Love Myself Or You Episode 8 - 2


Ah Jie pulang dengan wajah lesu. Ia masih kepikiran dirinya yang akan pergi juga meninggalkan Kai Qi. Dalam hatinya ia meminta maaf karena sudah menyembunyikan identitasnya . Sejenak ia mampir ke rumah Kai Qi. Xiao Yi lah yang membuka pintu karena Kai Qi sedang mandi. Berpikir kebetulan sekali, Ah Jie tiba-tiba mengajak Xiao Yi keluar.


Dengan kompaknya Ah Jie dan Xiao Yi berdiri bingung memilih minuman apa yang akan mereka pesan. Tapi ternyata Xiao Yi bingung karena ia tidak bisa melihat tulisannya. Ah Jie pun menggendongnya dan Xiao Yi memilih jus lemon campur kiwi.
Xiao Yi menebak kalau Ah Jie tiba-tiba membelikannya minuman karena ada maunya. Ternyata benar, Ah Jie ingin meminta bantuan Xiao Yi. Entah apa yang mereka bicarakan selanjutnya, tapi begitu Xiao Yi sampai di rumah ia langsung mengajak Kai Qi yang baru selesai mandi bermain petak umpet.




Kai Qi tak bisa menolak saat Xiao Yi memohon dengan wajah imutnya. Kai Qi jaga sedangkan Xiao Yi yang bersembunyi. Sambil mengintip-ngintip Kai Qi, ia mengambil sebuah kertas, “Misi selesai” katanya senang.


Ia segera menyelipkan kertas itu dari bawah pintu, namun keburu ketahuan karena Kai Qi sudah selesai menghitung. Kai Qi sedikit curiga melihat Xiao Yi tidak bersembunyi. Tidak tahu kalau Xiao Yi tengah menjalankan sebuah misi, ia pun langsung menggelitiki Xiao Yi karena Xiao Yi kalah. Kertas yang tadinya masih terselip sedikit akhirnya terdorong keluar karena kaki Xiao Yi yang kegelian. Ah Jie yang menunggu diluar pun mengambil kertas itu.


Kai Qi tengah memasak sup dan mencicipinya. Ah Jie muncul, ia langsung meraih tangan Kai Qi untuk mencicipi juga, lalu ikut membantu Kai Qi mengaduk dan menjelaskan sup itu. Kai Qi tak menyangka itu Louis. Ah Jie tersenyum memintanya fokus saja dengan wajah mereka yang sangat dekat. Awalnya Kai Qi juga balas tersenyum tapi kemudian ia langsung menubrukkan kepalanya ke kepala Ah Jie.

“Kompetisi sudah berakhir, apa kamu mencoba untuk mengajariku?” omel Kai Qi.

Ternyata itu hanya mimpi Kai Qi. Kai sontak terbangun, ia heran kenapa bisa mimpi seperti itu. Apa dia benar-benar ingin makan masakan Perancis-nya Louis? Ini gila, pikir Kai Qi.


Di restoran, Da Zhi sibuk memotong sayuran untuk makan siang nanti, sedangkan Xiao Shu malah asyik main game. Da Zhi pun mengancamnya tidak boleh makan. Seorang wanita datang ke restoran. Ia berkata pada Xiao Qiang kalau ia mendengar ada seseorang dengan naluri kuat disini. Xiao Qiang berpura-pura kalau dialah orang itu. Xiao Li menghampiri mereka dan segera memanggil Linda.

Wanita itu memberitahu kalau dia punya firasat sesuatu akan terjadi padanya segera. Dia mendengar dari orang lain bahwa Linda sangat cermat. Dia ingin tahu apakah dia bisa melalui ini dengan selamat. “Tolong bantu saya”, katanya sambil memegang Linda. Suasana menjadi horror begitu Linda menyentuh tangan wanita itu. Linda langsung terpejam seperti merasakan sesuatu.

“Di jalan keadilan, pembalasan akan datang. Pembalasan belum datang. Hanya saja waktunya tidak tepat.”

“Apa artinya ini?”

Tiba-tiba wanita itu terkejut ketakutan dan berlari pergi saat melihat Da Zhi turun. Linda jatuh pingsan seketika. Bao Zhu menginstruksikan Xiao Li dan Xiao Li pun mengetuk kening Linda dengan jarinya. Tuingg, Linda pun sadar kembali.


Xiao Li berpikir kalau Da Zhi mengancam seseorang, ia langsung takut saat menduga Da Zhi berbuat yang tidak-tidak pada gadis itu. Da Zhi berkata itu tergantung pada gadis yang seperti apa dan melihat Xiao Li dari atas sampai bawah. Xiao Li kesal, aku punya dada, aku punya wajah, kenapa aku tidak bisa dipaksa? Hahahah


Bao Zhu tiba-tiba teringat Ah Jie, Xiao Qiang memberitahunya kalau Ah Jie tadi pergi. Ternyata Ah Jie pergi ke klub anime tempat biasa Kai Qi menyewa manga. Ia mendaftar menjadi anggota disitu hanya untuk mendapat 1 kupon agar melengkapi kupon Kai Qi. Jadi, kertas yang diambil Xiao Yi waktu itu adalah kertas kupon Kai Qi. Ah Jie bertanya pada adminnya apa ia bisa menukar kuponnya dengan manga edisi terbatas tanda tangan penulisnya? Ternyata untuk mendapat manga itu haruslah menang kuis yang sedang berlangsung. Orang-orang sudah banyak yang menunggu, Ah Jie bahkan tidak diperbolehkan mendekat oleh yang lain.

Saat pertanyaan yang berkaitan tentang manga itu disebutkan, semua langsung mengangkat tangan kecuali Ah Jie yang sama sekali tak mengerti dengan pertanyaannya. HAHAHA
Seseorang yang duduk di samping rak menjawab benar pertanyaan itu. Sampai ke pertanyaan terakhir pun yang berkaitan dengan Chopper orang itu berhasil menjawab dengan benar. Ah Jie penasaran sekali siapa dia, dan disaat terakhir orang itu memalingkan wajahnya. Hao Wei.


Hao Wei membawa pulang sepuluh manga terbatas itu. Karena tak bisa mendapatkan manganya, Ah Jie mencoba mendekati Hao Wei untuk membelinya dan mengaku sebagai teman Le Xuan. Hao Wei bertanya kenapa Ah Jie menginginkannya. Ah Jie tak berkata karena Kai Qi, ia hanya bilang seorang sahabatnya sangat menyukai manga2 itu. Hao Wei langsung tahu kalau itu adalah Kai Qi. Dengan sopan Hao Wei menolak menjualnya karena ada tangan penulis, jadi itu sangat berharga. Ah Jie menawarkan untuk tukaran dengan sesuatu yang Hao Wei sukai, sampai akhirnya Ah Jie mengaku kalau dia seorang ahli makanan. Dia tahu tempat yang bagus dan akan mentraktir Hao Wei. Hao berkata manga ini hanya dikoleksi untuk orang yang memahaminya, bukan untuk orang yang cuma tahu bagaimana membuat orang lain senang dan mempermainkan mereka. Ah Jie tak berhasil manga itu.


Setibanya di rumah, Hao Wei mengingat saat dia ingin menyatakan perasaannya pada Kai Qi. Hao Wei merasa ini percuma saja, tidak peduli bagaimana dia menghargai Kai Qi, Kai Qi tidak akan senang. Dan bagaimanapun dia berusaha untuk dekat dengan Kai Qi, Kai Qi tetap tidak akan senang. Hao Wei kesal dan melemparkan manga2 itu, lalu diapun menjualnya. Seseorang dengan nama Fiona, langsung merespon. Dia tak yakin Hao Wei menjual manga itu dengan harga yang murah padahal edisi terbatas. Hao Wei membalas, jika tak yakin berikan saja alamatnya, dia akan membawanya besok.


Esok harinya, Hao Wei sudah berada di Figaro Cuisine. Hao Wei yakin kalau Kai Qi lah yang akan membeli manganya. Le Xuan yang ada di lantai dua melihat Hao Wei datang. Ia senang berpikir kakaknya mencarinya. Tapi begitu melihat Kai Qi keluar, wajahnya berubah seketika. Ah Jie juga bingung ada apa dengan mereka. Xiao Qiang berpikir kalau akhir-akhir ini restoran mereka terus kedatangan orang asing. Semuanya punya rahasia. Pria yang datang membawa kalung Bao Zhu, wanita yang bertemu Da Zhi, Louis yang sangat ahli dalam makanan, bahkan Kai Qi.

Tanpa basi-basi Kai Qi langsung memberikan uangnya. Tapi Hao Wei tiba-tiba tidak ingin lagi menjualnya. Kai Qi pun tak keberatan dan pergi. Hao Wei menghentikannya dengan berkata ia akan menjualnya jika Kai Qi bisa menyakinkannya dengan keahlian memasak Kai Qi. Le Xuan tak habis pikir, kakaknya yang benar-benar bodoh masih ingin makanan yang dibuat Kai Qi.


Demi mendapatkan manga itu, Kai Qi akhirnya setuju dan menyiapkan makanan untuk Hao Wei. Saking seriusnya, ia tak ingin satu orangpun mengganggunya. Kai Qi menyiapkan hidangan steak dengan saus béarnaise, tapi itu bukanlah yang Hao Wei inginkan. Menurutnya itu terlalu biasa, ini jelas-jelas cocok untuk Kai Qi yang tidak berubah sama sekali, hanya melakukan yang dia sukai. Da Zhi tersulut emosi, hampir saja dia akan menghajar Hao Wei kalau tidak ditahan Xiao Shu.

Meskipun kesal Kai Qi segera menyiapkan hidangan kedua. Xiao Li yang selalu ingin tahu segalanya, penasaran ada apa antara Kai Qi dengan Hao Wei. Ia antusias berpikir Bao Zhu akan memberitahunya, namun Bao Zhu ternyata mengancamnya kalau mereka tidak bersiap-siap saat mereka membuka bisnis nanti, mereka akan mati ditangannya. Keduanya pun langsung pergi.


Kai Qi membuat hidangan yang pedas untuk Hao Wei. Hao Wei tetap tidak suka, hanya karena sesuai dengan seleranya bukan berarti ini yang diinginkannya. Setelah Kai Qi pergi membuat hidangan lain lagi, Hao Wei memakan dengan lahap hidangan itu. Ah Jie pun teringat cerita Le Xuan tentang Hao Wei yang patah hati. Le Xuan terheran –heran, apa Hao Wei takut kalau tidak ada yang tahu bahwa dia masih menyukai Kai Qi?


Di dapur, Kai Qi berusaha keras memikirkan hidangan apa yang diinginkan Hao Wei, sampai tersedialah didepan Hao Wei mie instan dengan saus steak.

Flashback..

Hao Wei membeli mie instan di minimarket tempat Kai Qi bekerja. Ia datang dengan tampilan kusutnya karena tinggal di lab selama dua hari. Kai Qi mengambil mie instan itu dan memasaknya dengan saus steak. Flashback end..

Tanpa protes sedikitpun, Hao Wei memakannya. Hanya satu suapan, ia memberikan manga itu pada Kai Qi dan langsung pergi. Ah Jie bingung kenapa hanya dengan sepiring mie bisa membuat Hao Wei luluh.


Setelah restoran tutup, Ah Jie kebingungan mencari Kai Qi yang bahkan belum mengganti pakaiannya tapi sudah menghilang. Ternyata Kai Qi membaca manga itu dipojokan. Setelah Kai Qi selesai dan hendak pulang, Ah Jie mengambil kunci motornya dan menyuruh Kai Qi masuk mobilnya. “Cuma jalan-jalan bersamaku.” Ucap Ah Jie.

Mereka pergi ke danau. Dan tiba-tiba Ah Jie dikejutkan dengan Kai Qi yang meminta maaf. Kai Qi berkata ia hanya bercanda, ia tidak beneran marah. Tapi Ah Jie berpikir Kai Qi berhak untuk marah. Dia menyembunyikan sejak lama, seharusnya dialah yang meminta maaf.


“Itu betul. Seharusnya aku tak melepaskanmu begitu saja. Ah, bagaimana kalau begini? Untuk mengekspresikan permintaan maafmu, tulis ini di dahimu, ‘aku pembohong besar’. Lalu tulis ‘pukul aku’ dan ‘bodoh’ di badanmu. Berjalanlah di jalan raya selama tiga hari, dan aku akan memaafkanmu. Bagaimana?”

Ah Jie tak menyangka hukuman Kai Qi akan seperti itu. Dia sangat kurus dan lemah, juga tak akan tahan angin. Nenek-nenek yang berumur 80 tahun saja bisa memukulnya dan membuatnya terbang. Dia memohon dengan menunduk pada Kai Qi. Kai Qi juga memohon sambil menunduk dan mereka terus semakin menunduk.

“Kau menyebalkan.” Kata Kai Qi tertawa

“Baiklah. Setelah bertahun-tahun tidak memanggilmu tuan muda, aku sangat merindukannya.”

Tiba-Tiba Ah Jie bertanya soal Hao Wei yang kata Kai Qi bukan pacarnya, tapi kenapa Kai Qi jadi sangat sedih? Sedih? Kai Qi pun menceritakan saat di tahun keduanya di universitas, dia mengalami hari ulang tahun terburuk dalam hidupnya. Penagih hutang datang ke rumah mereka, meminta uang dan merusak barang-barang. Mereka terus mengancam. Akhirnya dia dan ibu menjual semua yang mereka miliki, tapi tetap masih kurang. Jadi dia mengajukan untuk berhenti kuliah.


Flashback..

Kedua teman Hao Wei menyeret Hao Wei untuk masuk kelas. Tepat saat itu Hao Wei melihat Kai Qi. Ia bertanya khawatir kenapa Kai Qi berhenti kuliah. Tapi reaksi Kai Qi sama sekali berbeda, ia tak suka ditanya-tanya seperti itu.

“Apakah kamu tahu berapa lama ia menunggumu di hari ulang tahunmu?” Ujar teman Hao Wei.

“Apa hubungannya denganku?”

“Hei, dia gagal mekanika fluida karena kamu. Apa kamu tahu itu?”

“Aku tidak tahu dan aku tidak mau tahu. Sekarang apa? Apakah aku memintamu merayakan ulang tahunku? Apakah aku memintamu untuk menungguku? Kalau kamu tidak berusaha keras untuk belajar, kenapa kamu menyalahkan aku?” Kai Qi pun bergi begitu saja.

“Du Kai Qi. Ada apa denganmu?” tanya Hao Wei

“Apa hubungannya denganmu? Berhentilah kalian semua menggangguku. Menjauhlah dariku.” Teriak Kai Qi.

Flashback end..


Saat itu Ayah Kai Qi terlilit hutang. Dia hanya tak ingin mengatakannya pada orang lain. Ia tak ingin dikasihani dan tidak ingin dipandang rendah. Karena itulah dia tak mengatakannya pada Hao Wei. Tapi Hao Wei mulai mengabaikannya hanya karena itu. Makanya dia lebih memikih tidak punya teman.

“Rasanya juga tidak enak tertipu olehmu!” teriak Kai Qi tiba-tiba, membuat Ah Jie minta maaf lagi. Kai Qi berkata yang paling dia benci dari ditipu adalah saat kepercayaannya hancur.

“Tidak peduli kamu adalah Ah Jie, Fu Zi Jie, atau Louis. Itu semua baik-baik saja. Karena itu kamu. Aku bisa percaya. Aku bisa percaya padamu, kan? Kamu akan selalu berada di sisiku, kan?”

Ah Jie sontak terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa. Ia juga tak bisa berjanji pada Kai Qi.

No comments:

Post a Comment