June 15, 2016

Yankee-kun to Megane-chan Eisode 5 - 1

                        

Hana berlari heboh ke ruang OSIS, memberitahu anggota lainnya bahwa ada kabar buruk. Ternyata kabar buruk itu adalah hasil survey dukungan mereka yang hanya 3%, sedangkan yang tidak mendukung sebanyak 92%. Daichi sudah menduganya, memangnya apa yang diharapkan Hana sebagai ketua OSIS yang punya nilai terburuk di sekolah. Hana kesal, Daichi juga terburuk kedua di sekolah. Daichi ingat saat ia dan Hana dipanggil pak sakai karena nilai mereka yang buruk. Tiba-tiba Gaku berkata kalau masalahnya bukan karena mereka berdua bodoh. Wakil ketua dan sekretaris, semua memiliki latar belakang Yankee, jadi masuk akal kalau mereka tidak didukung. Penampilan adalah bentuk 90% dari seseorang. Dan yang pertama, Daichi harus merubah penampilannya. Seketika Seiya memaksa Daichi berdiri dan merapikan pakaiannya agar tidak terlihat seperti yankee. Tapi meskipun pakaian itu cocok Daichi tetap tidak bisa menyembunyikan kebodohan di wajahnya. XD. Daichi tentu saja kesal, memangnya dia ingin ingin menjadi wakil ketua. Hasil tes dan penampilan bukan hal yang bisa merubah orang lain. Daichi pun pergi. Hana ingin mengejarnya tapi dilarang oleh Gaku.



Ditaman sekolah Daichi melihat Saori yang lagi berduaan dengan teman sekelas mereka, Kudo Takuya. Hana muncul dibelakang Daichi dan merekam momen itu. Hana tak percaya kalau Saori-Takuya berpacaran, mengingat mereka yang tak pernah bicara di kelas. Hana dan Daichi pun terus mengikuti mereka saking penasarannya.


Ibu menginterogasi ayah yang ketahuan pergi ke cabaret lagi. Ibu mengingatkan tentang janji ayah saat melamar dulu yang berjanji untuk tidak menipu. Dan sekarang ayah malah pergi ke kabaret dan minum dengan wanita lain, itu adalah perselingkuhan besar. Daichi yang melihat ibu dan ayahnya itu heran masa Cuma minum di cabaret dianggap perselingkuhan. Kairi yang ada disamping Daichi berkata kalau perempuan bisa berubah menjadi makhluk pencemburu. Lalu Kairi menggoda Daichi yang terlihat berubah akhir-akhir ini. Apakah karena Rinka atau Hana? Daichi pergi mengabaikan kakaknya itu.

Hana mewanwancarai teman-teman sekelasnya tentang SMA Monshiro. Ayumi berpendapat kalau SMA mereka biasa saja, tak ada yang baik ataupun buruk. Yuki tidak setuju, menurutnya ini adalah tempat yang buruk. Penyebabnya adalah laki-laki. Karena tidak ada yang tampan, seperti Keisuke dan Toru. Mereka bertiga setuju kecuali untuk Gaku, ia tampan dan juga pintar. Lalu gantian Rika yang bertanya tentang Daichi. Mendengar namanya saja mereka sudah muak dan takut apalagi berurusan dengannya. Daichi lalu muncul, sontak mereka pun menjauh. Begitu Daichi beralih ke tempat duduknya Yuki dan Ayumi lanjut berkomentar lagi tentang orang yang tidak punya gaya sendiri. Mereka tidak akan diperhatikan dan bahkan dianggap seperti tidak ada. Misalnya Takuya. Mendengar nama Takuya wajah Saori langsung berubah. Ia pun pergi saat Takuya masuk ke kelas.


Takuya menemuinya di rooftop dan memberikannya sebuah hadiah. Saori menolak, melakukan hal ini akan membuatnya dalam masalah. Ia pun pergi. “Aku ingin pergi kencan denganmu.” Teriak Takuya. Saori kaget dan sedikit tersenyum, tapi entah kenapa wajahnya langsung berubah. Ia berkata kalau itu tak pernah terlintas di benaknya. Ternyata Gaku lagi belajar di balik tembok dan mendengar mereka.
Hana melanjutkan rekamannya. Ia meinta Daichi berkomentar sedikit. Karena Daichi tidak mau maka ia yang menyuruh Daichi merekam dan ia yang akan menjelaskan sekolah mereka. Tiba-tiba Yuki muncul dan memberitahu Takuya yang sedang menguntit Saori. Yuki meminta Daichi melakukan sesuatu sebagai wakil ketua. Daichi tidak mau, itu hanya pertengkaran kekasih.

“Apa mereka berkencan? Serius…?” tanya Yuki penasaran. Tepat saat itu Saori melihat mereka. Yuki pun menanyakan apa mereka benar berkencan? Mereka berdua berada di tengah-tengah otomatis semua siswa melihat mereka. Mereka diam saja membuat Yuki berpikir itu benar. Tapi sesaat kemudian Saori berkata kalau ia tidak mungkin pacaran dengan orang yang membosankan dan tidak stylish seperti Takuya. Takuya mencoba menahan Saori yang ingin pergi. Seolah ingin menunjukkan kalau ia tidak punya hubungan apa-apa dengan Takuya, ia langsung melepaskan tangan Takuya, membuat hadiah yang berisi gelang itu terjatuh. Saori tampak tak tega. Ia menghampiri Daichi dan memperingatkannya untuk tak mencampuri urusan orang lain. Hana kemudian mengambil gelang itu dan saat ia ingin mengembalikannya pada Takuya, Takuya malah pergi begitu saja.


Ibu Daichi kabur dari rumah karena masalah cabaret itu. Kairi menyuruh Daichi segera pergi mencari ibu. Situasi seperti ini, baiknya pihak ke-3 yang pergi, lagian ayah dalam keadaan yang tidak berguna. Benar saja, ayah tampak seperti orang linglung. Sebelum ibu kembali, memasak, bersih-bersih dan mencuci pakaian akan menjadi tanggung jawab Daichi. Daichi protes tapi Kairi beralasan kalau Daichi lah yang paling banyak punya waktu luang.

Akhirnya Daichi melakukan pekerjaan rumah sambil terus berusaha menelpon ibunya. Ia bahkan mencampakkan tutup panci yang panas saat sup yang dimasakanya hampir tumpah.Hahaha
Tangan Daichi diperban karena kejadian kemarin. Berhubung hadiah dari Takuya belum diterima oleh Saori, Hana berpikir bagaimana caranya untuk memberikan itu serta memperbaiki hubungan mereka. Gaku yang duduk berjauhan dengan mereka merasa tidak setuju jika terlibat dalam hal yang seperti itu, mereka bukanlah organisasi cinta. Hana berpikir itu hanya untuk kenyamanan siswa yang juga tugas OSIS. Gaku tetap tidak setuju, apalagi yang membuat masalah ini adalah Daichi. Daichi harusnya tak mengatakan hal yang membuat mereka malu di depan banyak orang. Daichi kesal dituduh begitu, dia hanya mengatakan apa yang dilihatnya.

“Itulah mengapa kau bodoh. Kau percaya apa yang kau lihat. Tapi itu hanya pendapat subjektif. ” Ujar Gaku.

Ia pun menjelaskan kalau sebenarnya Takuya lah yang menyukai Saori, tapi Saori tidak menyukai Takuya. Daichi Bertanya kenapa Gaku bisa seyakin itu. Bukannya menjawab Gaku malah menduga kalau Daichi belum pernah jatuh cinta. Daichi terdiam dan semua berpikir Daichi memang belum pernah jatuh cinta. Malu, Daichi pun berbohong dengan mengatakan kalau ia sudah jatuh cinta dengan beberapa gadis. Rinka dan Seiya penasaran siapa orangnya. “Bukan urusanmu.” Kata Daichi. Gaku mengatakan meskipun begitu harusnya Daichi berpikir tentang perasaan orang dan keadaannya. Suasana semakin rumit sampai Hana harus menengahi mereka.


Tiba-tiba Hana mendapat pesan menu makan malam hari ini. Tinggalah Daichi dan Seiya berdua setelah Rinka dan Hana pulang. Seiya memperhatikan pulpen Daichi yang berwarna pink. Seiya penasaran tentang itu karena Daichi bukan tampak seperti orang yang suka pink.

Flashback,
Saat itu Daichi tengah mengikuti tes untuk masuk SMA Monshiro. Ia gelisah saat pensilnya rusak. Seseorang yang duduk di depannya memberikan Daichi pulpen warna pink. Ternyata dia adalah Hana, tapi Daichi tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup Rambut Hana yang digerai. Daichi terus menatapnya. Setelah selesai tes, Daichi mencari-cari Hana untuk mengembalikan pulpen itu. Ia akhirnya melihat Hana ditengah-tengah kerumunan, tapi orang-orang yang berseragam putih lewat di depannya hingga Daichi tak bisa menemukan Hana lagi. Mungkinkah Hana cinta pandangan pertama Daichi? Flashback end..

Seiya memberitahu kalau ujian susulan segera tiba, tak bisakah Daichi membeli pulpen baru? Daichi kesal mendengarnya. Tak lama ada pesan masuk di ponsel Daichi. Pesan dari ibunya yang lagi memenangkan lotere. Daichi langsung menelpon ibunya. Ia bertanya dimana ibunya sekarang. Ibu tak juga memberitahu keberadaannya. Dia tak akan pulang sampai Ayah meminta maaf. Seiya menguping pembicaraan mereka. “Siapa itu? Apa itu pacarmu?” tanya Seiya curiga.


Daichi menunjukkan foto ibu pada Ayah dan juga Kairi. Daichi menyampaikan pesan ibunya tadi bahwa ia tidak akan pulang sampai Ayah meminta maaf. Ayah tidak mau karena merasa tidak bersalah sama sekali. Kairi tidak yakin, bisakah ayah mengatakan tidak menyentuh jari salah seorang gadis? Seperti anak-anak yang lagi diinterogasi ibunya, Ayah menjawab, “Yah..mungkin dua atau tiga jari. Berikutnya mungkin akau menggenggam tangan, membalikkan kembali tangan, melihat wajah, sebuah ciuman di pipi”. Ayah sampai tertawa sendiri. Daichi dan Kairi kesal. Karena ulah ayahnya itu keluarga mereka jadi berantakan. Bagaimana ayah akan bertanggung jawab, tanya Daichi. Ayah marah, dia juga perlu meringankan stress. Kairi menghentikan mereka berdua. Ia lalu menunjukkan foto ibu yang memberikan petunjuk kalau dia berada di Yuzuki shopping street. Kairi berkata kalau ibu hanya lewat jadi ia tak mungkin memenangkan tv LCD itu. Ayah dan Daichi tertawa, ibu adalah orang yang beruntung jadi mungkin saja itu benar.

“Itulah yang menyinggung peraaan ibu. Dengarkan! Ini adalah petunjuk dari ibu. Dia ingin ditemukan. Itu teka-teki.” Ucap Kairi kesal. Akhirnya Kairi lah yang mencari ibu.


“Ayo rencanakan kontes pasangan terbaik.” Kata Hana pada Daichi yang lagi santai di ruang OSIS. Mereka merencanakan acara itu untuk mendamaikan Takuya dan Saori. Mungkin Takuya tidak bisa menarik perhatian Saori saat di kelas, tapi saat dia ikut acara ini dia mungkin akan meningkatkan citranya. Lalu Daichi bertanya bagaimana dengan yang tidak berpacaran? Hana sudah memikirkannya, mereka akan menawarkan hadiah besar. Setiap orang akan berpartisipasi dalam kontes jika melihat hadiahnya. Dan hadiah itu hanya bisa dilihat bagi orang yang ikut kontes saja. Karena Daichi penasaran, Hana memberikannya entri “Kontes pasangan terbaik” untuk mereka ikuti bersama. Kalau Daichi ikut dia bisa melihat hadiahnya. Daichi tidak mau ikut dan pura-pura tidak tertarik padahal dia sangat penasaran.

Dia tambah kesal saat tahu mereka bertiga sudah melihat hadiahnya. Seiya bearalasan kalau dia adalah bendahara otomatis dia harus melihatnya. Rinka juga begitu, dia sekretaris dan harus mencatat untuk memastikannya.

“Kenapa aku satu-satunya yang tidak melihatnya? Akulah wakil ketua! Aku lebih berhak daripada orang lain untuk melihatnya.”

“Tolong beritahu aku satu hal yang kamu lakukan dengan benar sebagai wakil ketua?” Tuntut Hana. Daichi kaget dan tidak bisa menjawabnya karena dia memang tidak melakukan apapun.

“Kau ingin mengikuti kontes tersebut atau kau ingin bekerja sebagai wakil Ketua?” tanya Hana penuh maksud.

No comments:

Post a Comment