Love Myself Or You Episode 7 - 3


“Kai Qi. Kenapa kamu ada disini. Kompetisinya?” tanya Ah Jie tak percaya. Kai Qi meminta Ah Jie tak usah mengkhawatirkan kompetisi itu, yang penting Ah Jie bisa keluar dulu. Ah Jie khawatir kalau Kai Qi tidak ikut kompetisi itu maka Kai Qi akan ditendang dari restoran. Ia tetap bertekad untuk melanjutkan kompetisi meskipun setengah waktunya sudah berakhir.

“Bukannya kita mengatakan harus ada timbal balik satu sama lain? Sebelumnya kamu membiarkanku bergantung padamu. Sekarang, giliranku untuk membiarkanmu bergantung padaku.”

Kai Qi mengiyakannya dan memapah Ah Jie keluar. Ah Jie berpesan pada pembantu untuk tidak mengatakan pada siapa-siapa tentang kejadian hari ini.




Waktu kompetisi tinggal 10 menit lagi. Kai Qi-Ah Jie langsung mempersiapkan semuanya. Semua terheran-heran begitu melihat mereka datang bahkan Young Qian tak yakin mereka bisa melakukannya dengan waktu yang tersisa. Kali ini Ah Jie yang menginstruksikan apa yang harus Kai Qi lakukan karena dengan waktu yang sedikit mereka tak mungkin memasak menu bebek yang sebelumnya dan harus mengganti dengan menu baru, yaitu couscous.

Mereka berhasil menyelesaikan masakannya namun Ah Jie merasa ada yang kurang dan pergi ke stage Le Xuan-Young Qian untuk meminta baguette mereka. Young Qian tidak membolehkannya dan saat Le Xuan ingin memanggil Ah Jie untuk memberikannya saja, ia tak sengaja menyenggol panci yang berisi sup panas hingga menumpahi pahanya.


Ah Jie langsung menggendong Le Xuan dan menaikkannya ke dapur. Hao Wei menghampiri mereka namun Le Xuan menyuruhnya melakukan pekerjaannya saja. Ah Jie lah yang membantu Le Xuan menyirami pahanya dengan air dan memotong celana Le Xuan agar kulitnya tak menempel di celana. Seorang finalis lain datang membantu dan Ah Jie menyerahkan sisanya padanya. Le Xuan tersentuh melihat Ah Jie yang bahkan rela membantunya padahal waktu yang tersisa untuk menyiapkan menu tinggal sedikit lagi.

Tanpa diduga Young Qian mengambil apron dan memasangkannya pada Le Xuan untuk menutupi pahanya yang terbuka. Ia bahkan menggendong Le Xuan untuk turun.

“Kamu ceroboh sekali.”

“Bukannya itu karena kamu tidak meminjamkan mereka baguette-nya?”

“Aku hanya bilang kalau aku tidak akan meminjamkannya tapi aku tidak bilang aku tidak akan memberikan padanya.”

Le Xuan tersenyum dan memanggil Ah Jie. Sebelum Le Xuan memberikannya pada Ah Jie, Young Qian lebih dulu melempar baguette itu padanya. Ah Jie senang dan berterima kasih.


“Kamu suka bertingkah keren.” Ucap Le Xuan.

“Aku tidak sekeren kamu. Karenamu kita tidak memiliki sup lagi.” balas Young Qian.

Tapi meskipun begitu Young Qian memberikan baguette-nya pada mereka karena setidaknya restoran mereka memiliki satu pemenang.

Giliran tim Ah Jie-Kai Qi yang memiliki sup yang dibutuhkan tim Le Xuan-Young Qian. Ah Jie ingin memberikan itu pada mereka, Kai Qi dengan wajah dinginnya langsung mengambil sup itu dan memberikannya pada Le Xuan. Awalnya Le Xuan ragu namun setelah diyakinkan Young Qian ia akhirnya menggunakannya.


Ah Jie lalu menggunakan es krim dalam masakan mereka, membuat Kai Qi teringat saat Ah Jie sempat-sempatnya mengambil es krim dan bahan lainnya sebelum mereka pergi tadi.

“Jadi sejak awal, kamu sudah berpikir bagaimana untuk memasak makanan dalam 10 menit?”

“Tidak peduli apa hasilnya, kita telah mencoba yang terbaik.” Jawab Ah Jie.

Ah Jie melihat ke arah Kai Qi sesaat sebelum ia menuliskan Louis di hidangan mereka. Kai Qi melihat itu dan mengingatnya sebagai tanda yang sama dengan tanda tangan chef Louis yang dikaguminya.

“Kamu?” Kata Kai Qi tak percaya. Ah Jie hanya menjawabnya dengan senyuman dan mereka segera bersiap dengan waktu yang tersisa 10 detik.


Di restoran, semua harap-harap cemas menanti keputusan siapa yang menang. Xiao Li pun bertanya pada Linda siapa pemenangnya. Meskipun ia kesal namun ia mencoba merasakannya.

“Pemenangnya adalah….”

“Le Xuan. Kai Qi.” Tebak Xiao Shu dan Da Zhi bersamaan.

Linda menggelengkan kepalanya membuat semua semakin penasaran, namun Linda malah berkata bahwa dia tidak bisa merasakan apa-apa. Ckckck

“Hey! Ini bukan seperti aku gadis gurita piala dunia! Kenapa tanya aku.” Teriak Linda yang juga kesal.

Karena mereka harus menunggu, Xiao Shu mengusulkan untuk menyumbang sebagai dana perayaan. Jika Kai Qi menang dan menjadi asisten koki, anggap saja mereka membuka jalan untuk masa depan mereka dan melembutkan hati Kai Qi yang terbuat dari batu. Jika Le Xuan yang menang pasti mereka akan mendapat ucapan terima kasih yang imut dari Le Xuan. Xiao Shu tersenyum nakal menghitung sumbangan yang masing-masing 100 NTD, tapi ia malah hanya menyumbang sebuah koin.


Ketiga juri mencicipi dan menilai semua hidangan yang telah disiapkan. Karena banyak kejadian yang terjadi selama kompetisi, pastinya ketiga juri memiliki pendapat yang berbeda. Namun mereka tetap harus menilai berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Ah Jie tersenyum melihat Kai Qi yang tampak gugup dan menarik paksa tangan Kai Qi untuk tos untuk menyemangatinya bahwa mereka masih ada harapan. Tanpa mereka sadari Hao Wei tengah memperhatikan mereka.


Tak ubahnya dengan suasana di restoran, di kompetisi juga sangat tegang saat David, juri pertama, menentukan pilihannya. David ragu memilih antara tim Le Xuan atau Kai Qi. Namun pada akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada tim Le Xuan. David menilai bahwa hidangan tim Le Xuan tidak hanya lezat tapi juga punya pesona feminin yang unik, meskipun tampak low-key tapi penuh kejutan. Young Qian tersenyum bangga, pilihannya menggunakan semangka berhasil dengan sukses.

Selanjutnya, Mr Gabelus. Ia langsung berdiri pada tim Kai Qi dan berbicara dalam bahasa perancis bahwa dia bisa melihat hasil akhir dari hidangan mereka sangat berbeda dari rencana yang biasa mereka buat. Ia sangat terkesan dengan kemampuan mereka yang bertindak sesuai keadaan dalam waktu yang sempit. Untuk itu ia memilih tim Kai Qi. Kai Qi tak mengerti apa yang Mr Gabelus katakan dan bertanya pada Ah Jie. Ah Jie pun menjelaskan kembali perkataan Mr Gabelus.


Karena tim Le Xuan dan Kai Qi mendapatkan masing-masing satu suara, maka Hao Wei lah yang menjadi penentu siapa pemenangnya. Tapi saat Hao Wei bersiap memilih, Le Xuan menghentikannya. Ia berkata bahwa hanya ada 10 menit tersisa, jika dia ada diposisi mereka, dia merasa tidak akan bisa melakukannya. Mereka bukan hanya mampu menyelesaikan hidangan mereka, tapi juga bisa menolong orang. Ia tidak ingin menjadi orang yang “menang tanpa berjuang”. Young Qian tidak setuju. Itu bukan salah mereka jika tim Kai Qi hanya punya waktu 10 menit. Itu adalah pilihan mereka sendiri.

“Saya memutuskan unuk keluar dari kompetisi.” Kata Le Xuan tiba-tiba.

“Tidak perlu. Saat saya meninggalkan kompetisi di tengah jalan, itu adalah pilihan saya sendiri. Saya akan menanggung semua konsekuensinya. Kalian tidak akan menang tanpa berjuang. Lagipula, kami belum tentu kalah.” Jawab Kai Qi.

Hao Wei kembali melanjutkan tugasnya. Ia setuju pada Mr Gabelus, untuk bisa menyelesaikan hidangan dalam waktu 10 menit memang perlu teknik yang luar biasa. Tapi selain daripada itu, mereka harus bersikap adil. Hidangan yang tim Kai Qi buat menggunakan pewarna buatan, jadi tidak alami. Ia pun menjatuhkan pilihannya pada tim Le Xuan.


Kai Qi sangat sedih. Tidak dengan Young Qian yang bangga karena berhasil memenangkan kompetisi ini. Ia merentangkan tangannya untuk memeluk Le Xuan, tapi Le Xuan melihat ke arah Ka Qi dengan perasaan sedih juga. Alhasil Young Qian hanya “yes” sendirian.
Saat ketiga juri pergi, Hao Wei melirik Kai Qi sekilas dan Kai Qi juga memandangi kepergiannya. Ah Jie bisa merasakan kekecewaan Kai Qi, ia mencoba menyemangatinya namun seolah ia tak apa-apa, Kai Qi menyuruh Ah Jie segera mengepak barang-barangnya.


Le Xuan masih terpaku di tempatnya. Young Qian bertanya apa Le Xuan tidak senang? Sekarang, takkan seorangpun yang akan meragukan kemampuan Le Xuan lagi. Le Xuan tampak tak memikirkan itu sama sekali.

Dari kejauhan Hao Wei melihat Kai Qi yang bersama Ah Jie. Ah Jie melihatnya dan Kai Qi melihat arah pandang Ah Jie, tahulah ia bahwa Hao Wei tengah memperhatikannya.
Sepanjang jalan Kai Qi hanya diam. Ah Jie bertanya apa yang Kai Qi pikirkan, bukannya menjawab Kai Qi malah bertanya balik apa yang Ah Jie pikirkan. Ah Jie teringat saat ia menulis Louis tadi dan berpikir mungkin Kai Qi tengah memikirkan itu.


Mereka langsung disambut meriah begitu sampai di restoran.
“Kenapa kalian? Minggir.” Ucap Kai Qi.
Semua heran melihat sikap Kai Qi. Kai Qi berhenti lama menatap Bao Zhu sebelum menyuruh Ah Jie mengemasi barangnya untuk pergi.

Da Zhi marah pada Xiao Shu yang menyinggung Kai Qi. Tepat saat itu Le Xuan dan Young Qian tiba. Xiao Shu spontan memuji-muji mereka, membuat yang lain muak dengan tingkahnya ini. Ia bahkan mencium sendok emas yang dibawa Young Qian. Young Qian yang kesal kemudian megelap bekas ciuman Xiao Shu di sendok itu. Sama muaknya dengan tingkah Young Qian dan Xiao Shu, Le Xuan pun pergi. Ia berhadapan dengan Kai Qi-Ah Jie yang sudah siap pergi.

“Apa yang kalian lakukan?”

“Aku seseorang yang bersedia membayar untuk taruhannya. Kami telah berjanji, kami akan pergi jika kami kalah.


Tanpa perasaan sedkitpun Xiao Shu malah membukakan pintu yang langsung diprotes oleh yang lain.
 
Le Xuan menahan Kai Qi, “Aku sudah bilang kalau masih ada 10 menit tersisa. Aku pasti tidak akan mampu menciptakan hidangan yang kalian buat. Selain itu, jika bukan karena sup tomat dari kalian, kami tidak akan mampu menjadi juara. Jadi.. jangan pergi.” Ucap Le Xuan.

Semua terdiam, hingga Young Qian lah yang memutuskan bahwa tidak ada yang boleh meninggalkan Figaro Cuisine. Xiao Shu kembali bersikap dengan bertepuk tangan sendirian.

“Kai Qi, apa kamu dengar itu?” tanya Young Qian.

“Iya.” Jawab Kai Qi mantap.

No comments:

Post a Comment