Love Myself Or You Episode 10 - 1



Le Xuan yang sudah tidak tahan akhirnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi selama ini. Kai Qi berkaca-kaca, ia menyesal karena sudah mengabaikan Hao Wei apalagi kata-kata kasarnya kemarin. Ia tak tahu kalau cerita yang sebenarnya sangat berbeda dari apa yang dipikirkannya. Dengan tergesa-gesa ia pergi ingin minta maaf pada Hao Wei tapi ia lupa membawa kunci motornya. Ah Jie yang mengejar Kai Qi mencoba untuk menenangkannya. Ia akan membantu mencari Hao Wei. Hao Wei tidak akan berada dalam kesulitan. Dia hanya tidak senang. Kai Qi yang begitu khawatir sekarang, itu karena rasa penyesalan Kai Qi. Ketika dia menemukannya, Kai Qi bisa meminta maaf atau berbaikan.


Kai Qi pun jadi tenang kembali. Le Xuan datang untuk ikut mencari Hao Wei bersama Ah Jie. Ia melarang Kai Qi ikut mencari kakaknya itu. Ah Jie berpikir kalau Le Xuan tadi terlalu kejam pada Kai Qi. Le Xuan memang sengaja melakukannya. Dia benar-benar ingin memberikan pelajaran pada Kai Qi sampai temperamen buruknya itu hilang.

Mereka mulai mencari di rumah, tapi juga tidak ada. Ah Jie melihat ada foto Luffy-Chopper di meja dan disamping foto itu ada kartu nama perkebunan Tian Hu. Ah Jie segera menghubungi nomor yang tertera disitu dan langsung beranjak pergi.

Berulang kali Le Xuan menggedor pintu, tak ada tanda-tanda Hao Wei di dalamnya. Ia pun kesal berpikir kalau Hao Wei pasti menghilang lagi. Tak lama dari belakang Hao Wei pun muncul. Le Xuan memberitahu kalau ia sudah melabrak Du Kai Qi. Kai Qi bahkan tidak tahu kalau ayahnya sudah berhuntang pada Hao Wei. Hao Wei terdiam menyadari bahwa selama ini hanya kesalahpahamanlah yang terjadi diantara mereka. Kai Qi tak tahu kalau ayahnya berhutang pada Hao Wei, dia menghindari Hao Wei hanya karena tak suka orang lain tahu tentang ayahnya, bukan karena apa-apa.


Sepanjang jalan pulang, Kai Qi mengingat kembali kenangan-kenangan mereka. Bertemu di klub, membuat bekal untuk Hao Wei, juga ungkapan perasaan tak langsung Hao Wei padanya. Kata-kata kasar yang selalu ia tujukan pada Hao Wei padahal Hao Wei saat itu hanya ingin peduli padanya, tidak lebih. Apapun yang Kai Qi perbuat padanya Hao Wei bahkan tetap menyukai Kai Qi.

Kai Qi menangis, tak sanggup menahan rasa bersalahnya. Ia bahkan tak tahu kalau lampu hijau sudah menyala, dan tetap berhenti di lampu merah.

Kai Qi gelisah menunggu Ah Jie, ingin menanyakan kabar Hao Wei. Ah Jie pun keluar dari lift. Ia memberitahu kalau Hao Wei sudah ketemu. Kai Qi lega, tapi dengan keadaan yang sudah terlanjur seperti ini, bahkan jika dia minta maaf sekarang, itu tidak ada artinya.

Melihat Kai Qi yang tampak sedih, Xiao Yi menemaninya. Ia menawarkan membacakan cerita untuk Kai Qi. Kai Qi berkata ia tidak apa-apa, Xiao Yi hanya perlu duduk menemaninya saja. Xiao Yi tahu kalau bibinya itu sedang sedih, jadi ia mengambilkan boneka kuda laut Kai Qi untuk menemani Kai Qi juga.

“Xiao Yi, bibi tidak sedih. Karena bibi adalah orang jahat. Jadi bibi tidak punya hak untuk sedih.” kata Kai Qi melamun.


Keesokan paginya, Ah Jie yang masih tidur dibangunkan oleh suara bel di luar. Xiao Yi datang meminta Ah Jie membuat bibinya bahagia, karena sekarang bibinya sedang sedih. Xiao Yi biasanya menari jika ibunya sedang sedih, tapi dia khawatir bibi tidak akan menyukainya. Ayahnya mengatakan hanya anak-anak nakal yang akan melakukan itu. Ia takut bibi juga akan mengatakan dia anak nakal.

“Oh.. jadi sebelumnya, kamu berpura-pura menjadi anak yang baik? Xiao Yi, kamu tidak perlu berpura-pura menjadi baik. Lagipula kamu bukan anak nakal. Main-main ini bukan hal uang buruk.” Kata Ah Jie.

Karena Ah Jie juga khawatir pada Kai Qi, maka ia dan Xiao Yi berencana membuat Kai Qi kembali bahagia. “Mari kita mengumpulkan senyum tiga jari dari bibi!” Ucap Ah Jie semangat. Lalu apakah rencana mereka kali ini?

Ketika makan siang, semua bertanya-tanya kenapa Le Xuan tidak ikut makan bersama. Xiao Shu si biang masalah, berpikir apa ini karena… Bao Zhu yang ada disampingnya langsung menghentikan mulut tajamnya itu. Le Xuan pergi bersama Young Qian ke pasar untuk mencari bahan untuk menu baru.

Tiba-tiba Ah Jie memanggil Kai Qi dari halaman restoran dengan pakaian bunga-bunga plus membawa gitar keroncong.

“Lagu ini adalah untuk Du Kai Qi, yang sedang dalam suasana hati yang buruk!”

Alhasil semuanya memperhatikan Ah Jie yang bernyanyi. Kai Qi berteriak meyuruhnya berhenti, sungguh memalukan. Dia pun lari bersembunyi, tapi Ah Jie malah muncul tiba-tiba di kakinya. Hahhaha

Mereka kejar-kejaran sampai ke luar restoran. Sedangkan Xiao Li dan Da Zhi harus ditahan oleh yang lain karena cemburu melihat mereka.


Kai Qi tengah asyik menggambar sendiri. Diujung meja, Ah Jie bersembunyi lalu mengeluarkan sepasang boneka yang menceritakan masa kecil mereka. sambil berjongkok Ah Jie membaca teks yang sudah ia tulis. Kai Qi menhampirinya dengan wajah jutek.

“Apa yang salah dengan menjadi disalahpahami? Kamu hanya harus berjuang untuk mengatasinya.” Kata Ah Jie.

“Dan jika tidak dapat diselesaikan?”

“Kamu bahkan belum mencoba, jadi bagaimana kamu tahu? dan kenapa kamu takut kehilangan muka? Awalnya orang lain yang terluka, jadi kamu harus membayar sedikit.” Nasihat Ah Jie pada bonekanya, tidak melihat Kai Qi.

Kai Qi terdiam, menyadari perkataan Ah Jie ada benarnya. Ah Jie pun mengejek wajah Kai Qi yang selalu jelek. Kai Qi kesal dan mengejar-ngejar Ah Jie. Ia kembali tersenyum lebar untuk sesaat dan melupakan kesedihannya.

Untuk yang terakhir kalinya, Ah Jie dan Xiao Yi siap menjalankan misi. Kai Qi diminta menutup mata dan saat diperbolehkan membuka mata, alangkah terkejutnya Kai Qi melihat tampilan aneh Ah Jie dan Xiao Yi dengan pakaian yang kompak dan rambut kribo. Kai Qi tak bisa menahan tawa ketika mereka bergoyang berdua. Kai Qi ditarik Ah Jie untuk ikutan juga dan mereka bertiga tertawa-tawa bersama. Hhahaha, Xiao Yi dan Ah Jie kompak banget gerakan, Lucuuu.

Xiao Yi sangat senang saat melihat hasil foto Kai Qi yang tengah bergoyang tadi sambil tersenyum bahagia. Ah Jie memberitahu Kai Qi kalau ini adalah ide Xiao Yi. Xiao Yin ingin menghibur Kai Qi tapi dia takut kalau Kai Qi akan seperti ayahnya dan marah kalau dia main-main.

“Oh.. jadi sebelumnya, kamu berpura-pura menjadi anak yang baik?” Kata Kai Qi persis seperti yang Ah Jie katakan pada Xiao Yi. Kai Qi berkata bahwa Xiao Yi tidak harus berpura-pura di depannya. Apa Xiao Yi nakal atau tidak, Kai Qi paling suka Xiao Yi yang sebenarnya.

“Jadi, jadilah diri sendiri, ya? Lihatlah bibi, meskipun setiap hari wajah bibi jelek, bibi masih hidup dengan baik.”

“Bukankah itu karena paman Ah Jie berpacaran dengan bibi?” Kata Xiao Yi tiba-tiba.


Xiao Yi langsung lari berlindung di dekat Ah Jie saat Kai Qi menggelitikinya. Xiao Yi juga berbisik padanya agar mempertimbangkan bibinya itu. Dia khawatir bibi tidak akan bisa menikah.
Kai Qi hendak menggelitikinya lagi, dan Xiao Yi berlari ke kamar sambil berkata “Paman Ah Jie, selamatkan bibiku!” Hahahah

Ah Jie sudah kembali ke rumahnya. Ia terbangun dari tidur dan tiba-tiba melihat ada Kai Qi dikamarnya yang tengah berpose menggoda. Perlahan Kai Qi mendekatinya, sontak Ah Jie langsung gugup. Kai Qi melempar bantal yang dipeluk Ah Jie. Ia mulai meraba wajah Ah Jie. “Kai Qi. Jangan bersikap seperti ini.” ucap Ah Jie takut. Saat Kai Qi mendekatkan wajahnya hendak mencium Ah Jie, Ah Jie langsung berteriak kencang sampai ia akhirnya tersadar dari tidur nyatanya. Ah Jie hanya bermimpi. Ia heran kenapa sampai ia bermimpi seperti itu. “Apa yang aku rasakan terhadap Kai Qi?” pikir Ah Jie.


Akibatnya Ah Jie tak bisa tidur. Ia datang ke restoran pagi-pagi sekali dengan lingkar hitam dibawah matanya. Da Zhi lalu datang bersamaan dengan pesan dari Ai Zi yang meminta untuk dibantuin pindah dari rumah kak Bao. Da Zhi membalas pesannya tanpa melihat ada Ah Jie didepan. Ia semakin kaget saat melihat wajah kantuk Ah Jie.

“Apa yang terjadi dengan matamu? Apa kamu menjadi saudara dengan panda di kebun binatang?”

“Ha?”

“Apa kamu melakukan sesuatu yang buruk tadi malam?” tanya Da Zhi curiga.

Seketika Ah Jie teringat dengan mimpinya dan langsung menutup telinga ketakutan. Da Zhi terheran-heran dengan sikap aneh Ah Jie. Saking gelisahnya Ah Jie bahkan menabrak tembok. HAHAHA
Kai Qi mengantar Xiao Yi ke sekolah. Xiao Yi mengeluh sakit karena Kai Qi menggenggam tangannya terlalu kuat. Kai Qi gugup karena setelah ini ia harus menemui seorang teman. Xiao Yi mengisyaratkannya untuk menunduk sedikit. Kai Qi menurut, dan langsung dihadiahi ciuman oleh Xiao Yi. “Jangan gugup, bibi!” Ujar Xiao Yi. Baru beberapa langkah, Kai Qi kembali menggenggam erat tangan Kai Qi. Ternyata dihadapannya sudah berdiri Hao Wei.


Hao Wei dan Kai Qi kemudian pergi bersama. Mereka saling diam sampai keduanya minta maaf bersamaan.Hao Wei meminta maaf karena Kai Qi juga meminta maaf padanya. Kai Qi berkata itu karena dia melakukan sesuatu yang salah, tentu saja dia harus minta maaf. Hao Wei juga merasa bersalah. Dia tidak membantu Kai Qi ketika temannya mengucilkan Kai Qi. Akhirnya kesalahpahaman diantara mereka selesai. Namun Kai Qi menuntut Hao Wei untuk memberitahu berapa uang yang dipinjam ayahnya. Tiba-tiba Hao Wei mendekatkan wajahnya hingga Kai Qi mundur, padahal Hao Wei hanya ingin mengambil gantungan kunci Chopper yang ada di belakang Kai Qi. Kai Qi udah salah tingkah duluan.

Mereka berdebat kecil tentang gantungan Chopper itu. Keduanya tersenyum, banyak sekali waktu yang sudah mereka buang. Jika saja itu tidak terjadi, mungkin semuanya akan berbeda sekarang.

“Du Kai Qi. Masa lalu tidak masuk hitungan. Mulai hari ini, mari kita mengenal satu sama lain dengan cara yang baru. Mulai dari teman.”

Kai Qi menyambut uluran tangan Hao Wei. Karena Kai Qi terus bertanya tentang hutang ayahnya itu, Hao Wei punya cara lain untuk dibayar, yaitu dengan ditraktir makan seperti dulu. Hao Wei senang, ia memandang Kai Qi yang berjalan duluan. Ia sadar bahwa seharusnya dialah yang minta maaf. Dia tidak pernah berpikir akan ada ayah yang memperlakukan anaknya begitu buruk. Dia pikir Kai Qi memang terlahir menjadi orang yang dingin. Setelah berteman begitu lama, dia tidak pernah melihat kesedihan di hati Kai Qi.

No comments:

Post a Comment