Love Myself Or You Episode 7 - 1


Takut Kai Qi yang mulai curiga, Ah Jie beralasan kalau ia hanya menebak dimana tempat tepung yang biasanya sama. Ayah Ah Jie lantas memujinya dan berkode-kode tanpa sepengatahuan mereka.
Young Qian kesal melihat Ah Jie yang ia pikir sedang mencari perhatian ketua. Tak mau kalah, ia juga menawarkan diri untuk membantu. Melihat dapur yang penuh sesak, Ibu Ah Jie mengajak mereka untuk ke ruang tamu saja dan memanggil Ah Jie dengan sebutan “adik” lagi untuk menuangkan minuman. Tapi Young Qian merasa dirinya lah yang dipanggil dengan “adik” dan menyerahkan tugas memotong apel pada Ah Jie.




Selagi hidangan disiapkan, Ibu Ah Jie bertanya pada Le Xuan apakah dia punya pacar. Le Xuan tersenyum menjawab tidak. Ah Jie yang sedang menuang minuman langsung memberi isyarat pada ibunya untuk berhenti bertanya. Ibu Ah Jie pun bercerita kalau dia sangat iri melihat para wanita yang menjadi koki karena ia tidak tahu apa-apa tentang memasak. Lalu ia bertanya pada Kai Qi, apa keluarga Kai Qi bahagia Kai Qi ikut kompetisi ini. Kai Qi menjawab kalau ia tidak sempat memberitahu keluarganya. Le Xuan sedikit kesal melihat Kai Qi yang tak pandai basi-basi, jadi ia cepat-cepat menambahi kalau Kai Qi adalah koki kedua di restoran, biasanya dia sangat sibuk makanya tidak sempat memberitahu keluarganya. Ia juga memuji Kai Qi sebagai koki yang hebat dan koki yang bekerja paling lama di restoran. Kai Qi membenarkannya dan saat ingin mengatakan sesuatu yang penting, Young Qian datang dengan hidangan yang dibuat Ayah Ah Jie.


Kai Qi terdiam melihat hidangan itu. Seolah tahu perasaan Kai Qi, Ah Jie melirik ke arahnya.

Flashback..

“Paman, saus apa ini?” tanya Kai Qi kecil.
“Ini adalah saus bĂ©arnaise.” Jawab ayah Ah Jie.
Kai Qi kecil sangat suka dengan hidangan itu dan berkata kalau itu adalah yang paling lezat sedunia.

Flashback end..


Semua memuji hidangannya yang lezat kecuali Kai Qi yang masih melamun. Saat Ayah Ah Jie menegur barulah ia sadar dan mulai makan. Ia tersenyum menikmatinya dan berkata kalau hidangan ini rasanya masih sama dengan rasanya di tahun itu. Lezat.

“Kamu pernah memakan hidangan buatan saya sebelumnya?” tanya Ayah Ah Jie bingung.

Semua penasaran menunggu jawaban Kai Qi. Kai Qi mengingatkan orangtua Ah Jie tentang pengasuh yang dulunya bekerja di rumah mereka, Zhang Xiang Lan. Ayah Ah Jie mengingatnya sebagai nyonya Du yang langsung disambut Kai Qi dengan anggukkan. Kai Qi mengaku kalau dia adalah putri nyonya Du.


Orangtua Ah Jie sontak sangat senang. Kai Qi kecil yang dulu sudah tumbuh menjadi dewasa. Ibu dan Ayah Ah Jie menyayangkan kenapa Kai Qi tidak memberitahu mereka kalau ia bekerja di restoran. Dengan begitu akan mudah bagi mereka untuk meminta yang lain agar menjaga Kai Qi. Namun Kai Qi tidak ingin seperti itu, dia ingin menggunakan kemampuannya sendiri untuk menggapai prestasi lalu dia akan datang mencari mereka. Ah Jie juga menimpali kalau Kai Qi suka sendirian dan bisa mengandalkan dirinya sendiri, jadi tak perlu khawatir.
Lagi-lagi Ah Jie diomeli oleh Young Qian yang menganggapnya tidak sopan di depan Ketua dan menyuruhnya cepat minta maaf. Tak bisa berbuat apa-apa, Ah Jie pun menurut saja.

Ibu Ah Jie meminta Kai Qi agar sering mengunjungi mereka. Kai Qi pun dengan senang hati mengiyakannya. Le Xuan dan Young Xian sama-sama tak menyangka kalau Kai Qi memiliki hubungan dengan ketua, bahkan Young Qian berpikir ia akan berada dalam kesulitan karena sudah menyinggung Kai Qi tadi.


Saat tengah berdua, Ibu Ah Jie bertanya pada Ah Jie apa ia ingin berkencan. Ah Jie yang ditanya seperti itu langsung protes melihat ibunya yang sangat blak-blakan. Bahkan semua gadis yang datang selalu ditanya apa mereka punya pacar. Itu membuatnya terlihat seperti tidak ada yang menginginkannya. Ibu Ah Jie lantas tertawa, dan meminta Ah Jie melihat Kai Qi dan Le Xuan. Ibunya berharap Ah Jie bisa menyukai salah satu dari gadis Taiwan, jadi Ah Jie bisa tetap tinggal di Taiwan.

“Ibu sayang, aku sungguh tidak berminat untuk pacaran sekarang. Aku hanya ingin aman melewati hari ini. Tolong, tolong!!” mohon Ah Jie.


Saat mereka tengah bersantai, tak lama seorang pria datang dan menghampiri mereka. Ternyata itu kakak Ah Jie, Zi Xiang. Wajah Ah Jie berubah cemas saat mendengar nama kakaknya disebut. Ayah Ah Jie mengenalkan mereka satu per satu dan saat ingin mengenalkan Ah jie, Ah Jie cepat-cepat berdiri dan mengenalkan dirinya sebagai karyawan magang. Zi Xiang pun memujinya yang sebagai karyawan magang namun bisa ikut kompetisi. Lalu ibu memberitahu padanya kalau Kai Qi adalah putri nyonya Du dan mengingatkannya kalau dulu mereka sering main bersama.

“Aku ingat. Kau sangat dekat dengan adikku saat kamu masih kecil. Kalian sering bermain pertak umpet bersama-sama.”


Flashback...

Kai Qi kecil menemui Ah Jie kecil yang tengah bersembunyi. Kai Qi kecil memintanya keluar namun Ah Jie kecil menolak, kakaknya akan marah jika ia keluar.” Flashback end.


Ah Jie dan Zi Xiang saling menatap sesaat, lalu Ah jie mengajak mereka kembali untuk bersiap-siap.


Setibanya di rumah, Kai Qi dan Ah Jie berlatih untuk yang terakhir sebelum kompetisi. Kai Qi lalu menegur Xiao Yi yang menonton tv terlalu dekat. Xiao Yi menurut dan kemudian ia juga ikut-ikutan memotong sayur buatan bahkan menghiasnya seperti hidangan ala chef sungguhan. Sausnya pakai pasta gigi pula. Hahaha, Xiao Yi berbakat nih jadi penerus Ah Jie-Kai Qi.
Hidangan yang diinginkan akhirnya selesai dengan sisa waktu 11 menit. Ah Jie ingin toss namun Kai Qi ogah, tak peduli Ah Jie pun menarik tangan Kai Qi untuk toss. Kai Qi tersenyum, seperti hatinya yang sudah mulai mencair.


Xiao Yi sudah tertidur lelap saat mereka menghidangkan makanannya. Kai Qi bertanya apa pendapat Ah Jie tentang hidangan ini. Ah Jie merasa tak ada masalah. Tiba-tiba Kai Qi mengungkapkan alasannya menjadi seorang koki yaitu karena ketua. Saat dia masih kecil dia pernah memakan makanan buatan ketua. Dia tak bisa melupakan itu dan berkata pada dirinya sendiri bahwa dia ingin menjadi seorang koki seperti ketua yang bisa menggunakan makanan untuk membawa kebahagiaan pada orang lain.

“Bagaimana denganmu? Mengapa kamu ingin menjadi seorang koki?”

“Aku? Itu karena aku dibesarkan dengan menyaksikan bayangan ayahku saat ia memasak.”

“Ayahmu adalah seorang koki? Kenapa aku tidak pernah mendengar kamu mengatakan itu?”

Lalu Ah Jie terbayang saat ia dan Zi Xiang memperhatikan ayahnya yang tengah memasak. Mereka berdua sama-sama ingin menjadi koki sehebat ayahnya.


Ah Jie tak ingin membicarakannya lagi dan saat Kai Qi bertanya pendapat orangtua Ah Jie tentang Ah Jie yang sudah lama magang, Xiao Yi bergeser dan langsung di tahan oleh Kai Qi dan Ah Jie.

“Bibi, perutku lapar.” Keluh Xiao Yi.

Mereka bertiga pun makan bersama dan saling menyuapi Xiao Yi.

No comments:

Post a Comment