Love Myself Or You Episode 7 - 2


Kai Qi dan Ah Jie selesai berbelanja bahan masakan untuk kompetisi nanti. Melihat Kai Qi yang cemberut, Ah Jie bertanya apa Kai Qi tidak bisa senyum sedikit saja, kan masih pagi? Kai Qi pun senyum terpaksa. Ah Jie berpikir kalau Kai Qi gugup karena kompetisi. Kai Qi langsung membantahnya dan malah mengomeli Ah Jie untuk tidak membuat kesalahan di saat-saat yang penting. Ah Jie memberitahunya bahwa dengan tersenyum dapat menyenangkan hati orang lain. Kai Qi ingin mengomelinya lagi, namun saat melihat Ah Jie tidak melihat ke arahnya ia akhirnya mengikuti arah pandang Ah Jie yang ternyata sedang menatap Zi Xiang dengan aneh di seberang sana.

“Aku punya beberapa hal untuk dibicarakan dengan karyawan magang.” Ucap Zi Xiang

Kai Qi bertanya apa yang ingin Zi Xiang bicarakan dengan Ah Jie, namun belum sempat dijawab Ah Jie lebuh dulu meminta Kai Qi pergi ke tempat kompetisi dan menunggunya disana. Kai Qi tak usah khawatir, dia akan segera datang. Kai Qi pun menurut meskipun ia tampak bingung dengan mereka.
Setelah Kai Qi pergi, Ah Jie dan Zi Xiang saling menatap penuh emosi.




Flashback..

Zi Xiang kecil tersenyum melihat medali yang dipegangnya. Tiba-tiba Ah Jie kecil datang dan merampas medali itu. Ia berteriak senang Zi Xiang yang berhasil menjadi juara di babak penyisihan. Ah Jie berlari ke jalan dan tak sadar kalau ada mobil yang melintas. Zi Xiang panik dan berlari menyelamatkan Ah Jie sampai mereka terguling dan membuat tangan Zi Xiang terluka. Zi Xiang mencoba meraih medalinya yang terlempar dan beralih ke Zi Xiang yang kini tangannya sudah di perban. Ia menatap sedih baju kokinya dan saat Ayah yang bersama Ah Jie datang ia langsung melempar bajunya ke tempat sampah dengan tatapan kesal.

Ah Jie bertanya keadaan Zi Xiang yang sudah mulai membaik. Lalu ayah mengabarkan dua berita baik yaitu, gips Zi Xiang boleh dibuka dan ia bisa melakukan terapi. Dan yang kedua Ah jie berhasil memenangkan juara pertama dari kompetisi kuliner tim junior untuk Zi Xiang. Ah Jie adalah juara termuda di kompetisi itu. Awalnya Zi Xiang senang, namun saat mendengar Ah Jie mendapat juara ia heran bagaimana bisa Ah Jie ikut. Ayah memeberitahu kalau Ah Jie lah yang memohon pada penyelenggara dan mengatakan pada mereka kalau mendapatkan gelar juara adalah impian terbesar kakaknya, Zi Xiang. Pihak penyelenggara tersentuh dan membolehkan Ah Jie ikut. Ah Jie pun menyerahkan medali itu pada Zi Xiang. Zi Xiang menerimanya, air matanya jatuh ke medali itu. Ia kecewa meskipun itu medali untuknya tapi ia bukanlah orang yang berjuang untuk mendapatkan medali itu.
Flashback end..


Le Xuan dan Young Qian sampai di tempat kompetisi bersamaan dengan Kai Qi. Young Qian mewanti-wanti Le Xuan agar tak berbuat curang lagi, bukannya menjawab ia malah menghampiri Kai Qi dan mengingatkan janji Kai Qi, jika Kai Qi kalah maka Kai Qi harus meninggalkan restoran. Kai Qi juga mengingatkan janji Le Xuan yang jika kalah maka Le Xuan akan mengundurkan diri sebagai asisten koki. Le Xuan ingat, tapi itu sesuatu yang tidak mungkin. Semua orang tahu bagaimana kemampuan Chief. Young Qian langsung tersenyum mendapat pujian seperti itu. Le Xuan mengatakan jika bukan karena bantuan Ah Jie, Kai Qi pasti tidak akan memiliki kesempatan untuk menang. Kai Qi tidak mengerti maksud Le Xuan. Le Xuan berkata bukan apa-apa, hanya saja yang ia dengar Ah Jie tidak suka ikut kompetisi. Le Xuan pun mengajak Young Qian pergi. Young Qian refleks berkata “iya” dan saat sadar ia kesal kenapa dirinya bilang “iya”, dia yang Chief atau aku? Gerutu Young Qian. Hahahah


Kai Qi memikirkan perkataan Le Xuan tentang Ah Jie yang tidak suka ikut kompetisi. Ia heran darimana Le Xuan mendengarnya. Sementara itu Zi Xiang membawa Ah Jie ke rumah. Zi Xiang senang tidak ada orang tua mereka di rumah. Ia tidak harus berpura-pura lagi dan ia bisa bicara dengan nyaman.

“Kakak..”

“Ingatlah dengan janjimu dulu, kalau kamu tidak akan pernah berpartisipasi dalam kompetisi memasak dan tidak akan tinggal di Negara ini untuk mengambil alih bisnis ayah.”

Ah Jie mengiyakannya. Zi Xiang bertanya bagaimana dengan kompetisi ini? Dulu Ah Jie bahkan tidak ikut kompetisi di Perancis, tapi Ah Jie malah ikut kompetisi saat ia kembali ke Taiwan. Apa Ah Jie mencoba mempengaruhi Ayah di belakangnya dengan membawa pulang penghargaan?
Ah Jie tidak berniat seperti itu sama sekali. Namun Zi Xiang tidak peduli apapun alasan Ah Jie, yang penting Ah Jie harus keluar dari kompetisi hari ini.

“Kakak..”

“Tangan ini.. Karena kamu, tangan ini bahkan tidak bisa masuk dapur, tapi kamu malah ikut kompetisi tepat didepanku. Mimpi menjadi koki telah kamu rampas. Hal yang tersisa untukku adalah bisnis ayah, dan sekarang kamu ingin mengambil ini juga? Begitu?”

“Aku benar-benar hanya berpartisipasi dalam kompetisi ini, aku tidak memikirkan tentang bisnis ayah.”

“Dia ingin menyerahkan restorannya padamu. Kamu pikir aku tidak tahu? jika dia memberikanmu yang pertama, lalu dia akan memberimu yang kedua. Jika dia memberikanmu yang kedua, lalu dia akan memberimu yang lebih lagi. Kamu pasti tahu bagaimana cara menyuap hati seseorang. Aku sudah tahu itu sejak aku kecil.”

Ah Jie memohon untuk dibiarkan ikut kompetisi kali ini saja, karena ini menyangkut pekerjaan seseorang. Dia benar-benar hanya ingin membantu menjaga pekerjaan orang itu. Ah Jie bahkan berjanji kalau dia akan pergi setelah satu bulan.


Zi Xiang menggeram dan pergi ke ruang penyimpanan minuman. Ah Jie berusaha menghentikkan Zi Xiang yang dilarang dokter untuk minum. Zi Xiang berkata jika Ah Jie punya nyali, Ah jie harus tetap tinggal disini dan jangan biarkan dia mengambil wine nya.

“Keluar dari kompetisi itu.” ucap Zi Xiang kemudian pergi.

Ah Jie terpaku dan dari luar Zi Xiang menguci pintunya.


Di tempat kompetisi, para finalis mulai mempersiapkan semuanya. Kai Qi tampak cemas melihat Ah Jie yang tak kujung datang. Young Qian menduga kalau Ah Jie takut makanya tidak datang. Seharusnya Kai Qi memilihnya jika Kai Qi tahu dari awal.

“Penampilan fisik yang sangat baik dan kemampuan memasak. Dan jika kamu ingin menjadi asisten koki, kamu tidak perlu menunjukkan wajahmu dan mengikuti kompetisi semacam ini.”

Le Xuan dan Kai Qi serentak menatap tajam Young Qian.

“Apa? Apa aku tidak boleh mengatakan kebenarannya? Kata Young Qian.

“Bersama denganmu..”

Belum sempat Le Xuan melanjutkan ucapannya Kai Qi memotong dan berkata bahwa dia lebih suka menunjukkan wajahnya dan bersaing. Young Qian tak percaya, bagaimana bisa dia menyukai Kai Qi, tipe wanita yang seperti ini. Alhasil mereka berdebat dan Young Qian meminta Kai Qi tak perlu peduli tentangnya, khawatirkan saja karyawan magang yang takut untuk datang. Kai Qi yakin Ah Jie pasti akan datang. Jika Young Qian takut, Young Qian bisa pulang duluan.

“Bagaimana bisa aku takut. Ohhh..aku takut membiarkan semua orang tahu kalau aku tertarik padamu.” Ujar Young Qian.

“Ahh! Semua orang sudah tahu!” Kata Le Xuan tertawa.

“Kamu berada di pihak siapa sih?” Tanya Young Qian kesal. Dia pun melanjutkan pekerjaannya kembali.

Meskipun khawatir, Kai Qi meyakinkan dirinya sendiri bahwa Ah Jie pasti akan datang, karena Ah Jie sudah berjanji padanya. Melihat Ah Jie yang tak kunjung muncul, membuat Young Qian sangat yakin mereka punya kesempatan besar untuk menang. Tapi Le Xuan berpikir itu belum pasti karena dunia memasak memiliki banyak ahli yang tersembunyi sambil melihat kearah Kai Qi yang serius menyiapkan bahan sendirian.

Para juri pun muncul dan salah satunya adalah Hao Wei yang membuat Kai Qi kaget, kenapa harus dia? Young Qian juga merasa Hao Wei terlihat sangat familiar. Le Xuan memberitahu kalau Hao Wei adalah kakaknya.

“Dia kakakmu? Bukankah itu artinya kita..?”

“Hei. Kakakku orang yang tidak akan membiarkan urusan pribadi mengganggu pekerjaannya. Dia tidak akan mengubah nilai hanya karena aku adiknya.”


Setelah mengenalkan ketiga jurinya dan menginformasikan siapa yang menjadi pemenang akan mewakili Taiwan ke kompetisi internasional di Perancis, kompetisi pun dimulai dan berakhir selama 2 jam.

Kai Qi semakin cemas dan terus melihat ke arah pintu, begitu juga Hao Wei yang memperhatikannya dari jauh. Saat ia berada di stage Kai Qi, ia bertanya dimana rekan Kai Qi, apa tidak datang karena juga tidak tahan dengan sikap Kai Qi? Kai Qi tidak menggubrisnya, namun itu malah membuat Young Qian penasaran ada apa dengan mereka berdua. Le Xuan menyuruhnya konsentrasi saja kalau tidak saat kembali ke restoran, dia akan menceritakan pada semua kalau Young Qian masih menyukai Kai Qi. Tanpa sepatah katapun Young Qian langsung beralih ke tugasnya. LOL


Hao Wei berpikir kalau Kai Qi tidak bisa berkompetisi sendirian, bahkan jika rekan Kai Qi datang secara ajaib, ia tidak yakin dengan hidangan Kai Qi.

“Jadi..?”

“Orang yang hanya memiliki mata untuk dirinya sendiri, bagaimana mungkin hidangan yang dibuat mereka menyentuh hati juri?”

“Sudah beberapa tahun sejak kita berhubungan satu sama lain. Kenapa kamu terus mengangguku?”

“Mengganggu? Haruskah orang yang membuat kesalahan tidak mengambil inisiatif untuk menghubungi dulu?”

Kai Qi diam menatap Hao Wei saat mendengar pertanyaan itu, ia lalu teringat tatapan yang sama saat Zi Xiang datang mencari Ah Jie. Ah Jie sedikit berbeda dari dirinya yang normal. Tiba-tiba ia teringat Zi Xiang yang suka mengunci saudaranya sendiri dan terlintas bayangan Ah Jie yang ketakutan saat mati lampu juga pengakuannya kalau kakaknya suka menguncinya di lemari jika ia marah.


Kai Qi panik, tak peduli semua orang yang memandang heran, ia melepas apronnya dan bergegas pergi meninggalkan kompetisi. Ia melajukan motornya dengan cepat , kembali terlintas kenangannya bersama Ah Jie kecil, pertemuan pertama mereka di restoran, dan Ah Jie yang ingin Kai Qi percaya padanya. Mungkinkah Kai Qi sudah mengenali Ah Jie??


Setelah sampai di rumah ortu Ah Jie, Kai Qi beralasan ia meninggalkan sesuatu disini dan berteriak memanggil Ah Jie. Ia meminta maaf dan kemudian memeriksa semua ruangan, namun ia tak menemukannya. Saat Kai Qi ingin pergi terdengar suara pecahan kaca dari sebuah ruangan. Ia yakin itu Ah Jie dan setelah pintu dibuka Ah Jie sudah terduduk lemas didalam.

“Ah Jie.. Ah Jie. Lihat aku. Bangun. Tidak apa. tidak apa-apa sekarang.” ucap Kai Qi cemas.

Ah Jie membuka matanya, “Kai Qi.” Katanya seolah tak percaya Kai Qi benar-benar ada di hadapannya.

No comments:

Post a Comment