Love Myself or You Episode 9 - 2


Ah Jie menertawakan penampilan Kai Qi dan menyemangatinya sampai membuat Kai Qi kesal. Le Xuan yang penasaran bertanya apa hubungan mereka berdua. Kai Qi pun menjawab teman waktu kecil.





Berada di tempat acara, para lelaki menunggu para wanita dengan hasil make over mereka semua. Bao Zhu, Linda, dan Xiao Li muncul yang pertama, yang hanya mampu memikat Xiao Shu dan Xiao Qiang. Begitu Le Xuan muncul semua tersenyum disambut tepuk tangan meriah Xiao Shu dan Xiao Qiang. Dan Kai Qi pun muncul, semua mata langsung tersihir tak menyangka, Kai Qi sangat cantik dengan gaun birunya itu. Young Qian saja sampai bingung harus memilih yang mana Kai Qi atau Le Xuan.


Kai Qi lalu berjalan diikuti Ah Jie yang terus memandanginya. Tak mengerti apa maksud Ah Jie, ia berbalik dan saat melihat kea rah Ah Jie lagi, Ah Jie sudah tidak ada melainkan sudah dibelakangnya. Ah Jie ingin memuji penampilan Kai Qi yang sangat cantik, tapi Kai Qi melarangnya untuk mengatakan itu.

“Sangat cantik…”

“Bukankah aku bilang jangan katakan?”

“Bagaimana kamu bisa begitu cantik?”

“Lalu kenapa?”

“Kamu akan membuat mataku buta.”

Mereka bertengkar layakanya sepasang kekasih, sampai semua yang ada disitu memperhatikan mereka.

“Ada apa dengan mereka berdua? Apa mereka pikir tidak ada orang disekitar mereka?” kata Young Qian cemburu.


Tak lama Ketua pun datang. Ia sangat puas dengan kinerja mereka semua, apalagi dengan berhasil memenangkan kompetisi waktu lalu. Mereka pun dipersilahkan untuk menikmati pestanya.

Bao Zhu mulai memeriksa hidangan yang ternyata sangat disiapkan dengan sempurna. Tiba-tiba Linda mengeluarkan flashdisknya dan tersenyum aneh menuju suatu tempat. Takut kalau Linda akan memutar music rock yang biasa di dengarkannya, Xiao Shu dan Xiao Li cepat-cepat menghentikannya. Tapi ternyata dia hanya memutar music slow buat dansa, dan mengajak Bao Zhu berdansa bersama. Bukannya berdansa tapi mereka malah ngedance ala-ala girlband. HAhahah
Tiba-tiba Ah Jie mengajak Kai Qi berdansa, lagipula jarang sekali Kai Qi memakai gaun yang cantik seperti ini. Bao Zhu dan Linda pun minggir. Ah Jie mengajari Kai Qi berdansa hingga mereka berdua mulai menikmatinya ditambah alunan music yang romantis.


Lagi-lagi Da Zhi tak bisa mengontrol emosinya, ia kesal melihat kedekatan Ah Jie dengan Kai Qi yang asyik tertawa bahagia.

Lain halnya dengan Young Qian yang memberanikan untuk mengajak Le Xuan berdansa. Ia mengatakan itu dari jauh tanpa melihat kalau Le Xuan sudah pergi diajak Xiao Shu berfoto. Tepat saat Young Qian mengulurkan tangannya, Xiao Li lewat dan langsung setuju dengan ajakan Young Qian. Young Qian yang bingung tak bisa mengelak lagi saat Xiao Li menariknya. Xiao Shu bahkan memuji mereka sebagai pasangan yang sempurna. Hahahah
Beda dengan Ah Jie dan Kai Qi yang berdansa dengan mesra, Young Qian jadi sangat kaku jika dengan Xiao Li.

Dari jauh Le Xuan memperhatikan Ah Jie dan Kai Qi dengan tatapan cemburu, sampai Ketua menyadarkannya. Le Xuan berkata kalau Ah Jie bilang padanya Kai Qi adalah teman waktu kecilnya. Ketua kaget Le Xuan bisa tahu hal ini. Akhirnya Le Xuan pun sadar kalau Ketua adalah ayah Ah Jie dengan nama mereka yang sama.


Ah Jie dan Kai Qi sudah selesai berdansa dan duduk bersama dengan ayahnya dan juga Le Xuan. Le Xuan memberikan Ah Jie minum yang langsung dilarang oleh ayahnya. Ayahnya pun cepat beralasan kalau Ah Jie harus menyetir ketika pulang nanti, jadi sebaiknya tidak minum. Tak disangka Le Xuan mengajak Ah Jie berdansa. Terpaksalah Ah Jie menurutinya.

Saat berdansa, Le Xuan memberitahu Ah Jie tentang rahasia Ah Jie yang ternyata bukan hanya teman masa kecil kesayangan Kai Qi tapi juga anak Ketua. Mekipun tahu rahasia ini ia berjanji takkan memberitahu siapapun.

“Kalau kamu ingin jadi misterius, lanjutkan jadi misterius. Bagiku, aku akan jadi wanita baik hati yang memegang rahasia.” Ucap Le Xuan seperti apa yang Ah Jie katakan dulu padanya, jika Le Xuan adalah orang yang baik hati maka dia akan menjaga rahasia Ah jie.

Ketua bertanya pada Kai Qi bagaimana Ah jie di restoran. Kai Qi berkata Ah Jie sangat terampil. Namun ada satu hal yang ingin dia tanyakan, Apa mereka (ortu Ah jie) tidak keberatan Ah Jie hanya menjadi karyawan magang, mengingat keahlian Ah Jie dalam memasak. Ketua memberitahu bahwa sesuatu terjadi saat Ah Jie SMA, sejak itu mereka tidak mau menekan Ah Jie. Ah Jie bebas menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya. Saat Kai Qi ingin menanyakan sesuatu lagi, tiba-tiba Zi Xiang datang bersama Hao Wei.


Zi Xiang datang bersama Hao Wei dan mengenalkan Hao Wei sebagai kritikus makanan. Kai Qi langsung pergi dari situ. Hao Wei menghampirinya dan bertanya apa komiknya bagus? Le Xuan dan Ah Jie berhenti berdansa, memperhatikan mereka berdua. Kai Qi langsung to the point menanyakan apa yang sebenarnya sudah dia lakukan pada Hao Wei. Hao Wei berpikir bahwa Kai Qi tidak mengingat apa yang dia ingat, karena bagi Kai Qi apa yang diingatnya tidak penting sama sekali.

“Kamu tahu, Du Kai Qi? Aku sering meraa kalau aku ini sangat bodoh.. karena meskipun kamu memperlakukan aku seperti ini, aku masih terus menyukaimu.”

Kai Qi berdiri dan berhadapan dengan Hao Wei, “Tapi bagaimana? Aku membencimu. Aku sangat.. sangat membencimu.”

Semua mata langsung tertuju pada Kai Qi yang pergi meninggalkan Hao Wei begitu saja.
Kai Qi mengomel sendiri, ia berkata ia tak butuh Hao Wei untuk menyukainya. Berkelakuan baik di awal tapi ujung-ujungnya malah mengusirnya pergi. Kai Qi berhenti saat melihat Ah Jie yang menghampirinya. Ah Jie mengatakan bahwa yang ia dengar dari Le Xuan setelah ulang tahun Kai Qi dulu, Hao Wei jatuh sakit dan harus di rawat. Kai Qi ingat saat teman Hao Wei memberitahunya berapa lama Hao Wei menunggunya saat itu, tapi dia merasa itu tak ada hubungannya dengannya.
Zi Xiang datang menghampiri mereka. Dengan sigap Kai Qi langsung berdiri didepan Ah jie untuk melindunginya.


“Lihat, semua orang menyukaimu. Kamu janji padaku kalau dalam satu bulan…” Ah Jie langsung menghentikan ucapan Zi Xiang. Ia meminta agar tak mengatakan hal itu di depan Kai Qi. Zi Xiang menurut asalkan Ah Jie menepati janjinya. Ia lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi.
Melihat Ah Jie begitu khawatir, Kai Qi menggenggam tangannya. Ia berharap Ah Jie jangan khawatir, apapun yang terjadi Ah Jie bisa mempercayainya. Ah Jie pun membalas genggaman tangan Kai Qi saat kembang api meletus.

“Kai Qi. Betapa sedihnya jadi diri sendiri. Aku datang untuk memahaminya selama 10 tahun terakhir ini. Jadi, sedikit lebih berbahagialah. Dalam beberapa hari, mungkin aku tidak akan bisa berbagi hidangan denganmu lagi atau aku tidak akan bisa melihat kembang api yang indah bersamamu.” Batin Ah Jie.

Ah Jie berharap Kai Qi bisa hidup dengan bahagia. Kai Qi membalasnya dengan senyuman. Dan Hao Wei melihat mereka dari kejauhan. Putus asa.


Hao Wei lalu pergi tanpa peduli Le Xuan yang mengejarnya. Setibanya di rumah, Le Xuan bingung mencari Hao Wei yang tak ada di rumah. Ternyata Hao Wei perg ke suatu tempat. Saat akan menggunakan telescope ia kembali teringat kenangannya bersama Kai Qi.

Flashback..

Hao Wei terus memaksa ikut untuk menemani Kai Qi membuat tugas. Ia bahkan mempersiapkan segala sesuatunya seperti piknik. Hao Wei mengajaknya untuk makan di restoran yang baru buka dekat kampus mereka setelah Kai Qi selesai. Tak dijawab, Hao Wei pun menyodorkannya roti dan menjelaskan panjang lebar tentang satelit Taiwan. Dengan hanya tatapan tajam dari Kai Qi, Hao Wei langsung kembali duduk. Ia kemudian bersin-bersin. Kai Qi menyuruhnya mengambil sesuatu di tasnya yang ternyata adalah syal. Hao Wei berpikir Kai Qi memintanya memakaikan syal itu padanya, jadi dengan malu-malu Hao Wei meletakkan syal itu di pundak Kai Qi. Tentu saja Kai Qi mengomel lagi, karena maksudnya Hao Wei lah yang memakai syal itu. Hao Wei senyum-senyum sendiri mendapat perhatian dari Kai Qi. Ia lalu bertanya jika Luffy mengakui perasaannya pada Chopper, apa menurut Kai Qi Chopper akan menerimanya? Kai Qi menatap Hao Wei sesaat, ia berkata kalau suatu hari itu mungkin saja. Luffy harus menjadi orang baik yang bisa dipercaya. Hao Wei sangat senang, tapi Kai Qi kemudian berkata bahwa Chopper itu kan lelaki? Hao Wei jadi salah tingkah, dia mencotohkan tokoh lain. Kai Qi pun meminta Hao Wei untuk tidak menganggunya, kalau tidak bagaimana mereka akan makan di restoran itu nanti? Hao Wei senang luar biasa. Flashback end..

Hao Wei menyesali dirinya sendiri yang begitu bodoh, tak tahu kalau sudah jelas itu adalah jawaban Kai Qi.


Esok paginya, Figaro sudah bersiap dengan para chef yang berkumpul. Le Xuan lah yang belum datang. Young Qian bertanya apa dia sakit atau apa? Apa dia harus membeli bunga dan mengunjunginya? Semua terheran-heran dengan sikap lebay Young Qian. Tak lama Le Xuan datang, dan langsung menuju Kai Qi.

“Apa yang sebenarnya kamu katakan pada kakakku kemarin?”

“Tidak banyak.”

“Bukankah aku memberitahumu untuk tidak memprovokasi dia. Sejak kami kecil, orang tua kami pergi bisnis ke luar negeri. Kami berdua dibesarkan dan saling menjaga satu sama lain. Kamu dapat melakukan apapun yang kamu inginkan. Tapi tidak menyakitinya.”

“Apa yang kamu bicarakan?”

“Aku sedang berbicara tentang ayahmu yang meminjam uang dan tak pernah membayar kembali. Aku membicarakanmu yang bermuka tebal dan bertindak seperti tidak pernah terjadi apa-apa.”

“Ayahku meminjam uang pada Hao Wei?”

Le Xuan menghembuskan nafas berat. Ia memberitahu denga nada pelan bahwa di hari ulang tahun Kai Qi, Hao Wei memberi uang klub untuk ayah Kai Qi. Hao Wei percaya Kai Qi akan muncul dan terus menunggu sepanjang malam. Pada akhirnya, Kai Qi berhenti kuliah. Semua jadi berantakan bersamaan dengan hal-hal busuk yang Kai Qi katakan. Kai Qi berkaca-kaca. Ia tidak tahu tentang hal ini sebelumnya. Dia hanya tidak suka ketika orang menyebut Ayahnya.

“Kamu hanya berpikir tentang dirimu yang terluka. Apakah kamu berpikir kakakku yang juga tinggal sendiri? Butuh banyak keberanian baginya untuk mendekatimu. Apa kamu tahu kenapa dia menjadi kritikus makanan? Itu karena dia tahu bahwa.. impianmu adalah untuk menjadi koki. Bahkan jika dia tidak bisa melihatmu, dia ingin dekat dengamu.”

Kai Qi tak tahu kebenaran itu selama ini. Entah apa yang dia pikirkan, tiba-tiba Kai Qi berlari pergi

No comments:

Post a Comment