My Lil Boy Episode 6 END


Hari-hari S sudah terbebas dari geng Belle yang sudah lulus. Karena bosan membaca komik seorang diri di sekolah, S beralih pergi dengan sepedanya ke suatu tempat. Dia berkeliling seperti mencari alamat, namun ia tak juga menemukannya.

Saat di rumah, S membuka twitter nya dan melihat tweet sebuah akun yang bernama GAFF.

“Kerinduan adalah bagian dari cinta. Jika kamu jatuh cinta pada seseorang yang suatu saat menghilang dari hidupmu, kamu akan sangat merindukan orang itu.”

Hmm..ini siapa ya Belle atau Ne?

Lalu S membuka akun fb nya. Ia melihat friend request dari Belle. Postingan terakhir Belle adalah foto S yang menunduk menatapnya saat di UKS. S melihatnya dan entah kenapa dia berubah jadi galau sampai mondar-mandir tak tentu.


Esok harinya, S tampak tak semangat memasuki kelas barunya. Saat istirahat pun ia tak bermain bola seperti biasa. Ia hanya duduk sendiri di tempat geng Belle biasa memperhatikannya dulu. Tak lama Taewin datang menghampiri S. Sekarang mereka berada di kelas yang berbeda, mungkin beda jurusan kayak SMA di Indo.

Taewin menemui S karena belum mendapat teman akrab, dia lebih suka geng mereka dulu. S berkata dia juga begitu saat memikirkannya tapi mereka tetap harus berpisah. Lalu Taewin mengajak S bermain game yang biasa mereka mainkan.
S bertanya tentang jurusan bahasa Jepang yang diambil Taewin. Taewin berkata itu cukup mudah baginya. S merasa senang untuk Taewin yang diijinkan ortunya mengambil jurusan yang dia suka. S mengaku sebenarnya dia juga suka bahasa Jepang tapi sudah terlalu lambat sekarang. Taewin menyemangatinya, tak ada kata terlambat. S bisa meminta untuk transfer jika S mau. Lagipula mereka baru belajar yang dasar.




Tiba-tiba S bertanya apa Taewin masih menemui P’Pang dan teman2 nya. Taewin mengiyakannya yang langsung membuat S tersenyum senang. Melihat S yang ragu-ragu ingin bertanya tentang Belle, Taewin pun mengusulkan janjian dengan Pang untuk S. S kaget begitu Taewin mengeluarkan ponselnya karena selama ini Taewin tak pernah memakai ponsel. Ternyata Taewin memakai ponsel hanya untuk mengirim pesan selamat malam untuk P’Pang. LOL
S berpikir kalau mereka ada hubungan. Namun Taewin berkata kalau P’Pang hanya menganggapnya adik, jadi dia menjaga jarak darinya. Pang membalas pesan Taewin dan berjanji akan datang besok. S sedikit tersenyum, tak menyangka akan semudah itu. Taewin menggoda senyuman S dan bertanya apa S senang karena bisa bertanya tentang Belle. S membantah tapi ia jadi salah tingkah karenanya. Wooww.. S mulai merasa kehilangan gak ada Belle yang biasanya selalu ngejar-ngejar. Cinta datang terlambat, hihihi.


Dengan tampilan barunya Pang menemui S dan Taewin. Ia berkata kalau sekarang Belle sulit dihubungi. Terakhir kali ia bertemu dengannya saat sebelum Belle berangkat ke Chiangmai. Bahkan telepon Belle tak bisa dihubungi karena mungkin ganti nomor. Tapi Pang berencana ke rumahnya dan bertanya kabar Belle pada ibunya.

“Jadi P’Belle sekarang kuliah di Chiangmai?”

“Aku juga tidak yakin tentang itu. Belle Cuma bilang kalau dia mau mendaftar dan kalau diterima dia mau kuliah disana. Kalau gagal, aku tidak tahu.” Jelas Pang.

Pang berkata jika Belle tahu ini pasti dia akan sangat senang. S bertanya senang kenapa. Pang menjawab karena S tertarik untuk mengetahui tentang dirinya. S menampiknya, dia Cuma penasaran karena Belle menghilang tiba-tiba. Tapi sesaat kemudian S bertanya lagi apa sebelum pergi Belle menitip pesan untuknya. Melihat S yang sangat ingin tahu tentang Belle, ragu-ragu Pang bertanya tentang perasaan S sekarang. Apa S pernah merasa tertarik atau menyukai Belle lebih dari sekedar teman ataupun perasaan kakak adik. S sama sekali tak mengerti maksud Pang. Pang pun berpikir kalau S mungkin tidak menyadari perasaanya.

“Jika suatu saat, P’Belle menghilang, dan kamu merasa semacam sedih, kesepian ataupun hampa itu tandanya kamu merindukannya. Merindukannya berarti kamu memiliki perasaan untuknya. Perasaan yang lebih dari sekedar teman.”

“Apa P’Pang ngomongin cinta?”

“Ya..Apa kamu mencintai P’Belle? Oh tidak, apa kamu menyukai P’Belle?” tanya Pang antusias.
“Aku hanya merasakan perasaan aneh ini sekarang saat dia pergi. Aku rasa aku menyukai P’Belle kalau begitu.” Ucap S akhirnya..

Pang sangat senang dan ternyata Taewin sudah tahu hal ini. S hanya tidak menyadari perasaannya saja dan Belle tidak tahu kalau S menyukainya.


Setelah itu mereka bertiga ke rumah Belle yang kelihatan seperti tak ada orang. Mereka menunggu sangat lama sampai malam menjelang. Namun tak ada tanda-tanda Ibu Belle akan datang. Pang dan Taewin yang sudah lelah akhirnya pulang duluan, meninggalkan S yang tetap ingin menunggu.

Pagi-pagi sekali S cepat-cepat pergi ke rumah Belle. Ia bahkan membawa makanan dan juga komiknya untuk teman menunggu. Seharian tak kunjung ada yang muncul, S berniat pulang. Disaat itulah ibu Belle datang.


Akhirnya S bisa bertemu dengan ibu Belle. Ibu Belle memberitahu kalau Belle ada di Chiangmai untuk mendaftar kuliah dan sekarang tinggal menunggu hasilnya. Belle juga mengganti nomornya makanya Pang tidak bisa menghubungi Belle.


Setelah mendapat nomor baru Belle, S memberanikan diri untuk menelpon tapi saat Belle mengangkatnya ia terdiam dan menutup teleponnya. Tak lama Belle menelpon kembali dan bibi yang mengangkat. S meminta bibi tak memberitahu nya pada Belle.


Tak bisa tidur, S melihat kembali fotonya di akun Fb Belle. S teringat saat dia menunduk melihat kondisi mata Belle yang seakan hendak mencium. Terngiang dalam benaknya saat Belle mengatakan bagaimana indahnya jatuh cinta, hati yang berdetak cepat dan perasaan yang tak biasa saat kita bertemu dengan orang yang kita sukai. S tersenyum dan menekan tombol like di foto itu.


Hari hari S terasa hampa, ia terus menatap ke seberang gedung, sama seperti yang dilakukan Belle dulu padanya. Seorang gadis tersenyum melihat ke arahnya dari seberang namun dalam bayangannya S melihat itu adalah Belle. Dimanapun dan apapun yang S lakukan dia selalu melihat Belle.


S curhat pada Taewin tentang apa yang dirasakannya itu. Taewin menganggap itu hanyalah khayalan S. S pasti sangat merindukan Belle makanya jadi seperti itu. Dia juga dulu begitu, kemanapun dia pergi dia melihat P’Pang. Saat dia pergi ke kebun binatang bersama keluarganya dia bahkan salah mengira gajah sebagai P’Pang. Hhahahaha
S bertanya apa yang harus dia lakukan. Taewin mengatakan itu bisa diobati dengan bertemu orang yang di inginkan. Lalu khayalan itu akan hilang.

“Sepertinya kamu sudah berubah. Mungkin karena cinta?”

“Hubunganku bukanlah cinta. Kami hanya berada di tahap belajar memahami satu sama lain. Ayahku bilang untuk mengembangkan hubungan ini langkah demi langkah.”

Hihihi Taewin jadi dokter cintanya S. Taewin emang banyak berubah semenjak kenal dengan gengnya Belle, tapi itu tidak membuat prestasi belajarnya menurun. Good Taewin!
S memberikan nomor baru Belle pada Taewin untuk Pang. Taewin yang sedari tadi chat sama Pang memberitahu S kalau Belle diterima di Universitas.


Itu semakin membuat S sedih, karena mungkin ia tidak bisa bertemu dengan Belle lagi. Belle terus menghantui pikirannya, saat di jalan bahkan di rumahnya Belle terus ada dalam bayangan S. Ia mulai mendengarkan lagu cinta dan terbayang semua kenangan tentang Belle, keceriaan dan perjuangan Belle mendapatkan hatinya. S benar-benar sangat merindukan Belle.


Saat di bus S melihat seorang gadis di depannya yang tampak seperti Belle. S mencoba mendekatinya perlahan, tapi tiba-tiba bus mengerem mendadak lagi, seperti di episode pertama yang mempertemukan Belle dengan S.
Gadis itu menoleh ke arah S, dan ternyata itu memang Belle. S sampai tak bisa berkata-kata, ia berpikir kalau Belle ada di Chiangmai. Belle berkata dia merindukan Bangkok jadi dia pulang sebentar. Dan sebenarnya dia diterima di sebuah universitas di Bangkok tapi dia tidak ingin Pang memberitahu S tentang ini. Saat S bertanya kenapa, Belle juga tidak tahu alasannya.

Saling diam dan lirik beberapa saat, S memberitahu Belle kalau sekarang dia sudah mendengarkan lagu yang seperti Belle katakan. Bus pun berhenti di halte dekat rumah S. Belle mengantarnya sampai di pintu bus dan mereka saling melambaikan tangan.

“Apa kita akan bertemu lagi?” tanya S yang tampak seperti tak rela.

“Tentu saja. Jangan lupa kita tinggal di lingkungan yang sama.” jawab Belle tersenyum. S juga tersenyum senang dan untuk pertama kalinya senyum itu tulus untuk Belle.


END

Huhh selesai juga.. Mian buat readers semua yang nunggu lama banget buat updatennya. Akhirnya My Lil Boy Happy ending juga. Awalnya takut kalau S gak bakalan suka sama Belle, tapi ternyata S hanya tidak menyadari perasaanya sendiri yang selama ini mulai perhatian dan suka sama Belle. Menurut aku sih endingnya simple n sweet banget. Setelah cukup lama menanti mereka dipertemukan lagi di bus seperti saat pertama kali Belle mulai mendekati S. Gimana menurut kalian?

7 comments:

  1. Awalnya jga aku kira S ga bakalan suka ma belle,tpi bagus deh akhirnya,thanks dah bikin sinopsisnya

    ReplyDelete
  2. Wih, ending yg menyenangkan, cuman msh kegantung. Thanks dah di buat sinopsis y.

    ReplyDelete
  3. thx min buat sinopsisnya, tapi endingnya masih nggantung

    ReplyDelete
  4. Kapan keluar sinopsis season duanya kak ? Please kabrin klo udh keluar.. penasarn de..ceritaya bgs bgett.

    ReplyDelete
  5. Email : (rinhys@gmail.com) kabarin ya kalo udh ada.. please

    ReplyDelete
  6. Hai Rinhy.. thanks bgt udh bca sinopnya. Bca komen kamu sy jd ingat lagi deh sma kisah sweet nya Belle n S, mengingatkan kalau drama ini ada season 2 nya dan ternyata udh keluar. wah seneng bgt tapi sy gk tw kpn akan buat sinop lagi :(

    ReplyDelete