.”

“Itu tidak akan membuat segalanya lebih baik, percayalah.”

Pang berpikir ini pasti karena Pe minta balikan lagi sama Belle. Belle mulai kesal dan membuat Pang menjadi emosi juga karena merasa disalahkan atas semua kejadian yang terjadi. Mereka terus adu mulut. Pang bahkan membuang buku yang ada di meja dan pergi dengan penuh kekesalan.


Aom membujuk Pang agar tenang. Pang yang sudah sangat kesal berkata kalau ucapan Belle tadi seakan-akan mereka sangat mengganggu hidup Belle. Apa Aom tidak lelah setelah membantunya selama ini? Aom berkata itu karena mereka berteman.

“Pernahkah dia peduli tentang perasaan teman-temannya?”

“Aku tidak merasa kalau dia tidak peduli dengan kita.”

“Cobalah pikir dengan otakmu, jadi kamu bisa melihat masalahnya. Dia bilang dia ingin sendiri. itu berarti dia tidak ingin kita mengganggu hidupnya.”

“Mungkin bukan begitu maksudnya.” Ucap Aom yakin.

Pang tetap saja merasa kesal. Aom menenangkannya, Belle saat ini sedang tidak baik, mereka hanya harus menunggu sampai keadaan seperti semula. Muak, Pang pun pergi meninggalkan Aom.
Belle sangat galau. Saat S datang, ia berulang kali melihat ke arah kelas Belle yang tertutup tirai. Setibanya di rumah, S ingin mengambil rubiknya tapi malah membuat tempat pensilnya jatuh. Di dalam kotak itu ada banyak huruf jepang. Ia ingat pernah mendapatkan satu huruf jepang yang ada di kotak medali dan mulai menggabungkan semuanya. Tak mengerti maksud dari tulisan itu apa, ia pun membuangnya.

Flashback..

Belle memeluk S. S mencoba memanggilnya, karena tak ada jawaban S bepikir Belle sudah tidur. Ia membenarkan posisi kepala Belle agar lebih nyaman. Ia juga melepas kaca mata Belle dan merapikan rambut Belle.
“Ini adalah yang terdekat yang bisa kuberikan untukmu. P’Belle, kau tahu, kau adalah wanita yang sangat baik. Tapi.. aku tidak berpikir aku menyukaimu. Jika suatu hari, aku tahu caranya mencintai, aku akan masuk ke dunia mu dengan cara ku sendiri.”
Belle hanya pura-pura tidur, ia menangis mendengar pengakuan S.

9 comments:

  1. admin.. terimakasih sinopsisnya. semangatt.. min,, boleh tau download film ini dmn? nyarinyari blm nemu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimaksih jg sdh brkunjung.. Download ny di youtube susan dan engsub.

      Delete
  2. Akhir nya nemu sinopsis nya meski udh tamat nonton nya di youtube... di tunggu eps lanjutan nya.. semangat yaa kakak...

    ReplyDelete
  3. lanjut dong cerita ya....
    soalnya seru banget ceritanya

    ReplyDelete
  4. lanjut dong cerita ya....
    soalnya seru banget ceritanya

    ReplyDelete