Love Myself Or You Episode 6 - 2


Ditinggal semua orang membuat Young Qian sangat kesal, “Lain kali aku yang harus menyetir. Lalu akulah orang pertama yang bisa pergi.”

Kai Qi menjelaskan pada Ah Jie tentang tema masakan mereka untuk kontes akhir nanti. Ia kesal karena Ah Jie hanya bermain ponsel bukannya mendengarkannya.
“Jangan pikir kalau hanya karena kita lolos babak pertama, kamu bisa bertingkah seperti itu..” belum sempat menyelesaikan omelannya Ah Jie sudah menunjukkan ide yang sedari tadi ia lihat. Kai Qi langsung berlagak cool lagi.

Da Zhi selesai berganti pakaian. Kesal melihat kedekatan Kai Qi dan Ah Jie, ia membanting pintu lokernya sebagai pelampiasan. Xiao Shu datang dan bertanya ada apa. Da Zhi lalu menunjuk mereka berdua seakan mengadu. Tapi Xiao Shu tidak peduli, ia lalu mengambil baju gantinya. Saat ia sudah selesai, Da Zhi masih berdiri memperhatikan mereka dengan tatapan cemburu.

“Ada apa?” tanya Xiao Shu lagi.

“Karyawan magang ini.. dia terus mendorong peruntungannya.” Ucap Da Zhi kesal.

“Mereka terlihat seperti mereka mendiskusikannya lebih bergairah daripada pasangan yang saling mencintai.” Pikir Xiao Shu.



Da Zhi marah, Xiao Shu minta maaf dan langsung mendorongnya keluar dengan iming-iming traktir es serut. Hahaha Xiao Shu pelit banget.

Kai Qi merasa tidak akan berhasil jika mereka hanya menyusun strategi diatas kertas. Ah Jie lalu mengusulkan untuk pergi langsung ke pasar dan melihat bahan makanan yang segar. Kai Qi pun setuju.


Mereka pergi ke peternakan bebek. “Hei koki cantik!” panggil paman Shun dari belakang. Paman Shun langsung memuji Ah Jie yang cukup lumayan bisa tahu kalau bebeknya lebih bagus dari bebek Peking di Lembah Ceri. Kai Qi juga menjelaskan kalau bebek2 paman Shun itu istimewa dan mereka juga memesan bebek untuk restoran dari paman Shun.
Paman Shun bangga sekali bebeknya bisa sangat terkenal. Ia tertawa-tawa sampai mendorong Ah Jie. Ah Jie juga ikut tertawa melihat mereka tertawa.

“Apa yang kamu tertawakan?” kata Kai Qi tiba-tiba.

Paman Shun memperhatikan wajah Ah Jie yang tersenyum, “Anak muda, jika kamu melihat wanita seperti itu, kamu akan terlihat seperti orang mesum. Jika kamu menyukainya, katakan saja padanya.”

“Apa yang paman bicarakan?” protes Kai Qi.

“Woaa, reaksi yang kuat? Ehehe, kalian berdua….” Goda paman.

Kai Qi sebal, paman pun berhenti dan meminta mereka menangkap bebeknya sendiri. Cari yang mereka sukai dan gratis!!!


Kai Qi menjelaskan tentang bebek ini pada Ah Jie. Begitu melihat bebek yang menurutnya bagus ia langsung berlari mengejarnya. Saking semangatnya, ia berjalan tak hati-hati saat melewati sungai kecil dan terpeleset. Untunglah Ah Jie segera menangkapnya.
“Hati-hati. Pegang tanganku.” Ucap Ah Jie. Kai Qi membiarkan Ah Jie menggenggam tangannya dan menuntunnya berjalan. Saat di tempat yang kering ia langsung melepaskan tangan Ah Jie.

“Sudahlah, tidak licin disini. Jangan perlakukan aku seperti wanita yang ingin kamu jaga tetapi kamu tidak bisa, oke?”


Ah Jie menatap Kai Qi. Kai pun berkata kalau Ah Jie yang berkata begitu sebelumnya. Ah Jie tidak bisa melupakan “orang itu” tapi Ah Jie tidak mencarinya. Dia sudah cukup tidak beruntung jadi bahan percobaan Ah Jie, jadi jangan biarkan dia jadi penggantinya. Ah Jie diam mendengar omelan Kai Qi. Lalu dia berkata kalau Kai Qi bukanlah penggantinya. Saat ingin mengatakan yang sebenarnya, tiba-tiba ia mengurungkannya dan berkata tidak ada yang penting tentang “orang itu” untuk dibicarakan.

“Baiklah, kalau begitu teruslah menyimpannya didalam hatimu.”

“Kau sangat bodoh.” Ledek Ah Jie.


Ah Jie bertugas menangkap bebek, sedangkan Kai Qi hanya memerintahnya dari jauh.
“Hei lari. Jika kamu tidak lari, bagaimana kamu akan menangkapnya? Benar! Bodoh, ada di sebelah kirimu. Kenapa kamu banyak tanya? Lambat Sekali.”
Tapi setelah itu Kai Qi tersenyum lebar melihat Ah Jie berusaha menangkap bebek yang terus lari kesana-kemari. Akhirnya Ah Jie berhasil mendapatkan satu bebek dan tersenyum puas menunjukkannya pada Kai Qi.


Saat mereka ingin pulang, Paman Shun memberikan Kai Qi hati bebek. Kai Qi tidak enak menerimanya karena sudah diberikan bebek gratis. Namun Paman memaksa dan sebagai gantinya Kai Qi mengajak paman minum bersama lain kali.
Ah Jie memuji Kai Qi yang mendapatkan teman baik seperti paman Shun. Kai Qi berkata agar Ah Jie mempelajarinya dan bekerja keras, maka ia pasti bisa melakukan ini juga suatu saat.


Mereka mulai berlatih. Ah Jie penasaran bagaimana Kai Qi bisa menemukan peternakan bebek itu. Kai Qi bercerita saat dia di promosikan menjadi asisten koki, kepala koki mengajukan pertanyaan yang sulit untuknya. Dia diminta membuat hidangan baru. Jadi, dia benar-benar mencoba yang terbaik untuk mencari bahan diluar sana. Itu karena dia percaya bahwa rasa yang enak tersembunyi di dalam tempat kecil di dunia ini.
Ah Jie tersenyum mendengar cerita Kai Qi yang kali ini dengan nada yang lebih ramah. Mereka pun saling bekerjasama tanpa sadar terus menebar senyuman hingga jadilah hidangan yang tampak sangat enak.


Mencium bau harum, Xiao Yi datang menghampiri mereka. Ah Jie menyuapinya dan langsung dipuji sangat lezat oleh Xiao Yi. Kai Qi berpikir kalau sepertinya mereka harus menggunakan “Bebek goreng dengan saus nanas emas” ini sebagai hidangan utama.
Kai Qi gantian menyuapi Xiao Yi dan mengutarakan idenya untuk kontes nanti. Ah Jie pun mengajaknya ke pasar besok untuk mencari bahan segar.

“Ini sangat lezat.”

“Lezat seperti apa? Apa perasaan hati yang diisi oleh kehangatan?” tanya Kai Qi

“Atau apa kamu merasakan kehangatan yang lembap disekitar matamu dan merasa ingin menangis?” tambah Ah Jie.

Xiao Yi tentu saja bingung dengan pertanyaan aneh ini. Dengan lucunya dia memperhatikan Kai Qi-Ah Jie yang berdebat tentang pertanyaan aneh mereka tadi.


Xiao Yi tersenyum menggoda mereka, “Apa paman dan bibi pasangan?”

“Xiao Yi, jangan membicarakan omong kosong.” Jawab mereka serempak.

Ah Jie jadi sedikit gugup. Dia teringat ucapan paman Shun tadi yang menyuruhnya mengungkapkan perasaannya jika ia menyukai Kai Qi. Saat Kai Qi menjelaskan pada Xiao Yi kalau mereka hanya teman biasa, Ah Jie berpikir dalam hati apakah dia sungguh hanya memandang Kai Qi sebagai teman?


Esok harinya, mereka berbelanja di pasar. Ah Jie senang melihat Kai Qi bersedia untuk membuka hatinya. Kai Qi lebih seperti dirinya yang dulu. “Ini tidak mungkin semacam daya tarik antara pria dan wanita, kan?” batin Ah Jie.


Saat mereka pulang mereka melihat Young Xian dan Le Xuan berdebat bahan makanan apa yang akan mereka pilih untuk kompetisi. Tak ada yang mau mengalah, Le Xuan mengajak bermain Morra atau semacam suit . Young Xian tak habis pikir Le Xuan mengajaknya suit, itu sama sekali tak cocok dengan citranya.

“Citra macam apa yang aku punya?” tanya Le Xuan.

“Seperti dimana saat kamu ingin bersama seorang pria kaya, membeli pakaian cantik, dompet bermerek, dan sepatu hak tinggi yang mahal sekali. Tipe wanita yang berlagak ‘belikan ini untukku’!” kata Young Qian sambil memperagakan dengan gaya centil.

Le Xuan ngambek dan ingin pergi tapi baru beberapa langkah dia balik lagi.
“Baiklah, kalau begitu ayo kita bandingkan. Segala sesuatu yang aku kenakan sekarang pasti lebih murah dari apa yang kamu pakai.” Tantang Le Xuan.

Mereka sibuk membandingkan harga pakaian yang mereka kenakan. Pakaian Le Xuan lebih murah, sedangkan Young Qian memakai jam tangan Rolex yang mahal. Alhasil Le Xuan lah yang menang dan memilih bahan yang dia suka.


Tanpa diduga, Young Qian melihat Kai Qi dan Ah Jie yang mengintip. Dia langsung menuduh mereka ingin menguping menu. Ah Jie membantah mereka tidak mendengar apapun. Namun yang dia tahu Young Qian memang suka bahan murahan, baju merk ternama dan terkenal, dan jam tangan mahal.

Young Qian kesal dan pergi, namun ia malah menabrak durian yang dipegang Le Xuan yang berdiri di belakangnya.

“Kenapa kau membawa durian sembarangan?” teriak Young Qian.

“Aku berpikir kalau durian bisa menggantikan pepaya, jadi aku meminta pendapatmu.” Jawab Le Xuan.

Tak pernah sependapat, Kai Qi pun menyindir mereka dan Le Xuan tak mau kalah menyindir balik.
“Hei, hei, jangan mengubah kompetisi ini menjadi pertempuran antar dua wanita.” Ucap Young Qian.
“Pikirkan urusanmu sendiri!” balas Kai Qi bergegas pergi.


Setelah semua meninggalkannya, Young Qian bertanya-tanya kenapa tidak ada wanita yang memperhatikannya? “Ibuku pasti berbohong padaku. Dia bilang aku berpenampilan menarik, aku cinta pada pandangan pertama, dan aku ahli masak. Wanita apa yang tidak suka padaku? Tapi sejak aku mendapat sertifikat kokiku, aku tidak pernah punya pacar.” Gerutu Young Qian. Hahaha

Mereka kembali ke Figaro. Lalu sebuah mobil datang dan ternyata itu adalah orang tua Ah Jie. Ah Jie yang takut ketahuan pura-pura tidak tahu saat ibunya memanggilnya. Young Qian langsung maju, merasa dirinya yang dipanggil “Adik” dan memperkenalkan dirinya. Mendengar kalau mereka berhasil masuk babak penyisihan ayah Ah Jie mengundang mereka untuk makan siang di rumahnya. Ah Jie yng kaget tak bisa berbuat apa-apa. Young Qian berterima kasih dan berkata mereka bisa memanggilnya apa saja. Adik, anak muda, atau bahkan si manis jika mau. Hahahah


Saat istirahat makan siang mereka datang ke rumah ortu Ah Jie. Ah Jie gelisah karena ia lupa mengingatkan ibunya untuk tidak membuka kedoknya. Untunglah ibunya paham kode-kode yang diberikannya. Namun tidak di dalam rumah, karena foto Ah Jie ada dimana-mana. Dia terpaksa bersikap aneh hanya untuk menyembunyikan semua foto itu dan memperingatkan pembantu untuk tidak memanggilnya tuan muda. Lupa kalau fotonya juga ada di dapur, Ah Jie cepat-cepat mengambilnya sambul mengedipkan mata pada ayahnya.


Kai Qi merasa aneh dengan sikap Ah Jie. Saat ia membantu Ah Jie menyiapkan meja, ia melihat lonceng angin yang dulunya ada didepan kini sudah berpindah tempat. Ah Jie membantu mengambilkan tepung yang diminta ayahnya tanpa pura-pura bertanya dulu. Lantas semua melihat kearahnya, terlebih Kai Qi yang menatapnya curiga.

“Bagaimana bisa kamu tahu dimana tempat tepungnya?”

Ah Jie kaget bukan main.

4 comments:

  1. akhirnya sinopsis ini di lanjutin juga ,, ghamsahamnida tapi kok gx ada gambarnya

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. drama ini kok sinopsisnya ngegantung sihh Delli Bit-ssi ,pdhl aku slalu nungguin recap yg kamu buat loh

      Delete
  3. Mian.. sy baru selesai ujian jd tdk bsa posting. sinop masih proses, bsok deh d posting. thanks sdh sllu brknjung :)

    ReplyDelete