Love Myself Or You Episode 9 - 1


Pada saat itu Kai Qi berpikir kalau Hao Wei lah yang duluan mengabaikannya. Berpura-pura membawa kenangan makan mie instan sebagai hal yang buruk, padahal Hao Wei bahkan membuat warn di klub anime “Du Kai Qi dan anjing dilarang masuk”. Meskipun dia berulang kali mengatakan dia tak peduli. Ini tidak masalah. Tapi setiap kali dia berpikir tentang hal ini, dia merasa marah dan jijik. Menyebalkan. Yang paling dibencinya dari ditipu adalah perasaan ketika kepercayaan hancur. Jika seorang penipu membodohinya, dia bisa mengatakan bahwa mereka pembohong ulung. Tapi jika dia tertip oleh seseorang yang dia percaya, yang bisa dia katakana adalah dia sebodoh babi. 


“Jadi... apakah kamu Ah Jie atau Fu Zi Jie atau Louis, semuanya tidak apa-apa. Karena itu, aku akan percaya padamu. Aku bisa mempercayaimu, kan?” ujar Kai Qi. 

Ah Jie bingung mau jawab apa. Dia sudah berjanji pada kakaknya kalau dia akan pergi setelah satu bulan. Saat Kai Qi bertanya lagi tentang Ah Jie yang akan selalu ada di sisinya, Ah Jie akhirnya mengiyakannya, tak ingin membuat Kai Qi kecewa. 


Sementara itu Hao Wei sakit perut karena makan makanan pedas yang dibuat Kai Qi. Le Xuan mengomelinya yang rela menyiksa diri sendiri hanya untuk main-main dengan Kai Qi. Dia pikir saat Hao Wei membuat mie instan perancis itu, penyakit “Chopper” nya telah sembuh. Pada kenyataannya itu adalah kenangan mereka yang membuktikan kalau Hao Wei masih merindukannya. Le Xuan melihat foto “Chopper-Luffy”, ia bertanya apa yang sebenarnya telah Kai Qi lakukan saat kuliah dulu yang membuat Hao Wei memperlakukannya seperti ini sekarang. 

Flashback..

Ayah Kai Qi mencari Kai Qi ke kampus. Ia bertanya ke orang-orang dimana klub anime. Hao Wei yang kebetulan lewat pun mengajak ayah Kai Qi ke klub itu. Hao Wei memberitahu kalau Kai Qi sedang studi kuliner diluar dan kembali sore hari. Teman Hao Wei datang memberikan dana uang klub. Entah kenapa Ayah Kai Qi melirik-lirik uang itu. Melihat Hao Wei membawa buket bunga untuk Kai Qi, ayah berpikir kalau Hao Wei dekat dengannya. Hao Wei jadi salah tingkah, dia beralasan itu hadiah untuk Kai Qi yang ulang tahun, padahal sebenarnya ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Kai Qi dihari itu. Ayah mengerti, berarti Hao Wei adalah pria yang selalu Kai Qi bicarakan, orang yang tampan dan sering menjaganya. Ayah memberitahu kalau Kai Qi punya kepribadian yang buruk dan tidak bisa berteman. Dari semua yang ia dengar Hao Wei lah yang terbaik. Dipuji seperti itu membuat Hao Wei sangat senang. Dia pun bertanya tujuan ayah Kai Qi datang. Ayah Kai Qi ternyata punya hutang yang jatuh tempo sore ini. Ibu Kai Qi bilang kalau uangnya diberikan pada Kai Qi, jadi ia datang untuk mengambilnya. Nyatanya Kai Qi lupa. Ingin membantu, akhirnya Hao Wei meminjamkan uang klub itu pada ayah, dan ayah menjamin Kai Qi yang akan membayarnya nanti. Tahu kalau sebenarnya Hao Wei ingin mengungkapkan perasaannya, ayah bahkan berjanji untuk mengatur waktunya untuk Hao Wei. Flashback End.. 

“Mungkinkah Kai Qi tidak pernah muncul?” tanya Le Xuan.

“Aku memang bodoh.”


Flashback.. 

Hao Wei tengah bersiap di kapal ala bajak laut One Piece. Ia merangkai kata dari yang lebay banget sampai akhirnya memilih yang paling simple yang bisa membuat hati Kai Qi tersentuh. Setelah menuliskan Chopper dan Luffy forever di foto mereka ia menyelipkannya di buket bunga, “Du Kai Qi.. aku menyukaimu. Tolong berkencanlah denganku”. Itulah ungkapan terakhir yang ia pilih. 

Ia sudah menyiapkan kue tart dan minuman untuk Kai Qi. Tapi dari pagi, sore, malam, hujan, bahkan pagi lagi, Kai Qi sama sekali tidak muncul. Temannya datang membangunkan yang ia pikir itu Kai Qi. Teman Hao Wei memintanya untuk tidak menuggu lagi, ia memberitahu kalau Kai Qi memutuskan berhenti kuliah kemarin. Flashback end.. 


Sejak hari itu Hao Wei sebenarnya tak ingin bersikap marah padanya, tapi setiap kali Kai Qi dingin terhadapnya, dia tak bisa menahan selain ingin membalas. Dia menganggap bahwa Kai Qi memperlakukannya berbeda dari orang lain. Bahkan jika Kai Qi selalu berwajah cuek, dia akan selalu membuatkan makanan dan mendiskusikan manga dengan Hao Wei. Meskipun Kai Qi sering mengatakan padanya untuk pergi dan tidak mengikutinya, dia tahu bahwa Kai Qi tidak benar-benar marah dengannya. Kejadian ulang tahun, bahkan tak pernah disebutkannya sekalipun. Hao Wei bertanya kenapa Kai Qi berhenti kuliah, tapi Kai Qi marah mengatakan bahwa dia selalu menggangunya. Tidak peduli berapa banyak pengorbanan yang ia lakukan, itu tidak akan cukup. Pada akhirnya Kai Qi membaginya dengan jelas. Kamu adalah kamu. Aku adalah aku. Bagi Kai Qi perasaannya tidak penting sama sekali

Le Xuan juga ikut sedih mendengar cerita kakaknya itu, tapi yang ia lihat hari ini setelah Hao Wei pergi dari restoran tadi, suasana hati Kai Qi juga tampak terpengaruh menandakan ia masih peduli pada Hao Wei. 

“Dan du Kai Qi yang kutahu, dia bukan orang yang tidak menepati janji. Bahkan jika dia meminjam hanya Rp.5000 pun, dia akan membayar kembali. Jika dia tahu kakak meminjamkan dana klub pada ayahnya, tidak mungkin dia akan pura-pura tidak tahu.” ucap Le Xuan.

Ah Jie gelisah tak bisa tidur memikirkan janjinya untuk selalu ada disisi Kai Qi. Ia bingung kenapa ia tak berani mengatakan pada Kai Qi kalau dia akan segera pergi. Dia menganggap Kai Qi sebagai teman. Mereka bisa menjadi teman di mana saja. Apalagi dengan teknologi yang ada, tidak sulit untuk tetap berhubungan. Mereka tidak perlu saling bertemu secara langsung. Tapi mengapa dia tidak bisa mengatakannya?


Esok harinya, semua koki yang di dapur memperhatikan Ah Jie yang dengan lihai menyiapkan salad. Young Qian tak menyesal mempromosikan Ah Jie dengan kemampuannya yang hebat ini. Tapi beda dengan Xiao Shu, ia tak habis pikir kenapa salad itu begitu dipuji-puji. Itu hanyalah salad. Itu tidak seperti salad yang dapat membuat kenyang selama dua tahun. Apa henabtnya? Hahahah, ada-ada saja tingkah Xiao Shu yang sukses membuat orang tertawa. Lain halnya dengan Kai Qi yang tampak tak serius. Ah Jie juga memperhatikan sikapnya ini.

Semua mulai mempersiapkan hidangan yang menjadi tugas masing-masing dengan diawasi Le Xuan. Dengan tatapan penuh kekaguman, Young Qian memandangi Le Xuan. Tapi begitu Le Xuan berbalik menatapnya, Young Qian cepat-cepat buang muka. Ah Jie mengikuti arah pandang Young Qian yang entah kemana, ia pun memanggil Young Qian dengan keras sampai Young Qian kaget. LOL 


Ia kembali mengikuti Le Xuan yang tengah mengawasi Linda. “Sebuah vas bunga profesional namun lucu”, katanya senyam-senyum sendiri. Da Zhi yang memasak di samping, tentu bingung dan menatap tajam Young Qian. Young Qian terkaget-kaget, “Apa yang kamu lihat? Gunakan kekuatan lebih. Dagingnya terlalu tebal?” katanya memerintah dan lanjut memandangi Le Xuan lagi. Da Zhi mengerjainya dengan memukul daging itu dengan sangatttt keras, sampai kali ini Young Qian benar-benar terlonjak kaget. Hhahaha, gk bisa berhenti ketawa. Scene ini lucu abis!

“Huhh. Apa yang kamu lakukan? mencoba menakut-nakuti seseorang? Ha?” 

“Bukankah Chief mengatakan untuk memukul lebih keras?” jawab Da Zhi mengacungkan jempol seolah biasa saja. 

Xiao Shu datang dan bertanya heran kenapa tiba-tiba Young Qian mengawasi mereka. Le Xuan berpikir apa Young Qian tak percaya padanya sebagai kepala koki? “Ah, tentu saja tidak. Denganmu di dapur, aku benar-benar mempercayaimu dan merasa nyaman.” Kata Young Qian dengan manis. Le Xuan memintanya kembali ke kantor dan membalas dengan memohon sangat manis pada Young Qian. Seketika Young Qian tersihir dan kembali ke ruangannya tanpa protes sedikitpun, tapi ia tersadar kalau ia sudah diusir. “Pertama Du Kai Qi. Sekarang Le Xuan. Apa ini yang disebut ‘kegembiraan karena menderita’? Akuu?” Katanya pada diri sendiri. Lol 


Kai Qi terus melamun, sampai tangannya kena panci yang panas. Le Xuan memperhatikan sikap aneh Kai Qi ini. Waktu makan siang pun tiba. Xiao Qiang bertanya pada Da Zhi siapa gadis Jepang kemarin. Apakah dia punya pacar? Da Zhi dengan tatapan tajamnya berkata, “Dia memiliki seoaran pria sekarang”. Xiao Shu langsung ikutan nyambung, selama ini dia pikir Da Zhi menyukai Kai Qi. Da Zhi tiba-tiba memukul meja. Ia tak suka ada yang menjelek-jelekan Kai Qi. “Seorang guru adalah guru. Murid adalah murid. Jika bukan karena Kai Qi, aku yang hari ini tidak akan ada”, katanya membara. Semua orang beralih menatap Kai Qi. 


Flashback.. 

Da Zhi melamar sebagai koki ke Figaro Cuisine dan ditolak dengan alasan kurang pengalaman. Ia berkata ia memiliki pengalaman, dan itu semua sudah tertulis di riwayat hidup. “Itu karena aku pernah masuk penjara sehingga kepala koki tidak menginginkanku, kan?” tebak Da Zhi. Bao Zhu hanya bisa diam saja. Kai Qi yang melihat Da Zhi dengan tas yang berisi mie instan, menghampiri mereka sebelum Da Zhi beranjak pergi. “Kamu bilang kamu memiliki pengalaman, kan? Ukir bunga untukku!” kata Kai Qi sambil melempar sebuah apel padanya. Da Zhi langsung menuruti apa yang Kai Qi perintahkan dan karena itulah Da Zhi akhirnya dterima di Figaro Cuisine, karena kesempatan yang diberikan Kai Qi. Flashback end..

Mereka lanjut makan lagi. Lalu Young Qian pun datang. Xiao Qiang berbisik-bisik apa kepala Koki yang tidak menerima Da Zhi itu adalah Young Qian? Semua orang saling pandang satu sama lain. Karena tak ada kursi lagi, Kai Qi yang sudah selesai pergi dengan digantikan Young Qian. Masih dengan nada yang lembut Young Qian bertanya pada Le Xuan ada apa dengan Kai Qi. Tiba-tiba semua serempak menjawab “Sudah jelas itu salahmu”. 


Linda merasa akhir-akhir ini restoran memiliki banyak orang dengan masalah asmara. Mendengar itu, Xiao Li langsung memandangi Ah Jie, dan berlanjut ke Young Qian yang bertanya pada Le Xuan, “Hidangan mana yang buatanmu?” dengan sangat manis pula. 

Setelah selesai bekerja, Da Zhi menahan Linda yang ingin pulang. Ia bertanya pada Linda apa yang dikatannya pada Ai Zi, gadis jepang kemarin. Linda memegang tangan Da Zhi, mencoba merasakan sesuatu. Lalu ia menyarankan agar sebaiknya Da Zhi jangan ikut campur. “Apa maksudmu?” tanya Da Zhi tak mengerti. “Ini bukan masalah pria.” jelas Linda. 


Da Zhi pergi menemui Ai Zi untuk menuntut kebenaran apa yang terjadi. Da Zhi menebak apa ini karena kak Bao. Ai Zi menangis, berkata bukan kak Bao. Ia pun pergi tak ingin ditanya-tanya seperti itu. Da Zhi menahannya, tiba-tiba Ai Zhi meringis sakit karena ternyata Da Zhi menyentuh luka lebam di tangannya. Akhirnya Ai Zi bercerita bahwa dia ingin meninggalkan kak Bao, tapi kak Bao tak mau melepaskan. Da Zhi ingin membantunya jika Ai Zi ingin pindah diam-diam dan juga memberikannya uang. Ada hubungan apa diantara mereka bertiga ya? Mungkinkah saudara? 


Esok harinya, saat didapur, Young Qian mendapat telpon dari ketua. Ia langsung menyombongkan diri kalau Ketua sudah menelponnya pada Kai Qi. Tapi Kai Qi hanya menganggapnya biasa dan mengejeknya sungguh bodoh. Xiao Shu lantas tertawa terkekeh sendiri. “Apa itu lucu?” kata Young Qian tajam. Xiao Shu langsung ketakutan dan selalu kena imbas kemarahan Young Qian. Mereka berkumpul di depan pajangan sendok emas . Young Qian mengumumkan kalau tadi ketua menelpon untuk mentraktir mereka semua makan malam atas kerja keras yang mereka lakukan. Semua langsung bertepuk tangan senang. Young Qian dengan bangga mengatakan ia masih atasan yang dihargai melihat tepuk tangan mereka yang meriah. Alhasil semuanya kompak berhenti, dan Young Qian bertepuk tangan sendiri. Hahaha 

“Tapi, malam ini yang laki-laki harus memakai pakaian resmi, dan yang perempuan harus memakai gaun resmi.” 

Semua protes dengan alasan masing-masing, kecuali Xiao Li yang antusias ingin melihat Ah Ji mengenakan tuksedo. Xiao Qiang ingat mereka sudah mengumpulkan dana ke Xiao Shu dan menagihnya. Young Qian pun berkata bahwa semuanya sudah ditangani ketua. 


Setelah semuanya pergi, tinggalah Ah Jie dan Kai Qi. Kai Qi bertanya kapan Ah Jie akan memberitahu semua orang tentang identitas aslinya? Ah jie menjawab bahwa dia hanya ingin dibawah. “Ohh, Tuan Muda melakukan inspeksi penyamaran?” goda Kai Qi. 

Mereka pun berbelanja pakaian bersama. Young Qian memilihkan para lelaki setelan mereka . Saat di bagian Xiao Shu, Xiao Shu malah disuruh pilih sendiri. Hhahahah, kasian. Para wanita duduk menunggu hasil make over Young Qian dan yang lain. Apalagi Xiao Li yang sangat antusias. Keluarlah satu per satu dengan gaya mereka dan berjalan baksuper model. Tapi para wanita tak suka, apalagi pilihan Young Qian lah yang lebih parah. HAHAHA. 


Le Xuan berbaik hati memilihkan pakaian untuk mereka. Saat giliran Young Qian, Young Qian melihat harganya dan langsung dipukul oleh Le Xuan. Lucunya Young Qian malah diam mematung sambil mengelus tangannya yang dipukul Le Xuan. Mereka keluar dengan pose yang kocak, tapi hasilnya juga kurang memuaskan. Untuk yang ketiga kalinya, mereka keluar dengan tampilan setelan formal yang langsung membuat para wanita bertepuk tangan. Bahkan gadis-gadis di mall terpesona meliha mereka. Sampai Bao Zhu harus mengingatkan Xiao Li yang kegirangan dengan ucapan “control yourself”


Kini giliran para wanita yang memilih pakaian mereka masing-masing. Saat yang lain tengah memilih Kai Qi malah duduk menunggu. 

“Kai Qi. Bagaimana denganmu?” tanya Ah Jie. 

“Aku pakai ini saja tidak apa-apa.” 

“Ha. Pakai itu?” tanya mereka semua kompak. 

Young Qian tak mau Kai Qi dengan bajunya itu, apa yang akan dia katakana pada Ketua nanti? Tiba-tiba Le Xuan datang dan mengajak Kai Qi ikut bersamanya. Dia akan bertanggung jawab untuk Kai Qi. Satu per satu mereka menyemangati Le Xuan agar berusaha merubah Kai Qi. Lalu bagaimanakah perubahan Kai Qi dan yang lainnya?

2 comments: