My Lil Boy Episode 5


Belle duduk di sendiri di lapangan, lalu Pang dan Aom datang menghampirinya. Pang yang tadinya marah-marah duduk agak jauh dari Belle. Dengan canggung ia memberikan makanan untuk Belle. Suasana diantara mereka mulai mencair. Pang meminta maaf dengan tak menatap wajah Belle. Belle juga meminta maaf pada Pang. Yah, yang namanya persahabatan pasti selalu ada pertengkaran. Seperti mereka, pertengkaran itu tak sampai berlanjut-lanjut. Itulah sahabat sejati yang saling memahami dan memaafkan.


Setelah jam sekolah usai, mereka makan di tempat biasa. Pang bertanya rencana Belle selanjutnya. Belle berpikir dia tidak akan melanjutkan ini semua. S bilang kalau dia tidak akan pernah menyukai Belle. Jadi, ia pikir S mungkin tidak akan menjalin hubungan dengan siapapun.

“Dunianya dengan duniaku terlalu berbeda. Tapi… aku benar menyukainya sekarang.”

“Huh? Menyukainya?

“Maksudku, aku sudah mengejarnya dari awal jadi sekarang aku sudah berubah.”

Pang berkata jika Belle ingin menyudahi ini semua, maka mereka juga akan berhenti. Tapi mereka akan selalu disisi Belle. Mereka pun berjanji bersama. Tapi, tiba tiba Pang bertanya siapa target mereka selanjutnya. Belle berkata tidak lagi. Dia ingin sendiri dulu sekarang. Pang mengusulkan dirinya sendiri mengingat dia jomblo lebih lama daripada Belle. Belle tersenyum, berkata kalau dia punya seseorang untuk Pang. Pang penasaran. Tapi saat Belle menyebut orang itu adalah Taewin, Pang langsung kesal.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, Taewin tiba-tiba datang menghampiri mereka semua. Ia langsung memesan mie yang membuat Belle dkk tertawa karena pesanannya itu ribet banget. HAHAHA





Taewin datang untuk menagih janji Pang yang katanya akan mengijinkan Belle pergi nonton dengannya. Belle langsung menarik Pang mendekat untuk mengonfirmasi ini. Ternyata Pang berjanji seperti itu agar Taewin membantu rencana kecelakaan saat di camping. Belle yang tidak mau pergi berjanji akan menjadi tutor Taewin sebagai gantinya. Taewin tampak sedikit kecewa namun ia menyetujuinya. Taewin berkata dia memang tidak suka nonton. Saat dia ingin mengatakan sesuatu yang dia suka, Pang cepat-cepat memanggil ibu kantin, menanyakan pesanan Taewin. Alhasil Taewin tak bisa mengatakan kenginannya tadi. Pang bahkan mengambilkan pesanan Taewin dan menambahkan bubuk cabai ke dalam mienya. Anehnya Taewin malah terus memperhatikan Pang sambil tersenyum. Belle dan Aom pun tak bisa menahan tawa mereka. Hahaha, Taewin mulai suka nih kayakanya sama P’Pang..


Suatu hari, Belle dkk memenuhi janji untuk menjadi tutor pribadi Taewin. Tiba-tiba Taewin meminta Pang untuk mengajarinya mata pelajaran lain. Belle dan Aom langsung senyam-senyum menggoda Pang yang sangat kaget. Tak lama S datang. Suasana berubah diam, Pang pun beralasan akan membeli makanan hingga tinggalah S dan Belle berdua.

Belle tidak tahu kalau S akan datang juga. S berkata dia sudah janji dengan Taewin. Melihat Belle yang mengajari mereka, S bertanya tentang Belle yang harusnya juga belajar untuk dirinya sendiri. Belle tampak masih canggung dan menjawab kalau dia akan belajar sebelum ujian. S berpikir Belle akan gagal lagi jika seperti itu. Dia tahu karena sering melihat Belle saat mengikuti kelas tambahan karena gagal ujian. S menyarankan agar Belle juga membawa bukunya sendiri dan belajar bersama lain kali.


Saat mereka tengah belajar datanglah Pe. Belle mengajaknya menjauh dan langsung menanyakan tujuan Pe. Pe tahu kalau Belle tidak ada hunbungan apapun dengan S, jadi dia ingin bicara tentang perjanjian mereka saat itu. Belle Nampak tak suka dengan kehadiran Pe. Pe mengaku kalau selama perjanjian mereka dia tak pernah pacaran dengan siapapun. Tak ada yang lebih baik dari Belle baginya. Namun Belle berkata kalau dia belum lulus. Pe tak masalah, itu hanya beberapa minggu lagi. Pe yang kangen dengan sekolah mereka pun mengajak Belle untuk berkeliling, tapi Belle dengan ketus menolak dan menyuruh Pe pergi saja.


Esok harinya, saat selasai membersihkan kelas, mereka tak tahu mau pergi kemana. Aom pun mengajak mereka nonton final pertandingan basket. Mengingat Belle yang pernah ketimpuk bola, Pang pun memintanya hati-hati kali ini. Lalu S dan teman-temannya muncul. Taewin yang juga ikut malah meminta duduk disamping Pang, membuat Aom menggodainya. Taewin terus tersenyum memandangi Pang.

Tiba-tiba saja bola kembali hampir mengenai Belle. Untunglah S yang duduk disamping Belle langsung menangkap bolanya. S berkata itu sebagai tebusan karena melukai Belle waktu itu. Pon bahkan sangat terpesona melihat aksi S. Hahaha.. tapi tidak dengan Ne, dia langsung mengajak S pergi untuk bermain bola. Saat ia mengajak Taewin, Taewin menolak dengan alasan lebih suka lihat tanding basket. Taewin mau karena ada Pang ya? Hihihihi


Dikamarnya Belle serius memandangi foto S yang menatapnya saat ia dirawat di UKS dulu sampai ia terbangun keesokan paginya. Ia sudah bersiap untuk bertanding Boxing. Pang menyemangatinya, meskipun Belle buruk dalam pelajaran, tidak beruntung soal cinta, tapi Belle bisa fokus dalam olahraga. Hahaha, semangat yang aneh.

Belle sudah mengambil ancang-ancang. Pang dan Aom heboh menyemangatinya, “Belle, Su Su! Belle, Su Su!” ucap mereka semangat. Tapi baru sekali pukulan Belle tidak sempat mengelak dan pukulan itu langsung membuatnya pingsan.


Belle dibawa ke UKS dan lagi-lagi yang terluka adalah matanya. Pang berkata bahwa Belle tidak akan mempercayai siapa orang yang datang menyemangatinya saat bertanding tadi dan meminta Belle menebaknya. Belle kesal dan menyuruh Pang tak usah membuatnya penasaran. Pang pun memberitahu kalau itu adalah S. Dia menonton pertandingan Belle dari ruangan lain. Belle berteriak senang, lupa kalau matanya masih sakit. Pang merasa kalau mata Belle kelihatan lebih parah dari yang sebelumnya, tapi sekarang hanya tubuh Belle yang sakit, hati Belle mungkin tidak sakit. Belle langsung salah tingkah dengan godaan Pang.

Saat ia sudah sampai di rumah, Pe ternyata sudah menunggunya lama. Ia beralasan kalau hanya ingin menyapa ibu Belle. Belle pun jujur kalau dia tidak suka dengan apa yang Pe coba lakukan sekarang. Pe meminta maaf, sebenarnya dia merindukan Belle. Tak ingin mengganggu Belle, Pe akhirnya pulang. Belle sangat galau, ia mencoba main rubik di ponselnya tapi itu juga tak bisa membuatnya lebih tenang.


Suatu hari, setelah ujian usai, Belle bertanya universitas apa yang akan dipilih Pang. Bukannya menjawab, dia malah tanya balik ke Belle. Belle awalnya ingin ke Chiangmai namun dia akan mempertimbangkannya kembali. Pang protes Chiangmai itu sangat jauh. Mereka akan kesepian tanpa Belle. Meskipun mereka nanti akan menemukan teman baru tapi tak ada yang bisa menggantikan dengan apa yang telah mereka lalui. Pang bertanya takut2 apa ini karena Pe, Pe kan juga kuliah di Chiangmai? Belle diam saja. Pang pun tak masalah lagi dan mengajak mereka merayakan hari terakhirnya ujian dengan makan.

Mereka farewell party di kantin biasa. Belle mengajak mereka bertemu di tempat ini setiap kali mereka bertemu. Pang berkata itu pasti asalkan kantin ini tidak bangkrut. Karena setiap kali mereka disini tak ada pengunjng lain selain mereka. LOL

Tak lama S, Taewin, Ne, dan Pon datang ke kantin itu. Taewin langsung memesan pesanannya dan duduk bareng Belle dkk. Ia bahkan tak peduli dengan Ne yang tidak suka jika ia duduk bersama teman2 Belle. Saat mereka pulang pun Ne masih saja memandang sinis Belle.


S menemani Ne yang menuggu dijemput ortunya. Tiba-tiba Ne bertanya apakah perasaan S masih sama terhadap Belle. S menjawab masih sama, dia tidak menyukai Belle. Ne minta maaf sudah menanyakan ini dan dengan berani ia mengungkapkan rasa sukanya pada S. Ne mengaku dia sudah menyukai S sejak pertama mereka bertemu tapi ia tidak berani mengungkapkan perasaannya karenat takut kalau S tidak akan mau bicara padanya lagi. Melihat S yang tampak tidak enak, Ne minta maaf. Dia tak bisa hanya berteman jadi dia mengakui perasaannya. Lagipula mereka mungkin tidak akan pernah bertemu lagi. Airmata Ne menetes. S tak menjawab apapun dia hanya mengajak Ne bertemu suatu hari nanti. Lalu mereka bermain bola seperti biasa kembali.


Setelah itu S pulang dan mampir ke toko buku biasa. Ia kaget saat melihat Aom ada disana. Aom berkata kalau dia meminjam buku karena disuruh Belle karena Belle masih membacanya. S heran saat Aom menceritakan bagian komik yang sudah Belle baca. Ia pun tahu kalau Aom juga membaca komik itu. Aom berbohong kalau dia Cuma melihatnya saat Belle membacanya di sekolah.


Saat Aom ingin membayar S bertanya tentang Aom yang juga punya kartu member disini. Aom berbohong lagi dan S yang tahu sejak awal kalau Aom berbohong meminta Aom mengatakan yang sebenarnya saja.

Aom mengatakan tidak ada apa-apa, ia suka baca komik juga. Tiba-tiba S bertanya apa Aom juga menyukainya ? Entah kenapa, Aom langsung terdiam. S pun mengerti, dia sudah mendapat jawabannya. Aom akhirnya berkata jujur kalau dia juga menyukai S. Dia sudah menyukai S sejak lama. Dia bahkan sudah menyukai S sebelum Belle berkata dia menyukai S. Tapi S tak perlu memikirkannya tentang ini. Ini Cuma diam-diam suka. Tak pernah dalam pikirannya untuk menyingkirkan S menjauh dari Belle. Bahkan dia sudah mengikhkaskan kalau S dan Belle bersama. Itulah yang dia inginkan. Selama ini Belle sudah berusaha keras untuk mengejar S, jika S bisa melihat semua hal yang sudah Belle lakukan, maka S akan mengerti kenapa dirinya memilih untuk menyimpan perasaan ini. Aom berulang kali menyeka airmatanya. Sebelum Aom pulang S menunjukan potongang2 huruf hiragana dan bertanya apa itu punya Aom. Aom mengiyakannya dan memintanya kembali. S ingin tahu apa maksud dari tulisan itu namun Aom tak mau memberitahunya dan kemudian pergi. S memohon sampai Aom tak kuasa lagi menahan airmatanya. Sambil menangis Aom berkata S tak perlu tahu arti dari semua kartu2 itu. Ternyata di luar Belle mendengar semua pengakuan Aom.


Belle teringat saat dia memberikan semua komiknya untuk dibaca Aom, saat Aom memintanya tersenyum ketika Belle selesai diskors. Belle menangis, ia tak menyadari kalau selama ini Aom juga menyukai S.


Esok harinya, Pe datang ke rumah Belle ingin mengajaknya jalan. Belle menyuruhnya menunggu, namun saat Belle sudah selesai mandi ia malah menemukan Pe ada di kamarnya. Belle kesal dan meminta Pe keluar. Saat mereka pulang pun Belle tak mempedulikan Pe sama sekali.

Aom dan Pang datang berkunjung ke rumah Belle. Pang protes karena mereka berdua tak menjawab pesannya. Melihat Belle dan Aom saling diam membuat Pang terheran-heran. Ia pun bertanya tentang pendaftaran universitas Belle. Belle berkata dia akan ke Chiangmai dua hari lagi. Pang dan Aom juga akan mendaftar di hari itu jadi mereka tak bisa mengantar Belle pergi. Pang semakin heran sejak datang Aom tak bicara sedikitpun. Tiba-tiba Aom menangis dan minta maaf pada Belle. Belle juga minta maaf dan memeluk Aom. Pang bingung karena tak tahu masalahnya. Ia pun memeluk mereka berdua dan berkata mereka pasti akan bertemu lagi.

1 comment:

  1. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

    ReplyDelete