Love Myself Or You Episode 8 - 1


Kai Qi akhirnya tidak jadi pergi. Mendapat juara pertama dan kedua, Young Qian percaya bahwa nanti akan banyak pelanggan yang datang lebih dari sebelumnya. Ia juga mengingatkan Kai Qi untuk memberitahu Ketua. Le Xuan senang dengan keputusan Kai Qi. 10 menit terakhir di kompetisi benar-benar membuka matanya . Ia mengulurkan tangan pada Kai Qi, mengajaknya mulai dari awal kembali.

“Jadi, mulai sekarang?”

“Baiklah. Aku tidak akan memanggilmu itu lagi. sebenarnya aku percaya menjadi “vas bunga” itu cukup sulit untuk dicapai.”

“Ya ampun! Du Kai Qi!”

Xiao Shu berlonjak kegirangan dan berharap kedepannya... Belum selesai bicara, Kai Qi memotong dengan berkata bahwa kedepannya dia ingin melihat siapa yang akan membukakan pintu dan mengatakan padanya untuk pergi. Dia harusnya menghargai setiap kesempatan saat memarahi Xiao Shu. Alhasil Xiao Shu jadi sangat ketakutan dengan ancaman Kai Qi itu ditambah semua rekannya yang lain ikut meledeknya juga. Hahahha, poor Xiao Shu.




Hao Wei memandangi foto dirinya bersama Kai Qi.

Flashback..
Hao Wei masuk ke ruang klub sambil asyik membaca komik. Ia langsung berbaring tanpa tahu kalau ada orang yang tengah tidur dibalik selimut. Ternyata itu Kai Qi. Kai Qi tidak jadi marah saat melihat Hao Wei membaca edisi terbaru dari One Piece. Hao Wei pun membiarkan Kai Qi membacanya. Dia bertanya apa Kai Qi suka One Piece. Kai Qi menganggukkan kepalanya.

“Siapa karakter favoritmu?”

“Chopper.”

“Aku sangat suka dengan Luffy.”

Flashback end..

Le Xuan kemudian muncul membuyarkan lamunan Hao Wei. Ia cepat-cepat menyelipkan fotonya. Le Xuan kesal kakaknya yang pergi begitu saja, membuat dia sangat khawatir.

“Apa kamu tidak lihat aku baik-baik saja?”

“Bahkan setelah bertemu Chopper juga?”

“Tentu saja. Aku baik-baik saja.”

Le Xuan menatapnya tidak yakin. Hao Wei mengatakan ia baik-baik saja dan sebagai perayaan karena Le Xuan memenangkan kompetisi, dia akan membuatkan sesuatu untuk Le Xuan.


Dan ternyata sesuatu itu adalah mie instan yang dicampur dengan saus steak. Saat mereka makan, tiba-tiba Le Xuan bertanya apa yang harus dilakukan saat “memulai” dengan orang yang disukai. Hao Wei menggodanya dan dengan malu-malu Le Xuan menjawab “memulai kencan”. Seingat Hao Wei tipe pria idaman Le Xuan itu harus punya IQ 150, ada di jurusan teknik, dan tinggi 180 cm, persis seperti dirinya. Tapi Le Xuan berkata itu masa lalu. Meskipun tinggi orang itu juga sekitar 180, tidak penting dia belajar teknik atau tidak. Intinya mereka berdua suka memasak. Dan untuk IQ nya, dia tidak yakin apa sampai 150, tapi senyumnya benar-benar manis. Hao Wei sampai geleng kepala mendengarnya.

“Di dunia ini, mungkin satu-satunya orang yang memiliki perubahan tercepat dihatinya adalah adikku.”

“Kakak..”

Hao Wei pun mengusulkan agar Le Xuan mentraktirnya makan. Biasanya mengobrol sambil makan adalah awal dari jatuh cinta.


Ah Jie bertemu Kai Qi di lift. Kai Qi hanya mengucapkan selamat malam padanya yang kemudian diikuti Xiao Yi. Ah Jie heran kenapa Kai Qi tak bereaksi apa-apa padahal Kai Qi melihatnya menulis Louis . Kai Qi juga bisa menemukannya. Bukankah itu artinya Kai Qi mengingat siapa dia sebenarnya? Tapi dia bahkan tidak menyebutkannya. Apa yang terjadi?

Ditengah kebingungan Ah Jie, ternyata Kai Qi diam-diam mengintipnya dibalik pintu. Kai Qi tak habis pikir Ah Jie menipunya, berpura-pura bodoh dengan meremas lemon padahal sebenarnya sangat ahli. Ah Jie tahu kalau dia ingin menemui chef Louis tapi pura-pura tidak mendengar. Kai Qi sangat malu mengingat dia yang selalu sok mengajari Ah Jie. Sadar kalau Ah Jie hanya ingin berinteraksi dengannya, Kai Qi pun ingin membalas perbuatan Ah Jie.


Esok harinya, Ah Jie datang ke restoran setelah Kai Qi yang datang pertama. Tak lama Le Xuan muncul, ia segera menghampiri Ah Jie dan mengajaknya makan malam sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolongnya saat kompetisi. Ah jie merasa itu hanya hal kecil, siapapun yang berada dalam situasi itu akan melakukan hal yang sama. Tapi menurut Le Xuan tidak semua orang seperti itu, Ah Jie bahkan rela membantunya saat dia kehabisan waktu. Lagipula ini bukan pertama kali Ah jie menolongnya. Tak enak dengan Le Xuan yang tetap bersikeras, Ah Jie pun setuju. Le Xuan langsung jalan duluan dan senyum-senyum kasmaran.


Kai Qi turun saat Ah Jie masuk. Ah Jie bertanya kenapa Kai Qi pergi duluan. Ia mencoba menghubungi Kai Qi tapi tak dijawab dengan harapan mereka bisa pergi bersama. Dengan tingkah yang manis, Kai Qi berkata kalau dia tidak tahu Ah Jie menunggunya. Jika saja dia tahu Chef Louis menunggunya, dia tidak akan pergi duluan. Kai Qi memeriksa ponselnya dan memang ada panggilan tak terjawab dari Ah jie yang ia ganti jadi Louis. Ia meminta maaf kalau membuat Ah Jie kesal da mengedipkan matanya sebelum pergi. Tak hanya Ah Jie yang bingung, Le Xuan yang tadinya memperhatikan mereka juga heran dengan sikap Kai Qi.

Le Xuan ingat kalau Ah Jie menandatangani Louis saat di akhir. Bukannya Ah Jie tidak ingin Kai Qi tahu lalu kenapa Ah Jie melakukannya? Ah Jie berpikir bahwa Kai Qi sudah tahu kalau mereka adalah teman waktu kecil. Jika dia terus berbohong, tidak akan ada gunanya. Tapi ia tak menyangka kalau Kai Qi akan bersikap seperti ini. Le Xuan jadi takut, jika Kai Qi sudah tahu itu tandanya hubungan mereka akan jadi semakin dekat.


Xiao Li asyik memandangi Young Qian yang tengah memberikan pengarahan pada Da Zhi dan juga Xiao Shu. Da Zhi dan Xiao Shu malah meledek Young Qian dari belakang. Bao Zhu datang dan terheran-heran melihat Xiao Li yang senyum-senyum sendiri.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Bao Zhu Jie, saya benar-benar bahagia. Saya bisa bekerja di restoran dengan begitu banyak pria tampan.”

“Jadi?”

“Jadi saya harus bekerja lebih keras!” ucap Xiao Li lanjut bekerja lagi.

Tapi saat Bao Zhu kemudian melihat kearah mereka bertiga, ia malah bertingkah lebih aneh daripada Xiao Li. Entah apa yang diperhatikannya sampai ia sendiri tak sadar kalau menggigit daun bunga yang dipegangnya. HAHAHAH.


Young Qian mengumpulkan semuanya yang bertugas menjadi koki kecuali Bao Zhu, Xiao Li, Xiao Xiang, dan Ah Jie. Dia memutuskan untuk merubah menu dan membagi bagian-bagiannya. Hidangan pembuka ditangani Kai Qi, Le Xuan hidangan utama, Sup Da Zi, makanan penutup Linda, dan untuk salad.. . Merasa dirinyalah yang pasti mendapat bagian ini, Xiao Shu maju dengan percaya diri. Tepat disaat itu Ah Jie datang. Young Qian memuji kemampaun Ah Jie dan memberikan bagian salad padanya.

“Saya?”

“Ya, kamu Louis.”

Da Zhi yang kaget bertanya apa benar Ah jie adalah Louis yang Kai Qi kagumi? Young Qian pun membenarkannya. Ah Jie menatap Kai Qi namun Kai Qi cepat-cepat membuang muka. Setelah semua orang pergi, Xiao Shu meratapi nasibnya yang tidak beruntung. “Louis. Looser.” Ucapnya pada diri sendiri. LOL


Young Qian memajang sendok emas mereka sementara diluar Ah Jie mencoba mendekati Kai Qi yang terus menghindarinya. Ah Jie meminta maaf. Ia tidak bermaksud untuk membohongi Kai Qi. Bisakah Kai Qi memaafkannya atas dasar mereka teman masa kecil?

“Teman masa kecil? Ohhh, aku sudah lupa. Kamu benar-benar tuan muda.”

Ah Jie tak mengerti maksud Kai Qi. Xiao Li yang ada didekat mereka berteriak kesal untuk berhenti menggoda selama jam kerja dan meminta Ah Jie membantunya mengelap kaca.
Kai Qi masih berpura-pura baru mengingat Ah jie. Dia pun menyuruh Xiao Li membersihkan sendiri. tugas itu terlalu rendah untuk Tuan Muda mereka.

“Tuan muda, aku akan pergi sekarang.” kata Kai Qi sambil menunduk.

“Tuan Muda? Mereka begitu dekat sampai mereka bermain peran sekarang?” gerutu Xiao Li.


Bao Zhu memberikan satu kupon poin pada Kai Qi. Sekarang Kai Qi memiliki sembilan poin. Dengan satu lagi ia akan mendapatkan edisi terbatas manga yang sudah ditandatangani. Tapi karena Kai Qi sibuk dengan kompetisi jadi ia tidak sempat membaca manga yang disewanya. Lagipula pada akhirnya seseorang akan menjualnya secara online, lalu dia akan membelinya.


Kai Qi benar-benar mengerjai Ah Jie. Saat Bao Zhu meminta Ah Jie memindahkan piring, Kai Qi langsung mengambil piringnya. Bagaimana bisa Tuan Muda mereka melakukan pekerjaan seperti itu. Bao Zhu yang heran pun pergi diam-diam. Ah Jie semakin bingung karena Kai Qi tak sedikitpun membiarkannya mengambil alih tugas itu, saat dia ingin mengambil gelas, Kai Qi duluan yang mengambil sambil tersenyum mengedipkan matanya. “Jadi drama apa yang ditayangkan sekarang?” pikir Bao Zhu tak mengerti.

Akhirnya Kai Qi kalah cepat dari Ah Jie saat pengirim barang datang. Kai Qi menghampirinya dan berkata kalau tanda tangan Ah Jie salah, seharusnya ia menandatanganinya dengan Fu… Takut ketahuan identitas yang sebenarnya, Ah Jie spontan menutup mulut Kai Qi dengan tangannya.
Tingkah mereka tak luput dari perhatian Bao Zhu.


“Du Kai Qi, apa kamu bermain dengan Ah Jie? Sebelumnya suasana sangat aneh dan sekarang kamu diam-diam tersenyum.”

“Siapa yang menyuruhnya utuk menipuku? Aku hanya membalasnya kembali.”

“Ohh.. Dia menipumu? Apakah ini semacam bahasa cinta rahasia?”

“Aku tidak berkencan dengannya.”

“Lalu berapa lama lagi kamu akan bermain?” Kai Qi lantas tersenyum jail medapat pertanyaan seperti itu.


Restoran sudah tutup dan saatnya untuk pulang. Ah Jie mencoba berbicara dengan Kai Qi lagi dan memanggil Kai Qi dengan “Kai Qi-ah”. Kai Qi segera berbalik, bertanya kenapa Ah Jie memanggilnya dengan cara yang begitu menjijikkan. Ah Jie minta maaf lagi, ia sungguh tidak bermaksud untuk menipu Kai Qi. Kai Qi lalu membelakanginya dan tersenyum diam-diam. Saat Ah Jie ingin mengatakan sesuatu, Le Xuan muncul menagih janji makan malam mereka. Wajah Kai Qi berubah cemberut melihat Le Xuan bersama Ah Jie. “Dia jelas memiliki mobil sendiri namun ingin pergi dengan mobil orang lain. Jika dia benar-benar ingin minum, tidak bisa hanya menemukan sopir?” pikir Kai Qi dalam hati, mendengar Le Xuan yang meminta ikut dengan mobil Ah Jie.


Saat di restoran, Le Xuan bercerita kalau impiannya adalah membuka restoran kecil seperti ini. Terlalu melelahkan jika hanya satu orang yang menjalankannya. Akan lebih baik jika dia bisa membuka sebuah restoran dengan seseorang yang memiliki mimpi yang sama dengannya. Dia pun bertanya apa impian Ah Jie. Ah Jie tidak pernah berpikir tentang hal ini sebelumnya, karena dia tidak pernah tinggal di tempat untuk waktu yang sangat lama.

“Lalu, apa kamu punya pacar. Gadis seperti apa yang kamu suka?”

Ah Jie memperhatikan Le Xuan yang sudah memisahkan tulang dari ikan miliknya. Le Xuan meminta maaf, ia memiliki saudara yang sangat lengah jadi ia punya kebiasaan menyiapkan makanan untuknya. Tapi menurut Ah Jie kakak Le Xuan tidak terlihat seperti itu. Le Xuan mengatakan memang sekarang tidak, tapi di kampus dulu kakaknya melakukan penelitian, tidak makan dan tidur. Apalagi setelah ulang tahun Chopper.

“Chopper?”
“Ahh, itu Du Kai Qi.”

Pada akhirnya Kai Qi patah hati dan kakaknya menghilang. Setelah dia kembali, dia tenang seolah-olah dia tidak peduli. Namun Ah Jie merasa kalau ini berbeda dari apa yang ia dengar. Le Xuan pun beralih bertanya pada Ah Jie yang dulu berkata tidak ingin memberitahu Kai Qi karena dia akan meninggalkan Taiwan. Tapi sekarang Ah Jie mengatakannya, apa itu berarti Ah Jie akan tinggal? Ah Jie menampiknya, dia tidak memberitahu Kai Qi, Kai Qi lah yang sudah tahu sebenarnya.

“Kalau begitu, kamu masih mau pergi? Bisakah kamu tinggal?”

“Ini… aku juga tidak tahu.” jawab Ah Jie ragu.

No comments:

Post a Comment