June 30, 2016

Love Myself Or You Episode 11 - 2


Setelah Kai Qi pergi menemui Hao Wei dibawah, Ah Jie memandang mereka dengan tatapan sedih. Saat Kai Qi akan pulang, ia lupa untuk meminta tumpangan pada Ah Jie. Tapi seorang supir taksi yang sudah menunggu bertanya pada Kai Qi apa dia adalah nona Du Kai Qi? Si supir berkata kalau tuan Cheng Hao Wei memesan taksi itu untuknya. Hp Kai Qi berdering, Hao Wei menelponnya memastikan taksinya sudah datang atau belum. Karena motor Kai Qi rusak, awalnya dia berpikir untuk mengantar Kai Qi pulang, tapi dia takut Kai Qi akan muak melihat wajahnya sepanjang waktu. Kai Qi tersenyum, ia merasa tidak buruk berteman dengan Hao Wei lagi. Makanan gratis, tumpangan gratis, dan obrolan gartis juga tambah Hao Wei, karena dia akan berbicara di telepon dengan Kai Qi dalam perjalanan pulang nanti agar Kai Qi tidak bosan. “Tapi bagaimana? Aku mulai muak dengan suaramu” Kata Kai Qi bercanda, tapi Hao Wei langsung mematikan teleponnya membuat Kai Qi bingung. Tiba-tiba ada pesan dari Hao Wei yang berisi “Kamu tidak bisa muak membaca huruf Cina, kan?” dengan emoticon mengejek. Kai Qi tersenyum tersipu dan segera pulang.



Ah Jie membawa Da Zhi pulang bersamanya. Melihat apartemen Ah Jie, Da Zhi memujinya cukup bagus. Lalu Ah Jie memberitahukan dimana kamar Da Zhi dan menyuruhnya menganggap rumah ini seperti rumah sendiri. Jika ada hal yang ingin Da Zhi butuhkan katakan saja padanya. “Aku butuh satu hal” Ucap Da Zhi. Ia lalu memeluk Ah Jie dan menepuk-nepuknya keras sampai Ah Jie risih. Ia pun segera melepas pelukan Da Zhi dan tertawa lucu melihat Da Zhi yang baru kali ini ngomong dengan perasaan.
Karena besok adalah hari kasih sayang, dan beberapa hari kedepan Ah Jie akan genap satu bulan menjadi karyawan magang, Da Zhi berjanji akan mengadakan pesta untuk merayakannya sebagai hadiah karena sudah mengijinkannya tinggal disini. Ah Jie tak menjawabnya dan hanya memasang wajah sedih.

“Ada apa? kamu tak suka pesta?” tanya Da Zhi heran.

“Tidak, bukan itu” jawab Da Zhi. Dalam hatinya ia berpikir kalau ini akan menjadi pesta perpisahan untuknya.

Ah Jie berbaring di kamarnya, mengingat janjinya pada Kai Qi untuk selalu berada di sisi Kai Qi jika Kai Qi membutuhkannya. Tapi ia juga bingung dengan janjinya pada kakaknya untuk segera pergi setelah satu bulan bekerja di Taiwan.


Ia heran dengan perasaannya sendiri, seharusnya ia akan bebas jika pergi dengan tidak membawa sesuatu yang tidak bisa ia bawa, tapi kenapa dia tidak merasa bebas sama sekali mengetahui bahwa dia (Kai Qi) tidak bisa ikut bersamanya? Ah Jie kesal dengan dirinya. Ini tidak seperti dia belum pernah tinggal sendiri sebelumnya, dia sudah sendiri selama 10 tahun terakhir. Mengapa dia mulai takut? “Kenapa kenapa kenapa?” tanya Ah Jie pada seteko jus.
Tiba-tiba Da Zhi keluar tak bisa tidur mendengar Ah Jie yang terus bicara sendiri sepanjang malam. Saat ia akan masuk Ah Jie memanggilnya ingin bertanya sesuatu. Ah Jie bertanya apa pernah Da Zhi mengucapkan selamat tinggal dengan gadis yang dia suka?

“Aku pernah bercerai sekali. Apa ini terjadi padamu?”

“Tidak, bukan itu. Kalau kamu bertemu dengan gadis yang kamu sukai, tapi kamu tidak bisa bersamanya, bagaimana kamu akan mengucapkan selamat tinggal padanya dengan cara yang akan meninggalkan kesan mendalam?”

Da Zhi langsung menjawab sinis pertanyaan itu, perpisahannya saja sudah meninggalkan kesan mendalam untuknya. Sementara dia dipenjara, dia menerima surat cerai. Tapi Da Zhi memberikan sarannya juga, Ah Jie harus merebut kesempatan selagi bisa. Bahkan jika benar-benar harus pergi, selesaikan dulu sebelum pergi. Jangan bodoh dengan tidak mengatakan apa-apa. Orang-orang yang ditinggalkan sangat menyedihkan. Dia lalu mengancam Ah Jie jika dia tak bisa tidur setelah mengatakan ini ditengah malam, matilah Ah Jie.


Esok paginya bel Ah Jie berbunyi. Da Zhi langsung ngomel-ngomel. Tapi begitu dia membuka pintunya dia kaget itu adalah Kai Qi dengan Xiao Yi, apalagi Kai Qi berkata kalau ia tinggal di sebelah. Melihat Kai Qi bersama anak kecil, Da Zhi dengan penasaran bertanya siapa anak itu. Kai Qi memberitahu itu adalah keponakannya dan bertanya kenapa Da Zhi ada disini. Da Zhi menjawab kalau ia diijinkan Ah Jie untuk tingal dengannya. Ia lalu bergumam kesal melihat Xiao Yi yang repot-repot menyebutkan kalau Kai Qi tinggal di sebelah. Ah Jie pun muncul yang langsung disambut ucapan selamat pagi dari Xiao Yi. Da Zhi menatap mereka heran.

Kai Qi berniat menumpang mobil Ah Jie untuk ke restoran. Ah Jie dengan senang hati mengijinkannya. Kai Qi memperhatikan kulit Ah Jie yang terlihat tidak baik, ia pun bertanya ada apa dengan Ah Jie. Ah Jie berkata dia tidak bisa tidur nyenyak semalam. “Akulah orang yang tidak cukup tidur” balas Da Zhi. Ah Jie langsung menyenggol tangannya. Kai Qi tak menyangka Ah Jie akan membiarkan Da Zhi tinggal di rumahnya. Dia benar-benar memperlakukan semua orang dengan baik. Apa Ah Jie memiliki rencana untuk menjadi seorang pendeta? Mendengar pertanyaan itu Xiao Yi langsung tertawa cekikikan.

“Sebenarnya aku tidak memperlakukan semua orang dengan baik”

“Dia hanya memperlakukan aku dengan baik” Ujar Da Zhi merangkulnya.

“Dia memperlakukan aku dengan baik juga” sambung Xiao Yi.


Tiba-tiba Ah Jie menarik Kai Qi agak menjauh, ia bertanya kenapa Kai Qi tidak memberitahunya kalau Hao Wei mengungkapkan perasaannya pada Kai Qi. Kai Qi merasa itu tidak dianggap sebagai pengungkapan. Da Zhi yang mendengar pertanyaan posesif Ah Jie langsung protes kenapa Kai Qi mesti melaporkan segalanya pada Ah Jie? “Kuberitahu. Kamu sebaiknya memberikan Kai Qi kami kebebasan untuk berkencan. Seperti kamu yang harus memikirkan bagaimana caranya meninggalkan kesan yang mendalam pada wanita yang kamu inginkan” Ujar Da Zhi.

Kai Qi bertanya penasaran siapa wanita yang dimaksud Da Zhi tadi. Lagi-lagi Da Zhi protes bahwa Ah Jie harus memberitahu semua hal pribadinya pada Kai Qi. Hahaha, Da Zhi ini maunya aneh, Kai Qi tidak boleh memberitahu Ah Jie tentang dirinya, tapi Ah Jie harus memberitahu Kai Qi semua hal tentangnya. Tak ingin berdebat Kai Qi pun pergi mengantar Xiao Yi ke bus sekolah duluan.

Ia lalu menunggu Ah Jie sambil terus memikirkan siapa kira-kira wanita yang Ah Jie sukai, apa dia dari Taiwan? Atau seorang yang Ah Jie temui di Perancis? Tepat disaat Ah Jie datang dengan mobilnya, Hao Wei juga datang ingin mengantar Kai Qi. Kai Qi yang sudah janji dengan Ah Jie jadi tidak enak, apalagi Ah Jie mengisyaratkan Kai Qi menyuruhnya cepat masuk. Da Zhi yang awalnya duduk di belakang langsung pindah ke depan, ia meminta Kai Qi pergi dengan kakak Le Xuan saja dan mengacungkan jempol memberi semangat pada Kai Qi. Tanpa rasa bersalah sama sekali Da Zhi malah memerintah Ah jie agar cepat kalau tidak mereka bisa terlambat. Terpaksalah Ah Jie harus merelakan Kai Qi pergi dengan Hao Wei. Ia terus melihat mereka dari kaca spion. Da Zhi ingin menyalakan musik tapi tangannya langsung dipukul Ah Jie, “Radionya rusak” katanya ketus. “Ini kan mobil bagus” protes Da Zhi, “Ini rusak!”


Di perjalanan Kai Qi hanya diam, sampai Hao Wei bertanya tentang Ah Jie yang pagi-pagi sudah menjemput Kai Qi. Kai Qi pun mengatakan kalau mereka bertetangga. Hao Wei agak kaget tapi melihat Kai Qi yang seperti memikirkan sesuatu ia pun bertanya apa yang Kai Qi pikirkan. Kai Qi cerita tentang Ah Jie yang akhir-akhir ini bertingkah aneh, biasanya Ah Jie banyak tanya, tapi sekarang dia jadi pendiam dan jarang tersenyum. Sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik, dan dia tidak tahu apa yang terjadi dengannya.

“Apakah suasana hatinya yang buruk tanggung jawabmu?” Ujar Hao Wei cemburu.

“Tidak juga. Hanya saja.. saat aku sedih, dia akan selalu membuatku tertawa dan melakukan sesuatu yang membuatku merasa lebih baik. Oleh karena itu, aku pikir aku harus melakukan sesuatu untuknya”

Hao Wei berpikir kalau Kai Qi akan melakukan sesuatu sebagai teman. Kai Qi mengiyakannya dan menjawab iya saat Hao Wei bertanya apa Kai Qi ada waktu luang sore nanti. Tapi ia tak memberitahu alasannya. Kai Qi tak bisa lepas memikirkan Ah Jie, ia bertanya-tanya apa suasana hati Ah Jie yang buruk dikarenakan wanita itu?


Di restoran, Xiao Li dan Xiao Qiang tengah sibuk mendekorasi ruangan dengan pernak-pernik pink untuk hari kasih sayang. Ah Jie yang tidak kebagian mendekor memuji hasil kerja keras mereka. Bao Zhu berkata padanya, meskipun hari kasih sayang ini sudah ditetapkan terkadang kita harus mengungkapkan perasaan kita pada orang lain agar mereka tahu. Le Xuan lalu datang dan langsung menarik Ah Jie ikut bersamanya. Ia memberikan sebuah kado parfum untuk Ah Jie. Orang Perancis bilang bahwa memberikan parfum untuk orang yang disukai berarti mereka ingin menjadi lebih dekat. “Hari ini adalah hari Festival Qixi, jadi selamat hari kasih sayang” Ucap Le Xuan senang.
Ah Jie merasa kalau mereka belum lama kenal, kenapa Le Xuan bisa menyukainya? Le Xuan berkata selain teman masa kecil, jumlah waktu dia mengenal Ah Jie sama dengan Kai Qi. Jatuh cinta harus diisi dengan perasaan manis dan hangat, jadi dia mencari seseorang yang bisa membuatnya tertawa.

“Sebenarnya aku memiliki sisi gelap juga. Hanya saja aku belum pernah menunjukkan padamu”

“Aku yakin kamu adalah orang yang berhati hangat, sama seperti aku yakin bahwa kau menyukaimu”

“Le Xuan, kamu adalah seorang gadis yang baik, tapi aku berharap kamu tidak akan membuang-buang waktumu padaku. Kamu tahu, aku sudah punya seseorang yang aku suka”

Le Xuan sedikit kecewa mendengarnya dan tanpa mereka sadari Kai Qi juga mendengar obrolan mereka. “Itu adalah wanita yang ingin dia jaga tapi tidak bisa. Apakah dia benar-benar penting untuk Ah Jie” batin Kai Qi.

Ah Jie tak bisa menerima hadiah itu, tapi Le Xuan memintanya anggap saja itu adalah hadiah hari kasih sayang dari sebuah Mall. Dia sangat malu kalau Ah Jie tidak menerima hadiahnya. “Kalau begitu, terima kasih” Jawab Ah Jie. Kai Qi yang masih belum pergi lalu menyuruh Ah Jie membantu Xiao Shu.


Puncak acaranya pun dimulai, dengan suasana yang romantis Xiao Qiang dan Xiao Li berdandan ala putri salju dan pangeran, mereka berjalan sambil menebarkan bunga mawar dan membacakan puisi cinta yang indah. Setiap pasangan juga diberikan setangkai mawar membuat suasana restoran menjadi semakin romantis. Para Chef juga tertawa bahagia dari dapur, tapi Le Xuan dan Young Qian tidak bergabung dengan mereka. Xiao Shu memberitahu kalau Le Xuan pergi mengantar formulir pekerjaan tapi setelah itu dia tidak tau kemana. Kai Qi lalu memandang wajah Ah Jie yang kembali sedih.

Ia memberanikan diri bertanya pada Ah Jie tentang mereka berdua yang ada di lantai dua tadi. Namun dengan ketus Ah Jie berkata “jangan tanya”. “Itu tidak benar. Le Xuan memberimu hadiah kasih sayang. Bagaimana bisa kamu tidak mengatakan apa-apa ketika dia menyukaimu?” Tiba-tiba Da Zhi yang ada dibelakang mereka bertanya apa Kai Qi tidak tahu kalau Le Xuan menyukai Ah Jie? Kai Qi sangat syok ternyata semua orang tahu kalau Le Xuan menyukai Ah Jie, hanya dia seorang yang tidak tahu tentang hal ini. Xiao Shu langsung menertawainya sebagai orang terakhir yang tahu.


Kai Qi menatap tajam Ah Jie menuntut penjelasan. Ah Jie merasa tak ada gunanya bicara tentang hal ini, toh Kai Qi juga tak ingin membicarakan tentangnya. Alhasil Kai Qi mengomel “Kita semua teman, apakah kamu berpikir untuk diam-diam berada dalam sebuah hubungan di belakangku?” Ah Jie langsung menariknya menjauh. Mereka berdebat tentang Le Xuan yang Kai Qi pikir sebagai ‘wanita itu’. Ah Jie menyangkalnya dan ia tak mengerti perkataan aneh Kai Qi tentang wanita itu. Kai Qi kesal karena Ah Jie bilang ini terlalu bodoh untuk dibicarakan. Ah Jie langsung ingat Kai Qi pernah bilang kalau dia benci dengan orang yang bergosip di restoran. Lalu mereka sedang apa sekarang? Hahah, dari tadi Linda, Xiao Shu, dan Da Zhi menguping pembicaraan mereka dan begitu Kai Qi akan keluar semuanya pura-pura melihat kearah lain.

Lalu giliran mereka yang bergosip menyuruh Da Zhi merebut kembali istrinya di hari kasih sayang ini. Namun dengan tegas Da Zhi menolaknya. Xiao Shu langsung mengetuk kepala Da Zhi dengan jarinya “Halo? Apakah ada orang di rumah? Dasar kepala batu. Acara khusus ini adalah saat terbaik untuk mengekspresikan perasaanmu. Kalau aku punya seseorang yang aku suka, aku akan mengutarakan langsung padanya” Linda juga setuju dengan Xiao Shu. Tapi Da Zhi malah mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri seperti yang Xiao Shu lakukan tadi.


Kai Qi tampak masih sebal dengan Ah Jie. Ah Jie lalu memikirkan kata-kata Xiao Shu tadi bahwa hari ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan cinta. Apakah Ah Jie akan mengungkapkannya pada Kai Qi?

Saat di ruang ganti, Ah Jie menemui Kai Qi untuk mengatakan suatu hal padanya. Tapi Da Zhi datang dan langsung meminta tolong pada Kai Qi untuk mengambilkan pakaiannya di rumah. Karena Ai Zi sendirian di rumahnya, maka ia tidak enak dan meminta bantuan Kai Qi. Kai Qi bersedia membantu dan Ah Jie juga akan mengantar Kai Qi sambil membicarakan hal tadi padanya.


Setelah mereka semua pergi Hao Wei menelpon Kai Qi. Entah apa yang mereka bicarakan sudah beralih pada Ah Jie yang terburu-buru membuat biskuit. Linda iseng mencoba meramalnya. Ia lalu tersenyum menyemangati Ah Jie. Biskuit dengan toping bentuk love yang cantik dan dibubuhi candi sudah siap ia kemas rapi. Tapi ia masih kurang balon dan bunga. Semuanya sudah ia rancang dengan sedemikian rupa dan tak lupa berlatih untuk mengungkapkan perasaanya. Tapi alangkah kecewanya Ah Jie saat melihat Kai Qi malah pergi bersama Hao Wei.


Sebagai gantinya, Bao Zhu yang akan pergi bersama Ah Jie. Ah Jie bertanya kemana Kai Qi pergi. Bao Zhu pun memberitahu kalau Hao Wei ingin membicarakan sesuatu dengan Kai Qi. Ah Jie hanya bisa menahan rasa kecewa dan kekesalanya. Ia melampiaskan dengan menyetir tak karuan sampai membuat Bao Zhu ketakutan.

Hao Wei membawa Kai Qi ke pantai, tapi Kai Qi masih saja memikirkan apa yang akan dikatakan Ah Jie padanya. Mungkinkah? Tiba-tiba Ah Jie muncul tepat di depan wajahnya dan menyatakan perasaanya pada Kai Qi. Lalu Ah Jie bermesraan bersama wanita perancis dengan kulit coklat eksotis dan bola mata biru. Berdansa, bersepeda, bahkan minum berdua. Kai Qi mengucek-ngucek matanya, ia melongo tak percaya apalagi ketika Ah Jie hendak memasangkan cincin pada wanita perancis itu. Sontak ia langsung berteriak kencang “Ini tengah hari! Kalian menjijikkan!” orang-orang yang sedang bersama pacarnya itu langsung kaget dan memandang Kai Qi aneh. Ternyata bayangan Ah Jie hanyalah halusinasi Kai Qi. Ia pun meminta maaf.

“Apa yang terjadi tadi?” tanya Hao Wei heran.

“Apa? Tidakkah kamu berpikir ada begitu banyak pasangan disini?”

“Ohh, kamu sebebarnya memperhatikannya?”

“Apa maksudmu?”


Hao Wei tak menjawab pertanyaan Kai Qi dan berjalan duluan. Kai Qi bertanya-tanya memberikan tumpangan dan mencarinya di sore hari, mengatakan dia ingin memulai menjadi teman. Apakah dia sudah melompat ke tahap berikutnya?
Kai Qi mengejar dan bertanya kalau Hao Wei tidak menganggap ini sebagai kencan, kan? Hao Wei berkata bahwa Kai Qi sudah membuatnya menjalani hidup tanpa pacar begitu lama, jadi jalan-jalan sesekali tidak berlebihan. Tapi Kai Qi malah menganggap Hao Wei yang berlebihan, hanya untuk makan roti saja sampai membawanya keluar.

“Hei, aku khawatir kalau kita makan lebih formal, kamu akan salah mengerti ini untuk kencan. Aku takut kamu mungkin merasa canggung, Du Kai Qi. Atau apakah kamu yang menantikan itu?”

“Gila! Siapa yang menantikannya?”

Lalu saat mereka berjalan di bawah menara lonceng, ada kuis yang menobatkan mereka sebagai pasangan ke 520 dan diminta memilih hadiah undian yang disiapkan. Tapi Kai Qi menolak karena mereka bukan pasangan. Diam-diam Hao Wei mengisyaratkan si panitia bahwa mereka akan segera menjadi pasangan, dia pun langsung memasukkan tangan Kai Qi kedalam kotak undiannya. Dan tanpa diduga Kai Qi memenangkan uang tunai dengan jumlah yang cukup besar. Hao Wei ingat kalau Da Zhi merusak motor Bao Zhu dan menyarankan Kai Qi untuk menggantinya dengan uang itu.

No comments:

Post a Comment