Longing For Spring Episode 4 END


Kwon Tae mencari-cari Chang Ki dan saat menemukannya ia langsung menarik dan menghajarlnya. Kwon Tae memperingatkan agar tak mendekati Mal Ja lagi. Chang Ki tak terima, apa ucapan Kwon Tae itu hukum? Kwon Tae semakin emosi , dia mengancam jika hal seperti ini terjadi lagi maka dia tak akan melepaskan Chang Ki. Chang Ki tak bisa berhenti begitu saja, dia pun menantang Kwon Tae satu lawan satu. Kwon Tae setuju, tapi jika dia menang ini akan berakhir.




Kwon Tae menemui Mal Ja di taman karena Mal Ja ingin memberikannya sebuah buku yang sangat ingin Kwon Tae baca. Kwon Tae senang dan berpikir itu hadiah untuknya, namun Mal Ja yang malu mengakui kalau itu hadiah mengatakan buku itu ada dikantornya jadi ia bawa saja. Saat membuka buku itulah Mal Ja melihat tangan Kwon Tae terluka. Tak ingin Mal Ja khawatir, Kwon Tae berbohong kalau ia terluka saat latihan dan mengalihkan perhatian Mal Ja dengan menunjukkan buku tentang kuda itu.


Mal Ja dan Dokter datang bersamaan ke tempat latihan. Dokter berjalan tergesa-gesa, begitu melihat Chang Ki ia langsung meminta Chang Ki berhenti bersikap seperti ini. Ternyata dokter sudah mendengar kalau mereka akan bertanding. Ia mencoba menghentikkan agar Chang Ki tak melakukannya mengingat kondisi fisik Kwon Tae yang bisa sangat berbahaya. Chang Ki berkata itu karena Kwon Tae selalu memandang rendah dirinya, lagipula Kwon Tae berkata dia akan melakukannya. Dokter bertanya dimana Kwon Tae, namun sudah terlambat karena kini Kwon Tae tengah mempersiapkan dirinya.


Dokter segera menghubungi Ambulance untuk berjaga-jaga. Disaat itulah Mal Ja masuk dan mendengar pembicaraan dokter.

“Kwon Tae baik-baik saja, kan?”

“Dia akan baik-baik saja.”


Arena pacuan sudah di persiapkan, dan saat pintu penghalang di buka, kuda Kwon Tae dan Chang Ki langsung melesat cepat. Chang Ki berhasil mengungguli Kwon Tae yang tetap berpacu melawan rasa sakitnya. Mal Ja yang menonton berharap cemas agar tidak terjadi apa-apa dengan Kwon Tae. Hampir mendekati finish Kwon Tae mampu mengungguli Chang Ki dan dialah yang memenangkan pertarungan ini. Mal Ja lega, ia segera berlari menemui Kwon Tae.
Kwon Tae yang tengah bersama Chang Ki bertanya, apa sekarang Chang Ki mengakuinya? Chang Ki tak mau kalah karena dia akan menantang Kwon Tae lagi. Kwon Tae tersenyum sejenak, kemudian ia merasakan sakit yang sangat di lengannya.


Begitu melihat Kwon Tae, Mal Ja pun duduk disampingnya.

“Apa itu sakit sekali?” tanyanya cemas.

“Kamu menangkapku. Aku baik-baik saja sekarang.” jawab Kwon Tae.

Kwon Tae memeluk Mal Ja untuk menenangkannya. Ia berharap mulai sekarang Mal Ja bisa datang dan melihat semua pertandingannya. Tanpa diduga Mal Ja meminta diajari berkuda. Tentu saja Kwon Tae kaget, tapi Mal Ja berkata dia tidak bisa hanya tinggal diam seperti ini saat Kwon Tae yang bahkan rela berjuang. Kwon Tae setuju tapi dengan satu syarat.

“Apa? Pebble apa kamu memberontak?”

“Oh tidak. Kukatakan sekarang.. orang yang paling kutakuti di dunia adalah kamu, dan kamu memintaku untuk mengajarimu berkuda masa aku tidak boleh meminta syarat?”

“Baiklah. Apa itu?”

Kwon Tae mendekatkan wajahnya dan berkata Mal Ja harus melihat semua pertandingannya, tidak peduli apapun. Ia lalu tersenyum dan mengecup bibir Mal Ja.

“Terutama Grand Prix di bulan December.” Tambah Kwon Tae. Mal Ja tiba-tiba cegukan, membuat Kwon Tae terseyum lebar dan memeluknya erat.

“Hari ini seperti biasa.. sealami bernafas.. aku melihatnya. Dan aku merindu selama musim semi.. musim semi yang takkan pernah kumiliki lagi.. musim semi yang luar biasa.”

1 comment:

  1. Awalnya aku gx ngerti jalan ceritanya
    tpi udah baca beberapa x baru ngeh hehe

    gomawo ditunggu ya rekap2an selanjutnya

    ReplyDelete